
Happy reading
cup
bibir mereka saling bersentuhan
first kiss with hunsband
ia itulah kata yang cocok untuk keduanya walaupun tanpa disengaja tapi gejolak api asmara mulai sedikit membakar dua insan yang sudah halal itu.
Natasya membelalakan matanya begitu juga dengan Adryan dua insan yang sudah halal itu merasakan ada debaran aneh di ciuman pertama mereka sebagai suami istri baik Natasya maupun Adryan terpaku.
Natasya memandang manik indah berwarna coklat terang milik sang suami dan melihat pantulan dirinya disana ada rasa hangat dan nyaman ketika melihat manik indah itu melihat dengan penuh kehangatan seolah tidak ingin berpaling Natasya membiarkan dirinya hanyut dalam perasaan aneh tetapi begitu nyaman hingga tanpa disadari matanya terpejam mulutnya sedikit terbuka mengharap ciuman itu lebih dari hanya bersentuhan bibir saja.
Adryan yang juga sudah terpana dengan pesona sang istri yang dari tadi menatap manik indah miliknya,dengan lembut Adryan membalas tatapan itu dengan tatapan kasih sayang yang begitu saja menyeruak kedalam hati nya.
Bagai mendapatkan lampu hijau ketika Natasya memejamkan matanya dan membuka sedikit bibir manis nan ranum itu ada aroma manis yang Adryan rasakan ketika bibir sang istri menyentuh bibirnya dan tanpa membuang waktu Adryan mengecup lembut bibir manis itu dengan semakin dalam
tapi Natasya tiba- tiba menyudahi ciuman hangat itu dan mendorong Adryan dengan kuat dan langsung berdiri membelakangi Adryan yang terkejut dan masih terbaring dilantai
__ADS_1
Natasya meraup kasar bibirnya menghapus sisa jejak bibir Adryan nafasnya memburu ada rasa marah di dadanya.
Adryan yang sudah berdiri menatap aneh sang istri dan tiba- tiba.
plak
satu tamparan keras mendarat dipipi Adryan ia Natasya yang merasa marah menampar wajah Adryan yang langsung memerah membekas membentuk lima jari tak ayal membuat Adryan terkejut bukan kepalang pasalnya baru pertama kali dia ditampar wanita didalam hidupnya dan yang lebih menyakitkan tamparan itu datang dari sang istri yang seharusnya menghormati nya.mungkin kalau Adryan bersalah dia tidak masalah jika ditampar tapi bukannya tadi Natasya juga menikmati ciuman mereka.
"dasar kurang ajar berani kau menyentuhku" Natasya mengepalkan kedua tangan
Adryan masih terpaku dengan reaksi Natasya.
dengan menahan emosi dan rasa kecewa Adryan memilih pergi meninggalkan Natasya keluar dari kamar tidur yang terasa sesak bagi nya.
Adryan pergi ke dapur mengambil air minum dingin mungkin akan lebih baik kalau minum air dingin bisa menetralisir emosi yang bergejolak didada pikir Adryan tapi nampaknya pilihan Adryan kedapur itu dilihat oleh Albert yang juga ingin mengambil air minum.
Adryan yang hendak meminum air dingin ditegur Albert
" sudah larut malam tidak baik minum air dingin" tegur Albert
__ADS_1
Adryan sontak kaget tidak tau ada Albert disebelahnya dari tadi entah karena gelap atau pikiran Adryan yang sedang tidak ditempat,atau mungkin karena lampu di dapur sudah dimatikan cahaya lampu hanya mengandalkan cahaya lampu taman.Adryan buru-buru memiringkan tubuhnya tidak menghadap Albert karena Dia yakin meskipun cahaya di dapur hanya mengandalkan lampu taman tapi bila berhadapan pasti Albert nampak pipi Adryan yang memerah bercap tangan.
tapi bukan Albert namanya kalau insting nya tidak tajam sekali liat saja sudah tau ada yang tidak beres pasti ada yang ditutupi pria tampan suami putri tercintanya.
" apa yang kau coba tutupi Adryan" tanya Albert dengan tatapan yang tajam
Adryan tersenyum simpul"tidak ada yang aku sembunyikan pa" Adryan berbohong
" kalau begitu lihat papa"
Adryan diam dan tidak bergerak dari posisinya
"jawab dengan jujur papa tidak suka kebohongan"tanya Albert lagi dengan suara bariton
Adryan menarik nafas dan melihat sang Ayah
mata Albert membulat dengan sempurna melihat pipi Adryan yang memerah bercap tangan" Astagfirullah Natasya menamparmu nak,Anak itu kenapa jadi kurang ajar harus diberi pelajaran dia"
Albert hendak pergi ke kamar untuk memarahi Natasya tapi ditahan oleh Adryan "jangan biarkan saja pa ini bukan salah Natasya ini salah Adryan"
__ADS_1
Albert menaikan satu sudut bibirnya" kalau memang Natasya tidak bersalah kenapa harus kecewa?"
Bersambung...