
Assalamualaikum
halo para pembaca yang sempat mampir mulai bab ini dimulai nya perjuangan Adryan meraih cinta Natasya ikuti terus cerita ini ya jangan lupa like, vote dan subscribe ya,supaya Author semakin semangat menulis.
Happy reading
Setelah ijab Qabul selesai pengantin wanita diminta turun ke tempat ijab Qabul dan pengantin wanita pun turun menuruni anak tangga,semua yang hadir melihat kearah nya tidak terkecuali Adryan pengantin pria yang ingin melihat gadis yang dia nikahi
cantik sekali seperti bidadari surga kata kata itu keluar begitu saja dari mulut para tamu undangan yang hadir di sana,ia pengantin cantik itu memang seperti bidadari surga, bidadari surga milik Adryan tetapi sekali pandang saja Adryan sudah bisa menebak bahwa sang bidadari surga tidak ingin menjadi surga baginya.meskipun wajah Natasya terlihat sangat cantik tapi tidak ada raut kebahagiaan terlukis diwajahnya.
setelah turun dari tangga Natasya berjalan perlahan kearah sang suami yang menatap tajam kearah nya, mereka pun saling memandang
" tampan"Natasya mengagumi ketampanan sang suami didalam hati
"cantik"puji Adryan dalam hati yang juga mengagumi kecantikan sang istri.
Saat saling memandang
Deg
deg
ada debaran aneh yang dirasakan kedua pengantin yang tidak saling mengenal satu sama lain itu,bagi Natasya dia terus menepis debaran aneh itu dan meyakinkan didalam hati bahwa dia membenci pria tampan yang sudah sah menjadi suami nya.Namun tidak bagi Adryan dia terus hanyut dalam debaran perasaan aneh dihatinya
Natasya yang sudah berada disamping Adryan lalu duduk di kursi bersebelahan dengan sang suami pak penghulu meminta kedua pengantin wanita mencium tangan pengantin pria, Natasya lalu mencium tangan sang suami.
Deg
Debaran itu kembali Adryan rasakan.Adryan tersenyum simpul kepada istrinya dan mencium pucuk kepala Natasya lalu meletakkan tangan kanannya diatas kepala Natasya sambil membaca doa agar sang istri menjadi istri yang baik dan Adryan menjadi suami yang baik untuk Natasya juga agar pernikahan mereka sakinah mawadah warahmah.setelah itu mereka menandatangani buku nikah.Adryan dan Natasya bergantian menandatangani buku nikah yang menjadi bukti bahwa Adryan dan Natasya sudah sah menjadi suami istri secara agama dan negara.
Setelah menandatangani buku nikah baik Adryan dan Natasya mendekati Albert untuk sungkem meminta restu, Albert lantas mencium dan memeluk kedua pengantin secara bergantian suasana pun menjadi haru.
"Alex anak anak kita sudah resmi menikah aku sudah menepati janjiku untuk menemukan anakmu kini aku berjanji akan menjadi Ayah yang terbaik bagi putra kita.tenanglah disana Alex."Batin Albert
Acara pernikahan berlangsung dengan lancar, malam pun sudah larut,para tamu undangan sudah mulai pulang meninggalkan mansion.
Setelah semua tamu undangan pulang Albert menyuruh kedua pengantin masuk ke dalam kamar pengantin yang sudah dihias dengan indah.yang akan menjadi tempat peraduan kedua pengantin baru yang tidak saling mengenal satu sama lain.
Dikamar pengantin.Adryan merasa lelah setelah seharian berkutat dengan pikiran nya sendiri dia juga lelah menghadapi para tamu undangan.ia sepanjang acara baik Natasya maupun Adryan selalu tersenyum ramah.
__ADS_1
Kini Natasya berdiri di sisi ranjang yang berseberangan dengan Adryan yang tengah berbaring.
Natasya tidak suka Adryan berbaring ditempat tidur nya.
" hei kau bangun jangan tidur ditempat tidur ku" hardik Natasya dengan lantang.mendengar istri yang baru nikahinya menghardik Dengan lantang tentu saja Adryan tersentak kaget dan membelalakkan mata.
"Dengar! jangan mimpi, tidur dengan ku karena aku tidak Sudi, tidur dengan orang rendahan seperti mu!"
" Apa maksudmu"Adryan bangkit dari ranjang.
"Cih ternyata selain rendahan kau juga bodoh!"apa kurang jelas maksudku! jangan mimpi bisa tidur denganku" jelas Natasya dengan suara setengah berteriak.
Adryan menganga terkejut tidak menyangka mendengar perkataan gadis cantik yang sudah sah menjadi istrinya.
"Kenapa kau?"
"Apa menghina mu, tentu saja orang seperti dirimu memang pantas dihina, jangan kau pikir aku tidak tau siapa kau? Hanya seorang manajer pemasaran di Anderson group. Tidak lebih tinggi dari ku sama seperti pelayan. bermimpi ingin mengambil harta keluargaku, menjauh dari tempat tidur ku jangan mengotori nya dengan kebusukan mu."kata-kata Natasya setajam pisau yang mengikis kesabaran Adryan
tangan Adryan mengepal rahangnya mengeras menahan emosi.dia tidak menyangka penilaian Natasya begitu rendah terhadapnya.
tapi karena pada dasarnya Adryan memang orang yang sabar dan pengertian.iya memilih mengalah lalu menarik nafas panjang dan mencoba untuk tersenyum tidak ingin meladeni Natasya dan ingin cepat tidur."Baiklah kalau kau tidak ingin tidur dengan ku,aku tidur di sofa."
Adryan berjalan santai mendekati sofa,karena kamar tidur Natasya yang besar jadi jarak sofa dan ranjang cukup jauh.
Adryan yang tidak ingin ribut dengan Natasya memilih berbaring di sofa dan memejamkan mata.
" Enak saja dia mau tidur setelah mengacuhkan aku, walaupun kau tidur disofa bukan berarti kau boleh tidur dengan tenang dikamar ku."batin Natasya
"Heh siapa yang mengijinkan mu tidur di sofa?" teriak Natasya mengusik Adryan yang tengah memejamkan mata.
" kenapa lagi dia,begitu tidak menyukaiku sampai tidak membiarkan aku memejamkan mata" batin Adryan.
Adryan membuka mata memutar bola matanya jengah
"Kenapa lagi? Jadi aku harus tidur dimana?" tanya Adryan akhirnya
"Di lantai tidur dilantai!"
"Apa?"
__ADS_1
"Iya lantai tempat mu disini" jari Natasya menunjukkan ke lantai
Adryan berdiri lalu berjalan kearah Natasya dengan mata yang berkilat menatap tajam gadis cantik yang baru saja menghina nya
" Kenapa dia menatap ku seperti itu untuk apa dia mendekat" batin Natasya
Adryan berhenti ketika jarak mereka hanya berjarak satu langkah.
"kau begitu tidak sabar ingin bertengkar dengan ku! besok saja,hari ini aku lelah masih banyak waktu untuk kita bertengkar!"Jelas Adryan masih Menatap Natasya dengan tatapan tajam yang sulit diartikan oleh Natasya.
Karena jarak mereka yang dekat membuat Natasya merasa tidak nyaman dengan sekuat tenaga mendorong Adryan supaya mundur menjauhinya,tapi Adryan tidak bergerak dari tempat dia berdiri meskipun didorong kuat oleh Natasya.
" sial,kenapa dia tidak bergerak sama sekali padahal aku sudah kuat mendorongnya" batin Natasya
"Minggir menjauh dariku dasar bodoh,Memang aku tidak sabar ingin bertengkar dengan mu aku sudah menahan sejak tadi sejak pertama melihat mu aku sudah ingin bertengkar dengan mu" bentak Natasya dengan suara lantang
"Kita belum saling mengenal kenapa kau menilai ku begitu rendah"suara Adryan terdengar datar namun penuh penekanan
" kenapa kau tidak terima ha"
"ini sudah larut malam Natasya!"
"Natasya"
"Iya itu namamu kan!"
"Cih panggil aku nona muda!"
"Tidak"
"Aku bukan pelayan mu"jawab Adryan tegas.
"Memang aku tidak ingin bertengkar dengan mu karena awalnya aku pikir meskipun tidak ada cinta diantara kita setidaknya kita bisa menjadi teman tetapi aku salah, baiklah kalau itu maumu kita tidak akan tidur di ranjang yang sama,kamu tidur ditempat tidur aku tidur di sofa dan berhentilah memprovokasi ku karena hari ini aku sangat lelah,pergilah bersihkan dirimu dan tidur Jangan membantah kalau tidak aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan kepada mu malam ini." Jelas Adryan tegas dengan sedikit mengancam.
Natasya terdiam dan mengepalkan kedua tangan.
Adryan berbalik dan berjalan kearah sofa kembali berbaring dan memejamkan mata.
Adryan tidak ingin Natasya terus memprovokasi nya karena takut kehilangan kesabaran.
__ADS_1
Bersambung....