My Arrogant Woman

My Arrogant Woman
Suami tak berguna


__ADS_3

"Nek, Aku ...." Hye jin sulit sekali untuk berkata.


"Karena Hye jin memang sengaja melakukan hal itu." Suara Uncle Gemal begitu lantang ketika memasuki ruangan rawat tersebut.


Hye jin semakin ketakutan. Mungkinkah Uncle Gemal mengetahui semuanya? Lalu bagaimana nasib dirinya nanti?


"Apa maksudmu, Gemal?" tanya Nenek yang juga ingin di ketahui oleh semuanya.


Sejenak Uncle menatap Hye jin. Pria itu sungguh tidak menyangka jika Hye jin yang selalu bersikap, dan bertutur kata baik ini akan tega melakukan hal yang sangat fatal ini.


Lalu Uncle Gemal mengambil ponselnya dan memberikannya kepada Richie. "Kau lihatlah ini, Richie."


Richie menerima ponsel yang di berikan oleh Uncle Gemal padanya. Di sana sudah ada rekaman cctv yang sudah Uncle Gemal salin ke ponselnya.


Sontak rahang Richie mengeras melihat apa yang terekam dalam cctv tersebut. Hye jin bukan hanya memfitnah istrinya, tapi Hye jin jugalah yang sudah menuangkan minyak di lantai tersebut.


"Kau ...." Richie menghampiri Hye jin yang nampak ketakutan menatapnya. Sorot wajah Richie berubah menjadi gelap.


"R-richie ...."


"Kenapa Kau melakukan semua ini kepada Dea, Hye jin! Kau sudah sangat keterlaluan! Apa salah Dea padamu huh!" Richie membentak Hye jin hingga gadis itu menangis.

__ADS_1


"A-aku melakukan itu ka-karena Dea sudah merebut semuanya dariku. Dia sudah merebut mu, dia sudah merebut Nenek. Dan Aku tidak ingin dia merebut hal lainnya lagi." Dea berusaha memberanikan diri untuk berkata.


"Sejak awal sudah ku katakan padamu jika Aku tidak pernah mencintaimu. Aku mencintai Dea. Dan aku bukanlah milikmu. Seharusnya Kau sadar itu! Dan sekarang Kau mau mencelakai Nenek juga huh!"


Mendengar ucapan Richie, Hye jin kembali egois. "Aku tidak pernah sekalipun ingin mencelakakan Nenek. Karena waktu itu tujuan ku hanya Dea. Aku ingin mencelakai istrimu, dan Aku tidak tahu jika Nenek yang malah terpleset. Seharusnya yang terpleset itu Dea. Bukan Nenek. Aku sangat membenci istrimu itu!"


Plak...


Richie menampar keras pipi Hye jin.


"Aku tidak akan memaafkan mu, Hye jin!"


Richie mencengkeram kuat leher Hye jin. Pria itu seperti seseorang yang sudah kehilangan akal, ia tidak memperdulikan apapun lagi.


"Iya, Richie. Kau jangan berbuat gila. Pikirkan tentang istri dan calon anakmu. Jika sampai Kau melakukan kebodohan, bagaimana dengan mereka? Apa Kau tidak memikirkan keluarga mu?" teriak Gemal kembali. Ia tidak ingin Richie sampai mencelakai Hye jin, dan memperburuk keadaan.


Perlahan Richie melepaskan tangannya dari leher Hye jin. Seketika saja Hye jin langsung terbatuk dan mengambil nafas dalam-dalam karena hampir kesulitan bernapas.


"Jika sampai terjadi apa-apa terhadap anak dan istri Ku, Aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkan mu!"


"Richie, jangan bertindak bodoh. Uncle sudah melaporkan semuanya kepada pihak kepolisan. Biarkan mereka yang mengurusi semuanya," ucap Gemal. Sementara Nenek benar-benar kecewa terhadap Hye jin. Bahkan yang lainnya juga sangat kecewa terhadapnya.

__ADS_1


Nenek tidak pernah menyangka Hye jin akan berbuat seperti ini. "Nenek sudah membesarkan mu sejak kecil, Hye jin. Kenapa Kau menjadi seperti ini? Nenek benar-benar kecewa kepada mu, Nak." Nenek menangis tergugu. Sementara Rebecca dan yang lainnya berusaha untuk menenangkannya.


"Nek, maafkan Hye jin. Maafkan Hye jin ...." Hanya itu yang yang dapat ucapkan. Saat ini dia benar-benar menyesali perbuatannya. Namun semuanya sudah tak berguna.


Richie hendak bergegas pergi dari sana. Ia ingin menemui istrinya di rumah dan meminta maaf kepadanya. Bahkan jika perlu ia akan bersimpuh di depan istrinya hingga sang istri mau memaafkan dirinya.


"Mau kemana Kau, Richie?" Suara Uncle Gemal menghentikan langkahn Richie.


"Aku mau menemui istri ku, Uncle. Aku harus meminta maaf padanya. Aku sudah sangat jahat sekali padanya, Uncle." Bibir Richie bergetar mengatakannya.


"Kau sudah tidak bisa menemui Dea lagi, Richie." Uncle Gemal menghela nafasnya sejenak.


"Kenapa, Uncle? Kenapa Aku tidak bisa menemui istriku?"


"Karena Dea sudah pergi. Uncle sendiri yang mengantarnya. Karena memang lebih baik seperti itu. Bukankah di sini tidak ada yang menginginkan dia?"


"Apa maksud Uncle?"


Semuanya terkejut mendengar penuturan dari Uncle Gemal.


"Ya, memang seharusnya Dea pergi. Kau tak pantas menjadi suaminya. Suami macam apa yang tidak mempercayai istrinya sendiri. Lebih baik Kau mengembalikan Dea kepada Arya. Sejak awal Kau terus mengatakan jika Kau sangat mencintai Dea. Kau juga bersikeras untuk menikahinya. Jika Kau hanya bisa menyakitinya sebaiknya Kau biarkan Dea pergi, Richie."

__ADS_1


"Uncle...!" Richie tak terima dengan ucapan Uncle Gemal. Dadanya sesak mendengar penuturan Uncle Gemal yang memang benar adanya. Dirinya adalah suami yang tak berguna.


__ADS_2