My Good-looking Neighbor

My Good-looking Neighbor
Ch 9 : Bukankah Itu Terlalu Gila??


__ADS_3

Hari ini hari Sabtu, hari yang cocok untuk kencan seharian. Pagi-pagi Chizuru sudah berdandan dengan cantik. Lebih cantik dari biasanya. Karena hari ini pelanggan yang memesan adalah VIP. Akan ada perlakuan khusus tentunya. Pakaian yang dipakai menonjolkan semua aura kecantikannya sampai ke puncak.


Chizuru memakai sleeveless sweater yang agak ketat dan rok dengan panjang tepat di atas lutut. Juga ia memakai heels dan tas kecil.


Sebelum keluar, ia memastikan semuanya rapi dan siap. Ia berdiri di depan cermin dan menyemangati dirinya.


'Yosh!'


Chizuru keluar dari apartemen. Sekarang adalah jam di mana biasanya Ryuuji menunggunya di depan untuk berangkat ke kampus. Dan biasanya saat di hari libur seperti ini, Ryuuji biasanya melakukan pemanasan di bawah di jam saat ini. Namun apa yang dilihat Chizuru sekarang adalah, tidak ada.


Saat ia melihat ke bawah, di tempat parkir kendaraan pribadi, Chizuru tidak menemukan sepeda motor Ryuuji. Artinya, Ryuuji sekarang sudah pergi entah ke mana.


Seketika, pemandangan Ryuuji dengan tatapan kosong yang pergi tanpa sapaan muncul di kepala Chizuru. Mereka sudah cukup dekat selama ini, meskipun baru sekitar 3 minggu mereka saling kenal. Jadi, perasaan membohonginya selama ini agak mengganggunya.


'Fyuh, aku akan meminta maaf setelah ini.'


Setelah beberapa menit perjalanan menggunakan kereta dan jalan kaki, akhirnya Chizuru sampai di tempat pertemuan. Tempat pertemuannya adalah cafe yang sama saat Umi dan Chizuru bertemu sebelumnya.


Saat di kereta Chizuru dan pelanggan, Akira, sudah saling chatting. Akira akan menunggunya di cafe. Dia akan menggunakan T-shirt hitam, celana kargo hitam, topi hitam dan masker hitam. Semuanya serba hitam. Chizuru sempat berpikir, apakah dia berduka atau semacamnya. Tapi ia segera menghilangkan pemikiran semacam itu.


Begitu Chizuru memasuki cafe, dia langsung bisa mengenali pasangan kencannya hari ini. Dia duduk di sudut sambil memainkan ponselnya. Chizuru menghampirinya.


"Permisi, apakah kamu, Watanabe Akira-san?"


Suara Chizuru yang lembut menyadarkan pria di depannya. Pria Akira ini perlahan menatapnya.


"Mizuhara Chizuru?"


"Iya, saya pasangan kencan Watanabe-san hari ini."


"Hmmm, kamu bahkan lebih cantik dari yang terlihat di profilmu."


"Ah terimakasih."


"Silahkan duduk. Dan jangan ragu untuk memesan apa saja."


"Kalau begitu aku akan merepotkanmu Watanabe-san."


Saat Chizuru duduk, ia berpikir entah kenapa pria di depannya terasa sangat akrab dengannya. Dari proporsi badan, selera fashion, suaranya bahkan cara memperlakukannya.


Setelah pesanan mereka berdua datang, Chizuru meminum cappuccino yang di pesannya. Begitu juga pasangan kencannya hari ini. Dia memesan red velvet latte. Begitu dia membuka topi dan masker, Chizuru tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya.


"K-Kamu!??? Senpai???"


Benar. Pria yang ada dihadapannya sekarang adalah tetangga 'tercinta'nya, Shinjo Ryuuji. Ryuuji yang melihat reaksi tetangganya, merasa cukup puas. Dia tertawa ringan.


"Ya. Bingo. Aku senpai dan tetanggamu. Ah dan juga pacarmu untuk 12 jam ke depan."


"Euk!?"


Chizuru terperanjat. Jantungnya seakan terbang ke langit. Siapa yang menyangka kliennya adalah tetangganya sendiri. Dan tetangga itu seakan sudah menghindarinya sebelumnya.


"T-Tapi? Bagaimana?"


Tanya Chizuru dengan membanting cangkirnya dengan sangat lemah.

__ADS_1


Ryuuji tersenyum nakal. Yah, rencana untuk mengejutkan tetangganya yang cantik cukup berhasil. Melihat wajah lucu Chizuru, Ryuuji menggelengkan kepalanya dan mengambil smartphone dari saku. Ia mengotak-atik sebentar dan menunjukkannya ke Chizuru dengan layar yang menghadap membelakanginya.


Chizuru tidak keberatan dengan silent treatment yang diterimanya dan hanya melihat layar smartphone yang ditunjukkan Ryuuji kepadanya.


"Senpai, aku tahu kau menggunakan Diamond. Maksudku bagaimana kau bisa mengetahuinya? Sepertinya dirimu bukan tipe yang akan selalu menggunakan app ini."


Ryuuji hanya menanggapinya dengan santai sambil menaruh smartphone nya di meja.


"Ya begitulah. Aku bukan tipe seperti itu. Kau tahu, aku punya 3 teman yang sudah kau temui beberapa minggu yang lalu."


Chizuru mengangguk dan menunggu kelanjutan ceritanya.


"Salah satu temanku, yang tinggi, Keiji, ia sedang melihat-lihat Diamond. Aku sedang bersamanya juga. Saat itu aku melihat wajah cantik yang sangat familiar di aplikasi itu. Kau bisa menebak siapa itu." Lanjut Ryuuji.


Ryuuji diam sejenak dan Chizuru menganggukkan kepalanya dua kali.


"Yah dan begitulah. Begitu pulang aku langsung mengeceknya di web dan berlangganan VIP."


Begitu cerita selesai Ryuuji menyandarkan badannya dengan santai dan meminum red velvet dinginnya.


"Jadi begitu ya."


"Begitulah. Tapi kau tahu, aku heran bagaimana orang-orang tidak menyadari penyamaranmu selama ini? Sedangkan aku bisa langsung tahu dalam sekali lihat. Apakah kau sebenarnya pemeran utama wanita dalam komik atau apa?"


Chizuru hanya melihat dengan senyuman kecut setelah mendengar pendapat jujur Ryuuji.


"Apakah seburuk itu penyamaranku?"


Ryuuji hanya mengangkat salah satu alisnya dan bersandar dengan lelah. Ia menghela napas dan menatap gadis didepannya dengan heran. Dia bertanya-tanya bagaimana gadis ini tidak sadar bahwa penyamarannya cukup buruk sehingga Ryuuji, dirinya sendiri bisa menyadarinya hanya dalam sekali lihat. Kecantikan seperti Chizuru agak sulit untuk disembunyikan.


Ryuuji bisa melihat kerutan wajah Chizuru karena pendapat yang keluar dari mulutnya.


"Seburuk itu. Setidaknya menurutku. Well, selama orang-orang disekitarmu tidak menyadarinya, hmmm, kurasa aman."


Jadi, setidaknya setelah mengejutkannya dengan fakta versi Ryuuji yang mungkin sulit diterima, dia melegakannya dengan opini dan fakta mayoritas. Dan yap itu berhasil. Kondisi wajah Chizuru sudah agak terkontrol. Perubahannya cukup manis. Wajahnya kembali tanpa kerutan dan tubuhnya sedikit rileks.


Chizuru menyeruput cappuccino nya dengan santai.


"Apakah itu hanya untuk menghiburku?"


Ryuuji hanya mengangkat alis kanannya sambil menatap Chizuru.


"Mana aku tahu. Bagaimana menurutmu? Apakah orang sekitarmu menyadari penyamaranmu?" Tanya Ryuuji.


Chizuru hanya memegang cangkir cappuccino nya. Dia diam berpikir sejenak dan menjawab.


"Kurasa tidak."


"Sekarang kau tahu. Aku tidak hanya menghiburmu."


Chizuru diam sejenak dan berpikir. Ryuuji yang berada di depannya, seperti biasa duduk dengan santai dan penuh kharisma. Dia sedang chat dengan klien sekarang, meminta maaf karena libur untuk hari ini. Jadi dia sedang menatap ponselnya.


"Tapi ada satu orang lagi yang mengetahui penyamaranku. Hmmm kurasa aku harus lebih berhati-hati." Cetus Chizuru yang sebelumnya diam.


Ryuuji yang mendengarnya sedikit terkejut. Tapi ada orang yang dipikirkan Ryuuji saat ini.

__ADS_1


"Hmmmm, apakah pacarmu yang kemarin? Pacar sungguhan?" Tebak Ryuuji.


"Ehh?? Bukan bukan bukan. Tentu saja bukan. Umi-kun hanya temanku."


Chizuru dengan cepat menjawab sambil melambaikan tangannya. Ekspresinya bukan seperti orang yang panik. Itu hanya jawaban santai yang terlihat tidak peduli. Melihat reaksinya, Ryuuji bisa menebak kemungkinan besar jawaban Chizuru benar dan jujur. Ryuuji sedikit tersenyum, meletakkan ponselnya dan bersandar.


"Begitu ya. Kalau begitu siapa yang kau maksud?"


"Kinoshita Kazuya. Mahasiswa tahun pertama jurusan....emmmm jurusan...apa ya waktu itu....emmm ah, Administrasi Bisnis."


"Oh, universitas kita? Bagaimana kalian bertemu?"


Chizuru bisa melihat wajah santai Ryuuji. Tapi ada yang aneh dengan ekspresinya. Ekspresinya sebenarnya normal dan ramah, tapi entah kenapa ada sesuatu yang berbeda.


'Hanya imajinasiku saja mungkin.'


"Um, dia menyewaku. Dan dia mengetahui penyamaranku keesokan harinya saat kami berpapasan secara tidak sengaja di kampus. Dia menyewaku lagi dan kami bertemu lagi di rumah sakit secara tidak sengaja belum lama ini." Jawab Chizuru.


Entah kenapa saat mendengar jawaban Chizuru, Ryuuji merasa rumah sakit itu adalah rumah sakit yang sama di mana kakek cerewetnya dirawat.


"Apakah itu rumah sakit CCRA?"


Chizuru tidak terlalu kaget mendengar tebakan Ryuuji. Lagi pula itu adalah rumah sakit yang cukup dekat dari apartemen.


"Bagaimana kau tahu, Senpai?"


"Kakekku dirawat di rumah sakit itu. Ingat hari di saat aku mengantarmu dengan motor?"


Nah, baru sekarang reaksi Chizuru adalah reaksi orang yang kaget.


"Jangan bilang..."


"Ya. Aku baru pulang menjenguk kakekku saat itu."


"Ah begitu ya."


"Kembali ke laptop. Untuk apa kau datang ke rumah sakit, Mizuhara?"


Chizuru merasa agak aneh dipanggil dengan nama belakang palsunya oleh Ryuuji.


"Nenekku juga dirawat di sana."


Ryuuji mau tidak mau terkejut. Cukup banyak kebetulan yang aneh yang dialaminya dengan gadis cantik di depannya. Dan sekarang dia berkata bahwa neneknya sedang dirawat di rumah sakit yang sama di mana kakeknya dirawat. Kebetulan yang cukup gila.


"Sekarang itu mengejutkan. Cukup banyak hal-hal kebetulan aneh yang kita alami. Apakah sekarang kau akan mengatakan juga kalau nenek si Kinoshita itu juga dirawat di sana?"


Chizuru lagi-lagi terkejut dengan tebakan Ryuuji. Kali ini tebakan yang benar. Chizuru hanya mengangkat bahu dan bersandar di kursinya sambil meminum cappuccinonya.


"Jangan bilang itu benar?" Tanya Ryuuji.


"Yup, 100%." Jawab Chizuru dengan senyuman tidak berdaya.


Ryuuji mematung. Bahkan ekspresi di wajahnya juga mengikuti tubuhnya. Kemudian ia berkedip beberapa kali dan bersandar di kursi.


"Sekarang itu gila."

__ADS_1


__ADS_2