Menuju Keabadian Dengan Sistem

Menuju Keabadian Dengan Sistem
Bab 7


__ADS_3

Sembilan sinar yang di tembakkan ke langit oleh batu monumen menjadi bukti dari kembalinya seorang Lin Xuan, alun-alun di lemparkan dalam kegemparan, tidak ada yang menyangka bahwa Lin Xuan, seorang cacat dengan dantian yang hancur sebenarnya telah pulih dan melompati level dari Tahap 3 Pemurnian Tubuh ke Tahap 9 Pemurnian Tubuh hanya dalam tiga hari. Ini hanya bisa di katakan menentang surga, bahkan Lin Xuan yang dulu tidak akan bisa melakukanya.


Elder berjubah biru menatap sembilan sinar di langit dengan takjub seolah-olah itu adalah pemandangan yang tidak akan pernah bisa terlupakan, setelah mengambil waktu yang cukup lama untuk sadar, elder berjubah biru akhirnya mengumumkan. "Lin Xuan, Tahap 9 Pemurnian Tubuh."


"Itu benar-benar Tahap 9 Pemurnian Tubuh, Lin Xuan ini sebenarnya telah pulih."


"Heheh, aku tahu itu, Lin Xuan di takdirkan untuk menjadi naga dan terbang tinggi ke langit."


"bakat yang luar biasa, ini hanya jenius menentang surga."


"Klan Lin kita akan kembali berjaya dengan bakat Tuan Muda Lin Xuan."


Berbagai diskusi menggema di antara para murid generasi muda, mereka yang sebelumnya mengejek Lin Xuan kini telah berbalik untuk mendukungnya, biar bagaimanapun, kebangkitan Lin Xuan adalah berkah bagi klan Lin.


Sementara itu, di balik diskusi dari semua murid klan, ada kelompok tiga orang yang memiliki wajah muram, mereka adalah Lin Jang, Lin Suya, Lin Mongyu.


Ketiga orang ini menatap sembilan sinar di langit dengan penuh kebancian, tatapan mereka di penuhi niat membunuh. Tiba-tiba, Lin Jang menunjukan senyuman samar di wajahnya, dia mendongak untuk menatap Lin Xuan di platfrom batu monumen kemudian berkata. "Selamat Lin Xuan, kamu sudah berhasil memulihkan bakatmu."


Kata-kata Lin Jang langsung menarik perhatian semua orang, itu karena semua orang tahu bahwa Lin Jang memiliki konflik pribadi dengan Lin Xuan. Mereka bertanya-tanya, apakah Lin Jang akhirnya akan menyerah dan mengakui dominasi Lin Xuan.


"Oh, ini bukan apa-apa." Kata Lin Xuan datar, dia melirik Lin Jang di antara kerumunan dan melihat senyuman licik di wajahnya, dia berfikir. 'Apa lagi yang di rencankan anjing bodoh ini?.'


Benar saja, Lin Jang dengan santai naik ke atas platfrom batu, berdiri di depan Lin Xuan, dia berkata. "Karena adik Lin Xuan telah mendapatkan kembali bakatnya, aku secara pribadi menantangmu untuk berlatih beberapa gerakan. Aku hanya penasaran sejauh apa kekuatanmu setelah pemulihan!."


Kata-kata Lin Jang terdengar jujur dan tidak mengandung niat apapun, namun semua orang tahu bahwa Lin Jang bermaksud untuk menantang Lin Xuan karena dia tidak percaya bahwa Lin Xuan telah memulihkan bakatnya, hanya dengan pertarungan, semua baru akan jelas.


Para murid generasi muda juga mengangguk, mereka juga penasaran, apakah Lin Xuan benar-benar telah pulih.


Lin Zhang di kursi pemimpin mengerutkan kening, dia secara alami tahu niat dari Lin Xuan, tapi meski demikian, dia tidak bisa turun tangan karena itu akan membuat semua orang meragukan Lin Xuan.


"Jadi kamu ingin menantangku?." Lin Xuan tersenyum mengejek lalu berkata. "Apa pukulanku terakhir kali belum cukup untuk membuatmu sadar?."

__ADS_1


"Kamu-." Lin Jang sangat marah karena Lin Xuan menyentuh lukanya, namun dia dengan cepat memulihkan ketenanganya. Berkata. "Adik Lin Xuan, tolong!."


"Baik." Lin Xuan mengangguk kemudian bersiap untuk menyerang, namun langkahnya terhenti karena Lin Jang melambaikan tanganya.


"Ada apa?." Tanya Lin Xuan.


"Adik Lin Xuan, ada kabar yang beredar bahwa adik Lin Xuan menggunakan semacam alat magic, untuk berjaga-jaga, bagaimana kalau elder Lin Fuyen memeriksamu dulu sebelum kita mulai bertarung." Kata Lin Jang dengan senyuman licik.


Lin Xuan menatap Lin Jang seperti dia adalah seorang idiot, sekarang dia tahu mengapa Lin Jang berani untuk menantangnya, ternyata itu karena dia berfikir bahwa kekalahanya terakhir kali karena Lin Xuan menggunakan semacam alat magic.


Lin Xuan tertawa dalam hati, tapi dia menjaga eskpresinya tetap tenang, dengan sedikit tersenyum. Lin Xuan berkata. "Oh, ternyata ada kabar seperti itu, baiklah. Elder Lin Fuyen, silahkan periksa aku!."


Elder Lin Fuyen mengangguk, kemudian di bawah tatapan semua orang, dia mulai memeriksa Lin Xuan, setelah beberapa menit, Elder Lin Fuyen kembali ke tempatnya dan berkata. "Tuan Muda Lin Xuan bersih, tidak ada alat magic."


Semua orang mengangguk, sementara itu, penatua pertama yang duduk di platfrom tertinggi mulai gelisa, dia merasa bahwa cucunya ini akan di permalukan di hadapan banyak orang.


"Baiklah kakak Lin Jang, apa kita sekarang akan mulai bertarung?." Tanya Lin Xuan.


Tanpa peringatan, Lin Jang langsung berlari mendekati Lin Xuan seperti seekor harimau, gerakanya cukup cepat dan hanya beberapa langkah, dia sudah tiba di hadapan Lin Xuan.


Ahli di tahap Pemurnian Tubuh tidak memiliki gerakan istimewa apapun, itu karena mereka belum membentuk pusaran inti Qi dan hanya mengandalkan tubuh fisik mereka sepenuhnya untuk bertarung, tentu saja, sebagai ahli Tahap 9 Pemurnian Tubuh, Lin Jang telah memurnikan tubuhnya sebanyak sembilan kali dan hanya membutuhkan langkah terakhir, yaitu membentuk pusaran inti Qi untuk sepenuhnya menjadi Great Petarung. Tubuh fisiknya pasti sangat kuat.


Setelah tiba di hadapan Lin Xuan, Lin Jang dengan gila melepaskan kombinasi pukulan antara kaki, sikut dan tangan.


Lin Xuan juga tidak berani meremehkan Lin Jang, terakhir kali Lin Jang masih berada di Tahap 8 Pemurnian Tubuh, namun sekararang dia telah maju ke tahap 9 dan secara kekuatan fisik, mereka relatif sama.


Lin Xuan mengepalkan tanganya kemudian menyambut serangan dari Lin Jang, dengan itu, keduanya mulai bertarung.


Whusss!


Whusss!

__ADS_1


Whusss!


Suara-suara pukulan yang merobek angin menggema berturut-turut di atas arena, berbagai gerakan umum di perlihatkan oleh keduanya, entah itu Lin Jang dan Lin Xuan, tidak ada yang benar-benar di atas angin.


Tinju balas tinju, tendangan balas tendangan.


Semua penonton menyaksikan dengan ekpresi serius, dalam pandangan mereka, keduanya bisa di katakan seimbang, namun karena pergerakan dan pendaratan yang lebih baik, Lin Xuan memiliki banyak pukulan yang masuk di banding Lin Jang.


Para murid menatap dua orang di arena dengan ekpresi kagum, mereka tidak bisa membatu tetapi bersorak.


Di platfrom tinggi, Lin Zhang menyaksikan pertarungan keduanya dengan ekpresi serius.


Setelah puluhan pertukaran, keduanya sama-sama terpisah, Lin Xuan memiliki sudut bibir yang berdarah sementara Lin Jang memiliki luka di bagian kening, bibir dan hidung.


Tatapan Lin Xuan terlihat tenang, tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya, sementara Lin Jang sepertinya kehabihan stamina, nafasnya memburu dan wajahnya sedikit pucat.


"Apa kamu masih ingin bertarung?." Kata Lin Xuan.


Lin Jang mengepalkan tanganya, dia menatap Lin Xuan dengan tajam, namun jauh di dalam hatinya, dia sebenarnya sedikit takut, setelah pertukaran tadi, meskipun dia tidak kalah, tapi hanya masalah waktu sebelum dia akhirnya di kalahkan.


"Apa aku memang tidak akan pernah bisa mengalahkanmu?." Tanya Lin Jang.


"Kamu kuat, aku akui itu. Tapi masih belum cukup!." Kata Lin Xuan.


Menghela nafas, Lin Jang berkata."Baiklah, aku kalah!."


-


-


-

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2