
Namaku adalah Kana, aku berumur 25 tahun, dan aku bekerja di sebuah kebun binatang. Keseharianku adalah merawat binatang-binatang ini, seperti memasak makanan, membereskan kandang mereka, mengurus mereka ketika sakit, dan lainnya. Mungkim sebagian orang berfikir bahwa ini adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Namun, aku tidak merasakan hal itu sama sekali. Binatang-binatang ini sangat merepotkan, aku harus bangun di pagi hari untuk memasak sarapan untuk mereka, lalu dilanjutkan dengan membereskan kandang mereka, kemudian dilanjutkan dengan mengajak mereka keluar untuk bermain. Ketika hari mulai siang, aku akan memasak makan siang untuk mereka, lalu ketika malam hari aku harus tidur setelah memastikan semua binatang ini tidur. Masih berfikir ini menyenangkan? Jika iya, kalian harus tahu betapa berisiknya mereka ketika sakit. Perlu kalian tahu bahwa satu saja sangat merepotkan, lalu bagaimana jika sebagian atau seluruh binatang ini sakit? Sungguh aku bisa mati kelelahan jika itu terjadi.
__ADS_1
Aku telah bekerja di sini kurang lebih selama lima tahun dan itu adalah lima tahun yang sangat menyiksa dan penuh penderitaan bagiku. Ada sekitar enam orang yang mengurus kebun binatang ini termasuk aku. Namun, jumlah itu masih belum cukup untuk merawat semua binatang yang ada di sini. Kebun binatang ini memiliki bantuan dari beberapa donatur. Namun, bantuan itu hanya cukup untuk makanan dan keperluan lainnya, tidak cukup untuk menambah pengurus kebun binatang yang lain.
__ADS_1
Kami lebih banyak merasakan duka daripada suka selama bekerja di sini. Bahkan, aku tidak ingat apa pernah ada hal baik terjadi selama kami bekerja di sini. Bekerja di sini cukup membuat kami sedikit gila dan stres. Oleh karena itu, terkadang kami menyiksa dan membunuh satu atau dua binatang di sini untuk menghilangkan stres dan itu bekerja dengan baik. Sejenak kami dapat melupakan semua penderitaan kami selama berada di kebun binatang ini.
__ADS_1
Semakin lama bekerja di sini, kewarasan kami pun juga mulai hilang. Beberapa pengurus lain sampai bunuh diri akibat stres karena beban pekerjaan. Tidak hanya itu, ada juga yang dikirim ke rumah sakit jiwa untuk perawatan. Setelah kejadian itu, beberapa pengurus baru datang menggantikan mereka. Namun, sama seperti dulu, beberapa melakukan bunuh diri dan beberapa harus dirawat di rumah sakit jiwa. Akibatnya, hanya aku satu-satunya pengurus yang tersisa dan beban pekerjaanku pun semakin bertambah.
__ADS_1
Tempat ini bagaikan neraka. Tempat ini yang bertanggung jawab atas korban-korban yang berjatuhan. Tempat ini harus kumusnahkan. Suatu hari, aku memutuskan untuk membumi hanguskan kebun binatang ini beserta binatang-binatang yang ada. Aku telah menyiapkan peralatannya, yaitu bensin dan korek. Namun, sebelum itu aku menidurkan mereka semua terlebih dahulu. Pagi hari ketika memasak sarapan mereka, aku mencampurkan banyak racun di makanan mereka. Setelah itu, aku menghidangkannya di piring dan mempersiapkannya di atas meja, kemudian aku membangunkan mereka dan langsung menyuruh mereka untuk sarapan tanpa mandi terlebih dahulu. Para hewan bodoh itu sangat menikmati makanan beracun itu, lalu satu persatu dari mereka pun mati. Setelah itu, aku menuangkan bensin ke seluruh penjuru, lalu menyulutnya dengan api. Api menyebar dengan cepat membakar semuanya dan aku hanya berdiri di luar kebun binatang menatap api yang membakar seluruh penjuru kebun binatang beserta binatang-binatang yatim piatu yang ada di dalamnya.
__ADS_1