
Sebelumnya, perkenalkan namaku adalah Hikari dan aku memiliki pacar yang
bernama Tsuki. Kami menjalani hubungan jarak jauh sejak tahun lalu. Hubunganku
dengannya cukup renggang akhir-akhir ini. Namun, tidak akan pudar rasa cintaku
pada dirinya. Semua bermula sejak minggu lalu karena dia mengingkari janjinya
padaku.
-Kilas Balik Satu Bulan yang Lalu-
“Kak, kita ini sudah hampir satu tahun menjalin hubungan, loh! Tapi kita
sama sekali belum pernah ketemuan. Jadi, bisa nggak kamu datang ke kotaku pas
liburan sekolah nanti,” ucapku ketika sedang teleponan dengan pacarku.
“Dek, biaya sih bukan masalah bagi kakak, tapi kalau kakak ke kotamu,
paling cuma menginap selama beberapa hari saja. Itu buang-buang uang, Dek.
Lebih baik uangnya kakak tabung aja. Oh iya, semester depan kakak lulus
sekolah. Jadi, kakak bisa pakai uangnya untuk pindah ke kotamu dan kuliah di
sana,” ujarnya.
“Kak, aku ini udah kebelet pengen ketemuan sama kamu, loh!” ucapku
memohon, “usahain ya, Kak!”
“Baik, baik, libur sekolah nanti kakak ke sana,” ujarnya, “apa, sih,
yang nggak untuk kamu.”
“Makasih, Kak,” ucapku, “janji, kan?”
“Iya, Sayang,” ucapnya.
Semenjak hari itu, kami menjadi semakin dekat setiap harinya. Aku sangat
senang karena akhirnya kami dapat bertemu, tapi ketika liburan sekolah dimulai,
pacarku tiba-tiba membatalkan niatnya.
“Dek, maaf nih, kakak nggak bisa nepatin janji ke kamu.” Ucapnya.
__ADS_1
“Kenapa, Kak?” tanyaku.
“Ibu kakak nggak bolehin kakak pergi keluar karena peringkat kakak turun
untuk semester ini. Jadi, kakak nggak bisa ke kotamu,” jawabnya.
“Kak, padahal sudah janji,” keluhku.
“Mau bagaimana lagi, Dek,” ucapnya.
Setelah itu, aku tidak lagi membalas setiap pesan yang ia kirimkan.
Sebenarnya aku tidak marah, tapi aku ingin dia itu membujukku agar
memaafkannya. Pada awalnya aku tidak membalas seluruh pesan yang ia kirimkan,
tapi setelah sebuah pesan yang ia kirimkan, lalu aku mulai merespon pesannya
kembali.
“Baik, kakak bakal minta izin datang ke kotamu. Meskipun ibu kakak
larang, kakak tetap usahain,” ucapnya.
“Nggak perlu, Kak, maaf kalau aku egois. Ikuti aja perintah ibu Kakak,”
“Nggak apa-apa, Dek. Kakak juga sudah janji ke kamu,” ucapnya.
“Ah ... Baiklah,” ucapku.
Awalnya aku sedikit merasa bersalah dengan hal ini, tapi tidak bisa
dipungkiri bahwa aku juga merasa senang karena dia akan datang ke kotaku untuk
bertemu. Tiga hari berlalu sejak hari itu. Aku menerima sebuah pesan singkat
darinya, “Dek, kakak sudah sampai di bandara. Kita ketemuan di taman kota ya, Dek.
Kakak tunggu di sana” seperti itulah pesannya.
Aku merasa sangat bahagia karena dia telah sampai di kotaku. Jadi,
setelah mendapat pesan itu, aku langsung bergegas pergi ke tempat yang ia
beritahukan. Setelah sampai di sana, kulihat dia duduk di kursi taman menunggu
kedatanganku. Aku berlari menghampirinya.
__ADS_1
“Kak, maaf sudah lama menunggu, apa kabar Kakak?” ucapku.
“Kakak juga baru samapai, kok. Kakak baik, bagaimana dengan kamu?”
ucapnya.
“Aku juga baik, Kak,” ucapku.
“Ayo, kita jalan-jalan, tapi kakak di sini cuma bisa untuk hari ini ya,”
ucapnya.
“Itu sudah cukup untukku, Kak,” ucapnya.
Setelah itu, kami berjalan ke sekeliling kota berdua. Pacarku tidak
banyak bicara hari ini dan tatapan matanya juga sangat kosong dan tubuhnya juga
terasa sangat dingi, tapi aku berusaha untuk tidak memperdulikannya. Hari ini
adalah hari yang sangat membahagiakan dalam hidupku dan aku sangat menikmati
tidak detik bersaama pacar tercintaku hingga malam mulai menjelang dan kami pun
harus berpisah. Aku naik taksi untuk kembali ke rumah. Awalnya aku ingin
pacarku datang ke rumah untuk makan malam, tapi dia berusaha keras menolaknya
dengan berbagai alasan.
Setelah sampai di rumah, aku langsung masuk ke kamarku untuk mengganti
pakaianku. Sebelumnya, aku mandi terlebih dahulu. Dari arah bawah terdengar
teriakan ibuku mengajak untuk makan malam. Setelah itu, aku langsung menuju
ruang makan. Ruang makan kami bersebelahan dengan ruang keluarga. Jadi, selagi
makan, kami juga menonton berita di TV.
“Sekilas berita, telah terjadi kecelakaan pada pukul 06.00 yang
menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat. Beberapa jasad telah
teridentifikasi, antara lain Ina Yumi, Takeshi Akeru, Yuri Kenichi, dan Mienai
Tsuki,”
__ADS_1
Aku terdiam mendengar berita tersebut. Bagaimana bisa?