
Seorang gadis memanggil dan mendekati Oriza, Oriza tampak terkejud ketika tahu siapa yang memanggilnya. Sedetik kemudian Oriza tersenyum cerah dan keluar dari kolam untuk menghampiri gadis itu.
'Siapa gadis itu?'. Cahyana menautkan alisnya seperti sedang berfikir , lalu Cahyana hanya diam saja melihat Oriza dan gadis itu berlalu dan pergi meninggalkan Cahyana yang sedang bersama Use.
Tidak berapa lama Cahyana mengajak Use untuk berhenti sesi berendam karena memang sudah cukup lama Use berada di dalam kolam. Sebelum bilas dan mengganti pakaian, Cahyana mengajak Use untuk makan terlebih dahulu.
Memakan makanan yang Cahyana bawa dari rumah, nasi plus mie goreng Cahyana siapkan untuk makan Use. Satu suap, dua suap namun rupanya pikiran Cahyana tidak konsen saat menyuapi Use. Hati dan pikiran nya terus saja tertuju kepada Oriza.
Pasalnya, setelah Oriza di panggil oleh gadis itu, Oriza belum juga kembali dan menghampiri Cahyana. Setelah selesai menyuapi Use, Cahyana dan Use hanya diam menunggu Oriza dengan perasaan khawatir.
"Ayah kakak kemana?". Tak di sangka Use pun menyadari bahwa Oriza tidak ada.
"Kakak sedang mengobrol dulu sama temannya". Mendengar jawaban dari ayahnya, Use mengangguk.
Beberapa saat kemudian, Oriza datang menghampiri Cahyana sudah dalam keadaan rapih. Rupanya Oriza sudah mandi dan berganti baju.
Cahyana sediki melotot karena dia sama sekali tidak menyadari bahwa tas Oriza tidak ada, Cahyana hanya menggeleng merutuki kebodohannya.
"Kenapa melihatku seperti itu?". Oriza bertanya karena melihat Cahyana yang terlihat sedang melamun.
" Hah? Ah tidak".
"Aa mau bilas, boleh titip Use sebentar?". Sebenarnya Cahyana ragu mengatakan hal itu takut Oriza keberatan.
"Pergilah, Use biar aku yang urus". Cahyana sedikit tersenyum mendengar jawaban Oriza, apakah itu artinya Oriza menerima anak dari Cahyana? Entahlah.
Cahyana pun berlalu setelah mengangguk kepada Oriza. Sebenarnya Cahyana khawatir Use kenapa-kenap, namun dia tepis. Mana mungkin Oriza berbuat yang tidak-tidak kepada Use.
Lama Cahyana untuk bilas dan berganti baju, pasalnya ruang ganti itu cukup padat, penuh, dan antrian panjang. Lalu Cahyana memutuskan untuk bilas di kamar mandi saja, karena di sana tidak terlalu antri.
***
Dengan cekatan Oriza membilas Use dengan air botol mineral. Sengaja tidak ke ruang bilas, karena Oriza tahu di sana sangat padat dengan antrian panjang, sementara Use juga nampak sudah kedinginan.
Membantu memakaikan pakaian dalam milik Use, lalu mengganti baju dengan bersih lalu menyisir rambut Use. Tentu sebelumnya Oriza mengoleskan minyak kayu putih terlebih dahulu agar Use tidak terlalu kedinginan.
__ADS_1
***
Tiba giliran Cahyana untuk masuk ke dalam kamar mandi, dia mandi bilas dan ganti baju secara cepat karena khawatir dengan Use.
Beberapa saat kemudian Cahyana telah siap dengan pakaian barunya. Keluar dari kamar mandi, Cahyana mempercepat Jalannya untuk menuju tempat dimana Use dan Oriza berada.
Saat beberapa langkah lagi akan sampai ke tempat dimana Oriza dan Use menunggu Cahyana, dia menghela nafas lega. Selain Use dan Oriza masih berada di sana, Cahyana juga melihat Use telah rapih dan berganti pakaian.
Sambil berjalan perlahan, dari kejauhan Cahyana melihat dua orang yang begitu akrab. Oriza dan Use sedang makan cemilan sambil mengobrol dan sesekali mereka tertawa.
"Ramai sekali". Cahyana mencoba menyapa Oriza. tetapi yang di sapa hanya mengangguk saja.
"Ayo, sebagian yang lain sudah meninggalkan tempat menuju bus". Cahyana membawa Use dalam gendongannya dan membawa tas, tas yang satu Cahyana bawa di punggung, sedangan tas yang satunya lagi dia bawa di tangan.
***
beberapa siswa siswi yang telah bersiap satu persatu meninggalkan tempat menuju bus yang tadi membawa mereka masing-masing.
guru beserta panitia meninggalkan tempat paling akhir karena terlebih dahulu memastikan anak-anak tidak ada yang tertinggal. Sebelum nantinya panitia juga mengabsen ulang setelah semua berada di dalam bus.
"Terimakasih telah mengurus Use". Cahyana menatap lalu merapihkan barang-barang nya.
"Kakak aku mau melihat jendela". Oriza dengan sigap menggendong Use dan Cahyana pun memberikan Use kepada Oriza.
Satu persatu bus keluar parkiran munuju arah pulang, Use dan Oriza asik bercerita sambil ngemil lagi makanan yang di bawa. Mungkin karena suhu dingin jadi bawaannya lapar terus.
Bus melaju dengan kecepatan sedang, karena kondisi jalan yang menurun juga keadaan jalan tidak terlalu rata.
Beberapa saat kemudian, Oriza dan Use tidak lagi bersuara. Keduanya sudah tidur cukup lelap, mungkin karena badan yang lelah dan perut yang kenyang, Oriza dan Use jadi cepat tidur.
***
"Dimana". Dini mengirim pesan
"Di sentra oleh-oleh masih di kawasan Kawah Putih". Ucap Desi.
__ADS_1
"Kamu mengikuti mereka?". Dini bertanya lagi.
"Iya, aku berada tidak jauh dari mereka".
"Seperti nya Oriza melihatku". Desi mengirim dua pesan.
Dini duduk termenung di sebuah bale dekat dapur milik orang tua Cahyana, dapur tersebut berada di luar rumah karena menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu. Sedangkan rumah Cahyana dan rumah orang tuanya saling berhadapan.
Dini memikirkan lagi beberapa rencana agar Cahyana dengan Oriza tidak saling berhubungan lagi. Ya, pasalnya setelah Oriza tahu Cahyana telah memiliki anak mereka bahkan terlihat semakin dekat.
Dini mengetahui semua ini dari adiknya, Desi. Dia sengaja menyuruh Desi untuk memata matai Cahyana.
'Biarkan saja, biar Oriza melihat adikku Desi agar dia mengadu pada Iyan. Agar Iyan pun menyadari bahwa aku telah mengetahui hubungan mereka'. Gumam Dini sedikit membara. Jika bisa terlihat, mungkin kini di mata Dini ada kilat api.
"Ayah sudah sampai mana". Dini menelpon Cahyana.
"Ini sedang perjalanan pulang". Cahyana menjawab dengan nada bicara sedikit pelan.
"Kenapa bicaranya berbisik". Dini merasa heran karena memang dia pun tidak mendengar suara Use.
"Use sedang tidur, kasihan dia mungkin dia lelah". Jawab Cahyana, Dini hanya mengangguk tanpa terlihat oleh Cahyana.
"Baiklah, jika sudah dekat kabari aku". Dini berpesan.
"Iya". Mereka sepakat untuk memutuskan telpon setelah selesai pembicaraan.
Cahyana berbicara sedikit berbisik karena dia takut, takut Oriza bangun atau bahkan mendengar Cahyana sedang menelpon.
Dini tidak mengetahui kalau Cahyana dengan Oriza duduk bersisian satu kursi, karena Desi beda bus dengan Oriza, jadi Desi pun tidak mengetahui hal ini.
***
Oriza dan Use tidur lelap sekali, hingga Oriza tidak sadar bahwa bus sudah berada di dekat gapura menuju rumahnya.
"Sudah mau sampai". Cepat Cahyana membangunkan Oriza.
__ADS_1
Oriza terjaga dari tidur nya, sedikit mengucek matanya yang perih karena masih mengantuk. Oriza pun memberikan Use yang masih lelap dalam tidurnya kepada Cahyana.
menyiapkan tasnya, Oriza lalu melangkah menuju pintu bus. Setelah dekat gapura sopir bus menghentikan bus nya dan Oriza pun turun setelah pamit kepada Cahyana.