MISWANA KU KEHILANGAN VOL. 1

MISWANA KU KEHILANGAN VOL. 1
Bab 18. Penggerebekan


__ADS_3

Nama nya pak Tatang, seorang satpam yang bekerja di salah satu sekolah tepat nya di SMK Bandung Raya.


Pa Tatang pulang satu minggu sekali atau dua minggu sekali, karena jarak rumah dan tempat kerjanya yang cukup jauh, serta dia tidak mempunyai kendaraan jika harus pulang pergi.


Malam itu pak Tatang tidak pulang, dia menginap tidur dan bermalam di mes yang telah di sediakan oleh pihak sekolah.


Sayup-sayup terdengar suara ribut-ribut di luar gerbang, tadinya pak Tatang tidak peduli. Tapi akhir nya pak Tatang bangun juga dari tidur nya, takut juga jika keributan tersebut mengancam keamanan sekolah.


Di seberang sekolah, samar ada seorang wanita yang di seret keluar menuju halaman toko bangunan yang tidak terlalu luas.


Tadi nya pak Tatang hanya iseng untuk mem video. Namun saat pak Tatang mendekat ke arah kerumunan, betapa terkejut nya dia, bahwa seorang wanita itu adalah Dini. Ya Dini, istrinya Cahyana.


Pak Tatang mematikan video nya dan mencoba bertanya kepada salah satu bapak-bapak yang tadi menarik Dini.


"Ada apa ini pak?".


"Ini dia telah berbuat mesum di kontrakan pak haji".


"Padahal wanita itu juga bersuami". Deg jawaban dari bapak yang satunya lagi membuat pak Tatang terkejut.


"Apa bapak-bapak sekalian tau siapa suami dari wanita itu".


"Tidak". Sedikit bernafas lega mendengar jawaban bapak-bapak itu.


"Mungkin lelaki yang bersamanya itu adalah suaminya pak". Pak tatang pura-pura tidak tau.


"Coba deh bapak aktifkan bluetooth biar saya kirim video nya. Biar bapak bisa menyimpulkannya sendiri". Pak Tatang mengangguk lalu mengotak-atik ponsel nya.


Terkirim.


Pak Tatang langsung memasukkan hp nya ke dalam saku celana, dia tidak langsung membuka dan melihat video itu.


Di kerumunan tersebut terdengar beberapa umpatan,


"Dasar wanita tidak tau diri".


"Lelaki suka jajan".


"Suami lelah bekerja dia malah mesum".


"Apa tidak malu mesum di rumah ibu sendiri".

__ADS_1


"Seret saja keduanya ke polisi".


"Beritahu suaminya". Terlihat Dini menggeleng cepat.


Dan masih banyak lagi kata-kata yang tidak enak untuk di dengar.


***


'Sial! Sial! Aku ketahuan warga mana sampai di grebek lagi'. Umpat Dini dalam hati sambil tertunduk.


mungkin Dini lupa, kalau hari sial memang tidak ada tanggal merah di kalender. Serapat-rapatnya mengubur bangkai, baunya pasti tercium juga.


Bayangannya, pasti Cahyana akan menggugat cerai.


Anak-anak akan di bawa Oleh Cahyana karena aku tidak punya pekerjaan, sedangan meraka sudah tidak asi kecuali si bontot Nazwa.


Di sela keramaian tersebut, datanglah ibunya Dini sambil membawa Annisa dan Nazwa dalam gendongan. Ibunya menangis tersedu, namun tidak banyak yang bisa dia lakukan.


Akhirnya, pak RT meminta ibunya Dini untuk meninggalkan kontrakan tersebut dan membawa semua barang yang ada.


Mau tidak mau ibunya langsung mengemasi barang-barang yang bisa di bawa malam ini, urusan kasur, piring, lemari dan barang berat lainya bisa nanti dia bawa kembali.


***


Pagi hari Cahyana tiba di hadapan pak Tatang yang sudah menunggunya di depan gerbang.


"Mana buktinya". Tanpa basa-basi Cahyana langsung saja menanyakan bukti itu.


Pak Tatang langsung memberikan video yang ada pada ponsel nya. Cahyana terkejut, rupanya di dalam video tersebut adalah adalah seorang wanita dan laki-laki yang sedang berpelukan.


Belum putar video itu, Cahyana malah mengirimkan video tersebut ke ponselnya melalui sambungan bluetooth dan mengahapus video yang ada di posel Pak Tatang.


Namun sebelum nya Cahyana sudah melihat video Dini bersama laki-laki serta di arak ke halaman toko bahan bangunan.


"Terimakasih pak". Cahyana memberikan kembali ponsel milik pak Tatang dan di terima dengan anggukan.


Cahyana berlalu dari hadapan pak Tatang, dan berjalan sedikit tergesa menuju kantor nya. Cahyana menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan. Menyiapkan diri jika apa yang nanti dia lihat akan melukai hatinya.


Play. Cahyana mulai memutar video yang tadi di kirim dari ponsel pak Tatang.


Dalam video tersebut, cuaca yang sedikit redup seperti itu rekaman video sore hari. terlihat seorang laki-laki berbadan besar namun tidak terlalu tinggi berjalan menuju kontrakan mertuanya, dia mengetuk pintu dan yang membuka pintu tersebut ternyata adalah Dini tidak lain adalah Istri Cahyana.

__ADS_1


Mereka berciumam dengan kondisi pintu yang terbuka, lalu Dini menarik laki-laki itu masuk ke dalam rumah.


tidak berapa lama, ibunya Dini keluar rumah sambil menggendong Nazwa dan menuntun Annisa dengan membawa tas yang tidak terlalu besar.


Di video yang ke dua, terlihat seorang laki-laki bertubuh tinggi dan berbadan besar dengan perut buncitnya datang menghampiri Dini yang sedang berada di luar, seperti nya memang Dini menunggu ke datangan pria tersebut.


saling berpelukkan, cium pipi kanan dan pipi kiri. Dini memeluk pinggang pria itu dan membawanya masuk.


Tentunya itu adalah video dari rekaman cctv yang ada di dekat kontrakan pak haji.


Di video ke tiga, adalah video amatir yang di ambil dari ponsel warga yang menggrebek. Warga pun menunggu dengan sabar agak laki-laki dan perempuan yang ada di dalam menuntaskan hasratnya terlebih dahulu. Agar ketika di seret keluar, laki-laki dan perempuan itu sudah memakai baju nya kembali dengan lengkap.


Tentu Cahyana sangat marah dengan kejadian ini, 'berarti isu dan gosip itu bukanlah hanya sekedar cerita, itu adalah nyata dan sekarang terbukti'


Rasanya Cahyana ingin sekali melempar hp nya.


***


[Nanti pulang sekolah main ke Bandung kota yu]. Cahyana mencoba mengalihkan pikirannya dengan mengirim pesan kepada Oriza.


[Ayo, aku ingin membeli buku di pedagang kali lima dekat mesjid agung Bndung]. Cahyana tersenyum, kebetulan sekali


[Mau pulang dulu].


[Iya seperti biasa].


[Baiklah Aa akan izin tidak mengajar jam sore].


[Oke].


'Rasanya ingin segera selesai saja kegiatan belajar mengajar ini' Gumam Cahyana lirih, tapi dengan rait wajah yang semangat.


beralih pikiran pada Dini,


'Tidak ku sangka kau menghianati ku dengan nyata, dengan semua sadarmu'


Berulang kali Cahyana mencoba untuk menghubungi Dini Namun tidak di angkat, bahkan nomor telpon nya tidak aktif. Tidak lupa, Cahyana juga menghubungi mertuanya namun nihil, nomor nya pun tidak aktif.


'Pergilah kemana pun kau mau, tapi jangan bawa anakku'


Aku benci padamu, ibu dari anak-anaku.

__ADS_1


__ADS_2