
Dea keluar dari ruangan Hye jin. Ia berhenti sejenak di depan pintu seraya memegangi dadanya. Ada yang terasa sesak di sana ketika melihat tatapan Hye jin kepada Richie.
"Kenapa dengan hatiku?" Dea menampik perasaannya, iapun segera pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli roti untuk Hye jin.
"Dea," sapa seseorang.
Mendengar namanya di panggil, Dea menoleh. Ia mengerutkan keningnya menatap seseorang yang menyapanya.
"Arsen? Apa yang Kau lakukan di sini?"
"Aku sedang menemani teman menjenguk seseorang. Kau sendiri, apa yang Kau lakukan di sini?"
"Aku sedang menjenguk seorang teman. Dia ingin makan roti, jadi Aku membelikannya," terang Dea. Setelah membayar, Dea segera pergi dari sana dan meninggalkan Arsen.
Namun Arsen langsung berjalan mengiringi Dea, membuat wanita itu menghentikan langkahnya.
"Jangan mengikuti ku, Arsen. Bukankah Aku sudah menyuruhmu untuk menjauhiku?"
"Aku tidak bermaksud apa-apa, Dea. Aku hanya ingin ada teman ngobrol saja selama di rumah sakit ini. Apa Kau keberatan?"
"Ya, Aku keberatan. Dan Aku harus segera memberikan roti ini untuk temanku." jawab Dea ketus. Lalu Dea kembali berjalan cepat meninggalkan Arsen.
Tapi Arsen masih saja mengikutinya.
__ADS_1
"Mau apa lagi sih! Sudah ku bilang jangan mengikuti ku, Arsen!"
"Aku ikut menjenguk temanmu saja, Dea. Daripada Aku sendirian di sini." Arsen menunjukkan raut wajah memohon.
"Kenapa Kau tidak ikut saja temanmu?"
"Dia sedang menjenguk kekasihnya, mana mungkin Aku menjadi obat nyamuk di antara mereka," jawab Arsen.
"Terserah! Tapi jangan buat keributan!" ancam Dea. Arsen mengangguk.
Dea segera memasuki ruangan Hye jin. Namun tubuhnya mematung kala melihat pemandangan di depannya. Suaminya sedang menyuapi Hye jin dengan tawa di antara mereka. Hatinya begitu tercubit melihatnya. Ada rasa ingin melarang suaminya agar jangan menyuapi Hye jin. Dea sungguh tidak rela.
Perlahan Dea mendekat. Agaknya mereka belum menyadari kehadiran Dea yang sudah berada di ruangan itu.
Arsen kini juga masuk kedalam ruangan tersebut. Dia sedikit tertinggal karena Dea berjalan sangat cepat di depannya.
"Ini roti yang Kau inginkan Hye jin," ucap Dea seraya berjalan mendekat dan menaruhnya di atas nakas. Sementara Richie menatap tajam ke arah Arsen, sesekali ia menatap istrinya.
"Kenapa Kau mengajak pria itu, Dea?" Richie terlihat begitu kesal. Hingga ia menaruh mangkuk bubur milik Hye jin.
Hye jin merasa kesal karena menurutnya Dea mengganggu momennya bersama dengan Richie. Baru beberapa suap saja Richie menyuapinya.
Lantas Richie langsung menarik tangan Dea dan memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
"Kau tenang saja, Aku tidak akan merebut istri mu. Aku juga tidak sengaja bertemu dengannya. Daripada Aku sendirian, jadi ku putuskan untuk ikut menjenguk teman Dea saja, ternyata Kau juga ada di sini." Arsen menjelaskan. Ia tidak ingin lagi mengganggu hubungan Dea. Tapi ia mengerutkan keningnya saat melihat Richie yang menyuapi teman Dea. "Tapi kenapa Kau menyuapi teman Dea? Apa Dea tidak akan cemburu melihat mu sedekat itu dengan temannya?" Arsen nampak berpikir.
Sementara Richie langsung menatap wajah istrinya. Benarkah istrinya akan cemburu? Tapi dia menyuapi Hye jin karena sebatas tak ingin penyakit gadis itu bertambah buruk. Tidak ada perasaan lainnya. Kalaupun Dea benar-benar cemburu, Richie sungguh akan merasa bahagia. Dengan begitu ia tahu jika Dea mencintainya.
Richie menelisik wajah Dea yang terlihat datar. Dirinya belum bisa memastikan apakah Dea cemburu padanya atau tidak.
"Lepaskan Aku, Richie. Lebih baik Kau teruskan menyuapi Hye jin. Sepertinya Aku harus pulang lebih dulu, ada hal penting yang harus kulakukan," ucap Dea berusaha melepaskan tangan Richie yang melingkar di pinggangnya.
"Tidak! Kita akan pulang bersama." Richie sedikit menyunggingkan senyumnya. Sepertinya ucapan Arsen terbukti.
"Tapi...."
"Arsen, bisa minta tolong untuk menemani Hye jin hingga Uncle Gemal datang?" pinta Richie.
"Daripada sendirian, bolehlah." Arsen menyetujuinya.
Sementara Hye jin merasa tidak rela jika Richie meninggalkannya. Entah apa yang terjadi padanya, Hye jin berpikir ingin kembali merebut Richie dari Dea.
"Hye jin, kami pulang dulu, ada Arsen yang akan menemanimu." ucap Richie. Dia langsung membawa istrinya keluar dari sana.
"Tapi Aku baru makan beberapa suap, Richie." Hye jin ingin menghentikan Richie.
"Arsen yang akan menyuapi mu." Richie berkata seraya berjalan keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Hye jin mendengus kesal. Dan itu tidak luput dari perhatian Arsen.
"Kau mengenal suami Dea?" tanya Arsen membuat Hye jin menatap pria di sampingnya.