My Beastly Husband

My Beastly Husband
Alasannya Karena Kau


__ADS_3

"Naura sudah bangun Kak?" tanya Lunara yang dirorong masuk oleh Lucas,


"Belum. Tapi kata dokter, dia sudah tidak apa-apa," jawab Lucas yang baru saja menghentikan kursi roda Lunara di samping tempat tidur Naura.


Lunara mengulurkan tangannya sampai menyentuh pinggir kasur, dan kedua tangannya itu meraba-raba, mencari tangan Naura. Lucas yang melihatnya, menarik pelan tangan Lunara sampai Lunara menyentuh tangan Naura. Lunara tersenyum sesaat. "Terima kasih."


"Aku tunggu di luar. Panggil aku kalau kau sudah mau kembali ke kamar!"


Lunara mengangguk. Lucas pun keluar dari sana, meninggalkan Lunara agar Lunara bisa leluasa bicara dengan Naura meski Naura belum sadarkan diri. Melihat Lunara selalu peduli dengan Naura, membuatnya mengerti bahwa Lunara butuh waktu berdua dengan Naura.


"Naura, aku minta maaf! Gara-gara aku, kakak menghukummu sampai seperti ini. Lain kali aku tidak akan bertindak ceroboh lagi seperti waktu itu." Lunara merasa sangat bersalah pada Naura atas apa yang dilakukan Aagha pada Naura. Bahkan Lunara menggenggam erat tangan Naura.


"Emm!" Suara Nuara terdengar rendah nan pelan bersamaan dengan tangannya yang bergerak.


Mendengar suara Naura, membuat Lunara senang. "Naura!"


Naura menggerakkan kepalanya perlahan-lahan ke arah suara Lunara sambil membuka matanya sampai melihat Lunara dengan jelas. "Lun."


"Iya. Ini aku!" Lunara menjawab sembari menggenggam erat tangan Naura.


Naura pun begitu senang melihat Lunara duduk di hadapannya hingga ia berusaha menggerakkan tubuhnya yang masih lemah, dan duduk di tepi kasur, tepat di depan Lunara.


"Lun, kamu baik-baik saja kan?"


Lunara tersenyum sambil mengangguk. "Aku baik Naura."


Naura yang bahagia melihat Lunara ada di hadapannya, lantas memeluk sahabatnya itu dengan penuh kasih sayang. "Syukurlah kamu baik-baik saja! Aku khawatir banget sama kamu, Lun!"


Naura mengingat kembali kejadian ketika ia melihat Lunara jatuh dari tangga dan bersimbah darah di lantai bawah. Kala itu, Naura begitu panik dan ketakutan. Mengingat semua itu, membuat Naura kembali merasakan ketakutannya sampai ia memeluk Lunara dengan begitu erat.

__ADS_1


"Naura, aku nggak bisa nafas," keluh Lunara yang terlihat sesak nafas.


Naura sadar dengan sikapnya yang berlebihan. Ia pun segera melepaskan pelukannya dari Lunara. "Maaf! Ini karena aku terlalu bahagia bisa melihatmu baik-baik saja."


Lunara tersenyum sambil meraba-raba tangan Naura. "Bagaimana kondisimu? Apa kamu sudah merasa lebih baik?"


"Iya. Aku baik-baik saja Lun." Naura masih lemah, bahkan ia masih sesak nafas tapi ia tidak mengatakannya pada Lunara yang pasti akan khawatir padanya.


Sementara itu, Aagha mendatangi lagi kamar Lunara bersama Tasya yang membawa makanan untuk Lunara. Tadinya Aagha ingin ke kamar Naura untuk melihat kondisi Naura saat ini tapi ia tidak sengaja bertemu dengan Tasya di depan rumah sakit ketika Aagha baru saja membeli makanan untuk Lunara dan Naura.


"Makanannya kamu bawa ke Lunara. Aku akan datang ke kamar Lunara setelah kasih makanan untuk Naura," ucap Aagha ketika ia dan Tasya berada di depan lift.


"Tunggu sebentar Ga!" kata Tasya memegang lengan Aagha, menahannya ketika Aagha ingin masuk ke lift.


"Kenapa?"


Aagha tidak senang mendengar ocehan Tasya yang ikut campur urusannya dengan Naura hingga ia menghela nafas kasar menatap Tasya. "Kau masuk saja. Jangan banyak protes!"


"Tapi Ga. Aku nggak suka kalau kamu peduli sama Naura. Jelas-jelas dia jahat sama Lunara tapi kamu tetap perhatian sama dia." Tasya tidak mau melepaskan tangan Aagha. Ia masih menahan pria itu agar tidak pergi ke Naura.


Aagha makin kesal. Ia menghempas tangan Tasya lalu menatap Tasya dengan tatapan dinginnya. "Aku masih baik padamu karena kita berteman, Tasya. Tapi jangan jadi orang yang keterlaluan. Dan kamu harus mengerti, walau aku benci Naura karena perbuatannya pada Lunara tapi dia tetap istriku yang harus kupedulikan. Kalau kau tidak mau aku bertindak kasar padamu. Hentikan ikut campurmu itu pada kehidupanku."


"Aku mencintaimu Ga. Aku begini karena terlalu sayang sama kamu." Tasnya tidak terima dengan ucapan Aagha sampai ia berteriak pada Aagha padahal pria itu masih berdiri di dkatnya.


"Tapi aku tidak mencintaimu. Apalagi aku sudah menikah. Jadi berhentilah mengharapkanku. Aku tidak akan bisa menikahimu," tegas Aagha.


"Kalau kamu tidak mau menceraikan Naura. Aku tidak masalah Ga. Aku cuma menginginkanmu. Aku tidak masalah dijadikan istri kedua. Asal semuanya demi kamu Ga."


Aagha sampai tercengan mendengar ucapan Tasya yang menurutnya tidak masuk akal. "Memangnya di dunia ini tidak ada pria lain selain aku sampai kamu jadi tidak waras begini."

__ADS_1


"Itu karena aku sangat mencintaimu."


Aagha muak mendengar ocehan Tasya. Ia pun masuk ke lift itu kemudian menutup pintu lift sembari menggeleng melihat Tasya yang berdiri di depan lift. "Dasar wanita gila!"


Hanya beberapa detik saja, lift terbuka. Aagha keluar dari lift dan matanya langsung tertuju pada Lucas yang duduk di depan kamar Naura.


"Sedang apa kau di sini?" tanya Aagha sambil berjalan mendekati Lucas.


Lucas tidak menjawab segera. Ia malah berdiri melihat Aagha dengan ekspresi yang sedikit kaget tapi itu hanya sebentar saja.


"Aku sedang ...,"


"Pergilah dari sini! Jangan tunjukkan dirimu di tempat ini! Sikapmu ini bisa membuat adikku sakit hati," tegas Aagha yang tidak mau melihat Lucas berada di dekat Naura bahkan ia memotong ucapan Lucas yang ingin menjawabnya. Padahal ia sendiri yang bertanya pada adik iparnya itu.


"Lunara tidak akan sakit hati."


Aagha tidak ingin mendengar Lucas bicara hingga ia pun memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam. Namun Lucas menahannya dengan memegang bahunya.


"Jangan masuk! Lunara ada di dalam. Berikan dia waktu bersama Naura!"


"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kenapa bawa Lunara kemari?" tanya Aagha mengerutkan keningnya melihat Lucas.


"Aku cuma mau mereka lebih bebas bicara tanpa gangguan siapapun. Lagipula, Lunara sendiri yang minta aku dibawa ke sini," jelas Lucas.


"Kau benar-benar tidak tahu aturan Lucas. Kau pria yang tidak tahu malu."


"Kenapa setiap kali aku bicara kau selalu tidak senang? Sebenarnya apa yang sudah kulakukan padamu Aagha?" Lucas sendiri bingung dengan Aagha yang terus mencari masalah dengannya. Padahal sebelum menikah dengan Lunara, ia tidak pernah bertegur sapa dengan Aagha. Apalagi Aagha duluan yang memaksanya menikah dengan Lunara.


"Alasannya karena kau yang sudah membuat Naura berubah. Dulu, Naura tidak suka membangkang. Bahkan dia selalu mendengarkanku. Dia pun selalu peduli dengan Lunara tapi karena kamu, sikapnya jadi berubah. Dia menjadi gadis jahat yang selalu menyakiti Lunara."

__ADS_1


__ADS_2