
Happy reading
"apa kau akan percaya kalau aku bilang apa yang ada dividio itu semuanya bohong"Adryan menatap manik mata Natasya dengan tajam dan tidak terlihat kebohongan di mata Adryan dia memang tidak pernah memaksa Albert untuk menikah kan dirinya dengan Natasya.
melihat tatapan mata Adryan yang teduh dan tidak terlihat ada kebohongan Natasya memalingkan wajahnya dia ingin percaya tapi video dan kata- kata hasutan David tidak bisa membuat dirinya percaya kepada pria tampan didepannya.
" Cih masih tidak mau mengakui perbuatan mu,baik lebih baik enyah saja dari hadapan ku"Natasya berteriak keras
" aku tidak bersalah Nat ada yang sedang memfitnah ku"!
" kau pikir dengan berlagak polos aku bisa kau bohongi" Natasya kembali mengeluarkan kata pedas setelah sebulan hubungannya dengan Adryan semakin dekat.
" aku bukan pria..
" ah sudahlah aku muak dengan ekspresi wajah lugu mu dasar pria rendahan tak tau diri,bantah saja terus semua bukti aku ingin lihat sampai dimana sifat rendahan yang kau miliki" Natasya sudah habis kesabaran rasanya amarah dihatinya ingin meledak,dia memutuskan pergi meninggalkan Adryan didalam kamar.
sedang Adryan menatap punggung istrinya yang pergi meninggalkannya dengan sendu
" kenapa kamu bisa seperti ini nat, tidak percaya padaku padahal hubungan kita selama sebulan saat kamu merawat ku,kau terlihat tulus dan mulai menerima kehadiran ku,aku kira semua sudah membaik tapi ternyata kamu tetap membenciku,Aneh sekali aku ini dulu kata kata pedas dan hinaanmu hanya membuatku kesal dan marah tapi kenapa sekarang ada rasa sakit dihatiku Nat, Haruskah seperti ini dihari ini dihari ulang tahunku dirayakan dengan seperti ini, Natasya tidak akan tau apalagi perduli soal ini, tidak sebaiknya aku rahasiakan saja"batin Adryan.dia memegang dadanya yang Terasa sakit.
__ADS_1
Adryan tersenyum tipis"mungkin rasa sakit ini aku dapat karena merahasiakan pernikahan ku dengan Natasya dari keluarga ku". Adryan berusaha meredam emosi dan rasa sakit dihatinya dengan menyalahkan dirinya sendiri.
**
Malam hari dimeja makan
" pak Nam panggil Natasya!"perintah Adryan kepada Nam kepala pelayan yang tengah menghidangkan makanan diatas meja makan.
"Baik tuan muda"jawab pak Nam dengan sopan.
tak berselang lama Natasya pun sampai ke meja makan.
Adryan tidak merespon istrinya hanya terus makan dengan raut wajah datar, dia tidak ingin menanggapi kemarahan Natasya sebisa mungkin dia akan bersabar dan tak terprovokasi.
" memang seperti benalu,kau makan terus orang rendahan, dimana rasa malumu pergi dari mansion keluarga ku dan kita bercerai aku tidak ingin melihat wajah mu yang memuakkan itu."
Adryan berhenti makan dan mencengkram sedok dan garfu seperti ingin mematahkannya.
"tidak bisakah kita makan dimeja makan tanpa keributan"kata Adryan yang tengah menahan rasa marah dan sakit hati sebisa mungkin dia tetap memasang wajah datar.
__ADS_1
melihat Adryan seperti tidak menanggapi kemarahan nya Natasya tiba -tiba menarik taplak meja
prang prang
piring dan makanan diatas meja berhamburan kelantai dengan satu tarikan keras dari Natasya yang menarik taplak meja. Adryan tersentak kaget dengan kelakuan Natasya.
dia berdiri dan menatap Natasya yang sedang tersenyum menyeringai
"kenapa kau membuang semua makanan itu Natasya, kalaupun kau marah tidak seharusnya kau membuang makanan,kau beruntung hidup dalam kemewahan,tapi masih banyak diluar sana orang kelaparan tapi tidak ada yang bisa mereka makan"tegas Adryan.
" aku memang beruntung hidup dalam kemewahan makanya kau ingin hidup mewah dengan menjadi benalu dikeluargaku,kau tau kenapa aku membuang makanan,itu karena aku lebih rela makanan itu terbuang dilantai daripada kau memakannya."Natasya tersenyum menyeringai
" Apa!" Adryan terperanjat, ada rasa nyeri di dada Adryan melihat kelakuan Natasya bahkan dihari ulang tahun nya istri yang dia sayang berkata lebih baik makanan yang hendak dia makan, lebih baik dibuang daripada dimakan olehnya.
"papa, putri kesayangan mu sungguh sudah terlalu kamu manjakan" batin Adryan matanya mulai berembun.dia memilih kembali berjalan meninggalkan Natasya dimeja makan dan keluar dari mansion Anderson.
pak Nam yang melihat kejadian di meja makan itu dari tadi" sebaiknya aku beritahu tuan Albert masalah ini,aku takut kesabaran tuan muda sudah diambang batas."batin nam.
Bersambung...
__ADS_1