Meraih Cinta Istri Cantikku

Meraih Cinta Istri Cantikku
Bab 5. Duren


__ADS_3

Happy reading


Setelah empat jam perjalanan panjang yang memacu adrenalin Bagaimana tidak memacu Adrenalin Albert tidak mengijinkan Doni melambat kan laju mobil sedikit pun.


Bahkan Albert sampai ingin dia yang menyetir tentu saja Edward dan Doni menolak tidak membolehkan Albert yang menyetir karena Edward maupun Doni bisa membayangkan kegilaan Albert jika sedang ingin cepat sampai tujuan yang ditujunya.


Bisa bisa nanti Doni muntah atau yang lebih parah bisa pingsan.


Akhirnya setelah perjalanan panjang yang menguras energi dan keberanian sampai lah mereka didesa N.


Desa yang masih asri itu dengan pemandangan ladang dan bukit yang hijau sungguh memanjakan mata.


" kau sudah tau kita akan mencari kemana Edward" tanya Albert memecahkan keheningan didalam mobil.


Edward yang dari tadi sibuk dengan benda pipih miliknya yang bergambar apel yang digigit itu Langsung melihat Albert ketika ditanya oleh sang tuan


" sudah Tuan kita akan ke rumah kepala desa N ada pekerja kita yang tinggal tidak jauh dari desa N memberikan informasi bahwa wanita bernama Astri memang warga desa N dan mungkin sekarang usianya sudah paruh baya" jelas Edward cepat


" CK aku tau wanita itu sekarang sudah tua kan tidak mungkin dia tetap muda sedangkan kau sudah tua tapi bukan itu yang ingin aku tau,aku ingin tau apa anak kecil itu masih bersama dia atau tidak" Albert mengomel karena keterangan Edward dan tidak ingin menyebutkan diri sendiri tua karena sebenarnya Albert dan Edward sebaya


Mendengar ocehan Albert, Edward menarik salah satu sudut bibirnya.


"itu akan kita ketahui tuan setelah kita sampai dirumah kepala desa yang tidak jauh lagi tapi jalan menuju kesana kecil dan mobil tidak bisa masuk...


" ia aku tau kita akan jalan kaki kesana"potong Albert yang tau maksud Edward.


Dan benar apa yang dikatakan Edward tidak membutuhkan waktu lama mereka sampai di lorong jalan yang sempit yang hanya bisa,dimasuki oleh motor dan pejalan kaki saja.


Albert dan Edward dan para bodyguard yang berjumlah enam orang itu berjalan kaki dijalan yang sempit melewati rumah-rumah warga.


ibu-ibu yang tengah bergosip ria menjadi heboh melihat pria-pria muda tampan dan gagah yang memakai setelan jas warna hitam lengkap dengan kaca mata hitam dan sepatu pantofel yang berkilat penampilan mereka sungguh menyolok dan yang lebih membuat terpesona adalah kharisma dan aura dua pria paruh baya yang terlihat masih muda diusia mereka dan tentu saja tampan juga mapan itu langsung membuat hati para emak-emak meleot, sampai membelalakkan mata terpesona kagum.


Dan sampai lah rombongan pria tampan berhenti disalah satu rumah warga yang bercat warna biru langit

__ADS_1


Disana ada empat orang emak-emak yang tengah duduk santai di teras rumah terpaku seperti patung ketika Edward menyapa.


" Assalamualaikum ibu-ibu maaf saya ingin bertanya apa benar ini rumah pak kepala desa" tanya Edward sopan


bukan ibu-ibu yang menyahut tapi disahuti suara lelaki dari dalam rumah


" oh Tuan Edward sudah datang silahkan masuk" kata pak kepala desa mempersilahkan masuk Edward dan Albert


setelah Albert dan Edward duduk didalam rumah kepala desa.Tepatnya diruang tamu pak kepala desa membuka pembicaraan"Begini tuan soal maksud dan tujuan Tuan- tuan kemari saya sudah mengetahui tetapi maaf tuan Edward saya hanya bisa memberi informasi sesuai yang saya ketahui saja,memang benar Ada warga saya yang bernama Astri Wulandari yang tinggal di desa ini bersama suami dan ketiga Anaknya, anak laki- laki yang tuan Edward tanyakan memang benar,anak lelaki itu anak dari Astri dan Andy dia anak pertama mereka namanya Adryan Alfarizi."


deg


"Adryan Alfarizi "Albert langsung memotong pembicaraan dan membelalakkan mata


" iya Tuan, kalau sekarang mungkin dia sudah dewasa"jelas pak kepala desa lagi


"mungkin"


Albert kembali memotong pembicaraan dengan suara bariton


" Tuan biarkan pak kepala desa selesai bicara jangan terus memotong" jelas Edward yang tidak ingin Albert memotong pembicaraan


Albert melirik kesal kepada Edward dan menjawab singkat


"hmm"


"maaf pak silahkan dilanjutkan"pinta Edward sopan


pak kepala desa menghela nafas "Begini maksud saya mungkin itu karena sudah lama Astri dan keluarga tidak tinggal didesa ini lagi,lebih tepat nya sejak delapan tahun lalu dan maaf tuan saya tidak tahu mereka pindah kemana" jelas pak kepala desa Akhirnya


"sial padahal sedikit lagi kemana perginya anak itu, semoga saja anak itu benar anak Alex."Batin Albert


baik Albert dan Edward diam memikirkan hal yang sama

__ADS_1


"silahkan diminum tuan-tuan maaf ya cuma ada ini"kata istri kepala desa menyajikan minuman teh hangat dan cemilan memecahkan keheningan diruang tamu


" silahkan diminum tuan" tawar pak kepala juga


" Terima kasih pak maaf jadi merepotkan" jawab Edward tersenyum simpul


ibu - ibu diluar rumah yang sudah disuruh pergi oleh pak kepala desa dari sejak Albert dan Edward masuk pun tak pergi juga malah asik bergosip ria didekat rumah pak kepala desa bahkan kini tidak hanya ibu-ibu saja tapi juga banyak gadis yang ikut nimbrung karena ada pemandangan yang sayang untuk dilewatkan apa lagi kalau bukan para bodyguard yang tampan berdiri berjaga di teras rumah pak kepala desa.


" maaf tuan kau boleh saya tau kenapa tuan-tuan mencari Astri?" tanya pak kepala desa ingin tahu


sontak membuat Albert maupun Edward kaget.


" oh dia teman istri saya katanya kangen lama enggak ketemu,sudah enggak ada kabar jadi menyuruh saya mencari keberadaan Astri" jawab Edward asal.


pak kepala desa ber oh ria menanggapi jawaban Edward


"kalau Tuan Albert ada urusan apa mencari Astri apa istri Tuan juga teman Astri?" tanya pak kepala desa lagi


"kepala desa ini cerewet juga mirip dengan Edward."Batin Albert


" tidak istri saya sudah tidak ada di dunia ini,saya kemari hanya menemani Edward" jelas Albert memutar bola matanya jengah


" oh maaf Tuan saya tidak tau"


"oooo Tuan ganteng ternyata dudaaa! ahhh Duren (duda keren) dong" kata ibu-ibu diluar rumah serentak dan cekikikan


semua orang yang ada diruang tamu tersentak kaget dan melihat kearah ibu-ibu diluar yang punya pendengaran hebat dalam menangkap sinyal bahkan sinyal ponsel pun kalah cepat karena Albert berbicara dengan suara pelan bukan berteriak.


"buk bilangin ibu-ibu diluar suruh bubar!"


" iya pak"


istri kepala desa keluar rumah menyuruh ibu-ibu bubar dan mereka pun bubar sebentar setelah istri kepala desa masuk mereka berkumpul lagi.

__ADS_1


Albert yang sudah jengah melirik Edward ingin segera pergi.


Bersambung.........


__ADS_2