Meraih Cinta Istri Cantikku

Meraih Cinta Istri Cantikku
Bab 3. Ulat bulu


__ADS_3

Happy reading


Arin merangkul lengan kekar Adryan


"mas kita duduk di sana"ajak Arin sambil menunjuk pondok yang ada di ladang.


Adryan menjawab Arin dengan mengangguk.


Adryan memiliki dua orang adik Arin dan Azam.


Arin selalu bersikap manja karena Adryan selalu memanjakan dan juga sering menggoda Arin.


Tak lama mereka pun duduk di pondok yang ada di ladang angin juga bertiup sepoi-sepoi


" kenapa masih cemberut begitu adikku yang cantik?" tanya Adryan sambil membelai rambut Arin.


Arin masih yang kesal dengan para gadis tadi yang mengerubungi Adryan


" habis pagi- pagi sudah ada ulat bulu" jawab Arin kesal.


"Biarkan saja badan mas juga enggak ada tu yang gatal" jawab Adryan dengan santai menggoda Arin


" mas ini ya memang mas enggak gatal tapi mereka itu yang gatal "Arin semakin cemberut


" wah adik mas ternyata sedikit posesif! kata Adryan meletakkan jari di dagu seperti tengah berpikir.


"mas ini jangan godain Arin terus"


Arin menggembungkan pipinya membuat Adryan gemas melihat Arin


"iya ya"Adryan tersenyum tipis dan tidak ingin menggoda Arin lagi.


Kalau semakin digodain pasti semakin mengemaskan tapi nanti merajuk pula ah lebih baik tanya saja mau apa Arin kemari.batin Adryan


"Adik mas yang cantik mau apa kemari?"tanya Adryan akhirnya


"oh iya mas Arin sampai lupa tadi Arin bawa makanan dari kak Tiara eh Arin tinggal di sepeda karena melihat para ulat bulu deketin mas Arin jadi lupa" jelas Arin sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


" ya sudah Ambil sana" perintah Adryan.


" iya mas sebentar ya"

__ADS_1


Arin beranjak pergi dan mengambil rantang susun yang berisi nasi dan lauk pauk.


Tak lama Arin kembali dengan menenteng rantang susun.


" ini mas"


Arin menyerahkan rantang susun itu.


Adryan tersenyum tipis dan menerima rantang itu


"Aduh senangnya yang dapat makan masakan ayang."goda Arin kepada sang kakak yang mendapatkan makanan dari kekasih hati


Adryan membuka rantang satu persatu seperti tidak memperdulikan Arin.


"Mas nanti sore kak Tiara kemari ambil rantang Arin mau pulang dulu ya mas takut dicariin ibu" kata Arin berpamitan.


" iya"jawab Adryan singkat.


sore hari gadis cantik berjalan di tepi ladang. Tiara Andita adalah gadis cantik itu yang menjadi bunga desa walaupun begitu Tiara sangat bahagia merasa bangga bisa menjadi kekasih Adryan.


walaupun hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Tiara yang menganggap Adryan hanya pria yang hidup sederhana dan tidak berpenghasilan.


padahal orang tua Tiara juga hidup sederhana bahkan Tiara hanya tamatan sekolah menengah pertama


orang tua Tiara lebih menyukai dan merestui Anton Lesmana menjadi calon menantu mereka di karena kan Anton anak satu satunya orang terkaya di desa X


padahal Anton hanya tamatan sekolah menengah pertama itu pun karena juragan darma bisa mempengaruhi kepala sekolah.


" mas Adryan" Tiara memanggil dengan melambai kan tangan.


Adryan melihat Tiara berjalan kearahnya dengan senyum yang merekah.


Adryan membalas dengan tersenyum manis dan tatapan yang meneduhkan.


Tiara yang sudah sampai didepan Adryan menjadi tersipu malu melihat manik mata indah milik Adryan hingga tidak bisa berbicara karena malu


"Tiara" Adryan memangil Tiara karena dari tadi gadis cantik itu hanya diam dan menunduk.


Karena tidak ada jawaban dari Tiara Adryan memegang lengan Tiara


Deg

__ADS_1


Deg


jantung Tiara berdetak cepat pipinya merona merah seperti tomat karena tangan hangat nan kekar itu menyentuh lengan Tiara


Adryan memang kekasih hati Tiara dan mereka sering bertemu namun itu tidak membuat Tiara bisa menetralisir debaran hebat yang saat ini dia rasakan.


"Tiara" panggil Adryan lagi kali ini sedikit keras dan menggoyang lengan Tiara


dengan susah payah akhirnya Tiara sedikit bisa menetralisir debaran jantung yang terasa mau copot


"e e ma mas" Tiara tergugup


" iya" jawab Adryan singkat menatap tajam manik mata Tiara.


"Aduh mas tatapanmu bikin jantungku mau copot tampan nya kamu."batin Tiara


"ma mau ambil rantang" kata Tiara dengan susah payah sambil kembali melihat wajah tampan Adryan.


Adryan menyerahkan rantang susun itu kepada Tiara


"Terima kasih.. Masakan mu sangat Enak." puji Adryan dengan senyum lebar menampakkan deretan gigi putih yang tersusun rapi milik Adryan


deg


"Aduh jantung ku enggak aman kalau dekat denganmu mas."batin Tiara


Tiara kembali tersipu malu pipi bersemu merah tangan ingin mengambil rantang susun itu tapi karena malu,Tiara tidak melihat dengan benar sehingga jemari nya menggenggam jemari Adryan.


Tiara terkejut dan malu-malu saat jemari mereka bersentuhan tetapi juga sangat senang karena bisa menyentuh jemari sang pujaan hati.


kejadian itu pun di lihat oleh sepasang mata yang menatap dengan nanar


ia sepasang mata milik Anton Lesmana Anak juragan darma orang terkaya di desa X dia membenci Adryan dan selalu ingin melebihi Adryan.


tapi apapun yang dilakukan Anton tetap tidak bisa mengalahkan pesona dan Kharisma yang dimiliki Adryan.


Anton sejak dulu selalu menginginkan apa yang Adryan miliki tidak terkecuali dengan Tiara,bukan rahasia umum di desa X bahwa Tiara dan Adryan sepasang kekasih.


Anton yang juga mencintai Tiara menjadi sangat menginginkan bisa bersanding di pelaminan dengan wanita sang pujaan hati.


"kurang ajar kenapa mereka terlihat bahagia aku harus beri tahu orang tua Tiara kalau Anak pengangguran itu lagi bermesraan dengan Tiara di sini.

__ADS_1


Tunggu saja kamu anak pengangguran orang tua Tiara pasti akan membuat kamu sakit hati."batin Anton


Bersambung.......


__ADS_2