Mi Tesoro : Creepypasta

Mi Tesoro : Creepypasta
Mini Creepypasta


__ADS_3

Cat Lover


Aku sangat menyukai kucing. Wujudnya yang imut, tingkahnya yang menggemaskan, dan bulunya yang lembut membuatku betah berlama-lama bermain dengannya. Malam ini, aku baru pulang dari toko hewan peliharaan selepas membeli beberapa pack makanan untuk kucing dan mainan untuk mereka. Sebelumnya, aku juga pergi ke toko utuk membeli beberapa peralatan dapur, seperti pisau, talenan, gunting, dll. Jalanan terlihat dangat sepi dan sunyi meski nelum pukul sembilan malam. Di tengah-tengah perjalanan, kudengar suara kucing mengeong-ngeong dengan keras dari arah lorong sempit di depanku. Aku serentak berlari menuju ke sumber suara. Kulihat ada tiga orang sedang menendang-nendang dan melempari seekor kucing. Aku lalu menghampiri mereka.


"Wah ... Kalian sepertinya sedang bersenang-senang," ucapku, "boleh aku bergabung?"


"Tentu saja boleh!" ucap salah seorang dari mereka.


"Tapi ... Bukan kucing imut itu sasarannya, melainkan kalian," ucapku.


"Hah! Kau menantang kami," ucap mereka serempak.


Aku mengeluarkan pisau dari kantung belanjaku.


"Beruntung sekali lorong ini buntu," ucapku.


Salah seorang di antara mereka maju untuk melawanku. Dia berusaha memukul, tapi aku berhasil menghindar, lalu aku langsung menusuk ke lehernya. Dua orang sisanya memandang pucat ke arah temannya yang sudah tidak bernyawa. Satu orang lagi maju untuk memghadapiku, tapi dia kelihatan sangat ketakutan dan gemetaran. Aku mendekatinya, lalu dia mencoba memukulku. Aku menangkap tanganya yang mencoba memukulku, lalu menusukkan pisau ke jantungnya. Orang ketiga terduduk melihat kedua temannya itu. Aku menghampirinya, lalu menariknya, kemudian menghempaskannya ke tanah.


"Kalian itu lebih baik mati saja," ucapku, laly aku menusukkan pisau ke jantungnya.


Kucing yang mereka sakiti tadi terbujur lemas di tanah. Aku mendekati kucing itu, lalu memggendongnya.


"Tenanglah! Kau aman sekarang," ucapku seraya mengelusnya.


Percobaan yang Mantap


Ketika aku sedang berkelana di facebook, kulihat postingan yang sangat menarik dari salah satu page creepypasta favoritku. "Faktanya, setelah kepala manusia di penggal, dia masih tersadar selama 15-20 detik." isi postingan itu. Benarkah itu? Entahlah, benerapa kali aku melakukan percobaan. Aku menculik seseorang, lalu membawanya ke basement rumahku, kemudian memenggal kepalanya. Setelah itu, aku mencoba berbicara ke orang itu untuk memastikan apakah dia masih tersadar atau tidak. Beberapa kali aku melakukan percobaan, tapi hasilnya sama sekali nihil. Tidak seorang pun menunjukkan tanda-tanda masih tersadar.

__ADS_1


Laugh Out Loud


Aku adalah seorang penyendiri dan merupakan seorang korban bullying daru salah seorang siswa di kelasku. Setiap hari dia merundungku dan hanya tertawa lepas ketika melihat aku menderita. Sangat mengesalkan! Dua hari kemudian, aku menculiknya, lalu membawanya ke basement di rumahku. Aku mengikat dia di sebuah kursi dan memperlihatkan sebuah video kepadanya. Di video itu, aku menyiksa orang tuanya dengan sangat sadis. Selagi menonton, aku menyuruh dia untuk tertawa ketika melihat video itu. Jika dia tidak tertawa sampai video selesai, maka akan kubunuh dia dengan cara yang sama aku membunuh orang tuanya.


Questions


Aku baru pulang dari kantor tempatku bekerja. Pekerjaan di kantor tadi sangat banyak hingga membuatku benar-benar kelelahan. Setelah sampai, aku langsung duduk di sofa dam membaringkan tubuhku. Tidak lama kemudian, gadis kecilku menghampiri. Dia terlihat sangat senang sekali ketika aku telah pulang. Dia menanyakan banyak pertanyaan kepadaku, tapi aku sangat lelah sekarang dan sedang tidak ingin diganggu.


"Nanti aja, ya, Nak. Ayah mau istirahat dulu," ucapku dengan lembut.


Namun, ucapanku sama sekali tidak digubrisnya. Puluhan pertanyaan dilontarkannya padaku hingga membuatku benar-benar kesal. Kutarik dia, lalu kupatahkan lehernya. Dia pun matu seketika.


"Ah ... Akhirnya ketenangan," ucapku lega.


White Skin


Jam dinding menunjukkan pukul 9 malam.


"Waktunya tidur," ucapku, "semoga hal baik terjadi keesokan harinya."


-


-


-


"Hey! Kenapa kau menangis? Apakah karena perbuatan mereka? Bagaimana jika keadaan kalian dibalik? Apa kau mau? Bangunlah! Dan jangan bersedih lagi."

__ADS_1


-


-


-


Aku terbangun dari tidurku. Tadi itu mimpi yang sangat aneh. Kulihat dan telah menunjukkam pukul enam pagi. Aku bergegas mandi, lalu menyiapkan keperluan sekolah, kemudian bergegas pergi ke sekolah.


Di sekolah pun sama anehnya. Orang kulit hitam di junjung tinggi tidak seperti basanya, bahkan orang yang biasa merundungku tidak berani mendekatiku. Apakah ini sungguh terjadi? Mimpi itu! Sekarang! Waktunya pembalasan!


Aku menghampiri orang yang biasa merundungku, lalu menghempaskannya ke lantai. Orang-orang kulit hitam lain hanya tertawa melihat hal itu, bahkan beberapa mencoba merekam hal ini untuk dokumentasi. Setelah itu, kutarik lengannya, lalu kupatahkan tangannya. Dia mengerang kesakitan hingga mengeluarkam air mata. Namun, aku tidak memperdulikannya dan terus melanjutkan aksiku. Kubaringkan dia, lalu mendudukinya, kemudian mencekiknya dengan sangat kuat hingga tiba-tiba dia tidak sadarkan diri. Dia mati karena perbuatanku. Namun, tidak ada seorang pun yang menganggap ini masalah. Sungguh hari ink bernar-benar dipenuhi hal baik.


MY LITTLE SISTER


Aku dan adikku tinggal bersama semenjak orang tua kami meninggal beberapa tahun silam. Semua berjalan dengan baik hingga suatu hari, sikap adikku berubah menjadi sangat pendiam. Ketika diajak bicara pun suaranya sangat kecil dan tak jarang hanya mengeluarkan beberapa kata saja. Sejak sikap adikku berubah, muncul bau busuk yang memenuhi ruangan kami.


“Dik, apakah kau tahu asal dari bau ini?” tanyaku.


“Bau ini berasal dari mayat anjing tetangga sebelah. Mereka pergi selama beberapa hari sehingga tidak ada yang mengurus mayatnya,” jawabnya pelan.


Keesokan harinya, aku tiba-tiba ditugaskan ke luar kota oleh kantor tempatku bekerja.


“Dik, kakak harus pergi keluar kota selama tiga hari untuk keperluaan pekerjaan. Apa kau tidak masalah kutinggal sendirian? Aku akan memberimu uang untuk membeli bahan-bahan makanan,” ucapku.


Adikku hanya menunduk tanda mengerti.


Tiga hari kemudian, setelah aku sampai di rumah, aku tidak dapat menemukan adikku. Awalnya kupikir dia keluar, tapi setelah kutelepon berkali-kali, dia tidak bisa dihubungi. Aku menghubungi teman-temannya, tapi mereka tidak tahu keberadaannya. Aku mencoba melihat ke kamarnya untuk mencari petunjuk dan kulihat adikku tergeletak tak bernyawa. Aku sangat terkejut dengan kejadian ini, tapi aku lebih terkejut lagi setelah tim forensik mengatakan bahwa adikku telah meninggal sejak empat hari yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2