Meraih Cinta Istri Cantikku

Meraih Cinta Istri Cantikku
Bab 9. rumah sewa


__ADS_3

Happy reading


Albert merangkul bahu Adryan sepanjang jalan menuju rumah sewa seperti seorang Ayah yang merangkul anaknya.


sedangkan didalam hati Adryan memikirkan kenapa orang orang tadi yang menyerang dan mencuri tas ransel ku seperti bodyguard melihat pakaian mereka yang memakai jas hitam sangat mencurigakan.


Adryan curiga mereka adalah para bodyguard tetapi untuk apa mereka mengambil tas ransel nya? Adryan memikirkan jawaban


Perintah Albert yang buru buru untuk mencuri tas ransel Adryan membuat para bodyguard tidak sempat bertukar pakaian, iya Albert punya ide gila untuk menguji ketahanan pisik Adryan


"kenapa diam nak?"


"Ah enggak pak,hanya memikirkan sesuatu!"


"Memikirkan apa?


" tidak terlalu penting".


" ya sudah,, Ayo ke rumah bapak "Ajak Albert ramah.


Edward yang mendengar kan percakapan Albert melalui earphone ditelinga yang terhubung dengan earphone Albert langsung mengerti kalau tuannya menyuruh mencari rumah sewa yang sederhana secepatnya hanya dalam hitungan menit dan tentu saja Edward mampu melakukan hal itu


"Tuan rumah sewa dekat dari stasiun hanya perlu berjalan dua kilo meter kunci rumah juga sudah di letakkan di atas jendela."jelas Edward yang hanya didengar oleh Albert melalui earphone


Apa apaan Edward menyuruh aku berjalan dua kilo meter kenapa tidak sekalian saja sepuluh kilometer gerutu Albert dalam hati.


" Tuan besar jarak dua kilometer itu tidak jauh lagipula fisik tuan juga masih sangat bugar ini juga bisa dihitung sebagai olahraga ringan untuk tuan". Edward yang nampak tahu isi hati tuannya


Albert menjawab dengan berdehem


sepanjang perjalanan ke rumah sewal Albert terus saja bertanya kepada Adryan dan Adryan menjawab dengan jujur walaupun baru bertemu dengan Albert entah kenapa Adryan merasa nyaman berbicara dan ada rasa hangat dihati Adryan seperti mereka sudah lama saling mengenal.


Edward terus memantau pergerakan Albert dari kejauhan tapi masih bisa terlihat jelas oleh nya, Albert berjalan sesuai arahan dari Edward orang kepercayaan yang selalu bisa diandalkan.Sampai lah Albert dan Adryan dua pria yang berbeda generasi itu didepan rumah sewa.


" tuan itu benar rumah sewa yang akan anda tempati dan kunci rumah ada diatas jendela" jelas Edward lagi


Albert mengambil kunci rumah dan membuka pintu


Kriet Kriet Kriet


pintu di buka

__ADS_1


Albert dan Adryan masuk dan duduk diruang tamu yang berukuran kecil


Albert mengerutkan Alis Astaga,! Edward rumah macam apa ini !yang dia pilih untuk aku tinggal bersama Adryan" batin Albert


Rumah sewa itu kecil sempit dan pengap Itu kata yang bisa dikatakan oleh Albert yang tidak biasa hidup sederhana.


Namun tidak demikian dengan Adryan rumah itu terlihat bersih dan nyaman.


Rumah sewa yang berukuran tiga kali enam satu kamar tidur, ruang tamu kecil, dapur dan kamar mandi, itu memang rumah sewa yang sederhana namun bersih rapi dan nyaman dengan semua perabot yang lengkap.


"Maaf ya nak rumah bapak kecil,sempit dan pengap" kata Albert yang tidak sadar berkata jujur sesuai isi hatinya


Adryan menggelengkan kepala" tidak pak rumah ini bersih nyaman dan cukup besar untuk kita tinggal"jelas Adryan jujur.


" Benarkah!


" iya pak" jawab Adryan yakin karena Adryan biasa hidup sederhana


" Bapak senang kalau nak Adryan merasa nyaman tinggal di rumah ini!"


kehidupan seperti apa yang selama ini dia jalani bahkan dengan rumah sederhana ini saja dia sudah sangat senang.batin Albert


"Bapak tinggal sendiri,ibu telah lama pergi meninggalkan bapak saat melahirkan putri kami" jelas Albert sendu karena teringat istri nya Amalia.


" Saya minta maaf pak, kalau pertanyaan saya membuat bapak bersedih"Adryan merasa tidak enak karena sudah bertanya.


" Ah enggak apa apa, Bapak saja yang masih bersedih kalau mengingat istri bapak.Ah iya putri bapak lagi keluar kota ketempat bibinya mungkin akan lama kembali mandi dan istirahat lah kamu pasti capek menempuh perjalanan jauh kemari,tas ransel mu taruh saja didalam kamar."


Adryan mengangguk dan menaruh tas ranselnya dan mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


melihat Adryan yang sudah pergi ke kamar mandi, Albert keluar dari rumah sewa menemui Edward yang dari tadi melihat tuannya dari kejauhan


" kau tidak bisa mencari kan rumah sewa yang lebih bagus?"1protes Albert ketus setibanya di dekat Edward


" itu sudah bagus tuan besar, kalau lebih bagus dari itu nanti tuan tidak terlihat seperti pria sederhana!"Jawab Edward yang tahu drama apa yang sedang Albert mainkan


" tapi itu terlalu sempit" pengap dan lagi kenapa tidak ada pendinginan udara disana?


Edward tersenyum


mendengar perkataan Albert yang meminta rumah besar dan ada pendinginan udara padahal Albert sendiri yang ingin terlihat sederhana

__ADS_1


"kenapa kau tersenyum?"


"Tuan kalau Anda ingin rumah besar dan ada pendinginan udara jangan memainkan drama pria sederhana " jelas Edward yang tersenyum lebih lebar.


Albert hanya bisa menahan kesal karena memang atas kemauannya sendiri yang ingin memainkan drama pria sederhana dan dia sekarang sadar dia terjebak dengan permainan nya sendiri.


" ya sudah pergi dan carikan aku makanan aku ingin makan malam dengan Adryan" perintah Albert


" baik Tuan.


Edward pergi membeli makanan dan tak berselang lama Edward kembali dengan membawa dua bungkus nasi campur dan dua botol air mineral lalu menyerahkan kepada Albert.


mengerutkan kedua Alis dan mengambil makanan yang diberi Edward


" Makanan apa ini?"


" itu nasi campur dengan tiga lauk tuan,ada telor balado,sayur buncis dan sambal tempe!"


"kenapa kau membeli makanan ini?"


dengan santai Edward menjelaskan" karena nasi campur dengan banyak lauk makanan yang digemari dan harganya terjangkau!"


" lalu apa?


" iya tidak mungkin untuk saat ini tuan makan malam dengan daging steak atau lobster.jelas Edward lagi kali ini tersenyum lebar.


" kau tidak perlu tersenyum aku kesal melihat senyuman mengejek mu itu Edward" Albert sedikit berteriak


"Baik Tuan"


Albert mengoceh" Bahkan manusia dingin dan tanpa ekspresi seperti mu bisa tersenyum melihat aku kesusahan karena tidak bisa makan makanan kesukaan ku."


Dasar sial Edward seperti menikmati kesusahan ku,dia tahu aku tidak pernah makan nasi campur tapi dia sengaja membeli nasi campur bagaimana ini apa perut ku tidak sakit memakan nya aku harap perutku tidak sakit malam ini,Sebaiknya aku pergi saja daripada lebih lama melihat wajah nya yang terus mengejekku" batin Albert


" ya sudah pergilah kau kembali saja ke mansion tinggal kan berapa bodyguard untuk berjaga dari jauh"Albert yang kesal pergi kembali ke rumah sewa tanpa melihat Edward Meninggalkan Edward yang masih tersenyum


Kriet Kriet Kriet


Pintu dibuka dan nampak Adryan sudah duduk di ruang tamu dengan penampilan yang lebih segar karena sudah mandi dan berganti baju.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2