
Cara bangun pagi umumnya berbeda untuk setiap orang, namun seorang Ichinose Chizuru memulai bangunnya dengan sebuah gerakan indah.
Sebagai manusia yang memiliki dua hidup yang berbeda tentunya menuntut kepribadian yang berbeda juga. Tidak semuanya, tapi Chizuru selalu seperti itu. Dari kepribadian mahasiswa biasa untuk teman-teman, hingga menjadi seorang gadis anggun, cantik, dan imut untuk orang-orang yang kesepian. Begitulah cara dia memisahkan antara kehidupan mahasiswa biasa dan seorang pacar sewaan. Memikirkannya saja sudah melelahkan. Namun, untuk menjadi apa yang diimpikannya, mengapa tidak?
Chizuru turun dari tempat tidurnya dan menyeret kakinya menuju kamar mandi. Melihat di cermin ia bisa melihat rambut panjangnya dan sedikit kantung mata yang sangat tipis di bawah matanya. Namun, itu bahkan tidak merusak sedikitpun kecantikannya.
Lagi pula semua hak itu dapat disembunyikan dengan beberapa riasan.
Butuh beberapa menit untuk bersiap siap. Seperti biasa ia mengepang rambutnya menjadi dua dan memakai kacamata yang meninggalkan kesan mahasiswa kutu buku. Meski begitu orang cantik tetaplah cantik.
Hari ini dia tidak olahraga pagi karena bangun cukup siang.
Selesai dengan semua persiapannya, Chizuru segera mengemasi semua barang yang dibutuhkannya dan keluar dari apartemennya.
Saat itu dia melihat seorang pemuda tampan berkacamata dengan rambut hitam terikat, bersandar di pagar pembatas seolah menunggunya. Ia tinggi dan terlihat atletis. Dan seperti biasa ia melihatnya setiap pagi, ia memakai perpaduan pakaian berwarna gelap. Hari ini dia memakai T-shirt putih polos, luaran berwarna hitam dan celana kargo hitam dengan sepatu putih. Di kepalanya ia memakai topi berwarna hitam juga.
"Hari ini kamu tidak berolahraga."
Kalian mengenalnya, dia adalah Shinjo Ryuuji, senior tahun kedua jurusan animasi yang sempat dimarahi oleh Chizuru dengan alasan yang tidak jelas. Dia juga tinggal di sebelahnya, by the way.
Tapi entah kenapa ia sendiri tidak terlalu memikirkan itu dan hanya bersikap biasa. Bahkan terasa lebih dekat dan hangat dari biasanya. Chizuru berpikir apa yang terjadi? Bukannya dia mengabaikanku atau apalah itu? Tapi dia tidak. Berkat itu kesan Chizuru untuknya meningkat, tapi membuat rasa bersalahnya semakin kuat. Dia ingin meminta maaf secepatnya meskipun keadaan sudah cair tapi tidak terjadi sampai sekarang. Hanya mencari suasana yang tepat.
"Aku agak terlambat bangun hari ini."
Chizuru menutup dan mengunci pintu sebelum berbalik dan tersenyum kearah pemuda di depannya.
"Berangkat?"
Ryuuji tersenyum dengan hangat. Siapapun pasti akan terpesona dengan senyumnya itu. Chizuru yang sering dibombardir dengan senyuman hangat dari tetangga tampannya bahkan terpesona. Dan tidak jarang tersipu. Jujur saja dia pandai membuat orang tersipu dan kesal pada saat yang sama.
"Berangkat!"
Mereka berjalan bersama. Kebiasaan ini tertanam sejak 3 hari setelah mereka saling berkenalan. Meskipun tidak setiap hari berangkat bersama. Terkadang Ryuuji berangkat bersama kedua sahabatnya.
"Kamu terlihat agak lesu, senpai. Apa yang terjadi?"
Melihat Ryuuji yang agak tidak bersemangat, membuat naluri wanitanya mengemukakan pertanyaan.
"Kamu mau mendengar ceritaku?"
Wajah datar tanpa beban itu selalu menjadi ciri khas seorang Shinjo Ryuuji. Tapi tentu saja Chizuru selalu mau. Lagi pula kau adalah salah satu dari sedikit teman dekat Chizuru.
"Mhm."
Chizuru mengangguk dengan cara yang imut. Itu terjadi secara alami. Jangan salahkan wanita cantik karena bertingkah imut. Karena itu bawaan.
"Yah, semalam aku menonton anime romance setelah meeting dengan klien dan menyelesaikan satu pekerjaanku. Aku menamatkannya. Dan kamu tahu? Setelah banyak perkembangan hubungan di antara kedua karakter, mereka membunuh karakter wanitanya dengan plot sakit berat. Itu meninggalkan kekosongan di hatiku. Dan kamu lihat sendiri, moodku berantakan."
Chizuru yang mendengar ini dari Ryuuji agak terkejut. Tidak disangka seorang Shinjo Ryuuji akan kalah dengan siksaan bad ending sebuah anime. Karena Chizuru berpikir ini lucu, dia tertawa kecil.
__ADS_1
"Semangatlah, senpai."
Chizuru tersenyum lebar sambil menepuk lengan Ryuuji. Ryuuji meliriknya dengan tatapan penuh arti. Senyum kecil tersungging di wajahnya. Mood Ryuuji tiba-tiba naik, meskipun tidak terlalu bisa dilihat dari ekspresi wajanya.
"Yah, lagi pula animenya tidak sesedih itu."
Senyum Chizuru hilang digantikan dengan wajah penuh keheranan bercampur dengan kekesalan.
"Dan kamu mengatakan itu setelah aku menyemangatimu?"
Pemuda itu hanya memutar mata dan mengangkat bahu dengan malas.
"Hmmm, toh kata semangatmu menjadikan happy ending yang baru untukku."
"Ap-..."
Selagi Chizuru membeku dan tersipu, Ryuuji sudah mempercepat jalannya dan meninggalkan Chizuru di belakang.
'Shinjo!!!!!!'
Chizuru hanya berteriak di dalam hati.
"Apa yang kamu tunggu?"
Ryuuji yang agak jauh di depan berhenti dan berbalik. Melihat senyuman tipis dan mempesona di wajahnya, Chizuru hanya menghela napas. Apakah Ryuuji tersenyum seperti ini setiap hari dan ke setiap orang? Pertanyaan itu sudah cukup lama mengganjal di hatinya.
Mereka berjalan di jalur menuju kampus dengan obrolan ringan.
"Aku melihatmu berjalan bersama dengan pria tinggi tadi. Siapa dia?" Tanya Chisa.
Ups. Chizuru ketahuan. Mata temannya sudah berbinar. Dia bisa saja menghindari pertanyaannya. Tapi dengan begitu, dia harus menghindari berangkat bersama dengan Ryuuji sebagai pemecah masalah paling mudah. Dia tidak ingin melakukan itu. Jadi..
"Dia yang kita temui terakhir kali."
"Eh tunggu!! Yang saat kita berkumpul?" Shina bertanya dengan semangat.
Chizuru melirik kedua temannya dan menghela napas.
"Iya. Benar."
Mata kedua temannya agak berbinar. Mata keduanya cukup berpengalaman untuk menilai fisik orang dari luar. Dan menurut mereka, Ryuuji adalah top-tier, meski hanya bertemu satu kali.
"Serius? Senpai itu sangat keren." Kata Shina.
"Yup, dia tinggi dan terlihat atletis. Memberikan kesan mengintimidasi." Kata Chisa menambahkan argumen.
Chizuru sebenarnya agak tidak terlalu suka jika temannya mengetahui tentang Ryuuji. Ada sesuatu yang mengganjal saat mereka menunjukkan ketertarikan dengan tetangganya.
"Jadi? Bagaimana kalian bertemu dan berkenalan?"
__ADS_1
Nah, sekarang bagaimana cara menjawab ini? Pertemuan mereka sangat kebetulan secara ekstrem sehingga bisa dikatakan pertemuan keduanya adalah pertemuan yang diinginkan oleh setiap protagonis muram manapun.
Chizuru tertegun. Ia sudah menyiapkan hati saat pertanyaan ini akan muncul dari mulut temannya, tapi tetap saja ia tertegun. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia tidak ingin seseorang tahu bagaimana mereka bertemu, kecuali keluarganya. Perasaannya saat ini membingungkan.
"A-Aku tidak bisa memberitahu. Ini rahasia."
...
Siang hari sekitar pukul 2, perkuliahan sudah habis. Seperti biasa Ryuuji duduk di kantin. Kali ini sendirian karena sahabatnya masih ada kelas. Dia sudah selesai makan dan sekarang sedang mensetting benda yang di bawanya, kamera DSLR.
*KREK!!*
Dia memotret pemandangan 3 orang yang sedang mengobrol dengan riang. Hasilnya terlihat sangat bagus. Puas dengan pengambilan gambarnya. Ia memotret beberapa foto lagi.
Suasana kantin kampus yang dipenuhi berbagai reaksi, emosi, dan aktivitas digambarkan sepenuhnya dalam foto-fotonya. Memang tidak sebagus para profesional yang sudah berpengalaman, tapi sudah di level profesional dengan sedikit pengalaman. Ia mengklik tombol.
"Cukup bagus."
Setelah itu ia memasukkan kamera ke tasnya lagi. Sudah sekitar 30 menit dia duduk di sini. Ryuuji berpikir untuk berjalan-jalan untuk street photography.
Sebelum itu, ia membuka ponselnya. Beberapa saat yang lalu ia sudah mengunduh Diamond. Dia sekarang membukanya, mengunjungi halaman profil Chizuru. Dia melihat foto profilnya. Ada beberapa foto lainnya juga dengan fashion yang berbeda.
"Yah, dia memang cantik, sangat cantik."
Kemudian ia melihat sesuatu di sana.
[Tersedia.]
[Talent menutup pemesanan.]
'Tersedia? Apakah berarti talent lagi tidak kencan sekarang? Dan menutup pesanan? Dia tidak menerima klien.'
Dia melihat panduan untuk memeriksanya. Dan penjelasannya sama seperti pikirannya.
Lalu Ryuuji menggulir ke kolom ulasan. Yang dipenuhi dengan rating bintang lima dan ulasan yang positif, tidak ada keluhan.
Ryuuji sebenarnya ingin cepat membahas tentang kemarahannya terakhir kali. Dan ingin berbicara berdua saja dalam waktu lama. Jujur saja ia mencoba untuk tidak ada apa-apa setelah itu. Tapi tetap saja hambar. Ia juga ingin meminta maaf karena bersikap dingin waktu itu. Entah kenapa dia memerlukan suasana yang bagus untuk berbicara dengan Chizuru secara serius. Mungkin seperti pembicaraan syahdu? Namun dia selalu melewatkan momennya seperti di balkon dan di teras.
Karena itu ia berpikir untuk menyewanya setelah mengetahui Chizuru berada dalam agensi Diamond. Dia kemudian membeli paket VIP yang disediakan Diamond sebelum booking. Kenapa dia membeli paket VIP? Agar bisa booking bahkan saat talent menutup pesanan. Setelah memesan Chizuru untuk full-time date, ia menghela napas dan berdiri. Ia berangkat berjalan-jalan di jalanan Tokyo untuk melakukan street photography. Ryuuji cukup memiliki mood bagus untuk melakukan hal ini.
Begitu sampai di tempat, ia mulai memotret beberapa momen. Sehingga ia menemukan wajah cantik dengan rambut panjang cokelat yang familiar di layar kameranya. Dia sedang duduk di cafe dengan seorang pria. Ryuuji mengangkat alis.
'Kencan sungguhan?'
...
Chizuru sekarang berada agak jauh dari kampus. Ia berada di kafe di Tokyo, duduk sendirian dengan anggun. Kali ini bukan sebagai mahasiswa Ichinose Chizuru, tapi seorang pacar imut, Mizuhara Chizuru. Namun dia sedang tidak dalam pekerjaan kencannya sekarang.
"Chizuru-chan!"
__ADS_1
Seorang pria yang agak tinggi dan tampan memasuki kafe. Dia memiliki rambut abu-abu silver dengan mata hijau kebiruan. Wajahnya tampan dengan tubuh rampingnya. Pria itu masuk sambil melambai ke arah Chizuru. Chizuru tersenyum manis.
"Umi-kun!"