My Arrogant Woman

My Arrogant Woman
Pergi


__ADS_3

Seulas senyum hadir di sudut bibir Dea. Ia berpikir mungkinkah suaminya mempercayai dirinya?


"Sayang, setelah Nenek sadar nanti kita akan kembali pulang. Aku akan memaafkan mu atas semua yang terjadi ini. Aku tidak ingin kita saling diam seperti ini. Aku mencintaimu, merindukanmu, Sayang."


Seketika senyum itu luntur. Dea salah mengenai suaminya yang mempercayai dirinya. Ternyata pria ini masih saja menganggapnya yang salah di sini.


Dea melepaskan pelukan suaminya dan berbalik menatap nanar sang suami. "Aku pikir Kau mencintai ku, Aku pikir cinta mu kuat. Tapi sekarang Aku tahu bahwa Kau tidak benar-benar mencintai ku. Seharusnya cinta akan saling percaya. Tapi Aku salah, Kau masih saja menganggapku salah." Dea menghela nafasnya sejenak. "Tidak masalah bagi diriku jika keluarga mu menyalakan ku dan tidak mempercayai ku asalkan Kau percaya padaku. Tapi di sini Kau pun sama. Aku sangat kecewa padamu dan Aku sangat membenci mu!" Dea segera keluar dari kamar itu meninggalkan Richie.


Richie terdiam mematung. Kenapa istrinya terus mengatakan jika bukan dirinya pelakunya. Sementara dari penuturan Hye jin, Dea lah yang sudah mendorong tubuh neneknya.


Richie menyugar rambutnya kasar. Di sisi lain ia ingin percaya kepada sang istri. Namun sisi lainnya ia juga mempercayai Hye jin. Selama ini Hye jin tidak pernah berbohong, Hye jin begitu menyayangi neneknya. Tapi istrinya, sering sekali Dea mengatakan jika dia tidak menyukai berada di sini, Dea tidak suka dengan nya.


Richie benar-benar bingung di sini.


Dea berada di ruang makan, ia menumpahkan tangisannya di sana.


Tepat di saat itu Hye jin datang untuk mengambil air putih hangat. Dia tersenyum senang melihat Dea yang nampak begitu sedih.


Melihat kehadiran Hye jin di sana, Dea mengusap air matanya dan menghampiri Hye jin. Dea ingin tahu alasan Hye jin yang sudah mengatakan kebohongan itu kepada keluarga Richie.


"Hye jin, kenapa Kau mengatakan kepada semuanya hal yang samasekali tidak pernah ku lakukan?"


Hye jin tersenyum menatap Dea. "Karena Aku tidak ingin Kau berada di antara keluarga ini. Dan Aku ingin suamimu. Seharusnya Aku yang menjadi istri Richie, bukan Kau!" tunjuk Hye jin tepat ke arah Dea.


Dea tercekat mendengarnya. Ternyata Hye jin bukanlah gadis baik dan manis seperti yang ia kenal sebelumnya. "Kau sangat keterlaluan, Hye jin! Aku tidak pernah menyangka jika Kau ternyata adalah gadis yang begitu licik."

__ADS_1


"Kau yang membuat ku menjadi licik, Dea! Kau telah merebut Richie dariku, bahkan Kau juga mau merebut Nenek dariku! Sekarang katakan! Siapa yang salah di sini? Kau, Dea! Kau yang salah!"


"Aku tidak pernah merebut Richie dari mu. Richie sendiri yang tidak ingin menikah dengan mu. Bahkan Aku juga terus menolaknya. Tapi apa Kau lupa yang Kau katakan waktu itu? Kau menyuruhku untuk menerima Richie. Dan sekarang Kau mengatakan jika Aku yang merebut Richie darimu?! Dasar gadis gila!" ucap Dea.


Mendengar ucapan Dea yang menghinanya, Hye jin melayangkan tangannya untuk menampar Dea. Namun Dea mampu menepisnya dan mendorong tubuh Hye jin hingga tersungkur di lantai


"Dea! Apa yang Kau lakukan?!" Suara Richie menggema memenuhi seluruh ruang makan. Richie hendak mencari Dea, namun Ia terkejut saat melihat Dea yang dengan sengaja mendorong Hye jin.


Hye jin pun memanfaatkan keadaannya yang terjatuh itu. "Dea tidak suka dengan ku, Richie. Makanya dia sengaja mendorongku." Hye jin pura-pura menangis. Richie segera membantu Hye jin untuk berdiri.


Richie menatap Dea tajam. Ia tidak menyangka jika Dea menjadi seseorang yang begitu jahat seperti ini.


Sementara Dea menatap sinis suaminya.


"Apa?! Kau akan menyalahkan ku dengan yang ku lakukan?"


"Karena Aku mau membela diri. Aku tidak mau wanita gila itu terus menginjak-injak ku. Terserah Kau lebih percaya padaku atau padanya. Aku sudah tidak perduli lagi. Yang jelas Aku sangat membencimu, Richie!" Dea berlari dari ruang makan.


Dan lagi. Suaminya kembali menyalakan dirinya. Dea merasa sangat muak berada di sini. Di tempat asing yang membuat dirinya tak di terima di sana.


Dea bergegas menuju ke kamarnya. Dia langsung mengambil kopernya dan memasukkan pakaiannya. Dea memutuskan untuk pulang saat ini.


"Richie, kejarlah istrimu. Aku bisa berdiri sendiri," ucap Hye jin berpura-pura perduli.


"Tidak, Hye jin. Aku tidak ingin berdebat dengan Dea untuk saat ini. Lebih baik kita ke rumah sakit dulu. Auntie Rebecca menghubungi ku jika Nenek sudah siuman," ucap Richie.

__ADS_1


Hye jin terkejut. "A-apa? "


"Ya, Nenek sudah siuman. Sekarang Ayo kita ke sana. Setelah itu baru Aku akan menyelesaikan masalahku dengan Dea."


Hye jin mau tak mau harus ikut Richie ke rumah sakit. Walaupun saat ini dia begitu ketakutan jika Nenek sampai mengatakan jika bukan Dea yang mendorong Nenek hingga jatuh kepada semua orang.


Richie dan Hye jin segera meninggalkan rumah menuju rumah sakit.


Bersamaan dengan itu, Uncle Gemal datang memasuki rumah. Tadi setelah mengantarkan Hye jin pulang, Uncle Gemal bermaksud untuk kembali ke rumah sakit. Namun ia teringat sesuatu yang sangat penting.


Melihat semua orang menyudutkan Dea membuat Uncle Gemal begitu kasihan padanya. Pria paruh baya itu langsung menuju ke ruang cctv rumah itu. Dia yakin pasti semua kejadian di rumah ini akan terekam di sana.


Uncle Gemal segera memeriksa kejadian dimana Mama mertuanya terjatuh beberapa hari lalu. Dan hasilnya membuat Uncle Gemal tercekat. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia lihat di sana.


"Hye jin!" Uncle Gemal mengepalkan tangannya. Kini semuanya sudah terungkap.


Uncle Gemal segera keluar dari sana. Namun ia melihat Dea yang tengah membawa koper. Ia pun langsung berjalan menghampirinya.


"Dea, mau kemana, Nak?"


Dea menoleh. Air matanya kembali luruh. "Dea mau pulang, Uncle. Buat apa Dea di sini jika tidak ada yang menginginkan Dea. Mereka semua membenci Dea dan tidak percaya kepada Dea. Bukankah lebih baik Dea pulang, Uncle?"


Uncle Gemal memejamkan matanya sejenak. Ia dapat merasakan bagaimana perasaan Dea saat ini.


"Baiklah, Uncle akan mengantar mu. Uncle tidak ingin terjadi apapun dengan mu." ucap Uncle Gemal.

__ADS_1


Uncle Gemal tidak ingin melihat Dea tersakiti lagi dengan berada di rumah ini. Jadi ia membenarkan Dea untuk kembali. Sekaligus juga untuk memberikan pelajaran kepada keponakan bodohnya itu.


__ADS_2