
"Bukankah kau sudah punya pacar?" Tanya Ryuuji.
Gagasan ini sebenarnya agak mengganggu Ryuuji. Apalagi ia sudah setengah sadar dengan perasaannya terhadap Chizuru, tidak peduli itu karena penampilannya pada awalnya. Ryuuji sudah mengatur mental dan hatinya bahwa dirinya mengagumi Chizuru, dan membuka ruang untuk mengeksplorasi lagi apa yang Ryuuji rasakan. Ia tidak peduli akan menjadi apa perasaannya nanti, entah itu menjadi rasa cinta antar lawan jenis atau rasa cinta pertemanaan.
Dan saat ia menanyakan pertanyaan itu, Ryuuji agak berharap jawaban Chizuru sesuai dengan ekspektasinya yang berarti Chizuru akan mengatakan tidak. Sekaligus Ryuuji ingin memastikannya lagi. Karena saat pertemuannya dengan si 'pacar' Chizuru, Kinoshita Kazuya, Chizuru terlihat ingin mengatakan sesuatu. Tapi dicegah oleh si 'pacar' karena merasa Ryuuji adalah orang yang berbahaya.
'Yah, aku hanya ingin memastikan.' Pikir Ryuuji.
Mereka berdua masih diam di depan mini market. Tapi tidak di depan pintu.
Saat Chizuru mendengar pertanyaan lugas dari Ryuuji, Chizuru tertegun. Mungkin pertanyaan inilah yang membuat Chizuru agak takut.
"Mungkin kita bisa membahasnya setelah kita berbelanja. Mungkin di taman?" Jawab Chizuru canggung.
Ryuuji agak lega dengan jawaban Chizuru. Tapi ia juga tidak bisa menyingkirkan rasa gelisahnya.
"Baiklah." Kata Ryuuji.
Mereka masuk ke mini market dengan jarak. Kecanggungan melanda sekali lagi. Well, tidak dipungkiri. Topik ini menyangkut momen ketegangan mereka sebelumnya.
Setelah membeli beberapa camilan, mereka ke kasir. Ryuuji memutuskan untuk membayarnya. Dan seperti biasa Chizuru menolaknya. Tapi apa? Chizuru tentu saja tidak bisa menolak Ryuuji. Percakapan mereka saat membayar di depan kasir cukup canggung sehingga kasirpun merasa canggung juga.
Bahkan saat mereka berdua keluar dan berjalan menuju taman, mereka hanya diam dengan jarak berjalan 1 meter. Ryuuji di belakang dan Chizuru di depan.
Begitu sampai di taman, mereka duduk di kursi panjang yang mereka duduki saat pertama kali olah raga bersama. Ryuuji menunggu Chizuru berbicara. Suasana canggung melanda selama 5 menit dan akhirnya Chizuru memecah keheningan.
"Fyuhh, aku minta maaf, Senpai." Kata Chizuru sambil menundukkan kepala.
Ryuuji tertekan mendengar ini. Dia hanya diam menunggu apa yang Chizuru katakan selanjutnya.
"Sebenarnya, aku tidak berpacaran dengan Kazuya." Chizuru masih menundukkan kepalanya sambil mengusap kaleng kopi yang ada di tangannya.
'Selesai suda- eh tunggu?' Monolog batin Ryuuji bergejolak.
Ryuuji menengok ke arah Chizuru dengan alis terangkat.
"Eh? Tidak berpacaran?" Tanya Ryuuji untuk memastikan lagi.
"Iya. Maafkan aku karena membohongimu, Senpai." Chizuru juga menengok ke arah Ryuuji sambil tersenyum tipis.
Ryuuji tentu saja tersenyum dalam hati. Apa yang ia khawatirkan hilang begitu saja begitu mendengar konfirmasi Chizuru.
__ADS_1
"Begitu ya. Lalu aku menebak Kinoshita kemarin mengatakan itu untuk melindungimu karena asumsinya terhadapku?" Pertanyaan konfirmasi datang lagi dari Ryuuji.
Lagi-lagi Chizuru tertegun membekukan reaksinya. Ryuuji masih mempunyai awan mendung firasat buruk di kepalanya. Chizuru menundukkan kepalanya lagi.
"Itu benar. Tapi juga ada hal lain. Aku bukan pacarnya, tapi juga pacarnya." Ungkap Chizuru.
Ryuuji terdiam.
"Bisa dibilang, pacar palsu? Ya, seperti itu. Ada keadaan yang membuat kami berkata kalau kami adalah sepasang kekasih." Lanjut Chizuru. Ia kemudian meminum kopinya, membasahi kerongkongannya.
"Kau ingat kan saat aku mengatakan kalau nenek Kinoshita dan nenekku dirawat di rumah sakit yang sama?" Tanya Chizuru sambil menengok ke arah Ryuuji.
"Iya, aku ingat." Jawab Ryuuji sambil mengangguk.
"Singkat cerita, Kinoshita memesan jasa sewa pacar dengan aku sebagai pacar palsunya. Di saat masih jam sewa, keluarganya menelpon. Mengatakan kalau neneknya tiba-tiba pingsan dan akhirnya di rawat darurat." Chizuru berhenti dan meminum kopinya.
"Mau tidak mau, Kinoshita harus ke rumah sakit dan mengajakku juga. Tapi ternyata setelah tiba kamar neneknya, neneknya terlihat baik-baik saja. Neneknya hanya kelelahan. Saat itu lah suasana rumit terjadi." Lanjut Chizuru.
Chizuru menatap Ryuuji dan menghela napas.
"Kutebak, neneknya bertanya siapa yang dibawa Kinoshita. Kemudian Kinoshita menjawab kalau kau adalah pacarnya. Dan kau hanya mengikuti skenario yang dipaksakan karena merasa tidak enak di depan nenek dan keluarganya." Ryuuji menghela napas dan bersandar.
"Kau benar, Senpai." Kata Chizuru.
Ryuuji bisa merasakan itu cukup merepotkan.
"Kalau begitu, kalian harus mengklarifikasi hubungan kalian sebelum keadaan menjadi semakin parah. Apalagi nenek kalian berada di rumah sakit yang sama. Mengesampingkan apakah mereka berteman atau tidak, cepat atau lambat kabar ini akan diketahui nenekmu. Apa nenekmu tahu kalau kau bekerja sebagai pacar sewaan?" Kata Ryuuji.
Setelah diam beberapa saat mendengarkan saran dan pertanyaan Ryuuji, Chizuru seakan menyadari sesuatu. Chizuru tersenyum kecut.
"Tidak. Sepertinya ini akan merepotkan." Keluh Chizuru sambil memegang dahinya.
"Mungkin jujur adalah pilihan bagus saat ini?" Kata Ryuuji yang sedang membuka tutup kaleng kopinya.
"Hmmm, atau mungkin menutup kebohongan dengan kebohongan?" Chizuru menatap Ryuuji.
"Seperti?" Tanya Ryuuji dan kemudian ia meminum kopinya.
Chizuru berpikir sejenak. Ia kemudian menatap Ryuuji beberapa kali.
"K-Kamu jadi..p-pacar palsuku mungkin?" Chizuru mengatakan ini dengan pipi yang memerah.
__ADS_1
Kopi Ryuuji jatuh dan ia hampir tersedak saat mendengar saran Chizuru. Ia langsung terbatuk dengan keras.
"S-Senpai!!!" Chizuru refleks berdiri dengan cepat, mendekat ke Ryuuji dan memegang bahunya.
Ryuuji mengangkat tangannya pertanda kalau dia tidak apa-apa. Chizuru bernapas lega dan kembali ke tempat duduknya.
"Maafkan aku, Senpai!" Kata Chizuru.
'Aku sungguh tidak mengira itu akan datang seperti bom!' Pikir Ryuuji.
"Ahem. Tapi bukankah itu sama saja dengan kau menjadi pacar palsu Kinoshita?" Tanya Ryuuji.
"Benar juga. Tapi ada sedikit perbedaan, Senpai." Jawab Chizuru.
"Dan apa itu?" Ryuuji balik bertanya.
"Aku dan Kinoshita adalah hasil skenario yang memaksa. Sedangkan kita mendiskusikannya lebih dulu. Tapi tetap saja, setelah kupikir-pikir ini bukan ide yang bagus." Ungkap Chizuru.
Memang itu bukan ide yang bagus. Tapi bukan berarti Ryuuji tidak senang dengan ide Chizuru. Ia merasakan kesenangan dan kemenangan saat Chizuru mengungkapkan ide pacar palsu. Ayolah, siapa yang tidak suka saat perempuan yang kau cintai memberikan kesempatan untuk menjadi pacar palsunya?
Tidak dibutakan oleh kesenangan, Ryuuji juga berpikir bahwa ide Chizuru bukanlah ide yang bagus. Chizuru akan menjadi penuh celah. Semakin banyak kebohongan bukanlah sesuatu yang bagus. Jujur adalah jalan terbaik dengan menyertakan berbagai alasan mengapa Chizuru memilih pekerjaan sebagai pacar sewaan.
"Ya, itu bukanlah ide yang bagus. Mungkin lebih baik jujur karena kau tidak tahu apa yang dipikirkan nenekmu mengenai pekerjaan ini. Setidaknya jika nenekmu akhirnya tahu hubungan palsumu dengan Kinoshita, beliau masih memiliki gagasan kalau itu adalah pekerjaanmu. Dan jika nenekmu tidak menerimanya, mungkin kau bisa menyertakan alasan yang meyakinkan untuk membujuknya." Ungkap Ryuuji.
Seperti yang diduga Chizuru, Ryuuji sependapat. Chizuru mengangguk terhadap saran Ryuuji.
"Ya, aku memang mempunyai beberapa alasan yang kuat untuk itu." Jawab Chizuru.
Ryuuji hanya tersenyum menanggapi Chizuru. Ia meminum kopinya lagi dan merilekskan tubuhnya.
"Mau ke rumah sakit bersama? Aku berencana menjenguk kakekku besok. Aku ingin mengenalkanmu sebagai teman dekatku." Kata Ryuuji.
Bukankah situasinya akan seperti Kazuya dan Chizuru? Tentu saja itu berbeda. Sekali lagi Chizuru dan Ryuuji masih berdiskusi tentang hal ini. Dan lagipula, Ryuuji selalu mengenalkan teman dekatnya ke kakeknya. Namun Chizuru masih belum lama mengenal Ryuuji. Ya itu tidak masalah karena mereka adalah teman dekat yang bisa dibilang sefrekuensi. Juga, jangan lupa kalau mereka hidup berdampingan.
"Boleh. Aku juga ingin mengenalkanmu sebagai temanku kepada nenekku, Senpai. Mungkin kau bisa bergabung saat aku membicarakan masalah pekerjaanku kepada nenekku?" Saran Chizuru.
Rencana dadakan Ryuuji untuk semakin dekat dengan Chizuru bisa dibilang berhasil. Mungkin malah melewati beberapa langkah. Ryuuji tidak berharap untuk Chizuru mengenalkannya ke neneknya dan mengajaknya untuk bergabung ke obrolan 'privat' antar keluarga.
Sebelumnya memang, Ryuuji berpikiran untuk mengajukan diri untuk menemani Chizuru saat mengobrol dengan neneknya. Tapi Ryuuji menahannya karena bersifat pribadi. Ia hanya orang luar yang kebetulan dekat dengan cucunya selama beberapa minggu.
"Kalau itu tidak masalah, aku tidak keberatan." Jawab Ryuuji sambil tersenyum lembut.
__ADS_1