Menuju Keabadian Dengan Sistem

Menuju Keabadian Dengan Sistem
Bab 22


__ADS_3

Sebelas orang yang tersisa muncul di hadapan kelompok Lin Zhang, aurah yang sangat kuat menekan kelompok Lin Zhang. Lin Xuan yang berdiri di belakang Lin Zhang memiliki wajah pucat dan tubuh yang bergetar, dia hampir tidak bisa berdiri karena tekanan dari gabungan 11 orang Grandmaster Petarung. Sendainya tidak ada Lin Zhang dan ketiga penatua, mungkin tubuh Lin Xuan sudah lama hancur di bawah tekanan itu.


Melihat ke 11 orang muncul, Lin Zhang sedikit mengerutkan kening. Tangan kananya terangkat dan Qi biru pekat berkumpul di telapak tanganya kemudian dia hancurkan ke dada salah satu penatua klan Wang, gerakan Lin Zhang sangat cepat sehingga penatua klan Wang tidak sempat untuk membuat gerakan apapun.


Duak!


"Glug!." Darah segar menyembur keluar dari mulut pentua klan Wang saat dia di kirim terbang sejauh 30 meter, syok dapat terlihat di wajah tuanya yang keriput.


Lin Zhang mengakat kakinya dan melakukan gerakan meyapu ke arah dua Grandmaster yang berniat menerobos barisan.


Bang!


"Argh!."


"Ugh!."


Ledakan keras bersama dua jeritan memekakkan telinga menggema saat kedua grandmaster itu di kirim mundur ke belakang, menyapu tanah dan berguling-guling di bawah tumpukan debu.


Ketiga penatua juga bertukar pukulan dengan siapapun yang mencoba untuk menerobos barisan.


Ledakan keras mengema di tempat itu, bercampur dengan jeritan menyakitkan.


Lin Zhang dan ketiga penatua muncul seperti gunung besar dan prisai yang tak terkalahkan, melindungi Lin Xuan di tengah-tengah barisan. Siapapun yang mencoba untuk masuk akan di kirim mundur atau memuntahkan seteguk darah.


Bagaimanapun, setelah semuanya, Lin Zhang adalah ahli terkuat yang ada di kota Awan Berkabut, dia termasuk sebagai jenius nomor satu yang berhasil mencapai alam Grandmaster Petarung di usia 30 tahun. Fakta bahwa klan Lin menjadi klan penguasa di kota Awan Berkabut karena adanya Lin Zhang.


Di antara semua klan patriokal, hanya klan Chen yang bisa bersaing dengan klan Lin, namun jika melihat lebih jauh, susunan ahli yang di miliki klan Chen tidak sekuat klan Lin. Karena itu, demi menghapus klan Lin, Chen Yugu terpaksa melakukan aliansi dengan klan Patriokal lainya.

__ADS_1


Melihat Lin Zhang dan ketiga penatua tampak mendominasi pertempuran, wajah Chen Yugu masam dan tidak sedap di pandang.


"Lin Zhang terlalu kuat, pemimpin klan lainya tidak akan bisa menerobos barisan. Kalau begitu aku harus menahan Lin Zhang di tempat." Gumam Chen Yugu, dia menghentakkan kakinya kemudian melesat ke arah Lin Zhang dengan kecepatan yang mengejutkan.


"Lin Zhang, lawanmu adalah aku!." Teriak Chen Yugu, Qi hijau pekat membungkus kepalan tanganya saat dia menghancurkanya ke arah Lin Zhang.


Lin Zhang yang baru saja mengirim salah satu pemimpin klan patriokal mundur, mendengus dingin. Qi biru pekat berputar di telapak tanganya kemudian di bebankan ke depan, ke arah tinju yang mengamuk.


Bang!


Suara keras terdengar, Lin Zhang dan Chen Yugu sama-sama terhuyung mundur, kemudian mereka sama-sama bergerak dan bertemu di tengah-tengah.


Bang!


Bang!


Saat Lin Zhang dan Chen Yugu bertarung, ketiga penatua sedang berusaha untuk memblokir serangan dari 12 pemimpin klan patriokal lainya. Karena Lin Zhang di tahan oleh Chen Yugu, barisan kelompok Lin Xuan melemah.


Salah satu orang pemimpin klan patriokal itu adalah Patriak Klan Jun, dia melambaikan tanganya dan Qi ungu pekat bekumpul di telapak tanganya, itu membentuk pedang sepanjang lima meter. "Nak, pergi dan mati!." Patriak klan Jun menjentikkan tanganya dan pedang Qi unggu bersinar, itu langsung bersiul ke arah Lin Xuan.


Wajah Lin Xuan pucat, dan matanya adalah suatu keseriusan yang belum pernah terlihat sebelumnya, setelah semuanya, pedang Qi unggu itu adalah serangan yang di ciptakan oleh seorang Grandmaster Petarung, itu akan mampu membunuh 30 orang di tingkat Great Petarung.


Lin Xuan tidak punya banyak waktu, dia menarik pedangnya ke belakang, memasang kuda-kuda rendah, basis kuktivasinya sepenuhnya di tuangkan ke dalam pedang, mulutnya kemudian terbuka. "Shadow Blade!."


Tubuhnya langsung pecah dan berubah menjadi seratus cahaya pedang yang melesat ke arah pedang Qi unggu.


"Hanya trik kecil." Patriak klan Jun mencibir ketika melihat Lin Xuan melakukan gerakan yang sama yang dia lakukan saat menghadapi Chen Zhu, meski gerakan Lin Xuan tanpak mewah dan kuat, tapi basis kultivasinya terlalu rendah, itu tidak mungkin bisa menghadapi serangan penuh dari seorang Grandmaster.

__ADS_1


Saat ratusan cahaya pedang menabrak pedang Qi unggu, itu tampak seperti yang di pikirkan oleh patriak klan Jun. Seratus cahaya pedang muncul seperti seratus telur yang di lemparkan ke batu raksasa, seratus cahaya itu runtuh dan hancur ketika menabrak pedang Qi unggu.


Saat semua cahaya pedang runtuh, sosok Lin Xuan muncul tiga puluh meter jauhnya dari pedang Qi unggu.


Patriak klan Jun mengerutkan kening, dia tidak menyangka bahwa Lin Xuan akan bisa lolos dari serangan pedang Qi unggu miliknya. Untuk suatu alasan, Patriak klan Jun merasakan bahwa seratus cahaya pedang yang di ciptakan Lin Xuan tidak mengandung energi Qi apapun, itu sepenuhnya tercipta dari niat pedang yang kuat. Selain itu, saat Lin Xuan berubah menjadi seratus cahaya pedang, dia sepertinya kebal terhadap semua serangan.


"Apa tehnik yang aneh!." Pikir patriak klan jun, dia sekali lagi melambaikan tanganya dan pedang Qi unggu berubah arah, itu melesat ke arah Lin Xuan.


Lin Xuan sekali lagi menggunakan tehnik Shadow Blade, seratus cahaya pedang menabrak pedang Qi unggu, itu dengan cepat runtuh, namun sosok Lin Xuan muncul 30 meter jauhnya dari pedang Qi unggu.


Sementara itu, dari arah belakang Lin Xuan, sosok pria paruh baya tiba-tiba muncul, dia memancarkan aura Grandmaster, ekpresinya adalah senyum ganas. Pria paruh baya itu adalah penatua klan Wang yang berhasil menerobos barisan. Tanganya melambai lalu di hancurkan ke punggung. "Nak, mati!."


"Tidak!." Lin Zhang yang sedang bertarung dengan Chen Yugu berseru ketika melihat pemandangan itu.


Ketiga penatua klan Lin juga tersentak lalu berbalik ke arah Lin Xuan, berniat untuk mencegah serangan penatua klan Wang.


Tapi mereka sudah terlambat, telapak tangan penatua klan Wang mendarat keras di punggung Lin Xuan, Lin Xuan memuntahkan seteguk darah segar, tubuhnya di kirim terbang sejauh 30 meter, itu berguling-guling di tanah dan baru berhenti setelah menabrak pohon besar.


Hening!


Semua orang berhenti bertarung, pandangan mereka tertuju ke arah mayat Lin Xuan du bawah pohon.


"Hahahaha." Chen Yugu adalah orang pertama yang tertawa terbahak-bahak.


-


-

__ADS_1


-


Bersambung....


__ADS_2