My Arrogant Woman

My Arrogant Woman
Sedikit membebaskan


__ADS_3

Perlahan Dea membuka matanya ketika merasakan tempatnya yang tiba-tiba menjadi sesak. Matanya melotot terkejut melihat wajah Richie berada tepat di depannya. Namun Dea segera meredam keterkejutannya.


Saat ini suaminya tertidur dengan pulas. Tangannya memeluk pinggang Dea, namun Dea tak berusaha untuk melepaskannya. Yang dilakukan gadis itu malah terdiam memandangi wajah Richie.


Perlahan tangannya menyentuh wajah Richie. Matanya, hidungnya, pipinya, hingga sudut bibir Dea melengkung ke atas.


Ketika terasa pergerakan dari Richie, Dea kembali berpura-pura tertidur. Jantungnya terpompa begitu cepat. Hampir saja dirinya ketahuan menyentuhi wajah Richie.


Sementara Richie pun tersenyum kala melihat pemandangan pertama kali oleh matanya. Wajah cantik istrinya, begitu lama ia mendambakan hal seperti ini. Dan akhirnya sekarang terwujud.


Walaupun istrinya belum mencintainya, tapi Richie akan terus berusaha untuk membuat istrinya sepenuhnya mencintainya. Walaupun akan terasa begitu sulit.


"Sayang, bangunlah." Richie perlahan mengusap-usap pipi istrinya dengan lembut. Ini adalah momen pertama yang mengesankan bagi Richie.


Sementara Dea semakin berdesir merasakan perlakuan Richie. Dea berpura-pura menggeliat seraya membuka matanya. "Huwaaah, apa sudah pagi?" ucap Dea seraya menguap.


Namun itu malah membuat Richie begitu susah untuk menelan ludahnya. Rasanya ia ingin sekali menerkam Dea saat ini juga.


"Apa Kau berniat untuk menggoda ku, Nona Richie," ucap Richie menatap Dea penuh arti.


Dea masih meredam detak jantungnya. Saat ini dia menjadi begitu gerogi. "M-menggodamu? Aku tidak menggodamu." Dea mengalihkan wajahnya yang ditatap Richie dengan tatapan menggoda.


"Lalu kenapa semalam Kau bisa berada di sofa ku? Apa semalam Kau menunggu ku?"


"Mana mungkin, Aku tidak menunggumu. Semalam kan Kau pergi setelah Aku tertidur," ucap Dea.


"Tuh kan, darimana Kau tahu jika Aku pergi semalam? Apa jangan-jangan semalam Kau hanya pura-pura tidur?" Richie mengerutkan keningnya. Mungkinkah dugaannya benar.


"A-aku... Aku...." Dea tergagap. Jantungnya mau copot karena ketahuan.


Melihat Dea yang tergagap membuat Richi yakin kalau istrinya semalam hanya pura-pura tidur ketika dirinya pergi. Itu menandakan bahwa Dea sudah mulai ada rasa kepadanya.


Richie kemudian menarik Dea masuk kedalam pelukannya. Membuat sang empunya begitu terkejut saat tubuhnya tertarik kedalam pelukan Richie yang begitu hangat.

__ADS_1


"A-apa yang k-kau lakukan. Cepat lepaskan Aku." Dea berusaha melepaskan diri. Tapi pelukan Richie begitu kuat. Hingga ia kalah tenaga untuk melepaskannya.


"Berhenti bergerak, biarkan seperti ini sebentar saja," ucap Richie yang membuat Dea berhenti bergerak. Entah mengapa permintaan Richie bagaikan perintah yang tak terbantahkan.


Berkali-kali Dea menelan cairan dari mulutnya untuk membasahi kerongkongannya. Jantungnya berdegup sangat kencang. Pun Dea juga merasakan bahwa jantung pria yang memeluknya juga sama seperti dirinya.


"Dea, apa sedikit pun kamu belum merasakan cinta padaku?" tanya Richie.


"Bukankah dulu Aku pernah mengatakan jika Aku tidak ingin masuk dalam sebuah kerumitan cinta. Cinta terlalu menyakitkan."


"Tapi cinta juga terasa begitu indah ketika Kita sama-sama mengungkapkannya. Kita bisa melewati segala rintangan yang menghadang nantinya. Jika cinta kita kuat, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang tiada hentinya. Aku mau kita bisa berkomitmen dalam cinta itu, Dea. Aku mencintaimu," ucap Richie.


Ungkapan itu semakin membuat tubuh Dea memanas. Ia memberanikan diri untuk menatap wajah Richie.


"Kenapa Kau bisa begitu mencintai ku, Richie. Berikan Aku sebuah alasan kenapa Kau tidak menyerah saja."


"Cinta tidak pernah membutuhkan sebuah alasan, Dea. Tapi Aku juga memiliki alasan tersendiri mengapa Aku tidak ingin melepaskan mu. Kau sudah di takdir kan untuk ku, Dea. Bahkan sudah sejak dulu." Richie tersenyum.


Dea tidak mengerti dengan apa yang Richie ucapkan. Tapi dia bisa melihat sebuah ketulusan dari wajah Richie.


Mungkinkah Richie muak dengan dirinya karena dirinya terus saja ketus kepada suaminya. Bahkan sifat dirinya dan Hye jin berbanding terbalik. Dirinya yang begitu galak dan judes, sementara Hye jin yang begitu anggun dan lemah lembut.


"Kenapa Kau seyakin itu, jika kita sudah di takdir kan sejak dulu. Kita adalah orang asing yang tidak pernah saling mengenal. Lagipula bukankah sebelumnya Kau juga mencintai Moza?"


"Dulu kupikir juga begitu. Tapi entah kenapa setelah bertemu denganmu, semuanya berubah. Aku baru menyadari arti cinta yang ku rasakan pada Moza saat itu bukanlah cinta yang sebenarnya. Karena itu ternyata hanya sebatas rasa kagum, Moza adalah wanita yang kuat. Tapi berbeda ketika Aku bertemu dengan mu. Ada suatu getaran yang membuat ku tak ingin lepas darimu. Aku tidak tahu kenapa Aku bisa merasakan hal seperti itu. Tapi setelah Aku mengetahui jawabannya, Aku menyadari bahwa Kau sudah Tuhan takdir kan untuk ku."


Dea menatap kedalam mata Richie. Tak ada kebohongan di sana. Tapi ia terus saja membohongi hatinya untuk menerima ucapan suaminya.


"Sudah jangan terus memelukku. Lama-lama Aku bisa sesak napas nanti."


Richie pikir Dea akan sedikit luluh dengan ucapannya. Tapi ternyata istrinya terlalu keras kepala untuk menerimanya. Perlahan iapun melepaskan pelukannya.


Dea segera beranjak dari sana dan langsung memasuki bathroom.

__ADS_1


"Apa Aku terlalu kuat menggenggamnya sehingga dia ingin terus lari dariku? Baiklah kalau begitu. Aku akan sedikit membebaskan mu, Sayang." Richie bergumam.


Richie memutuskan untuk tidak akan lagi terlalu mengekang Dea dengan cintanya.


***


Tiga hari berlalu.


Dea merasa beberapa hari ini Richie begitu sibuk dengan pekerjaannya. Jika biasanya suaminya bisa berpuluh-puluh kali menghubunginya bahkan sampai mengirimkan ratusan pesan padanya.


Selama tiga hari ini Richie tidak mengirimkan pesan maupun menghubunginya. Dan itu semua membuat Dea menjadi begitu kepikiran.


"Kenapa Dia belum pulang? Apakah saat ini dia bersama Hye jin? Apa Aku terlalu keterlaluan kepadanya?" Dea merasa sangat bingung melihat perubahan Richie.


Bahkan sekarang ia sedang mencari jawaban dari pertanyaannya tentang perubahan suaminya dalam penelusuran di ponselnya.


Dan hasilnya membuat Dea melongo tak percaya. Kebanyakan jawaban dari penelusurannya adalah tentang perselingkuhan.


"Mana mungkin Richie akan melakukan hal itu? Ish... Jawaban yang aneh." Dea terkekeh. Tapi kemudian dia terdiam.


Dea mengingat dirinya yang selalu ketus dan galak kepada Richie. Tidak menutup kemungkinan jika Richie akan melakukan perselingkuhan suatu hari nanti.


Dea menggigit bibir bawahnya. Rasa cemas menjalarinya. Siapkah jika Richie tiba-tiba meninggalkan dirinya? Kenapa tiba-tiba dirinya begitu ketakutan hanya dengan memikirkan Richie yang akan meninggalkannya?


Dea kembali mengetikkan di kolom penelusuran tentang cara agar suami tidak berpikir untuk selingkuh. Beberapa hasil pun keluar. Dea semakin tercengang melihatnya.


Haruskah Dea melakukannya? Hasil itu menyebutkan bahwa jika tidak ingin suami berselingkuh maka istri harus memuaskannya di r.a.njang.


***


Ini bab yang paling othor tidak mengerti dengan apa yang othor tulis.


🤔🤔

__ADS_1


jangan lupa mampir ke karya "Hasrat Mencintai Suami Orang" 🥰🥰


__ADS_2