
Beberapa prajurit sudah memeriksa ke segala penjuru, dengan menggunakan teleskop senapan. Ditambah pula dengan pelengkap berupa alat teleskop, ukurannya yang besar dan juga canggih. Bentuknya sederhana, tapi bisa berputar ke segala arah.
"Tidak ada komandan Qairen, padahal harus memergokinya." ujar seorang laki-laki, yang mengendalikan penembak mobil tank.
"Nanti kita laporkan pada wakil presiden Duu Goval!" jawab orang di sebelahnya.
Duckin dan Qairen melepaskan tali tambang, supaya bisa lewat jalur lain. Meski harus bersembunyi di bawah tebing itu jauh lebih baik, daripada terbongkar rencana penyelundupan senjata.
"Tidak ada satu orang pun, yang boleh tertangkap dengan prajurit Duu Goval!" ujar Qairen.
"Ya komandan, kita pasti berusaha kabur tanpa meninggalkan yang lain!" jawab Duckin.
Qairen dan Duckin menyuruh para prajurit turun ke bawah. Mereka sudah berhasil menuruni bukit, hanya dengan waktu lima belas menit. Duckin dan Qairen segera membawa dua mobil, yang sempat mereka sembunyikan dengan aman. Keduanya secara terpisah, dalam melewati jalur perjalanan.
"Aku harus membawa prajurit secepatnya, mumpung mobil tank sedang memeriksa tempat lain!" monolog Qairen.
Qairen memutar mobilnya, saat sudah sampai ke bawah tebing bukit. Para prajurit dengan cepat naik, ke atas bak belakang mobil. Mereka tetap waspada, dengan memegang senjata tembak.
__ADS_1
Dor!
Dor!
Bunyi mobil tank yang meluncurkan peluru kemana-mana. Ledakan tidak menentu, sudah membuat asap di banyak area. Para prajurit terbatuk-batuk, dengan nafas yang sudah mulai sesak.
"Kalian perlu latihan lebih jauh lagi. Belajar bertahan di dalam ruangan, yang diberi zat kimia. Aku tidak ingin, jikalau prajurit ku dikasihani musuh!" ujar Qairen.
"Baiklah komandan Qairen, setelah ini kami akan berlatih dengan gigih!" jawabnya.
Qairen dan Duckin tiba tepat waktu, sudah ada di danau. Beberapa prajurit Duu Goval berada di sana, setelah Duckin dan Qairen kembali ke semak belukar. Beberapa prajurit Duu Goval sengaja menghampiri, bersama dengan Dipang.
"Mereka mana mungkin berani bergerak, tanpa perintah dariku. Sejak tadi, aku berada di sini memancing." Qairen melirik gagang joran yang sedang di genggamnya.
"Wah, sudah melakukan persiapan rupanya. Sebelum kami datang, tentu sudah banyak ikan yang tertangkap." Dipang berucap, dengan penuh selidik.
"Ini tidak bisa disebut persiapan, namun keberuntungan yang lezat." Qairen senyum ceria, menampilkan deretan giginya.
__ADS_1
Qairen melirik ke arah ember berwarna biru, lalu Dipang mendekat ke arahnya. Dipang memperhatikan ikan melompat dalam ember, yang telah diisi oleh air.
"Komandan Qairen, menggunakan fasilitas militer adalah pelanggaran. Apalagi berkhianat pada negara, dengan memberikan senjata pada musuh. Ketahuilah, komandan tidak akan bisa menjadi tentara lagi." Dipang terlihat tidak sabar, ingin mengusir musuh dari posisinya.
"Jangan sembarangan bicara di sini, tidak enak didengar oleh prajuritmu yang lain." Qairen masih berusaha mengelak.
"Komandan Qairen, cairan zat kimia yang ditembakkan melalui mobil tank, akan membuktikan semuanya. Jika saluran pernafasan para prajurit gangguan, maka sudah dipastikan bahwa kalian sempat berada di hutan." Dipang mengancam.
"Mari beri kami bukti, baru aku bisa percaya. Aku akan mempertimbangkan hukuman yang pantas, untuk orang-orang yang melanggar aturan negara." Qairen memasukkan kail, ke dalam danau.
"Komandan harus tetap di sini, sampai hasil tes pemeriksaan paru-paru benar-benar keluar." Dipang sengaja menahannya.
"Tidak masalah, aku masih ingin memancing." Qairen berpura-pura santai, padahal kepalanya serasa berputar.
Prajurit Duu Goval berjaga, agar mereka tidak bisa pergi kemana pun. Sementara pasukan prajurit Qairen dibawa ke ruang pemeriksaan. Ayesa merasa ada yang tidak beres, dengan keadaan beberapa prajurit yang diseret paksa. Ayesa mendengar pembicaraan beberapa orang berseragam putih yang lewat.
"Di dalam sedang diperiksa, para prajurit yang pergi tanpa komandannya. Katanya diam-diam mereka masuk ke dalam hutan, hingga berwajah pucat karena menghirup oksigen kimia." ucap seorang perempuan muda.
__ADS_1
"Jika mereka ketahuan melakukan pelanggaran, komandan Qairen akan benar-benar berakhir dari kantor militer ini!" jawab orang di sebelahnya.