My Beastly Husband

My Beastly Husband
Masih Peduli


__ADS_3

"Lunara!" Seru Nyonya Elif mendekati Lunara, dan ia langsung memegang tangan anaknya yang masih lemah.


"Mom!"


"Bagaimana tubuhmu Nak? Apa ada yang sakit?" tanya Nyonya Elif.


"Cuma kepalaku yang sakit. Sakit banget Mom." Lunara mengeluhkan sakit kepalanya sembari memegang kepalanya yang dibalut perban.


Nyonya Elif tampak kasihan melihat putri bungsunya kesakitan sampai ia tiba-tiba meneteskan air matanya, tapi ia berusaha menahan suara tangisannya tidak keluar dengan menutup mulutnya. "Mommy keluar panggil dokter dulu ya sayang!"


Nyonya Elif tidak tahan untuk menangis sekeras mungkin hingga ia buru-buru keluar dari ruangan itu dengan alasan memanggil dokter. Padahal ia ingin mengeluarkan semua kesedihannya dengan suara tangisannya, karena dengan begitu ia akan merasa lega.


Lucas yang melihat ibu mertuanya seperti itu, pun ikut sedih. Lucas membanci Lunara dan Aagha tapi ia pria yang lemah akan tangisan seorang ibu. Perlahan tapi pasti, Lucas mengulurkan tangannya sampai tangan itu memegang salah satu tangan Lunara yang terinfus, dan Lunara terkejut ketika merasakan tangan besar itu menggenggam tangannya.


"Ini aku."


"Kak Lucas?"


Lucas mengangguk. "Iya. Sory, aku baru datang sekarang! Kemarin aku mabuk berat dan tidak tahu kalau kamu mengalami musibah. Tapi bagaimana kamu bisa jatuh dari tangga?"


"Tidak sengaja terdorong." Lunara tiba-tiba teringat dengan Naura, "Kak Lucas, bagaimana dengan Naura?"


"Aku tidak pernah lihat Naura. Kenapa kamu cari dia?"


"Tapi Naura nggak masuk rumah sakit kan?" tanya Lunara lagi yang membuat Lucas penasaran.


Bukannya menjawab, Lucas malah balik bertanya, "Kenapa kamu tanya begitu?"


"Jawab dulu. Naura nggak masuk rumah sakit kan?" desak Lunara.


Desakan Lunara pun membuat Lucas terpaksa menjawabnya, "Setahuku tidak ada kabar kalau Naura masuk rumah sakit. Kalau dia masuk rumah sakit, Azra dan mommy pasti akan kasih tahu."

__ADS_1


Nafas panjang berhasil lolos dari mulut Lunara setelah mendengar jawaban Lucas, dan hal itu malah menambah rasa penasaran Lucas.


"Memang ada apa dengan Naura, Lunara?"


"Sebelum aku jatuh. Kak Tasya bertengkar dengan Naura dan aku dengar, Kak Tasya pengen dorong Naura. Aku datang untuk mencegah Kak Tasya tapi malah aku yang jatuh ke bawah." Lunara tidak pernah menyalahkan Naura dengan kejadian yang ia alami. Bahkan ia malah khawatir akan Naura yang mungkin juga ikut jatuh dari tangga, sama seperti dirinya.


Dokter masuk bersama Nyonya Elif. Lucas yang penasaran dengan kabar Naura, keluar dari ruangan itu untuk mencari keberadaan Naura. Ia naik taksi kembali ke rumah untuk memastikan Naura di sana.


Setelah sampai di rumah, Lucas berlari masuk sembari memanggil Naura. "Naura, Naura! Kamu di mana?"


Lucas berlari naik tangga, bahkan turun tangga kembali-mencari Naura tapi teriakannya tak mendapat respon dari Naura. Sehingga datang seorang pelayan dan memberitahu jika Naura saat ini dikurung oleh Aagha di ruangan dekat gudang.


Lucas berlari mendatangi Naura di sana. Dan ruangan yang terkunci itu tidak bisa dibuka. Pelayan pun tidak berani memberikan kunci cadangan pada Lucas karena takut dimarahi oleh Aagha.


"Naura, kau di dalam kan? Naura!"


Tak ada jawaban di dalam ruangan hingga Lucas tidak punya pilihan selain mendobrak pintunya. Pintu terbuka dan Lucas kaget melihat Naura terbaring di lantai dalam kondisi tak sadarkan diri.


Disaat yang sama, Aagha datang setelah mendengar keributan di sana. Ia pun terkejut melihat Naura tak sadar di dalam sana. Dengan cepat, ia menarik Naura ke dalam pelukannya kemudian mendorong Lucas menjauh dari Naura.


"Apa yang sudah kau lakukan padanya?" tanya Aagha.


"Justru akulah yang harus tanya padamu. Kenapa kau mengurung Naura di tempat seperti ini?Dia begini gara-gara kamu!"


Aagha tidak mendengarkan ocehan Lucas karena yang ia pedulikan saat ini adalah kondisi Naura yang kekurangan oksigen. Aagha panik tapi dalam kepanikannya ia berusaha melakukan pertolongan pertamanya dengan menekan dada Naura beberapa kali bahkan memberikan nafas buatan pada perempuan itu.


"Please Naura! Sadarlah!"


Lucas yang melihat itu, marah dan rasanya ingin menendang Aagha yang menyentuh Naura tapi saat ini, keselamatan Naura paling utama hingga ia berusaha menahan amarahnya dan memilih diam.


"Emm!" Suara Naura terdengar pelan menandakan bahwa perempuan itu kembali bernafas. Namun Naura tidak bisa membuka matanya karena masih setengah sadar.

__ADS_1


Aagha langsung bernafas lega karena usahanya berhasil tapi ia tidak tinggal diam saja. Ia buru-buru menggendong Naura lalu berlari keluar ruangan itu. Lucas yang khawatir dengan Naura, tentu mengikuti Aagha, bahkan Lucas yang menawarkan diri untuk membawa mereka ke rumah sakit.


"Kak Aagha!" Di mobil, Naura membuka matanya sebentar dan melihat Aagha yang memangkunya tapi ia menutup matanya kembali setelah memanggil pelan pria itu.


"Jangan khawatir! Kamu bakal baik-baik saja!" kata Aagha sembari mengusap kepala Naura yang sudah menutup matanya.


Mobil Lucas sampai di rumah sakit. Aagha masuk ke dalam rumah sakit sembari menggendong Naura.


Setengahjam kemudian.


Naura sudah ada di kamar inap bersama Aagha dan Lucas yang menemaninya. Naura berbaring dengan masker oksigen untuk mengembalikan kondisi Naura seperti sediakala.


"Urusanmu sudah tidak ada di sini. Sebaiknya kau kembali ke kamar Lunara. Dia pasti tidak tenang kalau bangun tapi tidak melihatmu di sampingnya." Aagha sangat paham bagaimana cintanya Lunara terhadap Lucas hingga ia menyuruh Lucas menemani Lunara meski ia benci pada Lucas.


"Kau belum tahu kalau Lunara sudah sadar kembali?" tanya Lucas memastikan.


Aagha kaget karena ia memang belum dapat kabar tentang Lunara. Terlebih ia terlalu fokus pada Naura. "Kenapa kau baru bilang sekarang?"


"Aku kira kau sudah tahu. Dan kau juga tidak tanya."


Tanpa mengatakan apapun, Aagha meninggalkan Naura bersama Lucas. Ia tak sabar ingin melihat adiknya sendiri dan menanyakan kondisi Lunara secara langsung.


Lucas senang akhirnya, hanya dia yang menemani Naura. Dan tak lama, dokter masuk untuk memeriksa kembali kondisi Naura sekaligus oksigennya.


"Dok, bagaimana kondisi bayinya?Apa janinnya baik-baik saja?" tanya Lucas.


Dokter itu heran mendengar pertanyaan Lucas. "Janin? Pasien tidak mengandung Tuan."


Lucas pun terkejut mendengarnya. "Tidak mengandung? Maksud dokter, tidak ada janin dalam perutnya?"


Dokter itu mengangguk. "Iya Pak. Dan pasien baik-baik saja. Hanya kekurangan oksigen tapi sekarang sudah membaik setelah diberikan oksigen."

__ADS_1


Lucas diam tercengan sembari menatap Naura. 'Benar. Seperti yang kupikirkan, kamu cuma berbohong Naura dan itu pasti karena Aagha yang memaksamu.'


__ADS_2