
Serangan dasyat Lin Xuan menguncang hati semua orang, mereka di paku ke tanah dengan perasan terkejut yang luar biasa. Bahkan para pemimpin klan Patriokal mendapati diri mereka tercengang dan tidak tahu harus mengatakan apa.
Setelah beberapa menit, debu yang mengepul di udara perlahan tersebar dan memperlihatkan arena pertarungan yang berantakan. Di sana di atas arena, Lin Xuan yang memiliki penampilan tampan dan baju yang compang-camping berdiri dengan kokoh, darah dapat di lihat di bagian-bagian tertentu di tubuhnya. Tapi wajahnya tidak berubah, itu masih terlihat dingin dan tenang seperti sebelumnya.
Tidak jauh dari tempatnya ada cahaya berbentuk bulat yang transparan, di dalam bola, semua orang dapat melihat bahwa Chen Yugu memeluk mayat Chen Zhu yang tidak bergerak, penampilan Chen Yugu suram dan memancarkan niat membunuh serta kesedihan yang mendalam.
Keadaan tampak hening, itu seperti keheningan yang mematikan. Di bawah arena, Jun Tian menarik nafas dalam-dalam, dia menatap Lin Xuan dengan perasaan takut, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia benar-benar takut terhadap seseorang.
Kehingan hanya berlangsung beberapa saat ketika suara dingin Chen Yugu memecah kesunyian. "Lin Xuan, aku tampaknya meremehkanmu, semua rencana yang aku buat gagal total dan bahkan menyebabkan kematian putraku dalam proses." Chen Yugu menghirup nafas dalam-dalam, niat membunuh di matanya tumbuh kuat saat dia berseru. "Lin Xuan membunuh putraku, hanya darahnya yang bisa menebus penghinaan ini."
Ketika suara Chen Yugu jatuh, tubuhnya tiba-tiba bergetar, aurah seorang Grandmaster Petarung meledak dari tubuhnya saat berubah menjadi sinar biru yang melesat ke arah Lin Xuan.
Jarak antara Lin Xuan dan Chen Yugu adalah 30 meter, namun hanya di butuhkan ruang tiga nafas saat Chen Yugu tiba di hadapan Lin Xuan.
Kecepatan ini mengejutkan Lin Xuan, tububnya tiba-tiba menjadi sangat berat seolah-olah gunung raksasa menekan dirinya untuk tidak bergerak.
Tangan keriput Chen Yugu di perpanjang, jari-jarinya terbuka dengan niat meringut leher Lin Xuan.
Ketika tangan Chen Yugu hanya beberapa senti dari leher Lin Xuan, dengusan dingin terdengar dari bawah arena, sebuah Qi hijau berbentuk panah melesat ke arah Chen Yugu dengan kecepatan yang mengejutkan, itu muncul di hadapan Chen Yugu.
Mata Chen Yugu menyipit, tanganya yang akan meraih leher Lin Xuan berhenti, sebaliknya, itu melakukan gerakan menampar ke arah panah yang terbentuk dari Qi hijau.
Bang!
__ADS_1
Ledakan keras mengema di atas arena, tubuh Chen Yugu bergetar dan dia mengambil satu langkah mundur untuk menstabilkan langkahnya, bersamaan dengan itu, sosok di bawah arena melesat dan meraih Lin Xuan kemudian melompat mundur ke belakang.
Sosok itu menempatkan Lin Xuan di belakang kemudian berbalik menatap Chen Yugu dengan dingin sambil berkata. "Selama aku masih berdiri di sini, tidak seorangpun yang di izinkan menyentuh putraku."
Ya, sosok itu sebenarnya adalah Lin Zhang, patriak klan Lin dan juga ayah dari Lin Xuan. Tiga sinar cahaya juga melesat dari bawah arena dan muncul di samping Lin Zhang, mereka adalah ketiga penatua klan Lin.
Chen Yugu menatap Lin Zhang dengan dingin kemudian tertawa ganas. "Hahaha, Lin Zhang, kamu pikir bahwa aku tidak memiliki rencana selanjutnya untuk menghadapi kamu." Chen Yugu tersenyum sinis saat dia melanjutkan. "Teman-teman pemimpin klan Patriokal, sekarang sudah saatnya menjalankan rencana terakhir."
Para pemimpin klan patriokal saling melirik kemudian berubah menjadi sinar cahaya yang melesat ke atas arena, berdiri di samping Chen Yugu, mereka adalah Patriak klan Wang, patriak klan Jun, di belakang mereka masing-masing ada tiga orang tua yang merupakan penatua, di tambah dengan penatua dari klan Chen, total dari mereka ada 12 orang yang masing-masing berada di tingkat Grandmaster Petarung.
Lineup ini mengejutkan kelompak Lin Zhang, bahkan penatua pertama mendapati dirinya gemetar dan berkeringat dingin. 12 Grandmaster Petarung, susunan ini sangat kuat dan mampu mengguncang kota-kota besar, bahkan jika itu di tempatkan di ibukota kekaisaran, itu tidak bisa di remehkan.
Lin Zhang dan ketiga penatua tidak pernah membayangkan bahwa Chen Yugu akan mampu membentuk aliansi dengan pemimpin klan Patriokal lainya.
"Hahaha, sekarang, bukan hanya Lin Xuan yang akan mati, tapi klan Lin juga akan di hapuskan dari kota Awan Berkabut." Tawa Chen Yugu, tatapanya beralih kepada Lin Xuan yang berada di belakang Lin Zhang. Dia dengan ganas berkata. "Nak, kamu membunuh putra aku satu-satunya. Sekarang persiapkan dirimu untuk mati."
Ledakan!
12 aurah Grandmaster petarung membumbung ke langit, melepaskan tekanan yang sangat kuat dan mendominasi. Qi dengan berbagai macam warna terlihat dari masing-masing dari Chen Yugu dan yang lainya.
Mereka tanpa ragu melesat ke arah Lin Zhang dan ketiga penatua.
"Aku ingin melihat bagaimana kalian akan menyentu putraku dengan aku berdiri di sini." Kata Lin Zhang dingin, wajahnya tegas dan berani. aurah Grandmaster petarung Bintang 5 meledak dari dalam tubuhnya, itu di ikuti oleh aurah ketiga penatua yang juga berada di alam Grandmaster Petarung.
__ADS_1
Jin Zhang melambaikan lengan bajunya dan Qi biru memadat di telapak tanganya, Qi biru berputar ketika itu kuncul dan perlahan terbagi menjadi 12 bagian.
Lin Zhang menuangkan energi Qi miliknya ke dalam 12 Qi biru di telapak tanganya, dengan banyaknya Qi yang di tuangkan, itu tumbuh semakin besar dan padat, perlahan-lahan membentuk panah sepanjang dua meter.
Saat 12 Qi biru sepenuhnya mengambil bentuk dari 12 panah sepanjang dua meter, Lin Zhang mendorong tanganya ke depan.
Dua belas panah Qi biru bergetar kemudian melesat ke arah kelompak Chen Yugu, di manapun panah-panah lewat, udara sepertinya terganggu.
Melihat dua belas panah yang mendekat,Chen Yugu mengeluarkan cibiran. "Mencoba untuk menahan kami. Lin Zhang, kamu benar-benar tidak tahu batas diri sendiri."
Sambil menyatukan kedua tanganya, hantu kelelawar hitam raksasa muncul di atas kepala Chen Yugu, itu sama persis dengan hantu kelelawar hitam yang sebelumnya di panggil oleh Chen Zhu, yang membedakan adalah hantu kelelawar hitam yang di panggil oleh Chen Yugi dua kali lebih besar.
Hantu kelelawar hitam raksasa memancarkan aurah kuat yang menindas, mata merahnya bersinar dengan niat membunuh yang kuat. Dengan dorongan tanganya, hantu kelelawar raksasa bersiul, menerjang angin saat itu di bebankan ke arah dua belas panah Qi Biru.
Duar!
Dua belas panah dan hantu kelelawar raksasa bertemu di udara, itu mencipatakan ledakan yang mengguncang tanah, baik dua belas panah Qi dan wajah hantu kelelawar hitam, itu sama-sama hancur.
Pada saat yang sama, kesebelas dari para penimpin klan Patriokal telah tiba di hadapan kelompok Lin Zhang.
-
-
__ADS_1
-
Bersambung...