
Aagha tengah mandi di dalam sana, sedangkan Naura duduk di sofa, menunggu Aagha selesai. Namun ia tidak hanya duduk saja di sana. Ia serius memikirkan ucapan Aagha sesaat lalu.
'Kalau dia tidak mengingatkanku, aku mungkin nggak ingat saking fokusnya dengan liburan di sini. Terus, aku harus bagaimana nanti malam? Rasanya aku belum siap melakukan itu sama Kak Aagha. Ya tuhan, berikan saja hukumanmu daripada tidur dengan dia, kakakku sendiri!' Saking tak maunya berhubungan intim dengan Aagha hingga Naura tanpa sadar meminta sesuatu yang tak baik sebagai gantinya.
"Naura!" seruan Lunara membuyarkan lamunan Naura.
Naura menoleh dan segera berdiri ketika mendengar seruan kedua Lunara.
"Ada apa Lun?" tanya Naura setelah membuka pintunya, dan di depannya ada Lunara yang ditemani Lucas.
"Aku mau ngajak kamu berenang di kolam renang belakang Villa. Katanya di sana ramai pengunjung," kata Lunara.
"Bentar aku ambil baju renang dulu."
Lunara mengangguk. Lalu, Naura buru-buru masuk ke dalam untuk mengambil baju renangnya.
"Kak Aagha, aku keluar ya!" seru Naura di depan kamar mandi. Setelah itu, ia keluar dengan tote bag miliknya, dan pergi bersama Lunara dan Lucas.
Sepersekian detik berikutnya, Aagha baru keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya. Ia berdiri di depan kamar mandi itu sembari mengusap kepalanya yang basah dengan handuk, dan matanya melihat ke arah pintu.
"Anak itu ke mana lagi sih?"
Saat ini, Aagha hanya ingin berbaring di kasur tapi mendengar suara Naura tadi, membuatnya harus mengurungkan niatnya itu.
"Gadis itu bikin repot aja. Aku tidak bisa istirahat karena dirinya yang terlalu aktif." Aagha khawatir jika Naura membuat masalah lagi di luar sana. Oleh sebab itu, ia tidak bisa berdiam diri di kamar meski ia sangat ingin istirahat.
__ADS_1
Setelah berpakain casual, Aagha keluar dari kamarnya dan mencari Naura keliling penginapan itu hingga beberapa menit kemudian, ia menemukan Naura dan Lunara sedang asyik berenang di kolam renang belakang penginapan itu. Aagha menghela nafas panjang melihat istrinya bermain air bersama Lunara yang seharusnya tidak boleh terlalu aktif dulu. Terlebih di sana ramai pengunjung, tapi bagaimana lagi, kedua perempuan itu sudah terlanjur berada di sana. Aagha tidak bisa melarang mereka dan hanya bisa menjadi pengawal kedua perempuan itu.
Pria itu kini melangkah mendekat ke kolam renang itu. Ia langsung duduk di kursi santai yang berjejer di pinggir kolam. Di sampingnya ada Lucas tapi pria itu tidak sekalipun menoleh ke arahnya ketika duduk. Lucas hanya fokus melihat Naura yang tertawa senang bersama Lunara. Hal itu membuat Aagha kesal hingga dengan jahilnya, ia menyenggol jus Lucas menggunakan tangannya sampai jus itu tumpah ke paha Lucas.
Lucas tentu terkejut. Ia melihat pahanya yang basah lalu melihat ke Aagha. "Kau ini sedang apa sih?"
"Aku duduk. Ada masalah kalau aku duduk di sini?" ketus Aagha dengan tampangnya yang angkuh.
"Huh." Lucas yang kesal dengan Aagha, lantas berdiri dan pergi dari tempat itu untuk mengganti pakaiannya yang basah gara-gara Aagha.
Melihat Lucas pergi, membuat Aagha puas, bahkan pria itu tersenyum puas sembari menyandarkan punggungnya di kursinya. Di sana, ia terlihat begitu santai, tapi itu hanya sebentar saja ketika matanya yang tajam tak sengaja melihat seorang pria bule mendekati Naura dan Lunara. Pria bule yang tampang, dan beralis tebal itu mengajak kedua perempuan itu mengobrol, tapi pria itu kebanyakan mengobrol dengan Naura yang lebih respect dari Lunara yang minder.
Aagha menaikkan alisnya ketika melihat tangan pria itu menyentuh bahu mulus Naura. Emosinya pun seketika terlihat begitu jelas. Dan ia sudah tidak tahan kala Naura masih saja meladeni pria itu.
"Naura!" serunya.
"Lun, kita berhenti aja ya. Kita istrahat dulu. Aku udah capek banget."
"Iya. Aku lupa kalau kamu hamil," jawab Lunara.
Akhirnya Naura memegang tangan Lunara-memapah temannya itu naik ke atas. Dan di atas sudah ada Aagha berdiri tegak menunggu mereka.
Pria bule tadi mengikuti Naura dan Lunara, karena masih belum puas bicara dengan kedua perempuan itu. Ia ingin menghentikan langkah Naura dengan berniat menarik tangannya tapi malah tangan Lunara yang ditariknya. Tanpa mengatakan apapun, Aagha langsung melayangkan tinjunya ke wajah pria itu hingga hidung pria bule itu berdarah.
"Kak, apa-apaan sih," kata Naura terkejut melihat sikap kasar Aagha pada orang asing.
__ADS_1
"Itu pelajaran buat orang mesum seperti dia," tegas Aagha sambil menatap tajam pria itu.
Naura tidak enak hati pada pria asing itu hingga ia meminta maaf lalu menyuruh pria itu pergi.
"Kakak harusnya nggak boleh gitu sama orang tadi. Dia nggak ada maksud jahat. Cuma ngajak kita ngobrol." Lunara ikut menyahut karena tidak suka dengan sikap kakaknya yang emosian.
"Kamu itu terlalu polos Lunara. Jelas- kelas orang tadi punya niat jahat sama kamu. Lagian kalian berdua kenapa pakai baju kurang bahan begini." Aagha menatap pakaian Naura dan Lunara secara bergantian. Pakaiannya sangat terbuka yang membuat Aagha tidak senang. Terutama Naura yang tidak minta izin dulu padanya.
"Apanya yang kurang bahan sih. Pakaian yang kita pakai ini bikini Kak. Kakak nih kayak nggak tahu aja sih pakaian cewek. Lagipula, ini Italia. Semua orang pakai bikini kalau mau renang atau mau ke pantai. Masa pakai baju tertutup sih. Ini wajar banget malah. Kakak nih kayak nggak pernah tinggal di luar negri aja, padahal pernah tinggal di sini," jelas Lunara.
"Aku sekarang paham. Kalian mau liburan kemari karena mau senang-senang Seperti tadi. Terutama kamu Naura. Pelaku utamanya pasti kamu yang hasut Lunara untuk kemari." Lagi-lagi berpikiran buruk dan menyalahkan Naura.
"Kenapa jadi aku? Aku nggak pernah merencanakan ini," bantah Naura.
"Kakak jangan salahin Naura terus! Yang mau liburan ke sini aku," sambung Lunara.
Aagha tidak ingin dengar ocehan adiknya lagi hingga ia langsung menarik kedua perempuan itu pergi dari sana.
"Kak, pelan-pelan. Aku nggak bisa lihat jalan," sahut Lunara.
Aagha sadar, dan akhirnya berhenti jalan. "Kalau kalian mau tetap liburan di sini. Kalian singkirkan pakaian murahan itu."
"Iya, iya," balas Lunara.
"Ya udah. Gantilah!" Meski Aagha marah pada mereka berdua tapi Aagha tetap berusaha bicara pelan di depan adiknya.
__ADS_1
Disaat yang sama, Lucas datang, dan Aagha menyuruh Lucas membawa Lunara pergi. Sementara Aagha menarik Naura kembali ke kamar mereka berdua.