
Happy reading
"papa tau nak pasti Natasya yang bersalah"
Adryan menggelengkan kepala
"kau bukan orang yang tidak akan mengakui kesalahan jika itu salahmu tapi sebaliknya jika itu bukan salahmu tapi kau harus mengakui itu adalah kesalahan mu pasti kau akan kecewa bukan? sama seperti saat ini wajahmu menunjukkan kekecewaan" jelas Albert panjang lebar
"Aku kecewa karena aku yang salah pa bukan Natasya,seharusnya aku sadar Dimana posisi ku"ucapnya lirih.
Albert mengerutkan keningnya" Apa yang ada dipikiran mu Adryan,hilang kan itu dengar papa posisimu dimansion ini adalah suami bagi Natasya dan bagi papa kau sama seperti Natasya sama - sama anak yang papa sayangi" jelas Albert tegas dengan suara bariton.
Adryan menunduk lesu seharusnya dia tidak berbicara seperti itu kepada Albert" maafkan Adryan pa,hanya saja Adryan tidak siap kalau harus mendegar kata-kata Natasya" jawab Adryan tidak ingin jujur tentang hinaan Sang istri juga tentang tamparan keras darinya.
"Apa saja yang dikatakan Natasya"Albert menyelidik.
"tidak banyak pa hanya ingin berteman saja dulu dengan Adryan" jawab Adryan kembali berbohong.
"Anak ini,mirip seperti Ayahnya tidak pandai berbohong, hah...belum sampai sehari jadi suami Natasya dia sudah sangat melindungi istri nya, nampaknya percuma aku bicara sekarang,lebih baik aku pakai caraku sendiri untuk beri pelajaran pada Natasya"batin Albert
__ADS_1
" kalau ingin papa tidak memarahi Natasya kembali ke kamarmu ni sudah larut malam" kata Albert akhirnya.
Adryan menjawab dengan mengangguk dan meninggalkan Albert yang masih didapur dia berjalan perlahan menuju kamar tidur dilantai dua.
sesampainya dikamar Adryan melihat Natasya yang sudah tertidur tidak berselimut Karen selimut itu jatuh kelantai Adryan mendekat dan memungut selimut yang jatuh dilantai dengan pelan dan hati- hati Adryan menyelimuti sang istri dan memandang lekat Natasya yang tertidur lelap.
"kalau sedang tidur dia terlihat manis tapi kalau terjaga saja dia tidak sabar ingin bertengkar dengan ku,apa kau terpaksa menikah dengan ku,kalau ia entah kapan kau bisa menerima ku Natasya" batin Adryan
Adryan merasakan ada rasa sakit dihatinya karena penolakan sang istri yang datang entah darimana tanpa diminta.sebenarnya tamparan itu memang membuat Adryan emosi tapi lebih dari itu ada rasa sakit yang dia rasakan kerena saat mereka berciuman Adryan mencium sang istri dengan perasaan yang mungkin baginya itu masih rasa sayang entahlah dia sendiri belum yakin tapi ketika ditolak keras dengan sebuah tamparan keras itu membuat rasa sakit yang membekas tidak hanya dipipinya tapi juga membekas di hati Adryan.
" mungkin lebih baik aku menjaga sikap ku agar tidak membuat dia marah"pikir Adryan yang tengah berbaring disofa sambil memejamkan mata dia ingin tidur mengistirahatkan tubuhnya Karena esok hari pasti akan ada pertengkaran lagi dengan sang istri.
setelah dua puluh menit Adryan selesai mandi dan memakai baju Koko dan sarung lalu membentangkan sajadahnya untuk sholat tapi sebelum sholat dia mencoba membangunkan sang istri
" Natasya bangun ayo sholat subuh ini sudah masuk waktu subuh" Ajak Adryan.
karena tidak ada Jawaban dari Natasya Adryan memanggil lagi sambil menggoyangkan pelan tubuh Natasya yang meringkuk di dalam selimut.
"Natasya, Natasya bangun kita sholat subuh berjamaah" Ajak Adryan lagi.
__ADS_1
dengan suara serak dan mata yang masih terpejam Natasya menyahut" ah sebentar lagi pak nam aku masih mengantuk bilang sama papa sarapan saja tidak usah menungguku sana sana" sambil mengibaskan tangannya
karena belum sepenuhnya sadar Natasya mengira pak Nam kepala pelayan yang membangunkan nya seperti biasa.Dia tidak ingat semalam sudah menikah dan yang membangunkan adalah pak suami.
Adryan menggeleng kan kepala melihat tingkah Natasya yang mengira dia pak nam dan sekarang dia tau bahwa Natasya tidak pernah bangun pagi bahkan untuk bersarapan dengan Ayahnya pun dia tidak mau.
setelah selesai sholat subuh Adryan mengganti pakaian dan mengenakan setelan jas nya bersiap untuk pergi ke kantor.Dia turun kelantai satu menuju meja makan.di meja makan sudah ada Albert dan Edward yang juga sudah rapi mengenakan setelan jasnya. Adryan menghampiri keduanya
" Akhirnya papa tidak sarapan pagi dengan Edward saja hari ini ada kamu yang nemenin papa sarapan, sini duduk disamping papa" kata Albert senang dengan mata yang berbinar.
Adryan tersenyum manis dan duduk dikursi yang letaknya disamping kursi yang diduduki Albert yang biasanya diduduki Natasya bila sedang makan bersama.
saat sedang menikmati sarapan Albert menanyakan keberadaan Natasya kepada Adryan,nampak basa basi ia karena dialah orang yang paling tau apa yang saat ini dilakukan oleh putrinya.
Mendengar pertanyaan Albert baik Adryan maupun Edward menaikan satu sudut bibirnya melirik kearah Albert.
"Apa kenapa, putri ku hanya tidak ingin bangun pagi bukan berarti dia tidak bisa bangun pagi" jawab Albert santai.
Bersambung...
__ADS_1