My Beastly Husband

My Beastly Husband
Sadar Sudah Salah


__ADS_3

"Kak Aagha!" Naura mengeluh sakit dipergelangan tangannya sampai ia memanggil Aagha yang terus menariknya, tapi Aagha masih tak peduli, dan malah menarik tubuh Naura hingga ke kasur, bahkan mendorong tubuh istrinya sampai jatuh ke kasur dengan posisi terlentang.


Naura belum sempat bangun, Aagha sudah lebih dulu ada di atasnya, dan itu membuat Naura terkejut.


"Kamu mau apa Kak?"


Aagha mendekatkan bibirnya ditelinga Naura kemudian berbisik, "kamu masih punya hutang padaku. Jadi lebih baik kamu bayar hutangmu itu ketimbang melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat di luar sana."


Mata Naura membulat sempurna setelah mendengar ucapan Aagha, dan ia sedikit takut ketika pria itu kembali menatapnya lebih dekat. Perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seperti itu dengan seorang pria, tentu ada perasaan takut. Apalagi Naura masih belum siap untuk disentuh oleh Aagha.


"Se-sekarang? Tapi, ini sore. Ma-masa kita harus melakukan itu di sore hari begini!" Naura gugup sampai ia memalingkan wajahnya, tak bisa menatap langsung wajah Aagha.


Namun, Aagha memegang dagunya lalu memutar kembali wajahnya sampai melihat mata Aagha.


Pria itu mencubit dagu kecilnya sembari mengangkatnya perlahan.


"Bagi orang yang sudah menikah. Melakukan dimanapun dan kapanpun itu, tidak masalah. Malah kalau sering melakukannya akan bagus."


Sepertinya Naura tidak bisa menghindar lagi. Mungkin memang ia pasrah saja dirinya berhubungan intim dengan Aagha walau tak suka. Toh, menolak akan semakin membuatnya kesulitan, karena ia dan Aagha sudah menikah. Seharusnya memang sudah berhubungan. Apalagi menurut Naura, harga diri perempuan yang sudah menikah itu terletak pada hubungan ranjangnya meski keduanya tidak saling mencintai.


"A-aku tidak masalah, tapi tolong ...,"


Aagha tidak ingin mendengar ocehan Naura. Ia langsung mendaratkan bibirnya dibibir Naura hingga membuat perempuan itu seketika berhenti bicara. Naura terkejut karena dicium tiba-tiba, bahkan matanya membulat sempurna dan ia pun tidak bernafas ketika Aagha terus ******* bibirnya.


Aagha tidak merasakan nafas Naura hingga ia menghentikan aksinya itu lalu kembali menatap Naura. "Kau mau mati?"

__ADS_1


Naura pun langsung mengeluarkan nafasnya yang ngos-ngosan seolah habis berlari kencang. "Aku tidak tahu."


Aagha mengerutkan keningnya. "Tidak tahu bagaimana? Kau kan, sudah biasa melakukannya dengan pacarmu itu?"


Naura tidak menjawab tapi ia memalingkan wajahnya yang tiba-tiba kesal mendengar ucapan Aagha.


"Jangan bilang kau belum pernah melakukannya dengan Lucas!"


Naura masih diam dengan mukanya yang kesal. Respon Naura malah membuat Aagha tercengan. Namun ia kembali menarik wajah Naura hingga menatapnya. "Kau sudah lama pacaran dengan Lucas. Tidak mungkin kalau kau dan dia tidak pernah ciuman."


"Ya. Apa yang Kak Aagha pikirkan memang benar? Aku dan Lucas selalu melakukan ini. Cinta kami sangat membara." Naura kesal sekali dengan Aagha sampai ia mengatakan semua kebohongan itu pada Aagha, padahal nyatanya ia memang belum pernah berciuman dengan Lucas ketika masih pacaran dulu.


Aagha tidak senang mendengar itu hingga ia kembali menekan bahu Naura lalu menciumnya dengan brutal seperti iblis kelaparan.


"Mmm!" Naura tidak suka dipaksa sampai ia berusaha mendorong Aagha tapi tenaga Aagha yang menekan tubuhnya lebih kuat darinya. Dan Aagha pun tidak ingin berhenti. Ia menarik bikini Naura hingga lepas lalu melemparnya ke sembarang tempat, dan saat itu, bibirnya ******* leher Naura, sedangkan tangannya meremas gunung kembar Naura.


Aagha yang terengah-engah karena hasratnya yang menggebu-gebu, mengangkat wajahnya melihat Naura. "Kalau kau tidak mau sakit, makanya diam dan turuti aku, karena aku tidak akan lembut kalau kamu terus mendorongku jauh."


Saat bicara pada Naura, tangan Aagha malah asyik bermain di gunung kembar Naura hingga Naura diam saja dengan wajahnya yang menikmati.


Melihat itu, membuat Aagha makin semangat. Ia pun kembali melanjutkan kenikmatannya dengan melahap puncak gunung kembar Naura bahkan pria itu memainkannya dengan lidahnya, juga menghisapnya seperti sapi kelaparan.


"Aah, ahh!" Naura tidak tahan sampai ia mengeluarkan desahannya. Dan itu semakin membuat Aagha bernafsu sampai pria terus melakukannya berulang-ulang. Setelah puas, ia menurunkan kepalanya ke pusarr Naura, menciumnya dan menjilatnya kemudian turun ke **** ***** perempuan itu.


Dengan nafsu yang berapi-api, Aagha memasukkan jemarinya ke **** ***** Naura untuk membuatnya basah.

__ADS_1


"Ah, mmm!" Hanya kenikmatan yang ada dipikiran Naura, bahkan pikirannya yang menolak tadi sudah tidak ada.


Aagha kini sudah tidak tahan. Ia mulai memasukkan senjata miliknya tapi Naura tiba-tiba mendorongnya ketika miliknya baru masuk setengah.


"Naura, Kau!"


"Sakit Kak!"


"Ini tidak akan sakit. Jadi diamlah!" Aagha memegang kedua tangan Naura, lalu menahannya ke sebelah kanan kiri kepala Naura agar tangannya itu tidak mengganggunya. Kemudian, Aagha kembali melanjutkan kegiatannya. Ia memasukkan miliknya sampai senjata panjangnya itu masuk semua.


"Ugh, ah!" Suara terdengar dari Aagha setelah ia bersusah payah memasukkan kepunyaannya.


"Sakit, ah!" Naura benar-benar kesakitan karena itu pertama kalinya ia lakukan, bahkan air mata menetes diujung matanya.


Aagha tahu perempuan itu kesakitan karena dirinya tapi ia tidak mau berhenti ditengah jalan hingga ia mencium bibir Naura dengan lembut, juga meremas lembut gunung kembar perempuan itu agar tidak terlalu merasakan sakitnya.


Gerakan perlahan pun dilakukan Aagha, dan semakin lama semakin cepat hingga keduanya sama-sama mengeluarkan desaahan nikmat yang menggema ruangan itu.


Menit demi menit berlalu, Aagha sangat menikmatinya. Ia tidak ingin berhenti dan melakukannya berulang-ulang, bahkan mengganti posisi yang bisa membuat pergerakannya lebih nikmat.


Setelah puas mengeluarkan semua nafsunya, akhirnya Aagha berhenti dan melempar tubuhnya di samping Naura. Nafasnya terengah-engah, dan tubuhnya pun basah dengan keringat. Begitu juga dengan Naura yang tidak punya tenaga untuk bergerak. Bahkan menutupi tubuhnya saja dengan selimut, susah ia lakukan. Sehingga Aagha sendiri yang melakukannya.


"Tidurlah!" kata Aagha setelah menyelimuti Naura, dan kecupan mesra pun mendarat dipucuk kepala Naura. Naura yang belum tidur sedikit kaget melihat kelembutan pria itu. Ia sampai menatap Aagha yang kembali membaringkan tubuhnya di sampingnya.


"Kenapa? Mau lagi?"

__ADS_1


Mendengar kata-kata Aagha, membuat Naura langsung menutup matanya sembari memegang erat selimut didadanyaa. Aagha tersenyum melihat Naura yang seolah takut padanya. Sepersekian detik berikutnya, senyumannya menghilang tapi matanya masih tertuju pada Naura. Karena ingin fokus melihat istrinya, Aagha menggerakkan tubuhnya sampai miring menghadap Naura yang berbaring terlentang. 'Ternyata aku salah sudah menuduhnya tidur dengan bajingan itu. Dan semuanya karena Lucas. Dia sengaja membohongiku supaya aku salah paham pada Naura. Dia membuatku menuduh Naura. Aku tidak akan memaafkannya!'


Akhirnya Aagha sadar sudah salah menuduh Naura tapi ia makin dendam pada Lucas.


__ADS_2