
Wajah-wajah ketiga penatua sangat tidak sedap di pandang, kerutan di wajah Lin Zhang menjadi semakin dalam, perasaan khawatir meresap jauh ke dalam dirinya, membuat tangan di balik lengan bajunya bergetar.
Penatua pertama memandang Lin Zhang lalu berkata dengan muram. "Lin Xuan saat ini berada dalam bahaya, jelas bahwa anak-anak dari ketiga klan Patriokal itu tidak berniat untuk mengalahkanya dalam kompetisi tapi membunuhnya."
"Patriak, apa yang harus kita lakukan. Lin Xuan tidak boleh mati, dia harapan klan Lin kita." Kata penatua kedua.
"Melihat situasi, jika kita bergerak, orang-orang tua licik itu pasti akan mengambil tindakan untuk menahan kita." Kata penatua ketiga.
Wajah Lin Zhang sangat tidak sedap di pandang, dia sangat marah di dalam hatinya. Dengan dengusan dingin, dia berkata. "Mari kita lihat terlebih dahulu, jika situasi semakin berbahaya, maka kita tidak punya pilihan selain keluar semua untuk menyelamatkan Xuan'er."
Ketiga penatua mengangguk, sebagai pantua, mereka sangat sadar seberapa pentingnya Lin Xuan bagi klan.
Sementara itu, di atas arena.
Chen Zhu dengan tangan di balik punggung menatap Lin Xuan dengan sombong kemudian berkata. "Lin Xuan, hari ini adalah hari di mana perjalanmu berakhir. Kamu memiliki dua pilihan, menyerah dan hancurkan basis kultivasimu, atau melawan dan mati di tanganku?."
Jun Tian, Wang Feng dan yang lainya tertawa sinis, menatap Lin Xuan seperti seekor rusa yang di kelilingi oleh harimau.
Lin Xuan memiliki wajah serius, saat mendengar kata-kata Chen Zhu, satu alisnya tiba-tiba terangkat. Sudut bibirnya di tarik membentuk senyuman lucu kemudian...
"Hahahaha." Lin Xuan tertawa terbahak-bahak, tawa itu menggema di seluruh arena.
Jun Tian dan yang lainya menatap Lin Xuan dengan heran, mereka bingung mengapa Lin Xuan tiba-tiba tertawa seperti itu.
Para pemimpin klan patriokal juga memiliki ekspresi heran di wajah mereka, bahkan Lin Zhang dan ketiga penatua menatap dengan bingung.
Wajah Chen Zhu menjadi gelap, matanya memancarkan kilatan membunuh saat dia berkata dengan suara yang dalam. "Lin Xuan, apa kamu terlalu takut sehingga kamu menjadi gila."
Mendengar kata-kata Chen Zhu, Jun Tian dan lainnya mengangguk, mata mereka yang heran di gantikan dengan jijik dan penuh penghinaan terhadap Lin Xuan.
Para pemimpin patriokal lainya di bawah arena juga ikut tersenyum mengejek, salah satu patriak klan melirik Lin Zhang dan ketiga pentua klan Lin sambil mencibir. "Lin Zhang, tampaknya putramu itu telah menjadi gila karena ketakutan."
"Hahaha." Gelak tawa para pemimpin klan menggema di tempat itu.
Wajah Lin Zhang dan ketiga penatua klan Lin tumbuh semakin suram.
__ADS_1
Di atas arena..
Lin Xuan yang tertawa tiba-tiba berhenti, ekpresinya seketika berubah dingin dan auranya tiba-tiba meledak, itu mengguncang arena pertarungan. Angin di sekitar berputar dengan kencang sehingga itu tampak seperti pusaran tornado kecil di atas arena.
Tekanan yang di pancarkan oleh Lin Xuan membuat kelompok Jun Tian terkejut, bahkan Chen Zhu mundur satu langkah ke belakang dengan mata lebar.
Para pemimpin klan mengerutkan kening, Chen Yugu menatap Lin Xuan di arena dan berkata. "Tekanan ini...?."
Berdasarkan basis kultivasinya, Chen Yugu dapat melihat bahwa tingkat kultivasi Lin Xuan masih berada di rana Great Petarung biasa, tapi tekanan dari aurahnya hampir sama dengan Chen Zhu.
Lin Xuan mengulurkan tanganya dan cincin penyimpananya berkedip, long sword panjang muncul di tangan Lin Xuan, gagang pedang itu memiliki bentuk seperti kepala harimau dan bilahnya memancarkan cahaya emas yang berkilau.
Itu adalah Pedang Tiger Sword Art yang Lin Xuan beli di Paviliun Harta.
"Karena kalian ingin membunuhku, maka aku tidak punya pilihan selain membunuh kalian semua." Kata Lin Xuan dingin, gagang Tiger Sword Art melambai, pusaran angin melengkuk dan berputar di bilah pedang, seolah-olah itu menyatu dengan bilah itu sendiri, suara mendengung bisa terdengar dengan jelas saat gelombang angin seperti cahaya pedang meninggalkan bilah pedang, meluncur ke arah Chen Zhu dan yang lainya.
Wajah Wang Feng dan yang lainya yang kekuatanya berada di alam Pemurnian Tubuh pucat, laut spiritual mereka sepertinya di ambang kehancuran karena tekanan dari cahaya pedang yang terbentuk dari pusaran angin.
Hanya Jun Tian dan Chen Zhu yang sepertiny terlihat baik-baik saja, kecuali wajah mereka yang masam dan tidak sedang di pandang.
Ketika kelelawar itu muncul, Lin Zhang dan ketiga penatua terkejut, penatu pertama menunjuk kelelawar hitam di atas kepala Chen Zhu lalu berseru. "Kelelawar hitam? Itu adalah tehnik tingkat rendah kelas Hitam: Hantu Kelelawar Hitam, itu adalah tehnik adalan klan Chen. Tidak di sangka Chen Zhu berhasil menguasainya."
Wajah Lin Zhang semakin berkerut dalam, matanya menatap kelelawar hitam dengan khawatir.
"Sekarang aku akan menunjukan padamu kesenjangan di antara kita berdua, 'Black Bat Ghost'. Serang!." Teriak Chen Zhu dengan wajah genas.
Hantu Kelelawar Hitam mengaung lalu melesat ke arah cahaya pedang yang terbentuk dari pusaran angin.
Bang!
Ledakan keras mengguncang arena pertarungan, lantai retak seperti jaring laba-laba dan debu mengepul menutupi seluruh arena.
Semua orang di bawah arena tidak bisa melihat apapun yang terjadi di atas arena karena debu yang mengahalangi pandangan mereka.
Setelah beberapa saat, debu perlahan tersebar, memperlihatkan lantai pertarungan yang retak, di sana, sosok tampan dan feminim berdiri dengan rambut acak-acakan, tubuhnya di penuhi luka dan bajunya terkoyak hingga memperlihatkan beberapa bagian kulit yang mengelupas.
__ADS_1
Sosok itu tidak lain adalah Chen Zhu, dia menyeka darah di mulutnya kemudian menatap mayat yang terbaring beberapa meter di hadapanya. Mayat itu adalah Lin Xuan.
Para pemimpin klan mengangguk dan tersenyum, Chen Yugu tersenyum puas ke arah Chen Zhu.
Sementara itu, kelompok Lin Zhang tampak sangat muram, wajah Lin Zhang terlihat beberapa tahun lebih tua.
"Bersiap untuk menyelamatkan Lin Xuan." Teriak penatua pertama, dia dan pentua kedua serta penatua ketiga baru akan bergerak ketika suara Lin Zhang terdengar.
"Tunggu!."
Ketiga penatua tertegun, mereka berhenti lalu menatap ke arah Lin Zhang dengan heran.
Wajah Lin Zhang yang suram tiba-tiba tersenyum, dia dengan santai berkata. "Perhatikan!."
Ketiga penatua segera berbalik ke arah arena, di sana, mayat Lin Xuan perlahan menjadi kabur lalu kemudian pecah menjadi kumpulan debu yang tersebar di udara.
"Ini...?." Ketiga penatua terkejut.
Para pemimpin klan yang tersenyum seketika membatu dengan mata terbuka lebar, bahkan Chen Yugu menatap dengan tidak percaya ke arah mayat Lin Xuan yang menghilang seperti debu.
Chen Zhu di atas arena melongo, wajahnya terkejut melihat apa yang baru saja terjadi.
"Ini, bagaimana mungkin?." Gumam Chen Zhu bingung dan juga heran, dalam hati dia bertanya-tanya, apa serangan terlalu kuat sehingga menghancurkan tubuh Lin Xuan menjadi debu?.
"Mencariku?."
Suara dingin tiba-tiba terdengar dari belakang Chen Zhu, jantung Chen Zhu seketika bergetar, wajahnya pucat ketika menyadari pemilik suara tersebut.
-
-
-
Bersambung...
__ADS_1