My Beastly Husband

My Beastly Husband
Pamer Kemesraan


__ADS_3

Naura tidak ingin mendengar Aagha terus-terusan menyindirnya hingga ia berhenti sarapan, dan beralih memijit lengan Aagha yang kini duduk bersandar di sofa.


"Gimana, udah enakan?" tanya Naura sambil terus memijit lengan Aagha, dan matanya memandang Aagha yang malah menutup matanya di sana.


"Masih kurang. Pijit lagi. Di bagian sini!" Aagha menepuk-nepuk pahanya. Karena terlalu menikmati yang dilakukan Naura hingga ia meminta perempuan itu memijit yang lain. Namun hal itu malah membuat Naura mengerutkan keningnya, raut wajahnya tampak curiga melihat Aagha yang bertingkah seperti itu.


"Kak Aagha lagi ngerjain aku ya?"


Aagha membuka matanya, dengan muka datarnya ia melihat Naura yang memandangnya curiga. "Aku tidak seperti dirimu yang selalu bikin masalah sama orang. Aku bukan orang licik sepertimu."


Kata-kata Aagha membuat Naura tersinggung. Perempuan itu lantas berhenti memijit lalu berdiri untuk pergi dari sana tapi Aagha memegang tangannya.


"Mau ke mana?"


Naura menoleh. "Mau keluar jalan-jalan. Aku nggak mau di kamar terus. Percuma aku ikut kemari kalau nggak nikmatin liburan di sini."


"Sebentar, aku mandi dulu. Kita keluar sama-sama!"


"Kak Aagha keluar belakangan aja. Aku bakal tungguin di luar kok," ucap Naura yang sudah tidak sabar ingin menemui Lunara.


Aagha berdiri lalu berkata, "kamu tidak bisa keluar tanpaku."


Setelah itu, Aagha melangkah ke kamar mandi tapi ia menghentikan langkahnya ketika berada di depan pintu kamar mandi. Ia menoleh melihat Naura yang cemberut. "Awas kalau kamu keluar sendiri!"


Tiada hari tanpa emosi. Jika berhadapan dengan Aagha, Naura selalu saja kesal. Entah apa yang harus ia lakukan agar tidak merasa kesal setiap kali bicara dengan suaminya itu. Seperti saat ini, ia lagi-lagi dibuat kesal oleh Aagha yang melarangnya keluar bahkan mengancamnya sebelum kemudian masuk ke kamar mandi.


Sekitar sepuluh menit, Naura menunggu di sofa. Karena tidak sabar ingin keluar dari kamar hingga Naura mengira dirinya ia sudah berjam-jam menunggu di sana, bahkan sesekali menghela nafas panjang. Perempuan itu juga mondar-mandir di depan kamar mandi.


Di saat Naura gelisah, Aagha tiba-tiba keluar dari dalam hingga Naura yang mondar-mandir di depan, menabrak dada bidang Aagha.


"Sakit! Kak Aagha ngagetin aja sih. Kenapa nggak bilang kalau mau keluar?"

__ADS_1


Aagha mengerutkan keningnya melihat Naura yang malah bertanya padanya. "Kamu juga bikin aku kaget. Berdiri di situ kayak pencuri. Lagian, kenapa aku harus kasih tahu kamu dulu? Aku aja tidak tahu kamu di situ."


Naura baru sadar jika ia lah yang salah karena berada di sana tapi malah menyalahkan Aagha. "Maaf! Ini karena Kak Aagha mandinya lamaaaa!"


Aagha yang berjalan ke lemari pakaiannya, hanya menggeleng-geleng melihat Naura yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


Setelah Aagha berpakaian casual, keduanya akhirnya keluar. Sebelum keluar jalan-jalan, Naura mendatangi kamar Lunara untuk memanggil sahabatnya itu tapi ternyata Lunara tidak di sana.


"Kemarin kalian janjian di mana?" tanya Aagha.


"Ke pantai. Aku mau naik Jetski sama dia."


"Mungkin saja Lunara ada di sana," tebak Aagha yang membuat Naura akhirnya ingin ke sana.


"Oke. Kita susul Lunara ke tempat itu."


Aagha mengangguk. Lalu mereka berdua pun meninggalkan depan kamar Lunara. Sekitar lima menit berjalan, Aagha dan Naura akhirnya sampai di pantai. Namun, Aagha tiba-tiba menghentikan langkahnya kala ia melihat pakaian couple yang dijual orang di pinggir jalan.


"Kakak mau apa di sini?" tanya Naura yang masih bingung.


Aagha tidak menjawab. Ia malah sibuk bicara dengan penjual baju itu, sampai akhirnya ia mendapatkan sepasang baju couple bertuliskan husband wife.


"Pakai ini, baru kita pergi," ucap Aagha sembari menyodorkan kaos putihnya pada Naura.


Naura meraihnya lalu bertanya, "Kak Aagha nggak malu pakai baju couple begini?"


Naura tak pernah menyangka jika Aagha yang kaku, tidak suka melakukan hal seperti itu-memakai baju pasangan hingga ia bertanya dengan raut wajahnya yang tak percaya.


"Kenapa harus malu? Kan tidak ada tulisan perampok di baju ini? Biasa aja!" Dengan santainya, Aagha melepaskan bajunya hingga menunjukkan dada telanjangnya lalu memakai baju barunya itu. Naura sesaat malu melihat suaminya ketika membuka baju hingga kala itu ia memalingkan wajahnya. Pura-pura melihat hal lain.


"Aku juga harus pakai ini di sini?" tanya Naura setelah Aagha selesai pakai baju.

__ADS_1


"Dasar bodoh!" kata Aagha sembari menyentil dahi Naura.


"Sakit," protes Naura sembari mengusap dahinya.


"Kamu nggak perlu lepas bajunya. Tinggal pasang ini kan, beres."


Naura cemberut karena Aagha tapi ia tetap menuruti laki-laki itu dengan memakai baju couplenya.


Setelah itu, mereka pergi ke pantai. Dan ternyata di sana memang sudah ada Lunara. Mereka menemukan Lunara di cafe kecil pinggir pantai-duduk bersama Lucas. Dan tiba-tiba saja, Aagha memegang tangan Naura ketika masuk ke cafe itu. Naura heran tapi diam saja dan membiarkan tangan Aagha. Ia tidak tahu jika Aagha seperti itu karena ingin menunjukkannya di depan Lucas.


"Lun, kamu udah lama di sini?" tanya Naura.


"Itu kamu Naura?" Lunara bertanya sambil menggerakkan kepalanya ke sebelah kanan di mana suara Naura terdengar.


"Iya. Kamu nungguin aku di sini," ucap Naura sambil duduk di sebelah Lunara, dan Aagha duduk di sebelah Lucas.


"Iya. Sekalian aku minum sama Kak Lucas. Kamu udah makan?"


"Udah," jawab Lunara.


"Ya udah. Kita minum coffe dulu baru main ke pantai," kata Lunara.


Kemudian, Aagha memesan capuccino dan Naura memesan Limonata. Hanya sebentar, minuman mereka datang dan mereka pun menikmatinya sembari melihat wisatawan di pantai.


"Kak Aagha!" sahut Naura sembari menunjuk ujung bibirnya-menunjukkan bekas cappucino diujung bibir Aagha.


Tanpa mengatakan apapun, Aagha berdiri lalu memajukan tubuhnya ke depan Naura. Dan pria itu tiba-tiba saja mencium pipi Naura. Naura sampai terkejut seperti patung. Ia terdiam kaku dengan matanya yang terbuka lebar-lebar. Sebenarnya Aagha tahu maksud Naura tapi ia sengaja melakukan adegan itu untuk menunjukkan kemesraannya di depan Lucas. Tentu saja Lucas benci melihatnya, bahkan ia mengepal tangannya melihat Aagha, rasanya ia ingin memukul pria itu.


"Ka-kak Aagha! Ta-tadi kamu sedang apa?" Naura tidak hanya terkejut saja tapi ia malu dicium di depan umum. Terlebih di depan Lucas.


"Bukannya kau yang minta?" sahut Aagha dengan raut wajahnya yang datar, tak malu ataupun bersalah karena perbuatannya itu. Naura tercengan, dan bahkan ia tak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2