MISWANA KU KEHILANGAN VOL. 1

MISWANA KU KEHILANGAN VOL. 1
Bab 13. Kolam Air Panas Ciwalini


__ADS_3

Sama seperti gadis-gadis seusianya, Oriza juga berfoto ria bersama teman-teman nya, bersama team OSIS, juga sahabat dekatnyaa sebelum menuruni tangga menuju pusat Kawah Putih.


"Oriza, sini?". Cahyana memanggil Oriza.


"Hah? Apa? Aku?". Oriza menjawab sambil menunjuk dirinya sendiri.


Cahyana mengangguk sambil melambaikan tangan, menunggu Oriza menghampiri nyaa.


"Foto bareng yuk". Ajak Cahyana kepada Oriza yang telah berada di hadapannya.


Oriza hanya mengangguk saja, saat Cahyana berfoto dengan Oriza, banyak teman-teman Oriza yang menatap heran, tidak sedikit juga yang membicarakan Cahyana dan Oriza.


Cahyana cuek saja, ini hanya berfoto dengan siswinya. Setelah mendapatkan foto yang di rasa bagus, Cahyana dan Oriza pun berjalan pada tangga menurun menuju pusat Kawah Putih.


Di susul oleh teman-teman yang lain, yang tadi juga berfoto. Ada juga teman-teman yang lain yang sudah berada di pusat Kawah Putih.


Mereka semua berkumpul, siswa siswi, guru, staff dan panitia juga ikut gabung untuk berfoto. Dengan background gunung serta kawah nya sungguh pemandangan yang estetik.


Foto tersebut menggunakan foto kamera lensa yang di bawa oleh Ghani. Ya, menjadi salah satu panitia Ghani pun ikut meramaikan acara ini, dia sebagai panitia dokumentasi. Karena agar lebih murah dalam mencetak nya, jadi tidak memakai jasa foto grafer profesional yang ada di Kawah Putih.


Selesai foto bersama, siswa siswi beserta yang lain nya berfoto masing-masing. Ada mungkin sekitar satu setengah sampai dua jam berlalu, ketua panitia mengumumkan bahwa waktu telah selesai. Tentunya setelah anak-anak puas menikmati beberapa wahana yang tersedia.


Ada pula beberapa dari siswa siswi yang membeli serbuk belerang sebagai oleh-oleh untuk di jadikan masker atau lulur. Berjalan menuju tangga, naik ke atas lalu berkumpul di sebuah tembok yang bertuliskan Kawah Putih kemudian berfoto bersama lagi sebagai kenang-kenangan.


berjalan menuju sebuah halte untuk menunggu ontang-anting menjemput pulang, ada yang lanjut foto-foto atau bahkan hanya sekedar ngobrol saja


Satu persatu ontang-anting pun datang beberapa rombongan bergiliran untuk menaiki jemputan. Cahyana dan Oriza pun menaiki ontang-anting yang ke empat.


Suasana berebut karena setiap siswa ingin segera menaiki ontang-anting agar tidak tertinggal karena ingin memberi oleh-oleh berupa pakaian, aksesoris, maupun makanan.

__ADS_1


Ada juga yang pergi ke toilet terlebih dahulu karena memang suhu di pegunungan sangat dingin, jadi beberpaa siswa siswi ada yang sering buang air.


Begitu pun dengan Oriza dan Cahyana. Setelah turun dari ontang-anting, Oriza langsung menuju toilet di susul oleh Cahyana, karena memang toilet laki-laki dan perempuan bersebelahan.


Tentunya mereka memasuki toilet bergiliran, karena harus giliran pula menjaga Use. Use tidak ke toile karena sengaja memakai pempers di usianya yang menuju tiga tahun, kasihan jika Use harus bolak balik ke toilet, takut dia tidak bisa menahan jika sedang dalam perjalanan atau sedang berada d dalam bus yang jauh jika ingin ke toilet.


Selesai dari toilet, Cahyana mengikuti Oriza menuju sentra oleh-oleh yang masih berada dalam kawasan Kawah Putih.


"Mau beli oleh-oleh". Sambil menggendong Use, Cahyana masih mengikuti Oriza.


"Iya". Oriza mulai berhenti di toko Aksesoris.


"Mau beli apa?". Cahyana kembali bertanya karena penasaran dan untuk membuat mereka lebih dekat.


"Aku akan membeli gelang". Sedikit heran, Cahyana menautkan kedua alisnya.


Setelah memilah dan memilih, akhirnya Oriza menjatuhkan pilihannya pada gelang hitam polos. Oriza mengambil dua gelang yang sama lalu membayar nya.


Oriza hanya mengangguk. "Ayo ikut aku". Ajak Cahyana.


Berjalan menuju toko baju, Cahyana tidak menggendong Use. Melainkan Use sedang berjalan berpegangan tangan dengan Oriza sambil terus mengikutinya.


Cahyana memilah dan memilih tiga baju setelan anak bertuliskan Kawah Putih dengan ukuran yang berbeda. Tidak lupa Cahyana pun membeli satu kaos untuk Oriza.


Tidak hanya Cahyana dan Oriza saja yang berbelanja, beberapa siswa-siswi, guru serta panitia pun ikut memenuhi sentra oleh-oleh yang masih berada di kawasan Kawah Putih.


***


Tidak jauh dari tempat Oriza dan Cahyana, ada sepasang mata yang terus saja mengikuti mereka. Seseorang itu ingin memotret Cahyana dan Oriza namun sepertinya urung, alhasil dia hanya mengirim pesan ke pada seseorang.

__ADS_1


***


Dengan segera Oriza berjalan sedikit berlari menuju bus D yang dia tempati. Di belakang, Cahyana tiba-tiba pergi mendahului nya tanpa sepatah katapun.


Tiba di dalam bus dan di kursi yang sama, Cahyana menarik nafas setelah dia duduk di kursi samping Oriza. Nafas Cahyana tersenggal-senggal karena mengejar Oriza sambil menggendong Use.


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba lari meninggalkan Aa?". Cahyana bertanya di sela-sela nafasnya yang tersenggal.


"Tidak apa, aku hanya takut ketinggalan bus". Jawab Oriza, dan Cahyana hanya menghela nafas pelan.


***


Setelah beberapa saat duduk di dalam bus, salah satu panitia mulai mengabsen, takut kalau-kalau ada siswa atau siswi yang tertinggal.


Setelah di rasa semua aman dan sudah menduduki tempat nya masing-masing, barulah satu persatu bus meninggalkan tempat wisata Kawah Putih menuju tempat wisata yang ke dua yaitu kolam air panas Ciwalini.


Jarak dari Kawah Putih ke kola air panas Ciwalini adalah kurang lebih delapan kolometer atau sekitar dua puluh tiga menit menggunakan kendaraan roda empat.


Kolam air panas Ciwalini terletak di sebelah kanan jalan raya. Adapun tiket masuk jika perorang sekitar dua puluh ribu rupiah belum termasuk uang parkir.


Kolam yang ada pun bervariasi. Ada kolam untuk dua orang, kolam untuk keluarga, kamar rendam dan terapi ikan. Tentunya semua harga kolam itu pun bervariasi dan bayar lagi di luar uang yang telah di bayarkan di tiket masuk.


Wisatawan semakin dimanjakan dengan fasilitas yang ada di kawasan air panas Ciwalini. Wahana bermain anak seperti waterboom, flying fox, motor cross, sepeda tour dan berbagai jenis kendaraan ATV, gazebo atau pendopo, taman bermain, serta mushola juga tersedia di pemandian air panas Ciwalini.


Weekend adalah hari yang di tunggu-tunggu untuk berwisata, tidak terkecuali kolam air panas Ciwalini. Seperti nya orang-orang pun ingin menikmati hari libur nya dengan berenang, hingga tempat wisata ini sangat ramai pengunjung. Jangankan untuk berenang, karena begitu padat nya para pengunjung hanya bisa berendam saja di kolam.


Setelah berganti baju, Cahyana Oriza serta Use mulai memasuki kolam yang air nya tidak terlalu panas karena takutnya Use tidak kuat. Cahyana dan Use hanya menggunakan kaos oblong putih dan celana pendek, sedangan Oriza memakai baju panjang bewarna hijau dan celana training.


Sedang asik berendam sambil mengobrol, tiba-tiba ada yang memanggil Oriza.

__ADS_1


"Oriza". Oriza menoleh, dia tampah terkejut setelah melihat siapa yang Memanggilnya.


__ADS_2