
Happy reading
Malam hari di mansion keluarga Anderson di meja makan sudah ada Albert dan Natasya menikmati makan malam mereka
Natasya celingukan matanya berkeliling mencari sosok pria tampan yang sering dia sebut tidak tau diri,ia dia seharian memikirkan tentang tindakan nya menampar pria itu sebenarnya dia sudah mulai menyadari bahwa bukan sepenuhnya salah pria itu karena dia juga seperti ingin ciuman itu jadi lebih dalam lagi bukan sekedar bersentuhan bibir.
"ah tidak dia memang kurang ajar berani mencium bibirku, tapi kan itu tidak sengaja, ah tapi dia salah kenapa dia mencium bibirku, ah tidak tetap dia yang salah".batin Natasya
tanpa disadari Natasya menggelengkan kepala nya berapa kali saat tengah sibuk dengan pikirannya sendiri.Albert yang melihat tingkah Natasya menaikan satu sudut bibirnya dia tau apa yang dipikirkan oleh putrinya apalagi kalau bukan tentang suaminya.
"dia sedang over time banyak pekerjaan makan saja" kata Albert mulai menggoda putrinya
"oooo jadi pria tidak tau diri itu lembur"ucap Natasya keceplosan
"apa?"
" ha itu pa Adryan itu kenapa dia lembur" Natasya berdalih
" kapan papa bilang yang lembur itu suamimu? atau putri papa yang cantik ini sedang memikirkan.....
Natasya langsung menggeleng kan kepala enggak pa siapa yang mikirin Adryan
"kapan papa bilang kamu mikirin Adryan,papa pikir kamu lagi nyari Edward"jelas Albert sambil menaikkan kedua alisnya
Natasya menganga merasa terjebak dengan omongannya sendiri.
Albert tersenyum kemenangan mengetahui Putri nya mulai memikirkan Adryan sang suami.
selama makan malam Natasya seperti tidak selera makan dia tidak menghabiskan makanan dipiringnya.setelah selesai makan pun dia cepat -cepat ingin kekamar bukan karena ngantuk tapi dia tidak ingin diketahui Ayahnya kalau sedang memikirkan Adryan
sesampainya dikamar Natasya langsung berbaring di ranjangnya yang empuk dan nyaman tapi entah kenapa dia terus memandangi sofa yang menjadi tempat tidur sang suami.
"kemana dia kenapa belum pulang juga eh kenapa aku jadi mikirin dia biar sajalah dia enggak ada juga itu lebih baik kalau dia ada buat aku emosi saja ah sudahlah"batin Natasya
hoaaamm
Natasya mulai mengantuk tak lama dia pun tertidur dengan lelap,ditengah malam Natasya terbangun dia mengucek mata dan perlahan membuka mata.
__ADS_1
" eh kenapa aku pakai selimut tadi sebelum tidur aku enggak pakai selimut"pikir Natasya
pikiran Natasya benar karena sang suamilah yang menarik selimut saat Natasya tertidur lelap.
ditengah rasa ngantuk mata Natasya berkeliling dia melihat kesofa ada pria tampan yang tertidur dengan lelap wajah yang terlelap itu nampak tenang damai dan tentu saja mempesona.
Natasya ingin menatap wajah damai itu lebih dekat dia memberanikan diri untuk mendekati wajah tampan itu setelah sangat dekat Natasya duduk bersimpuh didepan wajah tampan nan menggoda itu Natasya melihat kembali bibir indah nan seksi milik suaminya seperti tersihir Natasya semakin mendekati bibir seksi itu dekat dan semakin dekat dan
cup
Natasya mengecup bibir indah itu
ah Natasya bangkit dan menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangan.
" apa yang kau lakukan Natasya,apa aku sudah gila tidak, tidak lebih baik aku pergi tidur saja daripada melihat nya terus itu bisa mengikis kesadaran ku."Batin Natasya
Natasya berlari ke ranjang dan bersembunyi didalam selimut.
Adryan membuka matanya setelah Natasya bersembunyi didalam selimut,Adryan terbangun saat Natasya mengecup bibir nya tapi seperti sudah jadi pelajaran bagi Adryan untuk tidak membalas ciuman istri nya karena Adryan sudah kapok tidak ingin ditampar lagi jadi Adryan pura-pura tidur.
" Ada apa dengan tuan putri itu semalam dia menampar ku karena menciumnya sekarang dia malah datang menciumku ah sudahlah aku tidak perlu memikirkan itu lebih baik aku tidur lagi."batin Adryan.
"is bagaimana ini apa yang akan aku katakan padanya kalau dia tau aku mencium nya tadi eh tidak dia kan tidur ah aku pastikan saja dia masih tidur atau tidak".batin Natasya
Natasya ragu apa dia harus mendekati Adryan lagi tapi dari pada malu lebih baik pastikan saja pikir Natasya dengan perlahan dan sangat hati-hati Natasya kembali mendekati Adryan yang memang sudah tertidur lagi Natasya dengan serius melihat wajah Adryan yang terlihat menggoda tapi kali ini Natasya benar-benar menjaga kesadaran agar tidak terpesona pada wajah tampan itu lagi,dia lantas menekan hidung mancung milik Adryan,karena hidungnya ditekan Adryan terusik tubuhnya mengeliat disofa.
sontak Natasya terkejut dia langsung berlari kalang kabut kaki nya menabrak meja rias, tabrakan itu kuat hingga menyebabkan meja rias bergoyang hingga botol -botol parfum yang terbuat dari kaca jatuh
praang
praang
"Aaw" Natasya kesakitan kakinya menabrak meja sehingga hilang keseimbangan dan hampir terjatuh menimpa pecahan kaca yang berserakan dilantai untungnya dengan cepat tubuh Natasya diangkat ala bridal style oleh sang suami lalu diturunkan dengan perlahan diranjang
"kamu enggak papa Natasya, apa ada yang luka mana yang sakit?"tanya Adryan yang nampak khawatir
Natasya tercengang dengan perlakuan Adryan dia tidak menyangka pria yang menikah dengan nya nampak tulus mengkhawatirkan dia.
__ADS_1
"Enggak ada yang luka cuma kakiku sakit sedikit"jawab Natasya sambil melihat kakinya dan mata Natasya membelalak saat melihat kaki Adryan berdarah.
"itu kakimu berdarah"tunjuk Natasya kaget
Adryan melihat kakinya yang berdarah" oh ini tidak apa cuma luka sedikit"jelas Adryan berbohong
karena sebenarnya luka dikakinya cukup dalam,kedua telapak kaki menginjak banyak pecahan kaca saat mengendong Natasya, Adryan memang tidak memikirkan diri sendiri yang terpenting baginya Natasya tidak jatuh menimpa pecahan kaca.
"enggak itu pasti sakit darahnya banyak coba sini aku liat"
Natasya menganga karena kedua telapak kaki Adryan berdarah dan banyak pecahan kaca.sontak Natasya menjadi khawatir
Adryan masih bisa tersenyum simpul menatap Natasya yang nampak khawatir "udah enggak papa kamu jangan khawatir"
" enggak kamu harus diobati kamu tunggu disini"Natasya hendak berajak tapi Adryan dengan cepat menarik Natasya "mau kemana?"
"kebawah memberi tahu om Edward"
" tidak usah, telpon saja dibawah banyak pecahan kaca"larang Adryan
"oh iya kenapa aku jadi lemot sih"gumam Natasya
"apa?"
"tidak, aku akan telpon om Edward"jawab Natasya cepat dan meraih benda pipih miliknya lalu menekan angka dua, karena angka satu adalah nomor Ayahnya.
Tak lama Edward,pak nam dan beberapa pelayan masuk ke kamar dan para pelayan dengan sigap membersihkan pecah kaca dengan waktu singkat
Edward mendekati Adryan yang wajahnya nampak mulai pucat karena banyak kehilangan darah.
"om kita bawa ke rumah sakit saja ya takut infeksi" pinta Natasya dengan wajah yang tak kalah pucat dari Adryan.
Edward langsung mengangguk
" Ayo nam bantu aku mengangkat Tuan muda" perintah Edward
Edward dan Nam mengangkat Adryan mereka turun menggunakan lift yang ada dimansion.
__ADS_1
Bersambung....