My Beastly Husband

My Beastly Husband
Lucas yang Keras Kepala


__ADS_3

"Aku nggak ...,"


"Sssttt, diamlah! Kamu mengganggu ketenangan pengunjung." Aagha memotong ucapan Naura karena tidak ingin Lunara atau Lucas tahu jika Naura tidak bermaksud untuk dicium karena memang Aagha lebih senang jika semua berpikir Naura manja dan agresif padanya. Terutama untuk Lucas.


Naura melihat ke arah pengunjung yang memang tengah memperhatikannya. Karena tidak ingin malu oleh para pengunjung itu hingga Naura memilih diam.


Lunara hanya tersenyum mendengar obrolan kecil Naura dan kakaknya. Sementara Lucas tampak kesal melihat kelakuan Aagha pada Naura tapi tentu saja ia hanya diam saja di sana karena tidak ingin membuat masalah di depan Lunara dan Naura.


Menit berikutnya, mereka meninggalkan cafe, menuju pinggir pantai. Sampai di sana, Aagha langsung bicara dengan penyewa Jetsky, sedangkan mereka bertiga menunggu di belakang, sekitar sepuluh langkah dari Aagha dan pemilik Jetsky itu.


Selesai bicara, Aagha mendatangi mereka bertiga yang berdiri menunggu. "Lun, kakak sudah dapat dua Jetsky untuk kita. Kamu sama Lucas, kakak sama Naura!"


"Oke Kak." Lunara tampak begitu senang, senyuman dibibirnya terus mengembang, bahkan ketika ia berjalan cepat bersama Lucas ke arah pinggir pantai di mana Jetsky sudah disiapkan.


Sementara Aagha berjalan santai bersama Naura. Dan entah kenapa, keduanya tampak canggung, bahkan ketika mereka saling melirik, mereka malah sama-sama diam karena tidak tahu harus bicara apa.


"Kak Aagha udah sering naik beginian?" Akhirnya Naura bersuara saat ia dan Aagha berdiri di dekat Jetsky. Ia bertanya seolah tidak tahu apapun tentang Aagha, padahal ia tahu jelas jika Aagha lama tinggal di Italia, tentu pernah naik Jetsky.


"Kenapa? Mau bicara padaku tapi tidak tahu mau bicara tentang apa, sampai kamu tanya yang kamu sendiri udah tahu jawabannya."


Mendengar balasan Aagha, malah membuat Naura makin canggung dan salah tingkah, bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain, dan tidak ingin bicara lagi.


Aagha malah tersenyum tipis melihat tanggapan Naura yang malu menunjukkan wajahnya. "Yang pastinya, aku sudah biasa naik ini. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Tenang saja. Ada aku."


"Iya aku percaya!"


"Oke kita naik!" Aagha naik lebih dulu ke atas Jetsky lalu mengulurkan tangannya pada Naura untuk membantu Naura naik.

__ADS_1


Tanpa ragu, Naura meraih tangan Aagha lalu naik di belakang Aagha.


"Pegangan kalau nggak mau jatuh," kata Aagha sembari melirik Naura di belakangnya.


Tanpa mengatakan apapun, Naura menurut dengan memegang pinggang Aagha tapi tiba-tiba menarik kedua tangan Naura sampai berada diperutnya.


"Pelukannya begini!" kata Aagha lagi.


Naura menghela nafas pelan gara-gara Aagha yang selalu menyuruhnya ini itu tapi ekspresinya tampak canggung karena tidak terbiasa memeluk Aagha seperti sepasang kekasih.


Begitu juga dengan Lunara yang menikmati kebersamaannya dengan Lucas. Menit demi menit berlalu. Lunara yang tadinya merasa pusing, meminta Lucas untuk memutar Jetskynya kembali ke pinggir.


"Kenapa tiba-tiba mau balik? Padahal kita baru main lima belas menit?" tanya Lucas penasaran.


"Aku capek."


Ketika hampir sampai di pinggir, Lunara tiba-tiba jatuh dari Jetsky. Lucas terkejut. Begitu juga dengan Naura dan Aagha. Buru-buru Lucas turun dari Jetsky dan menolong Lunara yang sudah kecebur.


Lunara yang sadar, hanya bisa mengangguk karena ia memang lemas dan kepalanya pusing.


Sementara Aagha memutar Jetskynya menghampiri mereka. Dengan panik, ia turun dari Jetsky lalu mengambil Lunara dari Lucas yang baru saja menggendongnya.


"Dasar laki-laki brengsek!"


Lucas tidak mengatakan apapun karena masih terkejut melihat Lunara yang tiba-tiba saja pingsan. Namun, ia tidak beranjak dari tempatnya, bahkan ia menahan Naura yang ingin menyusul Aagha dengan memegang lengannya.


"Sebentar, aku mau bicara!" kata Lucas.

__ADS_1


"Lunara sakit. Dia butuh kita. Kalau mau bicara, nanti saja."


"Lunara tidak butuh kita. Sudah ada Aagha  di sana. Malah kalau kamu pergi ke sana, kamu akan dapat amarah dari Aagha. Dan kamu nggak bisa ngapa-ngapain juga kecuali sedih lihat Lunara. Lebih baik kau dengarkan aku ngomong," pinta Lucas.


Naura menghela nafas berat dan memilih mendengarkan Lucas. "Oke. Sekarang kamu mau ngomong apa!?"


"Aku tahu kalau kamu nggak hamil Naura. Dan aku tahu, kamu sengaja membohongi semua orang karena ancaman Aagha."


"Lalu, kamu mau apa? Apa kamu mau kasih tahu semua orang kalau aku cuma pura-pura hamil? Karena dengan begitu, mereka akan membenciku lalu akhirnya menyuruhku cerai dari Kak Aagha." Entah bagaimana ia harus menghadapi Lucas yang masih saja tidak mengerti situasinya yang tidak seperti dulu lagi.


"Aku tidak mau keluargamu membencimu, Naura. Aku cuma mau, keluarga tahu kalau kamu dipaksa oleh Aagha. Dan sebenarnya kita lah sepasang kekasih yang sebenarnya. Bukan kamu dan Aagha. Juga bukan aku dan Lunara," jelas Lucas.


Tiba-tiba mata Naura berkaca-kaca, dan karena tidak ingin menjatuhkan air matanya hingga Naura mengangkat wajahnya ke atas agar air matanya itu masuk kembali. Jujur, Naura masih sayang pada Lucas tapi untuk kembali, rasanya tidak mungkin lagi.


"Naura, dengarkan aku kali ini! Kamu harus lepas dari Aagha. Biarkan semuanya kembali pada asalnya," pinta Lucas dengan raut wajahnya yang seolah memohon pada Naura.


"Aku nggak bisa Kak," kata Naura dengan suara pelan nan rendah.


"Kenapa? Apa kamu sudah mencintai dia dan melupakanku?"


Naura menggeleng. "Aku begini karena tidak ingin melukai keluarga kita. Terutama Lunara dan mommy. Lunara bahagia sekali bersamamu, Kak. Aku nggak mau melukai perasaannya. Dia satu-satunya sahabat terbaik yang kupunya."


"Kamu tidak tega melukai perasaannya tapi kamu tega melukai perasaanku, Naura. Demi sahabatmu, kamu melepaskanku dan melupakan begitu saja yang sudah kita lalui bersama."


"Aku nggak pernah lupa kenangan kita. Dan kamu harus tahu, bukan cuma Lunara saja yang terluka kalau kita kembali bersama tapi orang-orang yang sangat mengharapkan pernikahanmu dengan Lunara. Demi kembali bersama, kita harus melukai banyak orang. Aku nggak bisa menjadi orang egois. Aku harap kamu juga begitu Kak. Relakan saja hubungan yang pernah kita jalin. Aku mohon! Ini demi kebaikan bersama!"


Lucas tetap tidak menerima keputusan Naura yang menyuruhnya merelakan hubungannya. "Sory Naura! Aku bukan orang yang ingin diperbudak orang lain."

__ADS_1


Naura pernah mendengar dari Lucas sendiri jika dia pria keras kepala. Dan selama pacaran, Naura tidak pernah menyaksikannya hingga ia tidak percaya tapi hari ini, ia melihatnya sendiri. Pria itu sungguh keras kepala. "Terserah kalau kamu maunya seperti itu tapi aku tidak mau."


Lucas kesal pada Naura yang tidak mau mendengarkannya. Dengan kekesalannya itu, ia menarik pinggang Naura lalu menciumnya.


__ADS_2