My Good-looking Neighbor

My Good-looking Neighbor
Ch 10 : Kau Melihat Cahaya Ilahi?


__ADS_3

Pembicaraan di kafe sudah berakhir. Dan sekarang sepasang laki-laki dan perempuan sedang keluar menikmati udara kota. Banyak mata mengawasi mereka. Bukannya bermaksud buruk, mereka hanya terlalu bagus untuk dilihat.


"Jadi bagaimana? Aku harus memanggilmu, Ichinose, Mizuhara atau Chizuru?"


"Apapun. Senyamanmu, Senpai."


"Hmmm, Chi-chan?"


"Eukk."


Chizuru langsung merinding mendengar Ryuuji memanggilnya dengan nama itu. Ia menatap Ryuuji dengan tatapan aneh dan jijik. Ryuuji hanya terkekeh melihat reaksi lucunya.


"Demi Tuhan, apapun selain itu, tolong."


"Baiklah, Chizuru saja."


Bahu Chizuru naik dengan cepat. Jantungnya melompat melewati tenggorokannya. Wajahnya memerah dan segera normal dengan cepat. Chizuru sudah menyiapkan diri jika pasangan kencannya menggunakan nama depannya.


"O-Oke." Jawab Chizuru dengan gagap.


Tapi tetap saja, Ryuuji adalah teman dan tetangganya yang sudah cukup dekat. Apalagi kedekatannya dengan Ryuuji bisa dibilang kedekatan yang aneh. Ada semacam percikan-percikan tidak diketahui di dalam kedekatan mereka. Ryuuji sudah menyadarinya. Tapi sepertinya agak berbeda dengan Chizuru. Yah, dia agak keras kepala.


Ryuuji mengabaikan jawaban gagap Chizuru dan hanya tersenyum sambil menatap kedepan.


"Ahem. Lalu bagaimana aku memanggilmu, Senpai? Watanabe-san, Akira-san, Shinjo-san, atau Ryuuji-san?"


Ryuuji melirik Chizuru yang sudah dalam mode tenang dan menjawab.


"Ryuuji. Ryuuji saja tanpa honorifik. Ryuu-kun juga tidak masalah." Tanpa ragu.


"Eukk, tidak. Ryu-Ryuuji saja. Ryuuji. Oke Ryuuji?"


"Eh? Bukannya Ryuu-kun akan imut?"


"Tidak!! Itu tidak imut."


"Bayangkan, Ryuu-kun dan Chi-chan. Unch, panggilan couple yang imut bukan??"


"Erghhh, tidakkkk. Tidak akan. Aku geli saat mendengarnya. Ryuuji dan Chizuru saja, itu sudah bagus."


"Tapi-"


"Tidak ada tapi!!"


"Oke terserah kau saja, keke. Coba panggil namaku."


"Euk."


Chizuru langsung menoleh ke atas. Kok ke atas? Ya karena Ryuuji lebih tinggi dari Chizuru jadi kepalanya berada di atas Chizuru. Ryuuji juga menoleh ke arah Chizuru. Mereka saling bertukar pandangan sekarang. Ryuuji bisa melihat ekspresi Chizuru yang tenang tapi terlihat sedikit ragu.


"Ryuuji."


"Oke."


Chizuru langsung mengalihkan pandangannya dan menatap ke depan lagi.


"Senpai saja. Agak aneh memanggil nama depanmu tanpa honorifik dengan tiba-tiba, Senpai. Ryuuji-senpai. Hmmm. Itu terdengar lebih baik."


Chizuru mencoba meredakan kecanggungannya saat memanggil Ryuuji dengan nama depannya.


"Kalau begitu, aku juga akan memanggilmu Ichinose saja." Kata Ryuuji.


Chizuru tidak merespons sejenak. Kemudian ia mengambil napas cukup dalam dan menghembuskannya dengan pelan.


"Chizuru saja. Panggil saja aku Ichinose saat ada orang lain."


Mau tidak mau Ryuuji refleks mengalihkan pandangannya ke arah Chizuru. Ia sedang terlihat sedikit menunduk.


"Bukannya apa, aku tidak ingin orang lain mengetahui pekerjaanku." Tambah Chizuru.

__ADS_1


Ryuuji tersenyum dan menepuk kepala Chizuru.


"Oke, Chizuru. Terserah apa katamu."


Ryuuji kemudian mengusap kepala Chizuru. Ryuuji tidak ragu melanjutkan karena ia terlihat tidak keberatan dengan itu. Toh sekarang mereka juga sedang "kencan". Setelah beberapa detik, Ryuuji mengangkat tangannya dari kepala Chizuru, khawatir akan membuatnya tidak nyaman jika terlalu lama.


Begitu tangan Ryuuji lepas, Chizuru memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan melakukan gerakan merapikan rambut meskipun rambutnya tidak berantakan setelah diusap dengan lembut oleh Ryuuji. Chizuru menatap Ryuuji yang sedang memperhatikannya.


"Jadi, kita mau ke mana?"


Atas pertanyaan Chizuru, Ryuuji tidak langsung menjawab dan melihatnya dari atas ke bawah.


"Ada apa dengan tatapanmu itu, Ryuuji-senpai??"


"Ah tidak. Kau terlihat cantik hari ini. Hmmm tapi.."


"T-Terima kasih. Tapi apa?"


"Dilihat dari tasmu yang kecil, sepertinya kau tidak membawa baju ganti?"


"Baju ganti? Untuk apa?"


"Yah, aku bisa membelikannya untukmu."


"Eh?? Untuk apa??"


"Kau tidak akan naik sepeda motor hanya dengan memakai rok dan bajumu itu kan??"


"Ah."


Chizuru akhirnya menyadarinya. Baju atas dengan lengan terbuka dan rok dengan panjang tepat di atas lutut dan heels. Sangat tidak nyaman untuk menaiki motor. Dia juga tersadar kalau pria di sampingnya ini adalah tetangganya yang saat berangkat ia tidak melihat sepeda motor miliknya di tempat parkir apartemen.


Dan begitulah, mereka menuju toko baju. Meskipun awalnya Chizuru menolak karena tidak enak dan bersikeras untuk membayarnya, Ryuuji menolak gagasan itu. Kemudian Chizuru mencoba cara lain, split bill. Namun itu juga gagal. Ryuuji cukup bersikeras kali ini. Setelah bernegosisasi beberapa kali, akhirnya Chizuru menyerah dan mengikuti apa kata Ryuuji.


Dan saat ini, Ryuuji sedang berdiri memunggungi ruang ganti, menunggu Chizuru mengenakan pakaian yang dibelikan Ryuuji. Tentu saja karyawan toko dan Chizuru yang melakukan pemilihan pakaian. Hal itu adalah urusan wanita.


Chizuru keluar dari ruang ganti dan langsung bertanya pendapat Ryuuji. Ryuuji langsung berbalik ke arah Chizuru.


"...." Ryuuji terdiam.


Chizuru adalah gadis yang good-looking, bahkan bagi perempuan. Meskipun dengan menggunakan pakaian casual yang biasa pun, penampilannya akan tetap menarik. Dengan catatan selama perpaduan warnanya bagus, bukan yang asal-asalan.


Chizuru berdiri di depan Ryuuji sambil memutar tubuhnya, sehingga Ryuuji dapat melihat semua sisi tubuhnya. Dia sedang berpose sekarang.


"Kenapa kau diam saja, Senpai?"


Ryuuji diam sejenak, dan melihat pakaiannya sendiri. Warnanya sama. Chizuru memakai t-shirt hitam lengan pendek yang dimasukkan ke celana dan memakai celana jeans hitam yang tidak terlalu ketat. Menyadari ada kesamaan, Ryuuji menjawab.


"Apakah aku harus mengganti pakaianku? Kita terlihat suram dengan warna hitam."


Ryuuji menghela napas dan tersenyum tak berdaya. Namun sebelum Chizuru membuka mulutnya, seseorang berbicara, bermaksud untuk menyanggah pernyataan Ryuuji.


"Tidak perlu, sir. Kalian berdua terlihat cocok dan keren."


Karyawan toko yang memilih bersama Chizuru yang menjawab.


"Benarkah?" Chizuru dan Ryuuji menjawab bersamaan.


"Saya tidak akan berbohong. Hm hm." Karyawan toko menjawab dengan percaya diri dan mengangguk dua kali.


Ryuuji mengangguk.


"Yah, baguslah. Nah sekarang..."


Mata Ryuuji terpaku pada kaki Chizuru.


"Apa?" Respon Chizuru.


"Kita harus mengurus itu."

__ADS_1


Ryuuji menunjuk kaki Chizuru yang masih mengenakan heels.


"Tidak akan nyaman menaiki sepeda motor menggunakan heels, ayo beli sepatu." Lanjut Ryuuji.


"Eh??? Tapi...apakah tidak apa-apa?"


"Jangan khawatir. Kita akan beli yang agak murah, apakah itu baik-baik saja untukmu?"


"Ey, of course. Aku hanya akan menurut. Tapi tolong jangan yang terlalu mahal."


"Tenang saja."


Dan beberapa waktu kemudian...


*Kring kring


"Terimakasih atas pembeliannya."


Chizuru berakhir membeli sepatu sneaker seperti converse hitam dan putih. Yah, sepasang sepatu itu cocok dengan Chizuru. Selain itu, Ryuuji juga membelikannya jaket hitam untuk outer. Lagi pula mereka akan mengendarai sepeda motor. Kita melupakan helm. Tapi Ryuuji datang dengan persiapan, ia membawa dua helm.


Mengendarai motor setelah beberapa menit, Ryuuji dan Chizuru sampai disuatu tempat. Belum benar-benar sampai di tempat, tapi tempat tujuannya sudah terlihat. Intinya mereka masih di jalan.


"Taman hiburan?" Chizuru bertanya dengan berteriak.


"Apa?"


Yap, mereka sulit mendengar satu sama lain.


"Taman hiburan?" Chizuru berteriak lebih keras. Lagi pula ia mengenakan helm fullface.


"Oh, taman hiburan. Iya."


Dan akhirnya mereka sampai. Omong-omong, tempat parkirnya cukup mahal yang membuat wajah Ryuuji sempat jelek tadi.


"Cih. Meskipun aku cukup kaya sekarang, bagaimana bisa mereka memasang biaya parkir sebesar itu?" Geram Ryuuji.


"Sudahlah, senpai. Lagi pula ini taman hiburan yang cukup terkenal. Kurasa pajaknya juga cukup besar." Balas Chizuru sambil menepuk punggung Ryuuji. Tidak lupa Chizuru memasang senyumnya.


Melihat Chizuru menenangkannya, Ryuuji hanya menghela napas dan menenangkan diri. Kemudian dengan senyuman ikhlas ia menjawab Chizuru.


"Yah, mau bagaimana lagi. Lagi pula, aku yang memilih tempat." Yap, dia tersenyum.


Kalian pikir apa respons Chizuru? Dia mematung dan memasang wajah konyol.


"Ada apa, Chizuru?"


Ryuuji mengetuk dahi Chizuru tiga kali dengan jarinya. Tapi tetap saja gadis menawan yang konyol ini tetap mematung.


'Hah? Aku barusan melihat cahaya di balik sosoknya saat tersenyum.'


Yah, memang itu tidak salah. Pria tidak akan tidak senang melihat gadis cantik menenangkannya sambil tersenyum penuh cinta (mungkin). Apalagi Ryuuji yang sadar akan perasaaannya. Meskipun mungkin perasaan Ryuuji saat ini hanya perasaan kagum dan suka pada level rendah, tapi, ayolah! Apa yang ada di depannya saat itu adalah gadis cantik dan menawan yang tersenyum indah. Pasti dia akan merasa dicerahkan saat itu juga. Huft, lupakan. Itu hanya hiperbola tapi begitulah adanya.


"Eh? Tidak. Aku hanya berhalusinasi." Chizuru tersadar dan kembali berjalan.


Jangan salahkan Chizuru untuk mematung dengan respons konyol. Lagi pula dia sedang melihat pencerahan seseorang. Bukan hanya itu dari sudut pandang Chizuru, ia sedang melihat seorang pria tampan yang tersenyum lepas dihadapannya. Hm, tidak akan menyalahkannya karena itu.


"Apa-apaan dengan respons itu? Apa kau terpana melihat senyumanku?" Goda Ryuuji. Bayangkan saja seorang pria tampan yang sedang menggoda dengan senyuman licik. Seperti itu tampangnya sekarang.


Chizuru melihat wajah Ryuuji dengan intens. Lalu segera memalingkannya dan menghadap kedepan. Kemudian ia menghela napas panjang. Ada keheningan sejenak setelah itu. Mau tak mau Ryuuji memiringkan kepalanya.


"Jujur saja iya." Balas Chizuru sambil mengarahkan pandangannya ke Ryuuji.


"Oh, jadi kau terpesona?" Masih dengan senyuman licik Ryuuji.


"Huft, aku bahkan melihat cahaya di belakang tubuhmu." Chizuru mengalihkan pandangannya.


Ryuuji hanya terdiam dan mengangkat salah satu alisnya.


"Oh ayolah. Hal itu hanya akan terjadi di Anime atau Manga, kau tahu?"

__ADS_1


__ADS_2