MISWANA KU KEHILANGAN VOL. 1

MISWANA KU KEHILANGAN VOL. 1
Bab 24. Calon Ketua OSIS


__ADS_3

Di dalam kelas.


[Jangan lupa nanti istirahat ke kantor pak Iyan]. Ketua


[Oke siap]. Wakil ketua.


Teng... Teng... Teng...


Seperti yang sudah di janjikan, ketua dan wakil ketua OSIS berjalan beriringan menuju kantor Cahyana.


Dari kejauhan terlihat Cahyana sedang berdiri di depan pintu kantor nya mengawasi siswa-siswi.


Tapi tunggu...


Seperti nya mata Cahyana sedang fokus pada satu arah saja. Ketua dan wakil ketua itu mengikuti arah pandang Cahyana.


Rupanya pandangan Cahyana mengarah pada Oriza yang sedang duduk di bangku kantin, sedang mengobrol dengan salah satu siswa STM.


Ketua dan wakil ketua itu saling pandang lalu tersenyum.


"Assalamu'alaikum, pak". Dua orang anggota OSIS itu sudah sampai di depan Cahyana.


" Wa alaikumsalam, e-eh". Cahyana kaget dan gugup.


'Sejak kapan mereka ada di dekatku'. Cahyana tampak malu


"Maaf tadi pagi obrolan kita tidak selesai". Cahyana


"Tidak apa-apa pak". Ketua


"Terimakasih, ayo masuk". Cahyana mengajak ke dua orang itu masuk ke dalam kantor nya, karena tidak pantas jika membicarakan hal penting sambil berdiri.


Ketua dan wakil ketua OSIS itu mengangguk dan mengikuti langkah Cahyana dari belakang. Lalu duduk di kursi yang telah di tunjuk oleh Cahyana.


Cahyana dan ke dua orang itu duduk saling berhadapan, hanya terhalang oleh meja di antara mereka.


"Baiklah, apa yang ingin kalian bicarakan?". Cahyana memulai pembicaraan.


"Begini pak, ketua OSIS beserta jajaran nya sudah hampir selesai masa jabatan".


Cahyana mengedipkan mata sambil mengangguk.


"Selain masa jabatan yang sudah habis, kami dan anggota OSIS SMK kelas dua belas sebentar lagi akan menjalani serangkaian test untuk lulus dari sekolah ini.


Seperi Sidang PRAKERIN, Ujikom, serta ujian nasional, karena waktu yang cukup terbatas, Maka menurut saya sebaiknya ada pengangkatan Ketua dan anggota OSIS yang baru". Panjang lebar sang ketua menyampaikan maksud dan tujuannya.


"Apakah kalian sudah punya calon ketua OSIS yang baru?". Cahyana menanggapi obrolan dari sang ketua.


"Anggota sudah ada beberapa yang mencalonkan diri pak". Jawab ketua sopan


"Ohya? Siapa saja mereka?" Apa termasuk Oriza? Ucap Cahyana dalam hati tentunya.


"Ada Ilham kelas sebelas STM, dan Mila kelas sebelas Smea". Jawab wakil ketua OSIS menyebutkan beberapa orang anggota yang sudah mengajukan diri untuk menjadi ketua.


"Hanya dua kandidat?". Cahyana memastikan.


Ketua dan wakil ketua mengangguk.


"Bagaimana jika Oriza di masukkan sebagai kandidat?

__ADS_1


Agar kandidat lengkap tiga orang?". Cahyana mencoba mengusulkan


"Baik pak akan kami masukkan Oriza sebagai kandidat". Ucap ketua sambil menangguk.


"Kira-kira kapan waktu pemilihan tersebut?". Cahyana


"In Syaa Allah minggu depan pak.


Karena kandidat akan menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan semua siswa-siswi SMK saat upacara nanti". Ketua


"Baiklah bapak setuju". Ucap Cahyana sekaligus mengakhiri obrolan mereka.


***


Kumpul OSIS ketika pulang sekolah.


"Terimakasih untuk yang sudah hadir. Pertemuan mendadak kali ini hanya ada beberapa point yang akan saya sampaikan.


Yang pertama mengenai kandidat calon ketua OSIS yang baru yaitu Ilham, Mila, dan juga Oriza.


Yang kedua, visi dan misi ketiga kandidat calon ketua OSIS akan di sampaikan hari senin setelah selesai upacara". Wakil ketua


"Apakah ada pertanyaan?". Ketua


Oriza terlihat mengangkat tangan kanan nya.


"Kak saya kan tidak ada mengajukan diri untuk menjadi ketua OSIS". Oriza


"Ini sebagai pelengkap kandidat saja". Jawab ketua sambil tersenyum.


Tentu saja ini adalah usul dari Cahyana. Ketua pun menyadari bahwa sedari tadi Cahyana menyimak pembicaraan mereka di depan kelas.


"Untuk yang belum bisa jadi kandidat saya harap tidak berkecil hati. Siapapun yang nantinya akan menjadi ketua, kita tetaplah satu kesatuan". Ketua


"Terimakasih atas waktunya, Wassalam". Wakil ketua


Semua anggota membubatkan diri setelah menjawab salam dari wakil ketua OSIS.


***


[Kenapa tadi sepulang sekolah terlihat murung?]. Cahyana mengirim pesan kepada Oriza setelah selesai jam mengajar sore.


[Tidak apa-apa]. Oriza


[Ayo cerita, siapa tahu Aa bisa bantu]. Cahyana


[Aku hanya keberatan di usulkan sebagai kandidat calon ketua OSIS]. Cahyana hanya tersenyum membaca pesan balasan dari Oriza.


[Tidak apa-apa, lagian kan belum tentu terpilih menjadi ketua]. Cahyana


[Aku hanya tidak ingin terbebani dengan beban tanggung jawab di sekolah, aku hanya ingin fokus belajar]. Oriza


Setelah membaca pesan terakhir dari oriza, perasaan menyesal menyusup dalam hati nya. Namun entah mengapa Cahyana sangat percaya dengan kemampuan Oriza.


***


Beberapa waktu telah berlalu, hari Senin itu akhir nya tiba juga. Semua siswa-siswi beserta staff guru mengikuti upacara bendera dengan tertib.


Sudah beberapa kali upacara, Oriza selalu ada di belakang panggung untuk menyiapkan bendera dan melipatnya. Pernah sesekali yang melipat bendera bukan Oriza, tapi hasil nya malah kacau.

__ADS_1


Ada yang benderanya terbalik, atau yang paling parah benderanya berbelit. Namun setelah beberapa kali upacara dan Oriza yang bertugas melipat bendera, upacara pun berjalan dengan lancar.


Tidak ada insiden bendera terbalik atau pun benderanya yang berbelit.


Upacara bendera telai selesai, waktunya sesi pengumuman.


Yaitu mengumumkan beberapa kandidat calon ketua OSIS yang do sampaikan langsung oleh Cahyana sebagai pembina OSIS.


Tiba saatnya Oriza di panggil untuk naik ke atas podium menyampaikan visi misi nya sebagai ketua OSIS.


"Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhh


Bapak ibu guru yang saya hormati serta teman-teman seperjuangan yang saya sayangi.


Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih atas waktu yang telah diluangkan untuk menghadiri acara ini.


Saya juga berterimakasih atas kepercayaannya kepada saya sebagai kandidat ketua OSIS periode berikutnya.


Sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan diri saya kepada bapak dan ibu guru serta teman-teman. Nama saya Oriza Satifa dari kelas XI-A SMEA.


Menjadi seorang pemimpin memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi waktu dan proses akan mengajarkan segalanya.


Saya akan berusaha untuk terus belajar dan memberikan segala yang terbaik untuk kemajuan sekolah kita bersama.


Maka agar lebih mudah untuk mewujudkan hal tersebut saya akan menyampaikan visi dan misi osis.


Untuk memaksimalkannya saya membangun visi yaitu :



Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan tentram bagi seluruh siswa-siswi, guru, dan karyawan


Mewujudkan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah



Agar visi saya dapat tercapai secara optimal maka ada beberapa misi yang saya rencanakan untuk mendukung visi tersebut, yaitu:



Mengadakan kegiatan dengan tidak membedakan antara senior dan junior


Merawat dan menjaga fasilitas sekolah dengan menerapkan program 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)


Meningkatkan hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah melalui kegiatan organisasi



Demi memaksimalkan hasil kerja dari realisasi visi dan misi osis tersebut maka kami akan memperbaiki program serta hasil kerja osis di periode sebelumnya yang telah dievaluasi.


Sehingga ke depannya akan ada perubahan yang dilakukan pihak osis dari waktu ke waktu sesuai dengan visi dan misi yang telah saya sampaikan.


Sekian penyampaian visi misi calon ketua osis yang bisa saya sampaikan, apabila nantinya saya diberikan kepercayaan menjadi ketua osis maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan visi misi tersebut dengan baik.


Terimakasih atas perhatian bapak dan ibu guru serta teman-teman sekalian, akhir kata.


Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhh".


Panjang lebar Oriza menyampaikan sambutan dan visi misi nya sebagai calon ketua OSIS, serta di akhir dengan tepuk tangan siswa-siswi juga staff guru yang ada di lapangan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2