
Hari itu keluarga besar yayasan SMK Bandung Raya berkumpul. Ya, hanya keluarga besar tidak termasuk guru-guru yang mengajar. Karena ini acara keluarga.
Anak bungsu dari pemilik yayasan berulang tahun hari ini. Adinda, bertambah usianya serta untuk merayakan lulusnya Adinda dari Universitas Institut Teknologi Bandung dengan nilai cumlaude.
Semua keluarga besar berbahagia, bagaimana tidak Adinda adalah salah satu siswi muda berprestasi di Universitas tersebut.
Setelah keluarga besar berfoto di studio, mereka semua pulang kerumah dinas yang bertempatkan di SMK Bandung Raya. Ceritanya rumah dinas padahal itu rumah pribadi yang di rancang sedemikian rupa agar menyerupai kantor.
***
Norma pemilik kantin, seorang istri dari salah satu anak pimpinan yayasan yaitu bernama Pedro. Di suatu malam mereka berbincang tentang keseharian mereka masing-masing.
Hingga akhir nya Norma bercerita tentang Cahyana yang menitipkan uang nya di kantin hanya untuk sebagai uang jajan Oriza.
"Pah, beberapa waktu yang lalu ada pak Iyan ke kantin". Norma mulai bercerita.
" Apa dia membeli sesuatu?". Tatapan Pedro kepada Norma penuh tanda tanya, belum memahami kemana sebenarnya arah pembicaraan Norma.
Norma hanya menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan suaminya itu. "Pak Iyan hanya menitipkan uang". Sambil menatap Pedro, Norma ingin melihat bagaimana reaksi suaminya itu.
"Hhheeeemmmm, lalu?". Pedro mengkerutkan kening, masih tidak mengerti.
" Pak Iyan menitipkan uang sebesar seratus lima puluh ribu rupiah hanya untuk uang jaja Oriza". Sambil menghela nafas Norma bersandar pada dada bidang suaminya.
"Ada hubungan apa pak Iyan denga Oriza sampai dia menanggung uang jajannya?". Pedro balik bertanya kepada Norma.
" Aku pun tidak tahu pah, itu sebabnya aku bercerita kepada papah. Siapa tahu papah mengetahui sesuatu". bercerita sambil bersandar dan mengusap dada bidang sang suami membuat Norma merasa nyaman.
"Aku malah baru mengetahui perihal ini, kamu juga tahu sendirikan mah aku jarang sekali masuk ke ruang guru, jadi aku tidak tahu gosip apa yang sedang hangat di perbincangkan". sambil mengelus tangan sang istri, Pedro mengurai apa yang ada di pikirannya.
__ADS_1
"Nanti akan coba aku tanyakan kepada saudara-saudaraku, mana tahu mereka ada mengetahui sesuatu". Lagi Pedro menambahkan sekaligus menutup perbincangan suami istri itu.
***
Ketika selesai makan-makan, seperti biasa akan ada dua kubu di rumah itu. Yang satu kubu wanita dan yang satu lagi kubu lelaki kaum bapak-bapak.
Rupanya kubu kaum bapak-bapak ini tak kalah heboh dari kubu kaum ibu-ibu, mereka juga saling bercerita, saling berbagi keluh kesah dan saling memberi solusi.
" Apa kalian mengetahui gosip hangat yang sedang menjadi perbincangan di sekolah?". Pedro memulai pembicaraan.
"Hah? Memangnya gosip apa?". Fajar kakak dari pedro menyahut. sebenarnya Fajar juga adalah salah satu guru dan wali kelas di SMK Bandung Raya, tapi karena Fajar jarang ke ruang guru jadi dia tidak tahu ada perkembangan informasi apa.
"Dua hari yang lalu istriku bercerita, kalau Iyan ada menitipkan uang sebesar seratus lima puluh ribu rupiah hanya untuk uang jajan Oriza. Jadi jika Oriza jajan tinggal potong dari uang yang Iyan titipkan". Bercerita tanpa embel pak di depan nama Cahyana karena memang mereka seumuran, perbedaan umur mereka tidak terlalu jauh.
"Benarkah? Waaaahhhh bisa jadi bahan perbincangan baru nih". Ghani adik dari pedro itu juga ikut bersuara, pasalnya terkadang Ghani sedikit suka agak jahil kepada Iyan, karena dia yang paling seumuran dengan Iyan.
Namun walaupun di usianya yang tak terlalu muda, selain Ghani juga adalah seorang guru di SMK Bandung Raya, Ghani juga masih saja suka jahil dan tengil kepada kakak dan adiknya, apalagi kepada yang seumuran dengannya.
"Tatapn Iyan kepada Oriza itu seperti tatapan orang yang sedang berbunga-bunga, seperti orang yang sedang jatuh cinta". Lanjut bu Widi menambahkan, saat dia melewati kubu kaum bapak-bapak tidak sengaja bu Widi mendengar cerita, Jadilah diapun ikut bergabung.
Selain sebagai petugas absensi, ternyata bu Widi juga adalah kakak tertua dari Fajar, Pedro dan Ghani. mereka adalah lima bersaudara di tambah dengan Sandi.
Namun Sandi tidak mengajar dia bukan seorang guru, namun Sandi menjabat sebagai kepala keuangan atau sebagai kepala perbendaharaan di SMK Bandung Raya tersebut.
Jadi jelas sekali bahwa Sandi yang paling tertinggal informasi. Setelah memberikan sedikit informasi tentang Cahyana, bu Widi pun melanjutkan tujuannya menuju toilet.
"Hhaahahha. Apakah ini yang di namakan puber ke dua". Ghani malah tertawa mendengar penjelasan yang di sampaikan oleh bu Widi.
" Hhhhhusssttt... Sembarangan kamu ngomong. puber ke dua itu biasa terjadi pada lelaki yang genap berusia 40". Fajar sedikit memukul pundak adiknya itu.
__ADS_1
"Habis nya dia itu lucu sekali, sudak punya istri dan tiga anak masih saja menginginkan mangga muda". Ghani menggeleng-gelengkap kepala nya, tidak mengerti dengan jalan pikirin temannya yang bernama Cahyana itu.
" Sudah-sudah kita tunggu saja nanti perkembangan informasnya seperti apa". Terang Pedro mensudahi obralan tentang Cahyana.
***
Setelah beberapa hari ini mendata dan memastikan siapa saja yang akan ikut berlibur ke Ciwalini dan Kawah Putih, tempat yang akan di kunjungi melalui hasil voting.
bersyukur banyak peminat, mulai dari kelas sepuluh hingga kelas dua belas. Dari dua belas kelas yang ada, termasuk Smea dan STM, data yang akan mengikuti liburan kali ini mencapai tiga ratus orang yang terdiri dari siswa dan siswi beserta guru lainnya.
Sekretaris dan ketua OSIS juga telah mengajukan proposal kegiatan yang alhamdulillah telah di acc oleh kelapa dan bendahara sekolah.
[Oriza, apakah akan mengajak orang lain saat pergi nanti?]. Cahyana memastikan dengan siapa Oriza akan pergi.
[Tidak, saya sendiri saja]. Balas Oriza.
[Baiklah. Jaga kesehatan]. Tersenyum senang Cahyana membaca balasan dari Oriza.
[Apakah besok ada acara?]. Berhubung besok adalah hari libur, Cahyana berencana akan mengajak Oriza jalan-jalan ke Bandung kota.
[Tidak, lagian aku tidak pernah kemana-mana]. Jawaban Oriza membuat Cahyana senang.
[Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?]. Berharap semoga Oriza tidak menolaknya.
[Jalan-jalan kemana?]. Tanya Oriza Penasaran.
[Ke Bandung Kota, besok Aa jemput yaa]. Dengan hati yang berbunga-bunga. Sambil memainkan ponsel, Cahyana pun tampak senyum-senyum sendiri.
Membayangkan besok adalah hari pertama kali Cahyana akan pergi berdua bersama Oriza, hati nya berbunga-bunga. Tak sabar ingin segera berganti hari.
__ADS_1
Cahyana tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedari tadi sembunyi-sembunyi dan memperhatikannya dengan ekspresi yang tidak dapat di gambarkan.
Rupanya sepasang mata itu adalah milik.....