
Agista tak henti -hentinya bersitatap dengan laki -laki yang baru menabraknya .Ia tak tau perasaan apa yang sedang ia rasakan saat ini .Perutnya seperti dihinggapi ribuan kupu -kupu yang seakan membuatnya hanyut .Agista kemudian tersadar dengan apa yang ia lakukan .
Buru -buru ia bersikap seperti tidak terjadi apa.-apa ,ia sangat malu dengan tingkahnya barusan .Berbeda dengan Agista David merasa tidak familiar dengan gadis yang tidak sengaja ia tabrak ia merasa gadis itu sedang memperhatikanya dengan sangat dalam .
"Maaf saya tidak sengaja ,"Kata David meminta maaf pada agista atas perbuatanya barusan .sungguh ia memang tidak sengaja melakukanya karena melihat kebelakang dan tidak berfokus pada jalanya .
"Ya ,tidak apa -apa ,"PERMISI !!
__ADS_1
Agista berjalan kedepan ,ia merasa sangat malu wajahnya merah merona dan entahlah...
Ia tak tau ala yang ia rasakan tapi wajahnya bersemu merah menandakankan ia malu bercampur senang dengan kejadian yang baru terjadi .hanya beberapa kalimat yang dilontarkan laki -laki itu mampu membuat jantung agista tidak berhenti berdetag kencang .rasa apakah yang ia resakan saat ini ?
David menatap kepergian agista dengan binggung tingkahnya sangat aneh apa dia putri dari keluarga ini .David semakin bertanya -tanya namun ia tak ambil pusing ia kembali melanjutkan perjalananya yang sempat tertunda .
PLAKKK.....
__ADS_1
Agista berjalan menuju kasurnya ia lalu duduk dan kembali mengingat sosok yang baru saja menabraknya .seumur hidup baru kali ini agista merasa deg degan berpapasan dengan seseorang .Apalagi ini adalah seorang laki -laki .Agista sangat penasaran dengan laki -laki tersebut .Apakah itu rekan bisnis ayahnya atau rekan keluarga ,perlahan agista meraba lacinya lalu membukanya untuk mengambil kaca kecil yang selalu ia simpan .
Agista mengaca dirinya dan benar saja wajahnya bersemu merah .agista kembali memasukkan cermin itu ia sangat bimbang .sangat berbeda kali ini ,ayahnya pasti sedang makan malam bersama kerabat kerjanya dan agista tak ingin mengganggunya .Agista bangkit dari ranjangnya membuka pintu kamarnya melihat keadaan di luar kamarnya .
Tak ada siapa -siapa.ingin rasanya agista melangkahkan kakinya keluar untuk melihat keadaan dan laki -laki pujaan hatinya itu tapi bila di pikir -pikir ia sangat berlebihan sekali jadi agista mengurungkan niatnya .ia mengambil selimut dan menutupi seluruh badanya .tapi pikiranya masih berlarian kemana -mana dan berfokus pada laki -laki itu ada debaran yang ia rasakan dengan wajah yang sangat datar dan mata yang seakan menghipnotisnya .
karena tak bisa tidur agista keluar dari selimutnya ia memakai sandalnya menuju ruang tengah .ia ingin memastikan selali lagi laki -laki itu sosok yang menghantui pikiranya .
__ADS_1
suasana rumah yang mulai sepi membuat agista mempercepat langkahnya dan ketika ia masuk ke ruang tengah ia tidak lagi menemukan siapa-siapa selain kedua sepupunya yang sangat menyebalkan erna dan erni yang masih duduk di Meja makan sambil mengobrol .
agista tidak mengubris dan tidak tertarik melihat kedua sepupunya yang seolah menelanya hidup -hidup .Agista pergi menuju luar rumahnya dan benar saja laki -laki yang memenuhi kepalanya sudahakan pulang dengan seorang laki -laki paruh bayah