My Arrogant Woman

My Arrogant Woman
Jangan ikut campur rumah tangga ku


__ADS_3

Uncle Gemal saat ini sedang mengobrol bersama dengan Richie. Mengenai bagaimana kecelakaan yang menimpa Richie terjadi.


Sementara Hye jin mengajak Dea untuk keluar dari ruang rawat Richie. Hye jin ingin mengatakan sesuatu kepada Dea.


Dan di sinilah mereka saat ini. Di taman rumah sakit.


"Apa yang ingin Kau bicarakan, Hye jin?" tanya Dea.


"Dea, Aku hanya ingin mengatakan padamu agar jangan bersikap kasar lagi kepada Richie."


"Maksudmu?" Dea tidak mengerti dengan arah pembicaraan Hye jin.


"Aku tahu Kau selalu bersikap kasar dan dingin kepada Richie, Dea. Aku menyerahkan Richie padamu karena Kau adalah wanita yang di cintai oleh Richie. Dia selalu melakukan apapun untuk membuat mu bahagia, jadi ku mohon Kau jangan bersikap kasar lagi dengannya."


Dea menanggapinya dengan tersenyum, walaupun dalam hatinya ia sedikit tersinggung dengan penuturan Hye jin.


"Sudah pasti Aku akan melakukannya, Hye jin. Richie adalah suamiku. Walaupun selama ini Aku suka berkata kasar padanya, tapi Aku menerima dia sebagai Suamiku. Dan perlahan Aku juga sudah melakukan tugasku sebagai seorang istri. Jadi Kau tidak perlu khawatir. Dan maaf, Hye jin. Aku tidak suka ada orang yang ikut campur dalam urusan rumah tangga ku."


"Maafkan Aku, Dea. Aku juga tidak bermaksud untuk ikut campur. Kecelakaan Richie membuat ku begitu khawatir padanya. Semua itu jadi mengingatkan ku dengan mu yang waktu itu selalu membenci Richie." Hye jin tahu Dea tidak nyaman dengan ucapannya. Tapi ia tidak tahan lagi jika dirinya melihat Dea yang bersikap seperti tidak menginginkan Richie. Dan kecelakaan ini, sejujurnya Hye jin menganggap ini salah Dea. Karena dari yang Hye jin dengar, Richie kecelakaan setelah mengantarkan Dea.


"Kau tenang saja, Hye jin. Mulai saat ini Aku akan menjadi istri yang baik untuk suamiku. Hingga dia tidak akan pernah melirik lagi wanita di luaran sana. Bahkan dari wanita yang mengejar-ngejar cintanya," ucap Dea. Dan itu sungguh membuat Hye jin menjadi begitu canggung.

__ADS_1


"Ya, syukurlah jika begitu. Lebih baik sekarang kita kembali."


Dea mengangguk. Kemudian Dea mendorong kursi roda Hye jin dan kembali ke ruang rawat Richie. Sesungguhnya perkataan Hye jin membuat Dea sangat tidak nyaman saat ini. Ia bisa melihat bahwa Hye jin masih begitu mendambakan sang suami.


Tapi kali ini Dea tidak ingin membiarkan siapapun untuk merebut suaminya. Bahkan jika Hye jin sekalipun.


***


Lima hari berlalu. Kondisi Richie kini sudah jauh lebih baik. Richie juga sudah kembali pulang ke rumahnya. Kondisinya yang membaik tidak luput dari perhatian Dea yang merawatnya. Dea akan sangat cerewet sekali agar Richie meminum obat tepat waktu. Menyuapinya makan, dan hal lainnya.


Sementara Richie merasa begitu bahagia. Dengan kondisinya yang seperti ini. Ia menjadi bisa terus menggoda sang istri. Bahkan ia sering mengerjai Dea untuk melakukan segala hal untuknya. Termasuk memuaskan dirinya. Padahal sejujurnya luka dan cidera yang ia alami sudah sembuh, walaupun belum total.


"Aku rela setiap hari sakit jika itu bisa membuat mu sangat perhatian padaku, Sayang." goda Richie. Saat ini Dea sedang memberikan obat kepada Richie.


"Kau mau Aku perhatian setiap hari?"


"Tentu saja, istriku."


"Kalau begitu Kau akan mendapatkannya. Aku akan selalu perhatian padamu. Kau suka?" Dea tersenyum menatap Richie.


"Sungguh Kau akan melakukannya?"

__ADS_1


"Tentu saja, asalkan...."


Richie mengerutkan keningnya. "Asalkan apa, Sayang?"


"Berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku. Aku mau kita bisa saling percaya satu sama lainnya." ucap Dea.


Richie langsung memeluk tubuh sang istri. Membenamkan ciumannya pada bibir Dea. Begitu bahagianya dirinya mendengar ucapan sang istri.


"Tentu saja. Aku berjanji," bisik Richie. Lalu mereka melakukan pergumulan panas di pagi hari dengan penuh cinta.


***


Semakin hari Dea dan juga Richie semakin harmonis saja. Namun, Dea merasa belum menjadi wanita sempurna. Sebab sudah hampir 3 bulan Mereka melakukan hubungan suami istri, Dea tak kunjung hamil juga.


Bahkan dia hampir gila saat Nenek Richie yang selalu menghubungi Richie dan menanyakan tentang kehamilan Dea.


Namun berbeda dengan Richie. Karena pria itu selalu mendukung sang istri apapun yang terjadi. Richie selalu menenangkan Dea dengan caranya sendiri.


Dan hari ini, tiba-tiba saja Nenek ingin Richie dan Dea terbang ke Korea untuk mengunjunginya. Nenek memang belum sepenuhnya menerima Dea. Tapi ia begitu merindukan cucunya, Richie. Jadi Nenek mengundang mereka.


Sejujurnya Dea tidak ingin pergi. Dea takut nanti akan banyak yang tidak suka padanya di keluarga Richie. Walaupun ada Auntie Rebecca di sana yang akan membelanya, tapi tetap saja Dea tidak merasa tenang.

__ADS_1


"Sayang, tenanglah. Nenek tidak sejahat yang Kau kira. Sebenarnya dia sangat baik. Nenek belum mengenalmu saja. Lihat saja nanti setelah Nenek mengenalmu lebih jauh, pasti dia akan sangat menyukaimu." Richie berusaha menenangkan Dea. Saat ini dia sedang membujuk sang istri untuk ikut bersamanya ke Korea.


***


__ADS_2