
Yumina adalah salah satu sahabatku, bisa dibilang aku dan Yumina itu sudah seperti adik dan kakak. Kami telah berteman sejak kecil, sekarang kami telah menduduki bangku SMA. Kami adalah pelajar SMA tahun ketiga di sebuah SMA negeri di distrik Kyuushuu.
Yumina adalah gadis yang baik dan ramah ,dia memakai kacamata dan rambut di kepang dua, sosoknya yang pintar dan suka membaca ini sudah seperti murid teladan. Namun, karena penampilannya yang terkesan norak itulah banyak gadis yang membencinya. Yumina kerap menjadi sasaran perundungan dari para siswi lainnya dan murid laki-laki juga kadang suka melemparkan berbagai hinaan kepadanya. Yang bisa kulakukan sebagai sahabatnya hanyalah menghiburnya ketika dia sedang sendirian.
Jujur saja aku ini orang yang sangat penakut dan lebih memilih menghindari masalah, tetapi aku juga merasa sedih atas perlakuan terhadap Yumina. Aku sering menyarankan Yumina untuk melapor ke pihak sekolah. Namun, Yumina menolaknya mentah-mentah. Yumina memilih untuk tidak memerdulikan semua ini yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Aku tidak mengerti dengan yang dipikirkan Yumina, memangnya apa yang dia takutkan? Apa dia takut pendidikan mereka akan terganggu jika dia melapor? Jika iya, maka Yumina itu sudah terlampau baik kepada semua orang. Yumina selalu saja memikirkan orang lain. Apa untungnya bagi dia? Apa orang-orang membalas perbuatan baiknya? Selama hampir tiga tahun ini aku hanya menjadi penonton setia ketika Yumina dirundung dan aku sangat membenci hal itu. Rasanya aku ingin kami cepat-cepat lulus dan bisa pergi dari neraka ini. Terkadang aku berpikir apakah Tuhan akan membalas mereka semua. Jika iya, balasan apa yang cocok untuk mereka? Kematian? Mungkin itulah yang paling cocok.
__ADS_1
Hari kelulusan tinggal tersisa delapan hari lagi aku sejenak berpikir bahwa hal ini akan menjadi akhir dari penderitaan Yumina. Hal yang tak kusangka terjadi, Yumina mengubah penampilan biasanya. Dia melepas kacamatanya dan membiarkan rambut panjangnya itu terurai serta dia juga memakai dandanan yang terlihat sangat cocok untuknya. Aku hampir tidak bisa mengenali Yumina yang sekarang. Yumina sangat cantik, dia tiba-tiba menjadi pusat perhatian di kelas. Saat istirahat para siswa laki-laki dan siswa perempuan mengerubunginya untuk meminta maaf atas yang pernah mereka perbuat dan mengajak Yumina untuk berteman. Melihat mereka yang seperti itu membuatku sangat jijik.
Yumina tentu saja memaafkan mereka karena Yumina adalah perempuan yang pemaaf. Bahkan, Yumina mengundang semua orang di kelas untuk datang kerumahnya merayakan pesta kelulusan minggu depan, tapi anehnya dia sama sekali tidak mengundangku, aku merasa cukup kaget dan cukup sedih, apakah Yumina melupakanku sahabatnya. Yumina menghampiriku dan memberiku surat. Aku awalnya menyangka itu adalah sebuah surat cinta. Namun, isinya jauh berbeda dengan yang aku pikirkan. Aku tidak mengerti bagaimana harus membacanya.
__ADS_1
Seorang guru masuk lalu berkata padaku, "selamat, dari kelas ini kamu adalah satu-satunya yang lulus atau lebih tepatnya Selamat. Ketika semua siswa kelas ini mengadakan pesta kelulusannya kemarin, terjadi kebakaran yang menewaskan seluruh teman-temanmu."
__ADS_1
" Apakah ini hanyalah sebuah kebetulan?" pikirku.