
Clang!6
Clang!•
Clang!
Suara cakar tajam seperti paku besi ter2us menggores bilah pedang dan mengeluarkan suara dentingan logam yang menggema di atas arena, percikan bunga api tersebar setiap kali bilah pedang dan cakar melakukan kontak.
Chen Zhu tampil seperti orang yang kerasukan iblis jahat, dia meraung dan menyerang secara terus-menerus. Sementara itu, di sisi lain, Lin Xuan hanya bisa melakukan sikap defensif untuk bertahan dari serangan ganas Chen Zhu.
Dalam pertarungan itu, Lin Xuan menderita banyak luka cakar di sekujur tubuhnya, darah menetes dari mulut dan hidungnya.
"Jika terus seperti ini, aku akan terluka lebih buruk bahkan jika efek Pil Darah Iblis itu sudah berakhir!." Gumam Lin Xuan sambil mengayunkan pedangnya ke depan.
Sementara itu, wajah Chen Zhu tumbuh semakin tidak sedap di pandang, dia sudah kehabisan waktu, jika ini terus berlanjut, tidak hanya dia menjadi cacat, dia juga akan terbunuh. Satu-satunya solusi adalah menyelesaikan pertarungan ini lebih cepat.
Bang!
Ledakan keras membuat Lin Xuan dan Chen Zhu sama-sama terhuyung mundur, luka-luka di tubuh Lin Xuan terlihat semakin parah, di sisi lain, aurah darah di tubuh Chen Zhu semakin lemah dan hanya masalah waktu sampai efek Pil berakhir.
"Lin Xuan, aku benar-benar tidak menyangka bahwa dengan tingkat kultivasimu, kamu bisa bertahan di bawah seranganku meski aku menggunakan Pil Darah Iblis." Kata Chen Zhu, kemudian melanjutkan. "Tapi ini sudah berakhir di sini!."
Kedua tangan Chen Zhu menyatu, sepuluh jarinya meringkuk membentuk segel aneh. Saat jari-jarinya Chen Zhu membentuk segel, langit di atas seketika gelap, awan hitam muncul di langit di atas kepala Chen Zhu, suara-suara petir dan kilatan cahaya menggema di tempat itu.
"Hah." Chen Zhu mengangkat tanganya ke atas, menunjuk awan di atas, seketika petir-petir di dalam awan hitam menembak dan bekumpul di telapak tangan Chen Zhu.
Itu adalah pemandangan yang sangat mengejutkan, para peserta lainya yang masih di atas arena segera melompat, meninggalkan arena pertarungan, bahkan Jun Tian melakukan hal yang sama.
Di bawah arena, semua penonton terkejut melihat pemandangan awan hitam yang juga kilatan petir di telapak tangan Chen Zhu.
Salah satu pemimpin klan Patriokal yang mengenali tehnik Chen Zhu langsung berseru. "Itu...Itu adalah Tehnik Tingkat Tinggi Kelas Hitam: Tangan Guntur!, itu adalah tehnik adalah dari sekte Api Guntur."
__ADS_1
"Tangan Guntur? Ini sangat kuat!."
"Chen Zhu bahkan memiliki tehnik seperti ini, sekte Api Guntur ternyata rela memberikan tehnik seperti itu kepada Murid Luar."
"Tehnik yang sangat kuat, kali ini Lin Xuan sudah tamat."
Para pemimpin klan terlihat sangat bersemangat, mereka bahkan terengah-engah karena kegembiraan. Tehnik Tingkat Tinggi Kelas: Hitam, itu adalah tehnik tertinggi yang klan patriokal tidak akan pernah bisa dapatkan. Tehnik seperti itu cukup untuk membawa sebuah klan menjadi penguasa di satu kota.
Di atas arena, Lin Xuan mengerutkan kening saat suara Lin Zhang terdengar di benaknya. "Xuan'er, cepat turun dari arena! Kamu tidak perlu bertarung sampai akhir, turun sekarang! Ayah dan ketiga penatua akan mengurus sisanya."
Suara ayahnya terdengar sangat khawatir, mungkin dia takut bahwa tehnik Chen Zhu akan membunuh Lin Xuan.
Lin Xuan tersenyum dan berkata. "Jika aku ingin menang, tidak akan ada yang bisa menghentikanku."
"Lin Xuan, kamu sampah yang tidak tahu tingginya langit dan luasnya daratan. Hari ini kamu akan mati di bawah tehnik-ku." Chen Zhu meraung, ekpresinya ganas saat dia mendorong telapak tanganya yang di bungkus oleh cahaya petir ke depan. "Tangan Guntur!." Teriaknya.
Segera, cahaya petir muncul di atas arena dalam bentuk telapak tangan raksasa, itu mengguncang arena saat dia melitas ke arah Lin Xuan dengan sangat cepat.
"Kamu melebih-lebihkan dirimu sendiri." Kata Lin Xuan, dia kemudian menarik pedangnya ke belakang, memasang sikap rendah, wajahnya dingin dan matanya penuh tekad. "Aku akan menunjukan kepadamu tehnik yang sebenarnya." Ucapnya, kemudian melesat ke depan seperti panah yang telepas dari busurnya.
Ketiga penatua juga sangat terkejut dan menggelengkan kepala, mereka benar-benar tidak mengerti apa yang coba di lakukan oleh Lin Xuan.
Para pemimpin pariokal tertawa dengan gembira.
"Lin Xuan bodoh ini akan mati."
"Benar-benar tidak tahu batas diri sendiri."
"Jika dia turun dari arena dan mencari perlindungan dari Lin Zhang, mungkin itu akan sedikit menyelamatkan nyawanya meski dia tetap akan mati. Tapi dia ternyata hanya orang bodoh yang tidak tahu apa-apa."
Di antara para pemimpin klan patriokal, hanya Chen Yugu yang tetap diam, tidak tahu kenapa, tapi dia merasakan sesuatu yang aneh saat melihat Lin Xuan melesat maju ke arah telapak tangan raksasa yang tercipta dari petir.
__ADS_1
Saat Lin Xuan hanya beberapa langkah dari tangan raksasa guntur, pedang di tanganya tiba-tiba berdengung dan mengeluarkan suara teriakan yang mengguncang arena pertarunga, semua pedang yang di tangan para peserta bergetar seolah-olah itu akan hancur.
Lin Xuan menatap tangan raksasa petir, mulutnya terbuka. "Shadow Blade!."
Tubuh Lin Xuan lansung menghilang di bawah tatapan terkejut semua orang, cahaya pedang melesat keluar dari tempat dia menghilang dan itu membawa energi kehancuran yang sangat dasyat. Jika itu hanya satu cahaya pedang, maka tidak apa, tapi itu sebenarnya seratus cahaya pedang yang masing-masing membawa aurah yang mengerikan.
Bang!
Bang!
Bang!
Cahaya pedang seperti hujan di langit saat itu turun dan menabrak tangan raksasa petir, tangan raksasa petir begetar dan sepertinya melambat, ketika cahaya pedang kesepuluh menghantam, itu langsung hancur berkeping-keping, 90 cahaya pedang lainya langsung menerobos dan jatuh ke arah Chen Zhu.
Mata Chen Zhu melebar, mulutnya terbuka lebar karena tidak percaya. Rasa takut yang intens muncul di dalam dirinya saat dia meraung. "Ayah, selamatkan aku!."
Di bawah arena, tubuh Chen Yugu berkedip dan dia berubah menjadi sinar cahaya saat dia melesat ke arah Chen Zhu.
Duar!
Duar!
Duar!
90 cahaya pedang menghantam tempat di mana Chen Zhu berada, itu mengguncang lantai arena, suara retak terdengar jelas ketika lantai arena hancur dan rata oleh tanah.
Debu mengepul ke langit seperti awan hitam yang sepenuhnya menutup arena pertarungan, bahkan gelombang kejut membuat mereka yang berada di alam Great Petarung dan alam pemurnian tubuh memuntahkan seteguk darah, syok terlihat jelas di wajah mereka.
-
-
__ADS_1
-
Bersambung....