My Beastly Husband

My Beastly Husband
Perbuatan Tasya


__ADS_3

Lunara memajukan tangan kirinya, meraba-raba Naura yang berdiri di depannya, dan Naura segera meraih tangan sahabatnya. "Apa terjadi sesuatu?"


Lunara mengangguk lalu bertanya, "Apa Kak Aagha ada di dalam?"


Naura menoleh ke belakang melihat Aagha yang nyatanya masih tidur. Bahkan pria itu mendengkur, menandakan bahwa dia tidur nyenyak. "Kak Aagha tidur. Memang ada apa sih Lun?"


"Kak Lucas keluar dan sampai sekarang belum balik. Dan aku mau minta tolong sama Kak Aagha untuk mencari keberadaan Kak Lucas," jelas Lunara yang membuat Naura tak bisa menolak permintaan sahabatnya itu.


"Oke. Kamu tunggu di sini! Aku bakal bangunin Kak Aagha."


Lunara mengangguk sebagai jawabannya pada Naura. Naura pun masuk kembali-membiarkan Lunara menunggu di depan pintu terbuka.


Naura yang kini ada di samping tempat tidur, membungkukkan tubuhnya ke depan Aagha yang masih berbaring, Sambil menggoyang-goyangkan lengan Aagha, Naura memanggil, "Kak Aagha bangun! Kak Aagha!"


"Eemm!" Aagha bergerak sembari membuka matanya melihat Naura di sebelahnya, "ada apa?"


"Di depan ada Lunara. Dia cari Kak Aagha!"


Mendengar nama adiknya, membuat Aagha segera bangun dan duduk sejenak di tepi kasur sebelum kemudian berjalan mendatangi Lunara di depan pintu.


"Apa yang terjadi Lun?" tanya Aagha yang seketika khawatir melihat ekspresi adiknya.


"Kak Lucas belum pulang Kak. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya karena ini Italia. Takutnya dia dapat masalah sama orang. Dan aku mau minta tolong sama kakak untuk cari Kak Lucas karena kakak mengenal baik kota ini," jelas  Lunara yang begitu khawatir dengan suaminya.


"Oke. Kakak akan carikan Lucas. Kamu di sini saja sama Naura!" Aagha kesal dengan Lucas yang meninggalkan rumah tapi ia tidak menunjukkan sikap kesalnya itu di depan Naura dan Lunara meski Lunara tidak bisa melihatnya.


"Iya Kak. Terima kasih!"


Aagha pun segera meninggalkan kedua perempuan itu. Sementara Naura memegang lengan Lunara dan menuntunnya masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Jangan khawatir Lun! Kak Lucas pasti akan baik-baik saja. Percayakan semuanya sama Kak Aagha. Kak Aagha tidak akan membiarkan suamimu dapat masalah!" Naura yang kini duduk di sofa bersama Lunara, berusaha menenangkan Lunara yang tidak bisa menyembunyikan rasa cemasnya.


"Iya Naura! Aku percaya kakakku. Dia pasti menemukan Kak Lucas!"


Naura kasihan melihat Lunara hingga ia memeluk sahabatnya dari samping kanan lalu meletakkan kepalanya di salah satu bahu Lunara.


Sementara Aagha kini sampai di sebuah club malam setelah ia mendapat informasi dari seseorang tentang keberadaan Lucas. Ia bisa menemukan Lucas dengan mudah karena kota itu memang tempatnya dibesarkan. Ia tahu semua yang ada di kota itu. Apalagi ia punya banyak teman, koneksi yang memudahkannya mendapat informasi.


Di dalam, terlihat Lucas duduk bersama para perempuan bayarannya. Aagha yang melihat itu, tentu sangat marah sampai dengan langkahnya yang memburu dan dengan tatapannya yang seakan ingin membunuh Lucas, ia mendatangi Lucas. Tanpa mengatakan apapun, Aagha melayangkan tinjunya ke wajah Lucas. Dua perempuan yang duduk di sebelah Lucas, menjerit histeris karena terkejut melihat pria yang mereka layani tiba-tiba dipukul oleh seseorang.


Lucas yang sudah mabuk, ikut membalas pukulan Aagha tapi tangannya yang sempoyongan tidak mengenai Aagha.


"Kau mau melawanku dengan kondisimu yang mabuk berat. Huh, pria tidak berguna!" Aagha tidak puas memberi pelajaran pada Lucas sehingga ia menyeret pria itu keluar dari club. Orang-orang yang ada di sana, hanya berdiri melihat Aagha menyeret Lucas. Mereka yang tidak mau ikut campur, tentu hanya menjadi penonton.


Aagha tidak mau membuat dirinya lelah hanya demi menghukum Lucas hingga ia membayar orang di club malam itu untuk menghajar Lucas habis-habisan di luar club. Dan  Aagha sendiri dengan santainya berdiri merokok sembari menyaksikan Lucas dihajar tiga orang. Lucas yang sempoyongan karena mabuk berat, tidak bisa melawan dan membiarkan dirinya dihajar orang.


Perempuan itu juga dalam pengaruh alkohol sampai datang tengah malam membuat kekacauan di kamar Naura. Naura dan Lunara yang ada di dalam, pun terkejut dibuatnya.


"Tasya kenapa?" tanya Lunara heran dan penasaran.


"Biar aku lihat dulu. Kamu di sini saja!" kata Naura sambil berdiri dari tempat duduknya. Lunara menurut dan Naura pun berjalan mendatangi Tasya yang masih berteriak di depan kamarnya.


"Ada apa?" tanya Naura setelah membuka kamarnya.


"Sini kamu!" Tasya menarik paksa Naura ke arah tangga karena ingin mengusir Naura keluar dari rumah itu.


"Kenapa kamu menarikku? Lepaskan!" kata Naura sembari menarik-narik tangannya dari Tasya.


"Aku mau kamu pergi dari rumah ini."

__ADS_1


Mendengar itu, membuat Naura terkejut. "Aku tidak mau pergi. Lepaskan!"


Dengan sekuat tenaga, ia menarik tangannya sampai akhirnya lepas dari genggaman Tasya yang sekuat tenaga ingin menyeretnya keluar. Lunara yang mendengar suara Naura, melangkah keluar dan mendatangi mereka yang sudah ada di dekat tangga dengan bantuan tongkatnya.


"Kemari! Kau harus pergi dari sini!" Tasya kembali meraih tangan Naura dan Naura kembali menghempas tangan Tasya.


"Sadarlah! Kamu sudah mabuk Kak Tasya." Naura mencium aroma alkohol dan juga melihat Tasya tidak bisa berdiri tegak hingga beranggapan bahwa Tasya begitu karena mabuk berat.


"Aku sadar. Semua yang kulakukan sadar. Jadi kemarilah!"


"Tidak mau!"


Tasya bersikeras untuk menarik Naura keluar dari rumah, sedangkan Naura tidak ingin menuruti Tasya hingga terjadilah aksi tarik menarik pada mereka.


"Kau pembangkang sekali." Tasya geram dengan Naura hingga ia menampar wajah Naura agar Naura menurutinya.


"Kak Tasya benar-benar sudah gila. Kenapa harus berbuat seperti ini? Apa Kak Tasya tidak tahu kalau ini sudah tengah malam? Kakak akan membangunkan semua orang kalau begini terus."


"Aku tidak peduli. Sebelum kamu menghilang dari hidupku, aku tidak akan tinggal diam." Tasya kembali beraksi dengan berniat mendorong Naura ke tangga. Namun, bukan Naura yang terdorong melainkan Lunara.


"Aaaaaa!"


"Lunaaaa!" Naura terkejut melihat Lunara menggelinding di lantai sampai ke lantai bawah. Dan seketika Lunara pingsan dengan banyaknya darah keluar dari kepalanya. Naura yang syok dan panik, pun bergegas menuruni tangga untuk menolong Lunara.


Sementara Tasya bediri diam di tempatnya. Ia juga sangat terkejut melihat Lunara terjatuh karena dirinya. Sekucur tubuhnya pun gemetar karena begitu ketakutan melihat Lunara bersimbah darah di lantai bawah tepat di depan tangga.


"Mommy, daddy, kakak, tolong! Tolong, hiks, hiks, hiks!" teriak Naura yang tiba-tiba menangis sembari memegang kepala Lunara yang berdarah.


Alih-alih membantu Naura, Tasya malah berlari ke kamarnya karena sangat ketakutan melihat Lunara.

__ADS_1


__ADS_2