Mi Tesoro : Creepypasta

Mi Tesoro : Creepypasta
My Weird Neighbour


__ADS_3

Aku bisa bersumpah melihatnya. Di lantai dua rumahnya ada jendela yang


mengarah ke kamarku dan dari sana dia selalu menampakkan dirinya. Setiap malam


dia berdiri di sana sambil memperhatikan setiap gerak-gerikku. Namun, ketika


aku mencoba menoleh ke arahnya, dia langsung mengalihkan pandangannya. Selalu


saja seperti itu setiap malam. Lama-kelamaan aku bisa gila jika terus seperti


ini.


Aku pindah ke perumahan ini sejak bulan lalu dan sejak itu teror dari


tetanggaku dimulai. Aku mencoba bertanya ke ketua RT dan tetangga-tetanggaku


yang lain tentang orang yang tinggal di sebelah rumahku, tapi mereka selalu


mengatakan bahwa tidak ada yang tinggal di sana sejak lima tahun lalu. Mereka


mulai menjauhiku karena mengira bahwa aku ini sudah gila, tapi aku  bersumpah bahwa aku benar-benar melihatnya.


Aku sudah beberapa kali mencoba masuk ke rumah itu untuk mencari tahu


siapa orang itu, tapi aku juga masih diliputi rasa takut. Jadi, aku hanya bisa


mengira-ngira saja. Namun, sekarang aku sudah tidak tahan. Aku memutuskan untuk


masuk ke rumah itu tidak peduli apa yang sekiranya dapat menimpaku.

__ADS_1


Aku sempat terhenti ketika telah sampai di depan pintu rumah itu. Sempat


aku ingin membatalkan niatku, tapi aku sudah benar-benar tidak tahan dengan


gangguan itu dan aku juga sangat penasaran dengan orang itu. Aku pun masuk ke


rumah itu.


Rumah itu sangat berantakan dan berdebu persis seperti rumah yang tidak


pernah ditinggali selama lima tahun. Debu sangat tebal, sarang laba-laba ada di


mana-mana, dan beberapa peralatan ditumbuhi jamur. Baru sebentar saja di dalam


sana perasaanku sudah sangat tidak nyaman, tapi hal itu sama sekali tidak


mengurungkan niatku untuk mencari tahu misteri tentang rumah ini. Aku menyusuri


sejauh ini.  Setelah itu, aku pun


memutuskan untuk naik ke lantai dua.


Ketika menaiki tangganya yang terbuat dari kayu, muncul suara berdecit


mengiringi tiap langkahku yang menandakan bahwa tangga ini mulai rusak. Aku


berjalan dengan pelan dan senantiasa berhati-hati. Setelah sampai di lantai


dua, aku mulai menyusuri kamar demi kamar untuk mengecek apakah ada orang atau

__ADS_1


tidak. Namun,tetap saja tidak ada hasilnya.


Tibalah aku di kamar terakhir, dari kamar ini orang tersebut selalu


menatap setiap gerak-gerikku. Perlahan aku membuka pintu. Perlu sedikit tenaga


untuk membuka pintu ini dikarenakan engselnya yang agak macet. Suara decitan


dari engsel pintu memenuhi ruangan. Setelah itu, aku masuk ke dalam kamar itu.


Ketika aku telah ada di dalam, tiba-tiba pintu kamar ini tertutup


sendiri. Aku mecoba membukanya, tapi seolah-olah pintu ini dikunci dari luar


oleh seseorang. Mendobrak pun tiada guna. Tirai jendela pun tertutup sendiri,


lalu barang-barang yang ada di dalam kamar ini mulai bergetar tanpa sebab. Ini


mulai terasa mengerikan. Aku mulai menggedor-gedor pintu dan berteriak-teriak


meminta tolong, tapi hal itu sia-sia saja.


Kepalaku mulai pusing, napasku


mulai sesak, dan pandanganku mulai gelap. Kamar ini sepertinya tidak memiliki


ventilasi udara sehingga tidak ada oksigen di sini. Namun, untungnya aku tidak


perlu bernapas lagi. Orang itu sengaja membuatku tidak nyaman dan memancingku

__ADS_1


ke sini, lalu membuatku terbunuh di sini. Sekarang giliranku untuk menatapi


orang yang selanjutnya akan tinggal di sebelah


__ADS_2