
Clang!
Clang!
Suara-suara benturan logam besi menggema di atas arena, petarungan intens serta teriakan menyakitkan bersahut-sahutan.
Lin Xuan mengerutkan kening saat dia melemparkan tinjunya ke dada seorang pemuda dari klan Wang.
"Ugh!." Pemuda itu di kirim terbang sejauh lima puluh meter sebelum akhirnya jatuh berguling-guling di tanah.
Setelah mengirim pemuda dari klan Wang keluar arena, Lin Xuan dengan cepat berguling ke samping. Suara angin terkoyak, pedang perak dengan keras menghantam tempat di mana Lin Xuan berdiri sebelumnya.
Lin Xuan mendongak menatap pemuda ramping di hadapanya, pemuda itu tersenyum sinis. Pedang Perak di tanganya bersinar, memancarkan kilau dingin.
"Lin Xuan, masih ingat aku?." Kata pemuda tersebut dengan dingin.
Lin Xuan mengerutkan kening. "Kamu siapa?."
Pemuda itu tersenyum, matanya memancarkan kebencian yang mendalam untuk Lin Xuan. Dengan tangan kirinya, dia merobek baju atasanya, memperlihatkan tubuh kekar dengan otot-otot yang menonjol, di bagian perutnya ada luka pedang sepanjang 30 Cm, luka itu sebenarnya berwarna hitam dan tampaknya telah membusuk. Itu terlihat sangat mengerikan.
"Masih tidak ingat aku?." Kata pemuda itu, wajahnya sangat ganas saat dia lanjut berkata. "Satu tahun yang lalu, kamu mengalahkanku dalam kompetisi murid dalam sekte Pedang Mistik, melukai perutku dan bahkan menghapus basis kultivasiku. Setelah menjadi lumpuh, para tetua dengan kejam mengusirku dari sekte dan membuat aku menanggung penghinaan yang tak tertahankan."
Lin Xuan memperhatikan luka mengerikan di perut pemuda itu, setelah beberapa saat, dia terkejut, tampaknya telah mengingat sesuatu.
Dari ingatan pemilik tubuh sebelumnya, satu tahun yang lalu, dia mengikuti kompetisi murid dalam, bagi pemenang akan di promosikan menjadi murid dalam sekte Pedang Mistik.
Dalam ingatanya, dia bertarung dengan salah satu jenius murid luar bernama Wang Feng. Pertarungan mereka cukup mendebarkan, karena pada saat itu nama Lin Xuan sangat populer dan di sebut-sebut akan menjadi penerus Master Sekte Pedang Mistik selanjutnya.
Dalam pertarungan, Lin Xuan berhasil mengalahkan Wang Feng dalam duapuluh gerakan. Wang Feng yang merasa terhina dan tidak terima menyerang Lin Xuan secara diam-diam dari belakang setelah kompetisi di nyatakan usai dan Lin Xuan menjadi pemenangnya.
__ADS_1
Lin Xuan sangat marah, dia dengan ganas menggunakan tehnik pertempuran tingkat rendah kelas: Hitam: Tebasan Mistik, yang merupakan tehnik andalan Sekte Pedang Mistik.
Wang Feng terluka parah dan lautan meridianya hancur dalam proses, setelah kejadian itu, Lin Xuan menjadi murid dalam sekte sementara untuk Wang Feng, dia di usir dari sekte.
"Apa kamu Wang Feng?." Tanya Lin Xuan.
"Benar!." Wang Feng tersenyum ganas.
Lin Xuan memiliki ekpresi yang tenang di wajahnya saat dia berkata. "Jadi kamu ternyata adalah anggota klan Wang, selain itu, basis kultivasimu juga telah pulih." Lin Xuan menatap Wang Feng lalu melanjutnya. "Tahap 9 Pemurnian Tubuh, tidak buruk. Tapi itu masih belum cukup untuk mengalahkanku."
"Hehe, aku memang tidak bisa mengalahkanmu, tapi aku bisa melampiaskan amarahku kepada anggota klan Lin." Kata Wang Feng dengan senyum ganas di wajahnya, matanya memancarkan niat membunuh saat mereka tertuju ke arah kelompok Lin Jang yang saat ini bertarung dengan peserta lain.
"Ingin menyerang anggota klan aku? Kamu harus bertanya kepadaku terlebih dahulu, apa aku setuju atau tidak?." Kata Lin Xuan dingin, kakinya menginjak lantai saat dia melesat ke arah Wang Feng.
Melihat Lin Xuan yang mendekat, Wang Feng tersenyum, dia tidak melakukan apapun untuk menghadapi serangan Lin Xuan.
Ketika Lin Xuan hanya berjarak lima meter dari posisi berdiri Wang Feng, tiba-tiba tekanan kuat datang dari atas kepala Lin Xuan. Kapak besar meraung, membela udara kemudian jatuh menuju Lin Xuan.
Bang!
Suara teredam menggema di atas arena, lantai arena menunjukan tanda-tanda retak dan debu beterbangan di udara. Dari dalam debu, dua sosok terpental ke belakang dan terhuyung mundur. Yang satu adalah Lin Xuan dan yang satunya adalah pemuda bertubuh kekar dengan bekas luka di pipinya, di tanganya ada kapak besar berwarna hitam, dia tidak lain adalah Jun Tian.
"Jun Tian!." Lin Xuan menatap dingin ke arah Jun Tian, dia tidak menyangka bahwa Jun Tian akan ikut campur dalam pertarunganya dengan Wang Feng.
Jun Tian tersenyum ganas, dia mengabaikan Lin Xuan dan berkata kepada Wang Feng. "Aku akan menahanya, tugasmu adalah menyingkirkan anak-anak klan Lin itu."
Wang Feng mengangguk, melihat Lin Xuan dengan senyum licik kemudian melesat ke arah kelompok Lin Jang.
Jeritan menyakitkan menggema di atas arena.
__ADS_1
Lin Xuan menatap Jun Tian dengan dingin, sekarang dia tahu bahwa semua ini sebenarnya rencana para pemimpin klan lainya. Mereka menargetkan klan Lin dan bermaksud untuk menyingkirkan mereka terlebih dahulu. Fakta bahwa Jun Tian bekerja sama dengan Wang Feng telah menjelaskan semuanya, lebih jauh lagi, selama pertandingan di mulai, Lin Xuan tidak pernah melihat Chen Zhu bergerak, dia hanya berdiri di sana menonton, menunggu hasil akhir.
Jun Tian bahkan tidak pernah menyerang salah satu anggota klan Chen, begitu juga sebaliknya, ini adalah konspirasi, mereka menggunakan kompetisi sumber daya untuk menutupi niat mereka yang sebenarnya.
Sementara itu, di bawah arena, Lin Zhang dan ketiga pentua memiliki wajah muram. Peristiwa yang terjadi di atas arena membuat mereka sangat marah.
Lin Zhang berbalik menatap pemimpin klan Chen dan pemimpin klan Wang serta pemimpin klan Jun lalu berkata dengan marah. "Apa maksud dari semua ini? Beri aku penjelasan!."
Pemimpin klan Wang tersenyum lalu mencibir. "Penjelasan? Apa yang harus kami jelaskan? Semua yang terjadi di atas arena tidak ada hubunganya dengan kami."
Pemimpin klan Jun tersenyum main-main lalu berkata. "Ini adalah pertarungan bebas, anak-anak bebas melakukan apapun untuk bisa menang. Jika anak-anak klan Lin kamu tersingkir, kamu tidak bisa menyalahkan siapapun, salahkan anak-anak klan Lin kamu karena terlalu lemah."
Chen Yugu memiliki senyum di wajahnya saat dia berkata. "Bukankah putra kamu Lin Xuan adalah jenius yang berbakat, kenapa kamu harus begitu khwatir. Kerja sama semacam itu adalah hal biasa dalam pertarungan."
"Kalian-." Lin Zhang sangat marah hingga wajahnya memerah dan tekanan kuat menyebar darinya, namun dia tidak bisa melakukan apapun, orang-orang ini adalah pemimpin di masing-masing klan, baik status dan kekuatan, mereka sebenarnya setara.
"Lin Zhang, situasi Lin Jang, Lin Suya dan Lin Mongyu sepertinya tidak baik. Lin Xuan juga di tunda oleh Jun Tian, terlebih di sana masih ada Chen Zhu yang belum bergerak. Jika dia masuk dalam pertempuran, maka Lin Xuan dan yang lainya akan tersingkir." Kata penatua pertama dengan wajah muram.
"Mereka benar-benar orang tua licik dan tercela." Umpat penatua kedua.
Penatua ketiga tidak mengatakan apa-apa, tapi dari tampilan wajahnya sudah menjelaskan bahwa dia sangat marah.
Lin Zhang menghela nafas, dia menatap Lin Xuan di atas arena lalu berkata. "Mari kita lihat situasi terlebih dahulu, aku memiliki firasat bahwa Lin Xuan akan berhasil."
-
-
-
__ADS_1
Bersambung...