
Happy reading
Tik tok tik tok tik tok
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 16.30 sore Albert duduk di kursi sambil melihat ketaman mansion dari jendela ruang kerja
tak lama pria paruh baya masuk
"Bagaimana sudah selesai"
"Sudah,Tuan besar"
"Bagus, kau memang bisa diandalkan"
Albert tersenyum melihat Edward yang sedikit berantakan.Bagaimana tidak menghadiri rapat dewan direksi dan menenangkan para pemegang saham jelas menguras energi Edward.
"kau terlihat lelah mandi dan beristirahat lah."
"Baik Tuan"
"Edward kau terlihat berantakan itu tidak baik
untuk mu"ejek Albert menaikan satu sudut bibirnya
Edward hanya tersenyum sinis menanggapi ejekan Albert.
"Hahahaha" Albert tertawa melihat senyum sinis Edward.
"jangan lupa besok pagi-pagi kita harus mencari kedesa desa terpencil lagi mencari Anak Alexander firasatku mengatakan kita akan segera menemukan nya" lanjut Albert memberi perintah tapi masih terlihat ingin tertawa.
Edward melirik sekilas kearah Albert dan mengangguk lalu pergi meninggalkan Albert diruang kerjanya.
Di desa X
" sudah kamu pikirkan masak-masak nak keinginan mu untuk pergi ke kota" tanya Andy ayah Adryan menatap anak pertama nya dengan raut wajah sedih
" sudah pak,untuk apa Andryan disini terus lebih baik Adryan ke kota mencari pekerjaan" jawab Adryan mantap karena bagi Adryan kepergian nya kekota adalah keputusan yang terbaik untuk dirinya
" ya sudah la nak, bapak tidak bisa memaksa mu untuk tidak pergi"kata Andy lagi mengiyakan keinginan putra tampannya yang sedang patah hati karena Tiara pujaan hati Andryan sudah menikah dengan Anton anak juragan Darma.
" Terima kasih pak"
" pergilah nak carilah pekerjaan dan ubahlah nasibmu, lupakan yang sudah terjadi disini mulailah hidup mu yang baru bapak doakan kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan."
Adryan yang pamit untuk pergi ke kota membuat Astri khawatir dengan keselamatan anaknya
"pak kenapa bapak ijinkan Adryan pergi bagaimana kalau ada orang jahat suruhan Tuan Wiliam menangkap anak kita"Astri menatap sendu suaminya
Andy menghela nafas dan meraih Astri dalam pelukan mengelus lembut punggung sang istri" sudah lah buk Adryan sudah besar dia bisa menjaga dirinya sendiri lagipula sampai kapan kita menahannya dia juga perlu keluar dari desa ini merubah nasibnya.
" tapi pak ibuk takut seperti waktu itu waktu Adryan kuliah ke kota anak kita hampir saja ditangkap pak apa bapak sudah lupa" mata Astri sudah berkaca-kaca
" bapak ingat buk tapi sudah lah kita percaya saja pada putra kita dan sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT agar melindungi Andryan" Andy melerai pelukannya dan menatap dengan penuh kasih sayang ke arah sang istri
Astri menangis melihat kepergian Adryan Entah kapan mereka akan berkumpul kembali.
Adryan melangkahkan kaki dengan cepat juga memantapkan hati untuk pergi ke kota dan memutuskan naik bus ke kota X mencari pekerjaan tapi Adryan tidak tahu bahwa kepergiannya ke kota akan merubah nasibnya melebihi apa yang Adryan pikirkan layaknya membuka sebuah kotak Pandora yang akan menyeruak membuka jati dirinya.
Di stasiun bus kota X
di jalan trotoar besar yang bersebelahan dengan stasiun bus kota X mobil mewah yang Albert Naiki terjebak macet karena ada banyak orang yang mempromosikan makanan murah.
" Apa ini Don kenapa kita masih disini? Albert memutar bola matanya jengah
" maaf tuan tapi didepan ada banyak orang yang mempromosikan makanan murah tentu saja itu mengundang banyak orang untuk melihat"jelas Doni panjang lebar karena tidak ingin disalahkan.
" hmm"mata Albert berkeliling melihat keluar jendela dan
sebuah bus baru saja datang dari desa X para penumpang pun turun satu persatu dan sampai lah giliran Adryan untuk turun dari bus dan berjalan dengan santai sambil mengendong tas ransel yang berwarna hitam,iya Adryan tidak banyak membawa barang hanya berapa baju,berkas untuk melamar pekerjaan dan uang saku yang sedikit untuk hidup di kota.
"Astagfirullah Don itu itu" jari telunjuk Albert menunjuk kearah bus yang baru saja datang.
Doni tersentak kaget dan melihat kearah tempat yang ditujuk Albert" ha apa mana tuan"
Edward membuka pintu mobil dan berlari menuju bus yang baru datang
" eh tuan tuan tunggu tunggu" jerit Doni yang masih bingung dengan tindakan Albert yang nekat menyeberang jalan sambil berlari dan naik keatas mobil mobil yang terjebak macet.
seperti adegan film action dimana sang Hero sedang mengejar penjahat yang lari dikemacetan.
" wah tuan Anda seperti Hero di film- film" Doni memuji tuanya yang tidak kehilangan ketangkasan meski usia sudah paruh baya.
" eh kenapa aku jadi malah menonton dan mana lagi tuan udah enggak kelihatan ah lebih baik aku telpon tuan Edward saja" pikir Doni sambil mengacak rambutnya
__ADS_1
Doni mengambil benda pipih miliknya disaku celana dan menekan angka 3 yang langsung tersambung dengan Edward
" Halo"
" Halo tuan Edward duh gimana bilangnya"
" Apa cepat katakan"
" itu Tuan Albert keluar eh lari dari mobil seperti mengejar sesuatu"
" Apa"
"ini pasti ada hubungannya dengan anak tuan Alexander,"batin Edward
" sekarang kau dimana"
" di stasiun bus kota X tuan"
" tunggu aku disana, aku akan segera datang"
" Baik Tuan"
panggilan berakhir
Albert yang berlari dengan cepat melihat kekiri dan kekanan mencari sosok yang familiar bagi Albert
"Sial dimana pemuda itu cepat sekali menghilang" batin Albert
Albert meraup kasar wajahnya nafas yang masih memburu pun tidak dia perduli kan matanya terus berkeliling
"Tempat ini terlalu ramai sulit untuk menemukan pemuda tadi ponsel ku aku harus menelpon Edward mana ah sial tertinggal di mobil ah kenapa tadi aku menolak untuk diantar Edward dan para bodyguard."batin Albert
setelah hampir Setengah jam mencari akhirnya bala bantuan datang ia Edward dan para bodyguard yang berjumlah dua puluh orang datang.
Albert yang merasa lelah duduk bersandar di kursi loket pemesanan tiket bus.
Edward berlari mendekati Albert.
" Tuan"
" Alex,itu pasti anak Alexander wajah nya sangat mirip bukan bukan sangat mirip tapi bagai Alexander yang hidup kembali" Albert terus menjelaskan kepada Edward tanpa diminta.
" temukan dia aku tidak ingin tau cepat cari dia" Albert berteriak
" Apa kau memikirkan hal yang sama dengan yang aku pikirkan Edward" kata Albert yang membulat kan matanya.
"Astagfirullah itu tuan Alexander"
Ting
Kembali Albert punya ide gila dan berbisik kepada Edward dan langsung menyuruh satu bodyguard untuk mencuri tas ransel Adryan.Dengan cepat tas ransel Adryan sudah berpindah tangan ke bodyguard A, Adryan mengejar bodyguard A tanpa diduga dengan sekali gerakan Adryan membanting bodyguard A ketanah
Bruk
bodyguard A terjatuh
"Aaarrgh,"
bodyguard A kesakitan dan dengan cepat bangkit untuk menyerang
Albert menganga melihat dengan satu gerakan Adryan membuat bodyguard A jatuh ketanah
"wah...menarik... sangat menarik.."
Albert menonton perkelahian yang seru kemudian dengan secepat kilat membuka jas dasi dan sepatunya Menganti dengan sendal jepit.
setelah selesai kembali menonton perkelahian seru tapi bagi Albert mulai membosankan karena bodyguard A kalah terus untuk menambah keseruan Albert menyuruh bodyguard B dan C untuk membantu bodyguard A melawan Adryan
"kita lihat apakah semakin menarik Edward."
Bruk bruk bruk
Adryan memukul para bodyguard
Akh akh
bodyguard kesakitan
Bodyguard B menendang Adryan dengan cepat Adryan menghindar dan juga menendang dengan kaki kanannya tepat mengenai perut body guard B dan tangan kanan Adryan memukul wajah bodyguard C
blam...! blam .. Adryan memukul wajah bodyguard C
"akh akh akh"
__ADS_1
Bodyguard A dan bodyguard C kesakitan
Adryan memukul menendang meninju dan membanting
Serangan Adryan yang bertubi-tubi membuat para bodyguard tergeletak tak berdaya
"Anda sudah puas menonton Tuan besar" tanya Edward
" Ah kau mengusik kesenangan ku saja sudah kau suruh mudur para bodyguard" Albert kesal karena sebenarnya dia kagum dengan Adryan yang tangkas dan masih ingin melihat Adryan beraksi
"besok kau latih lagi para bodyguard itu mereka lemah, hanya menghadapi satu orang saja mereka sudah kalah." gerutu Albert
Edward menyuruh bodyguard mudur melalui earphone ditelinga yang terhubung dengan earphone para bodyguard
para bodyguard pun mundur,Albert mengambil tas ransel Adryan yang terjatuh di tanah dan mendekati Adryan meskipun dada bergemuruh mata berkaca-kaca ingin rasanya Albert memeluk pemuda tampan yang bagai fotocopy Alexander
tap tap tap
Albert berjalan santai namun bulir bening menetes di pipi Albert menghapus kasar air matanya
Alexander pemuda ini pasti anakmu kan.batin Albert
dan Action dimulai
" ini nak tas ransel mu,tadi bapak lihat pria tadi menarik tas mu"kata Albert menyerahkan tas ransel Adryan
" Terima kasih pak" sahut Adryan mengambil tas ranselnya
" kamu hebat nak,bisa mengalahkan mereka dengan mudah?" Tanya Albert penasaran .
" Tidak pak,saya tidak sehebat itu saya hanya beruntung" jawab Adryan
"memang para bodyguard itu payah,tapi dia juga hebat"batin Albert
" Ah kamu terlalu merendah,mana mungkin cuma beruntung melihatmu berkelahi tadi pasti kamu mempunyai keahlian bela diri" Albert menyelidik
" saya memang bisa karate dan pemegang sabuk hitam" jelas Adryan santai
"Hmmm pantas saja,Alex kalau benar dia anakmu dia juga memiliki ketangkasan seperti mu"batin Albert
" siapa nama kamu nak? tanya Albert
" saya Andryan Alfarizi pak" Jawab Andryan sambil bersalaman dengan Albert
deg
" Nama yang sama dengan nama Anak yang dibesarkan oleh Astri."batin Albert
" nama bapak Al...Ali" Albert tergugup
"iya ia panggil bapak Ali saja." kata Albert akhirnya
Adryan menjawab dengan mengangguk
" nak Adryan dari mana dan Mau kemana" tanya Albert dengan mata berkaca-kaca
"saya dari desa X mau merantau ke kota mencari pekerjaan pak"
"sudah ada tempat tinggal nak" tanya Albert lagi
" belum pak,saya baru datang belum ada tempat tinggal lagi" kata Adryan jujur
" kalau begitu tinggal dengan Bapak saja kalau nak Adryan tidak keberatan tapi rumah bapak jelek dan sempit."ajak Albert
" mau pak,tentu saja saya tidak keberatan malah saya sangat berterima kasih karena tadi saya juga sempat bingung harus tinggal dimana? Kata Adryan senang
" kamu tidak curiga sama bapak padahal kita baru kenal? Tanya Albert menyelidik menguji Tingkat kewaspadaan Adryan
" tidak pak, kenapa harus curiga? niat baik seseorang tidak boleh kita anggap buruk begitu saja karena saya yakin masih banyak orang baik di dunia ini dan jika kita tidak menemukan orang baik tersebut jadilah salah satu orang baik." jawab Adryan
blush
Albert terharu pemikiran mu sama dengan Alexander.batin Albert
" Bagus Nak kamu punya idealisme seperti itu! tapi kita tidak selalu dikelilingi orang orang baik ,kadang kala kalau kita sudah diatas akan ada banyak orang yang ingin menjatuhkan kita" Albert menasehati
"menjadi kuat dan baik bisa berjalan beriringan pak kalau ada orang yang ingin menjatuhkan, kita tetap bisa menjadi orang yang kuat dan tak terkalahkan tanpa harus bertindak kejam"kata Adryan tersenyum ramah
senyuman itu kata katanya seperti Alexander.batin Albert
" itu terdengar sangat naif"jawaban yang sama yang Albert katakan saat Alexander mengutarakan pendapatnya dulu
" Tidak pak,saya yakin menjadi orang baik bukan suatu kesalahan ataupun kelemahan"
__ADS_1
Bersambung......