Menuju Keabadian Dengan Sistem

Menuju Keabadian Dengan Sistem
Bab 4


__ADS_3

Paviliun Harta Klan, itu adalah tempat semua senjata terbaik milik klan Lin, semua senjata-senjata di letakkan di paviliun Harta Klan.


Di depan pintu masuk, Lin Xuan melangkah memasuki Paviliun Harta, namun dia di hentikan oleh elder penjaga gerbang.


"Berhenti, kamu Lin Xuan tidak di izinkan untuk masuk ke Paviliun Harta Klan." Kata tetua berjubah biru dengan tegas.


Lin Xuan mengeriyit, dulu dia bebas untuk pergi ke mana dan tidak akan ada yang berani menghalangi jalanya, namun sekarng, hanya memasuki Paviliun Harta Klan, dia sudah kehilangan kualifikasi.


"Apa maksud tetua, aku adalah anggota klan Lin dan ayahku adalah patriak, beraninya kamu menghentikanku." Lin Xuan menatap tetua berjubah biru dengan tajam.


Tetua berjubah biru menatap Lin Xuan dengan acuh tak acuh kemudian berkata. "Ketiga penatua telah mengirimkan perintah, bahwa kamu Lin Xuan tidak akan mendapatkan sumber daya apapun dari klan dan juga ijin untuk memasuki semua paviliun klan telah di hapus."


"Apa?." Mata Lin Xuan melebar, lengan di balik bajunya terkepal. Ketiga penatua memang telah bertindak, mereka bekerja sama untuk menembakku. Meski ayah Lin Xuan adalah patriak klan, tapi dia tidak bisa membuat pengaturan sesuka hati, sebab ada tiga penatua yang lebih tua dan memiliki senioritas lebih tinggi, jika itu dulu saat Lin Xuan masih seorang jenius, mereka tidak akan berani untuk melawanya bahkan berinisiatif untuk menyanjungnya.


Lin Xuan menatap elder berjubah biru itu dengan dingin lalu berbalik meninggalkan pintu paviliun.


Melihat punggung Lin Xuan yang menjauh, elder berjubah biru mencibir. "Ck, kamu sudah bukan jenius lagi, klan tidak mungkin mengeluarkan modal untukmu, meski ayahmu adalah patriak, tapi dia tidak akan bisa membela seorang sampah di hadapan ketiga penatua."


Meninggalkan paviliun harta, Lin Xuan berjalan menulusuri lorong klan sambil berfikir di mana dia bisa mendapatkan logam yang banyak.


Dia tidak bisa lagi mengharap di klan, klan saat ini telah menyerah padanya, mereka tidak akan lagi mengeluarkan sepeserpun untuknya.


Saat sedang berjalan, tiba-tiba langkah Lin Xuan berhenti, matanya menyipit saat melihat kelompok di depan.


Saat ini di hadapanya, Lin Jang dan kawan-kawan sedang berjalan ke arahnya, ada juga sekelompok murid yang sebelumnya menghina Lin Xuan, di antara kelompok itu, Lin Mujin yang sebelumnya di kalahkan oleh Lin Xuan menatap ke arahnya dengan ganas, jelas mereka datang untuk balas dendam.


Lin Jang menatap Lin Xuan lalu berteriak. "Lin Xuan, beraninya kamu melukai sesama anggota klan, sebagai cucu dari penatua pertama, aku akan memberimu hukuman. Bersujut sebanyak tiga kali lalu cium kakiku."


Lin Xuan menyeringai. "Kalau aku tidak mau, apa yang bisa kamu lakukan?."


Wajah Lin Jang dan kawan-kawan menjadi gelap, Lin Suya menatap Lin Xuan dengan ganas lalu mencibir. "Lin Xuan, apa kamu pikir bahwa kamu masih Lin Xuan yang dulu. Percaya atau tidak, aku akan mematahkan tulang-tulangmu."


"Kalau begitu, kamu bisa datang dan mencobanya!." Kata Lin Xuan dengan seringai mengejek di sudut mulutnya.


"Sombong, kakak Lin Jang, kakak Lin Suya, kakak Lin Mongyu. Hajar sampah yang tidak tahu diri ini!."


"Iya kakak Jang, hajar limbah yang sombong ini."


"Hajar dia kakak Jang."

__ADS_1


Para murid berteriak dan meminta Lin Jang dan kawan-kawan untuk mengambil tindakan.


"Lin Xuan, karena kamu begitu sombong dan tidak tahu diri sendiri, aku akan menggunakan tinjuku untuk menyadarkanmu." Lin Mongyu yang berdiri di sebelah Lin Jang meraung, dia menghentakkan kaki kananya kemudian melesat ke arah Lin Xuan.


Hanya beberapa langkah dia sudah tiba di hadapan Lin Xuan, tangan kananya terkepal kemudian menghancurkanya ke wajah Lin Xuan.


Para murid tersenyum sinis melihat pemandangan itu, mereka sudah membayangkan bagaimana Lin Xuan akan di ijak-ijak oleh Lin Mongyu.


Namun, sesuatu yang mereka harapkan tidak terjadi, saat pukulan Lin Mongyu hanya beberapa inci dari wajah Lin Xuan, Lin Xuan tiba-tiba membuat gerakan, dia memiringkan wajahnya ke kiri dan dengan sukses menghindari pukulan Lin Mongyu.


"Apa?."


Lin Mongyu terkejut, dia tidak menyangka bahwa Lin Xuan akan menghindari pukulanya, namun belum selesai keterkejutan Lin Mongyu, kaki kanan Lin Xuan sudah terangkat dan menyapu ke area pinggang Lin Mongyu.


Bang!


Suara teredam menggema di lorong itu, Lin Mongyu di kirim terbang, sejauh lima puluh meter, berguling di tanah kemudian berhenti setelah menabrak tembok, dia meludahkan seteguk darah dan pingsan.


Hening!


Para murid menelan ludah sambil menatap Lin Xuan dengan ngeri, bahkan Lin Jang dan Lin Suya merasakan lutut mereka lemas.


Siapa Lin Mongyu? dia adalah nomor tiga terkuat di antara generasi klan Lin, kekuatanya berada di Tahap 7 Pemurnian tubuh, tapi dia bahkan tidak bisa mengambil satu tendangan dari Lin Xuan.


Lin Suya tidak perlu di katakan, kekuatanya sama dengan Lin Mongyu dan hanya sedikit lebih kuat.


"Apa bakat Lin Xuan telah kembali?." Gumam Lin Jang dengan wajah muram, dia masih sulit untuk mempercayai apa yang baru saja di lihatnya, hanya ada satu jawaban dari semua ini, bakat Lin Xuan telah kembali.


Semua orang juga memiliki pemikiran yang sama dengan Lin Jang, mereka menatap Lin Xuan dengan ekspresi rumit.


"Tidak, aku tidak boleh membiarkan Lin Xuan untuk kembali. Jika tidak, dengan tempramenya, dia pasti tidak akan melepaskan aku." Lin Jang merenung kemudian melirik Lin Suya di sampingnya.


Lin Suya juga menatap ke arahnya dan mereka sama-sama memiliki pemikiran yang sama, Lin Xuan harus cacat!


Lin Xuan menatap Lin Jang dan Lin Suya, melihat keduanya mengangguk, dia tidak bisa membatu tetapi menunjukan senyuman samar, senyuman iblis.


"Lin Xuan, kamu memukul sesama anggota klan dan melukai Lin Mongyu dengan serius, sebagai cucu penatua pertama, aku akan menghukummu." Kata Lin Jang, kemudian melesat ke arah Lin Xuan, Lin Suya juga mengikuti dari belakang.


Melihat keduanya menembak bersama, para murid berseru.

__ADS_1


"Lin Jang dan Lin Suya menembak bersama, sampah itu Lin Xuan sudah tamat."


"Heheh, salahkan dirinya sendiri karena sombong!."


"Kakak Lin Jang, kakak Lin Suya, hajar sampah itu."


Para murid sangat bersemangat, Lin Jang dan Lin Suya menembak bersama, sekuat apapun Lin Xuan, dia tidak mungkin bisa mengalahkan keduanya.


Lin Jang tiba di hadapan Lin Xuan, tangan kananya mengepal kemudian di hancurkan ke arah bawa pusar Lin Xuan. Jelas sekali, serangan Lin Jang mengincar dantian Lin Xuan.


Lin Suya juga telah tiba, dia mengangkat kakinya lalu menyapu ke arah kepala Lin Xuan.


Dua serangan secara bersamaan dan tidak memberikan ruang bagi Lin Xuan untuk menghindar.


Tapi Lin Xuan tidak mundur, dia justru menggunakan tinju kirinya untuk menyambut pukulan Lin Jang sementara tangan kananya terulur ke samping.


"Hamph!." Tangan kanan Lin Xuan sukses menangkap tendangan Lin Suya sementara tangan kirinya bertemu dengan pukulan Lin Jang.


Bang!


Suara teredam menggema di lorong itu, Lin Jang terpental lalu menghantam tembok dengan keras, retak di tembok menyebar seperti jaring laba-laba di bawah tatapan semua murid yang tercengang.


Lin Xuan melirik Lin Suya yang kakinya di tangkap olehnya, tatapan Lin Xuan sangat tajam dan membuat Lin Suya menelan ludah dengan kasar.


"Sekarang giliranmu!." Lin Xuan menarik kaki Lin Suya dan membuat tubuh Lin Suya tertarik ke depan, tangan kanan Lin Xuan mengepal lalu di hancurkan ke perut Lin Suya.


Bang!


"Glug!." Lin Suya di kirim terbang membentuk busur di udara lalu jatuh ke tanah dengan keras, debu-debu terangkat dan berhamburan di udara.


Lin Jang dan Lin Suya di kalahkan hanya dalam satu pertukaran, lorong itu seketika sunyi.


Para murid menelan ludah dan merinding, kekuatan yang di tunjukan oleh Lin Xuan membuat mereka ketakutan, jika sebelumnya mereka mengira bahwa Lin Xuan menggunakan harta sihir, sekarang mereka percaya bahwa bakat Lin Xuan benar-benar telah kembali.


Pemuda ini benar-benar telah bangkit kembali!


-


-

__ADS_1


-


Bersambung...


__ADS_2