My Doctor My Husband

My Doctor My Husband
Part Sebelas :)


__ADS_3

perlahan Agista membuka Matanya .ia seperti tidak asing dengan tempat tersebut ,ini adalah Rumah sakit .sejak kapan ia berada disini .agista mengumpulkan ke kuatanya berusaha mengingat -ingat apa yang terjadi denganya . kenapa ia bisa sampai di Rumah sakit .


Dua orang masuk ke dalam ruangan agista itu adalah andrew dan Ratna mereka masuk ke dalam ruangan agista dengan wajah yang terlihat kahwatir .hingga saat melihat putri satu -satunya itu sudah bangun membuat andrew dan ratna bernafas lega .


"Agista kamu udah baikan nak ,kamu ada sakit dikepala ?badan kamu kenapa ?kenapa kamu bisa pingsan dikamar mandi ,"tanya ratna secara beruntun ,sungguh ia sangat kahwatir setelah kejadian yang menimpa anaknya .


bagaiman jika ia tidak cepat -cepat menolong agista saat itu .mungkin ia tak tau apa yang akan terjadi dengan anak tunggalnya itu .apa lagi melihat anaknya tak sadarkan diri .


"Kenapa agista bisa sampai disini ?"


tanya agista pada ratna yang masih menatapnya dengan pandangan kahwatir .


"Kamu tadi pingsan ,"andrew menjawab lertanyaan putrinya itu .memang andrew langsung di telepon saat ratna mendapati putrinya sedang tak sadarkan diri di kamar mandi .Andrew yang saat itu dalam ke adaan rapat terpaksa langsung pulang ke rumah melihat ke adaan agista . karena keluarganya adalah Hal terpenting dari segalanya bagaimanapun itu .


Andrew juga langsung meminta pertolongan pada Dokter yang ia kenal tidak lain adalah David marena cuma dia dokter yang dikenal oleh andrew .Agista hanya mengalami trauma kecil yang membuat ia sakit kepala yang sangat hebat .


"Pingsan ?"Agista bertanya

__ADS_1


"Ya ,kamu pingsan ,jangan banyak bergerak tunggu ke adaanmu kembali stabil ,"


Andrew juga sangat heran dan terkejut memdengan penjelasan dokter yang merawat agista ,mengapa agista bisa mengingat kejadian masa lalunya .Andrew akan memcari tahu hal itu .


Seorang Dokter datang dengan membawa alat -alat medis .Dokter yang menangani agista saat masih dalam ke adaan tak sadarkan diri .ia masuk sambil Tersenyum Ramah .Mata agista langsung membulat tak percaya melihat siapa orang yang datang keruanganya .Orang itu adalah David .


"Bagaimana keadaanya ?"andrew membuka suaranya pada David .David mengambil alat medisnya memeriksa tubuh agista .


"Ke adaan putri bapak sudah membaik ,dia hanya mengalami gejala .saya barap putri bapak tidak stress lagi dalam menghadapi suatu hal karena penyakiy putri bapak akan kabuh bila ia terlalu banyak berpikir .


"Agista kamu jawab ibu ,apa yang kamu pikirkan hingga kamu bisa seperti ini ?"jawab ibu !!..


kata ratna dengan serius pada anaknya .Ia sangat bagaimana watak putrinya .agista tidak memberitahukan pada seseorang jika dalam menghadapi masalah ia akan menghadapinya sendiri hingga bisa sampai seperti ini .


Mulai dari kecil ia sangat tu anaknya itu sangat tertutup dan tidak suka bergaul oleh karena itu mereka membuat agista Home scholl dari Sekolah dasar hingga sekolah menengah Atas namun karena andrew ingin agista belajar dunia luar andrew memutuskan memasukkan agista ke sekolah formal mulai dari kelas Dua belas semester pertama .


Angista bungkam ,Ia tak mau mengatakan jika disekolah ia dikerjai habis -habisan oleh teman sekelasnya .

__ADS_1


"AGISTA !!


"JAWAB IBU !!!....


"sudahlah ,jangan berbicara seperti itu sekarang ,Pasti nanti ia akan memberitahukanya pada kita .kita hanya perlu bersabar ,"


"Tunggulan ke adaanya membaik ,"lerai Andrew


Andrew mendesah lelan seolah situasi sekarang tidak mendukung .Ia harus meninggalkan Rapat demi putrinya yang dalam ke adaan sakit .


Agista masih diam diposisinya ,ia meremas jari -jarinya untuk menghilangkan meteganganya .ia sudah berjanji tidak mengatakan hal itu ,karena hanya dia sendirilah yang boleh menyimpan rahasia itu .Tapi ia juga heran mengapa Dokter yang memeriksanya bisa mengetahui apa yang ia rasakan .


"David melihat pasienya dengan pandangan hangat tentu saja ia bisa mengetahui hal itu karena putranya juga memilimi penyakit seperti itu ,Depresi .


"Jadi apa yang akan kami lakukan agar anak kami bisa sembuh ,kami sangat kahwatir dengan penyakitnya karena sejak kecil tidak bisa disembuhkan segala cara sudah kami lakukan mulqi dari terapi ,oprasi tetap tidak perubahan ,"


"Kalo boleh saya kasih saran jangan terlalu memaksakan kehendak jika anak bapak belum bisa menerimanya ,"

__ADS_1


__ADS_2