
Makanan yang di pesan sudah tertera Di meja Makan .Ada banyak menu yang di pesan .Agista hanya menatapnya dengan pandangan takjub ia tidak memungkiri David ahlinya dalam memilih menu makanan .Berbagai macam Steak ada di Meja makan dan salad .
David kembali Duduk di Kursi dekat dengan Rahel yang sedang memainkan sendik di depanya .
"Rahel makan makananmu ,berhenti memainkan sendok itu ,"titah David pada rahel yang langsung di turuti oleh Rahel .
"Silahkan Dimakan ,"Hardik David pada ahista yang hanya diam sejak mereka datang ke tempat itu .David tidak tau apa agista menyukai tempat itu atau tidak yang pastinya ia sangat lapar kali ini .Sejak mereka sampai di bandara mereka belum memakan apapun ,kecuali di Dalam pesawat .
Agista tersadar dari lamunanya ,ia merasa malu karena terpergok melamun oleh David ,
"Iya-iya saya akan Makan ,".
Agista memasukkan Steak ke dalam mulutnya .Walaupun pandanganya sesekali ke arah David yang sedang sibuk menikmati makananya ,"
"Malunya Aku ,"
Agista menikmati makanan yang ia makan dengan perasaan yang tidakenentu .ia Melirik pada Rahel yang juga sibuk Makan dengan garpu yang ia pegang .
Hingga suapan Terakhir agista tidak harus melakukan apa setelah ini .David juga sudah terlihat Menghabiskan makananya .ia meneguk air putih Dan menghapus bibirnya dengan tisu miliknya .
Rahel juga sudah selesia makan .Hal iti tak luput dari perhatian David .
"Kamu udah selesai makan?"tanya david pada anknya itu .
"Sudah pah ,Rahel sudah kenyang.Dan Rahel sudah mengantuk ,"jawab Rahel dengan Mulut yang sudah menguap .
David menyadari Hal itu .Jarusnya sekarang ,sudah waktunya Rahel untuk tidur Apa lagi waktu sudah menunjukkan larut Malam .
"Ya ,setelah ini kamu bisa langsung tidur tapi jangan lupa Gosok gigi ,Kamu paham ?"
"Ya pa ,"
__ADS_1
David membayar tagihan dari makanan yang baru saja mereka nikmati ke Meja kasir .Setelah itu ia kembali menghampiri Agista dan Rahel yang sedang berbicara .
"Kita kembali ke hotel sekarang ,"
David menggendong rahel lalu berjalan keluar Restorant Terlebih dahulu .Agista mengekor dari belakang David ,"
David kembali merebahkan badan Rahel uang sudah tertidur di kasur Kamar Hotel .ia menyelumuti badan Rahel dengan selimut .
"Papa keluar dulu sebentar ,kamu jangan Keluar kamar tanpa sepengetahuan papa,"bisik David pas ditelinga Rahel .
Agista tertawa pelan walauupun Masih bisa di dengar Oleh David .
"Saya ingin bicara dengan kamu ,tapi sebaiknya kita Bicara di luar saja ,"
"Ya ,Tidak masalah ,apa ada yang ingin Dokter sampaikan ?"
"ada !Lebih baik kita bicara di luar ,"
"Apa yang kau pikirkan tentangku ,"Kata David membuka obrolan.
Agista menggigit bibirnya ,rasanya kelu ia tidak bisa mengucapkan apa -apa .
"Kenapa kamu Diam ,"saya sedang bertanya kepada kamu .apa yang kamu pikirkan tentang saya ,"Kata David sekali lagi pada agista yang hanya menggigit bibirnya .
"Sa-saya memiliki perasaan untuk Dokter ,"jawab agista sedikit malu -malu .Namun ia tidak munafik ia memang sangat mengagumi Sisok David walaupun apa yang terjadi dengan dirinya .
. Daid hanya tersenyum kecil .ia sudah menduga apa yanga gista pikirkan selama ini tentang diri ya .
"Mengapa kamu suka kepada saya ,"Apa yang kamu lihat dari hidup saya .apa karena orang tua saya adalah Atasan dari ayah kamu ,"
Agista terkejut mendengar apa yang baru saja ia dengar sejujurnya ia tak memiliki perasaan swperti itu .
__ADS_1
"Tidak -tidak saya tidak melihat hal itu dari kamu ,"
."Terus ?'tanya David masih Terus menunggu jawapan dari agista .
Agista menatap kedelan ,sebenarnya ini bukanlah dirinya .dirinya yanga asli tidak memiliki keberanian seperti saat ini .
"Karena apa yang selama ini saya cari ada di dalam diri anda ,"Jawab agista tanpa mengalihkan landanganya dari depan.
David merasa binghung dengan apa yang dikatakan oleh agista barusan .
"Maksud kamu ?"
"Ya begitu ,apa yang saya cari ada di dalam diri kamu .Matamu Cara bicaramu kepribadian mu serta Tanganmu yang seklalu dingin .Aku menyukai itu Semua ,"
David yertegun mendengar apa yang dikatakan agista .ia tidak pernah membayangkan bagaiman agista mengatakan hal itu semua dan sekarang ia mendengarnya .Oke tampa nanyak perhitungn David Mengatakan niatnya .
"Jika kamu menyukai saya ,Apa kaha kamu mau jadi kekasih saya ,"kata David dengan Datr intonasinya terlihat sangat serius
deg
Jantung agiata ingin berhwnti saat mendengar apa yang dikatakan oleh David .
ia tidak salah dengarkan .
David melihat wajah binghung agista .
"Saya ulangi apakah kamu mau jadi kekwsih saya ,saya tau kita beda Tingkatan dan lastinya saya sudah menikah dan memiliki anak dan kamu belum .
"Namun keputusanya ada di tangan kamu ,kamu hanya perlu menjawabnya ,"Jika ya ,ya jika tidak ,tidak .
Agista masih belum bisa mencerna dengan situasi yang ia rasakan namun bibirnya menyuruhnya untuk mengatakan .
__ADS_1
"ya saya mau ,"