Menuju Keabadian Dengan Sistem

Menuju Keabadian Dengan Sistem
Bab 2


__ADS_3

"Dantian Pedang?."


Ding!. "Benar, Dantian Pedang adalah Dantian istimewa yang hanya bisa di gunakan oleh orang-orang tertentu, Dantian Pedang ini sangat berbeda dengan Dantian biasa, sebab Dantian Pedang tidak bisa di perkuat dengan menyerap energi alam."


"Tidak bisa menyerap energi alam, lalu bagaimana cara aku untuk berkultivasi?." Tanya Lin Xuan dengan bingung.


Ding. "Tuan tidak perlu berkultivasi, tuan hanya perlu mengumpulkan poin kontribusi sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan level kultivasi tuan."


"Oh, jadi seperti itu." Lin Xuan menghela nafas lega kemudian bertanya. "Lalu bagaimana cara aku untuk bisa mendapatkan Poin Kontribusi?."


Ding!. "Cara untuk mendapatkan poin Kontribusi adalah dengan memberikan barang-barang yang bersifat logam atau besi untuk di serap oleh sistem dan sistem akan secara otomatis memberikan tuan poin kontribusi."


"Hehe, jadi seperti itu. Ini sangat mudah." Lin Xuan tersenyum senang, logam atau besi? Bukankah keluarga Lin adalah keluarga dengan bisnis penempa, ada banyak sekali besi dan logam di gudang pembuangan klan Lin.


"Lalu bagaimana dengan tehnik pertempuran?." Tanya Lin Xuan, ini adalah hal yang penting, di dunia seni bela diri ini, hal yang paling penting adalah metode Kultivasi dan juga tehnik pertempuran. Kedua hal ini harus di miliki oleh seorang seniman bela diri.


Lin Xuan sudah memiliki metode kultivasi, yaitu Dantian Pedang, meski Lin Xuan tidak tahu seberapa kuat metode kultuvasi ini, tapi dia yakin bahwa sistem tidak akan memberikan dia sesuatu yang buruk.


Sekarang adalah tehnik pertempuran, sebenarnya Lin Xuan bisa saja mendapatkan tehnik pertempuran di Paviliun Tehnik Hall milik klan Lin, tapi tehnik-tehnik itu hanya berada di level: Kuning dan Hitam, yang tertinggi hanya berada di tingkat menengah kelas:Hitam.


Ding!. "Untuk tehnik pertempuran, tuan akan dj berikan secara acak sesuai dengan prestasi tuan."


"Prestasi ya?." Lin Xuan mengangguk, sekarang masalahnya sudah terpecahkan, sudah saatnya untuk meningkatkan kekuatan.


Saat ini Lin Xuan berada di alam Pemurnian Tubuh Tahap 3, di benua seniman bela diri, alam Pemurnian Tubuh adalah yang paling terendah.


Lin Xuan mengenakan pakaian hitam khas tuan muda, kemudian keluar dari kamar menuju gudang pembuangan sisa logam.


Saat keluar dari kamar dan berjalan menelusuri lorong klan, Lin Xuan banyak bertemu dengan murid-murid klan lainya. Mereka memberikan tatapan merendahkan kepada Lin Xuan, bahkan ada yang secara terang-terangan menatap Lin Xuan dengan jijik.


Lin Xuan tidak memperdulikan tatapan orang lain dan terus melangkahkan kakinya menuju gudang pembuangan sisa logam.


Setelah beberapa menit, Lin Xuan akhirnya sampai di depan pintu gudang pembuangan sisa logam, di sini adalah tempat semua sisa besi, logam atau senjata-senjata rusak yang sudah tidak terpakai.


Saat Lin Xuan akan masuk ke dalam gudang, tiba-tiba sebuah cibiran terdengar dari arah belakang.


"Hehe, lihat siapa ini?."


"Bukankah ini tuan muda Lin Xuan, jenius nomor satu di kota Awan Berkabut."


Lin Xuan menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah sumber suara, di sana tiga orang pemuda tampan berjalan menghampirinya dengan tatapan merendahkan dan jijik serta cibiran di mulut mereka.


Lin Xuan menatap ketiganya dengan datar lalu berkata. "Lin Jang, Lin Suya, Lin Mongyu."


Ya, ketiga pemuda itu adalah Lin Jang, Lin Suya, dan Lin Mongyu, mereka adalah cucu dari penatua pertama, kedua dan ketiga.


Mereka dulu selalu berada di belakang pemilik tubuh sebelumnya dan menjadi pengikut setianya, mereka selalu berusaha untuk menyanjungnya dan juga menyenangan hatinya, sampai Lin Xuan di terima sebagai murid di sekte Pedang Mistik.


"Hehe, tidak di sangka, setelah dua tahun tidak bertemu, kakak Lin Xuan bukan hanya menjadi semakin kuat, tapi malah jatuh menjadi sampah yang sia-sia." Lin Jang menggelengkan kepalanya sambil menatap Lin Xuan dengan cibiran di sudut mulutnya.


"Saudara Lin Jang, sekarang dia sudah menjadi sampah yang sia-sia, bagaimana kalau kita memberinya sedikit pelajaran?." Lin Suya menyeringai sambil merenggangkan otot-otot lehernya.


"Benar, sedikit pemukulan mungkin tidak jadi masalah bukan?." Lin Mongyu mengangguk dan menatap Lin Xuan dengan ganas.

__ADS_1


Lin Xuan mengerutkan kening, tatapan menjadi dingin. Dia tidak menyangka bahwa hari pertama dia di tempat ini, dia akan mendapatkan pemukulan dari sekelompak anjing.


Meski ketiganya bukan jenius, tapi kekuatan mereka berada di Alam Pemurnian Tubuh Tahap 7 dan 8, sementara Lin Xuan hanya berada di Alam Pemurnian Tubuh Tahap 3, menghadapi ketiganya, hasilnya sudah di pastikan.


Tapi dia tidak akan diam saja dan di pukuli, paling tidak dia harus salah satu dari mereka terluka.


"Ingin memukulku! Apa kalian tidak takut jika nanti aku mendapatkan kembali kekuatanku dan mencari kalian untuk membalas dendam?." Kata Lin Xuan sambil menatap ketiganya dengan tajam, dia hanya berusaha untuk menggertak dan berharap bahwa ketiganya akan takut.


Tapi bukanya takut, mereka justru menatap Lin Xuan seperti seorang idiot.


"Hahaha, Lin Xuan, kamu benar-benar konyol." Lin Jang tertekeh kemudian menatap Lin Xuan lalu mencibir. "Kamu adalah sampah dengan Dantian yang rusak dan akan selamanya menjadi sampah, bangkit? Dalam mimpimu!."


"Lin Xuan, kamu sudah berakhir, berhenti berhayal dan terima nasibmu." Kata Lin Suya.


"Sudahlah, berhenti bicara, tanganku sudah gatal dan tidak sabar lagi untuk memukulnya." Lin Mongyu mengepalkan tanganya lalu menghancurkanya ke wajah Lin Xuan.


Bola mata Lin Xuan menyusut, dia tidak ragu bahwa jika dia menerima pukulan itu, dia akan terbaring untuk beberapa hari.


Tapi apa yang bisa dia lakukan, saat ini kekuatanya sama sekali tidak memadai untuk bertarung dengan Lin Mongyu.


Saat sedang berfikir, pukulan Lin Mongyu sudah tiba di hadapan Lin Xuan dan ketika pukulan itu hanya beberapa inci dari wajah Lin Xuan, tiba-tiba tangan yang halus dan seputih giok muncul dari belakang Lin Xuan, itu langsung memblokir pukulan Lin Mongyu.


"Hah?." Lin Mongyu tersentak kemudian terhuyung mundur sebanyak lima langkah, tangan kananya kebas dan seperti kesemutan.


Ketiganya terkejut kemudian menatap orang di belakang Lin Xuan secara bersamaan, wajah mereka langsung berubah masam.


Lin Xuan terkejut, dia bisa dengan jelas mencium bau harum dan lembut di belakangnya. Saat dia berbalik, dia melihat seorang gadis muda dengan gaun hijau berdiri di belakangnya.


Dia memiliki bulu mata lentik dan mata yang berair, rambut hitamnya yang panjang tergerai di punggungnya, benar-benar keindahan yang menghancurkan dunia, namun di balik wajah cantik itu, ada mata dingin dan acuh tak acuh.


Lin Xuan tertegun untuk beberapa saat dan tidak tahu harus berkata apa.


Lin Jang dan kawan-kawan segera membungkuk lalu menyapa dengan ramah. "Salam kakak Xu."


Gadis muda ini, sebenarnya adalah Xu Murong, nona muda dari klan Xu di ibukota dan juga tunangan Lin Xuan.


Lin Xuan hanya tahu tentang Xu Murong dari para tetua dan ayahnya sebelum dia berangkat ke Sekte Pedang Mistik, Lin Xuan tidak pernah bertemu denganya dan hanya mendengar tentang desas-desus dari gadis muda ini.


Kabarnya dia memiliki garis darah pheonix yang legendaris dan bakat serta kekuatanya sangat luar biasa, dia di nobatkan sebagai jenius nomor satu di ibukota, dan dia kabarnya telah menjadi murid pribadi dari Master Sekte Langit Agung. Kejeniusanya tidak kalah dari Lin Xuan sebelumnya.


"Tapi kenapa dia ada di sini?." Lin Xuan mengerutkan kening dan bertanya dalam hati.


Xu Murong tidak memperhatikan Lin Xuan, dia menatap Lin Jang dan kawan-kawan tanpa ekpresi lalu berkata dengan datar. "Lin Xuan adalah tunangan aku, Xu Murong. Tidak ada yang boleh menyentuhnya!."


Lin Jang dan kawan-kawan segera mengangguk dan berkata dengan ramah. "Hehe, tentu saja, Tuan Muda Lin Xuan adalah tunangan nona Xu, bagaimana kami berani menyentuhnya."


"Kalau begitu kami mohon pamit!." Lin Jang dan kawan-kawan segera menakupkan tanganya ke arah Xu Murong lalu pergi dengan terburu-buru, namun sebelum pergi, mereka tidak lupa untuk memberikan tatapan permusuhan kepada Lin Xuan.


Setelah Lin Jang dan kawan-kawan pergi, ada keheningan di antara keduanya, setelah beberapa saat, Lin Xuan menatap Xu Murong lalu berkata. "Terimakasih, aku Lin Xuan akan mengingat bantuanmu."


Xu Murong melirik Lin Xuan dengan bola mata cantiknya kemudian berkata dengan datar. "Jika kamu ingin berterimakasih, kamu bisa ikut denganku ke klan Xu untuk memutuskan pertunangan."


Memutuskan pertunangan?

__ADS_1


"Jadi ini maksud dari kedatanganya!." Lin Xuan mengerutkan kening sambil bergumam dalam hati.


Ternyata alasan Xu Murong ada di sini adalah untuk membawanya ke klan Xu untuk memutuskan pertunangan.


Menurut ingatan pemilik tubuh, Lin Xuan dan Xu Murong telah di tunangan sejak mereka kecil oleh kakek Xu Murong, Xu Tian Xin dan kakek Lin Xuan, Lin Potian.


Lin Potian dan Xu Tian Xin adalah sahabat yang sudah seperti saudara, mereka sangat dekat dan tumbuh besar bersama. Setelah dewasa, Lin Potion menjadi patriak klan Lin dan Xu Tian Xin menjadi patriak klan Xu.


17 tahun lalu, klan Xu di landa bencana, mereka di serang oleh musuh-musuh kuat di ibukota, Lin Potion bergandengan tangan dengan Xu Tian Xin untuk mengusir musuh.


Setelah Xu Murong dan Lin Xuan lahir, Lin Potion dan Xu Tian Xin menjodohkan keduanya karena lahir di tahun yang sama, tapi lima tahun kemudian, Lin Potion meninggal dunia karena luka lama dan klan Lin kehilangan pijakan di ibukota sehingga mereka datang ke kota kecil di Awan Berkabut.


Xu Tian Xin adalah orang yang tegas dan memegang tegu sumpahnya, jadi meskipun klan Lin telah menurun, dia tetap mempertahankan janji pernikahan ini.


Setelah kabar kejatuhan Lin Xuan menyebar, klan Lin tentu saja menerima sasaran kritik dari banyak orang, dengan status dan bakat Xu Murong, dia tentu berniat untuk membatalkan pertunangan, namun melihat kehadiranya di sini, dia pasti telah gagal membujuk Xu Tian Xin, dan memutuskan untuk membawa Lin Xuan bersama ke Klan Xu dan membujuk Xu Tian Xin.


Lin Xuan menatap Xu Murong tanpa ekspresi saat dia berkata. "Aku memiliki banyak hal untuk di lakukan dan tidak punya waktu."


Saat ini Lin Xuan harus meningkatkan kekuatanya dengan cepat, bagaimana bisa dia memiliki waktu untuk urusan lain.


Xu Murong mengerutkan kening, dia menatap Lin Xuan dengan merendahkan. "Kamu harus sadar, aku dan kamu tidak berada di dunia yang sama. Jika itu kamu yang dulu, aku mungkin bisa mempertimbangkanya, tapi sekarang aku tidak memiliki pilihan. Kamu tidak bisa menjadi lelakiku!."


"Kenapa? Karena kamu seorang jenius?." Tanya Lin Xuan dengan tenang.


Xu Murong tidak menjawab, karena jawabanya sudah jelas, dia menatap Lin Xuan dengan datar.


"Hehe, Xu Murong, aku tidak suka mengatakan ini tapi kamu memaksaku." Lin Xuan menatap Xu Murong dengan serius lalu berkata. "Aku hanya jatuh tapi belum mati, jantungku masih berdetak dan mataku masih melihat dunia. Aku dulu seorang jenius dan bahkan kamu tidak memiliki lima puluh persen dari kejeniusanku, bagaimana kamu yakin bahwa aku Lin Xuan tidak akan bangkit lagi."


"Aku menjadi Great Petarung di usia 15 tahun, di level apa kamu saat itu?."


Kata-kata Lin Xuan sangat kuat dan mendominasi, tubuhnya memancarkan aura yang unik.


Xu Murong tertegun, dia mendapati bahwa dirinya tidak bisa mengatakan apa-apa. Benar, Lin Xuan adalah jenius, Great Petarung di usia 15 tahun, berapa level Xu Murong saat itu? dia hanya Tahap 8 Pemurnian Tubuh.


Di hadapan kejeniusan Lin Xuan yang menentang langit, siapa dia yang berani mengaku jenius?


"Baiklah Lin Xuan, aku tidak memiliki apapun untuk di katakan. Aku tidak membencimu dan aku juga tidak meremehkanmu, tapi aku harap, apa yang kamu katakan saat ini bukan hanya omong kosong belaka." Kata Xu Murong kemudian melangkah kakinya yang panjang.


Setelah tiga langkah, Xu Murong berhenti kemudian berkata tanpa berbalik. "Satu bulan lagi adalah penerimaan murid baru sekte Langit Agung, kamu tahu apa maksudku."


Setelah mengatakan itu, Xu Murong meninggalkan Lin Xuan sendirian di sana.


Lin Xuan menatap punggung Xu Murong yang menjauh, dia menggelengkan kepalanya dan menatap langit sambil berkata. "Hari ini kalian bisa meremehkanku, tapi itu tidak akan lama."


Setelah mengatakan itu, Lin Xuan melangkahkan kakinya memasuki gudang pembungan.


-


-


-


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2