
"Yoshiooooo!!!! Ryuuji, dia akan kencan besok!!!"
Yoshio yang baru datang hanya bisa mengedipkan mata dan memiringkan kepalanya atas keluhan Keiji.
"Dan pasangannya adalah Nanami-chan!!! Ini tidak adil!!" Tambah Keiji.
Yoshio hanya mengangguk dua kali dan pandangannya beralih ke Ryuuji.
"Jadi gadis yang kau suka adalah Nanami-chan?"
Ryuuji hanya mengangkat bahunya dan bersandar dengan santai.
"Bukan. Aku hanya akan mengantarnya membeli laptop besok."
"Yah, hampir tidak berbeda dari kencan, tapi aku mengerti." Jawab Yoshio.
Agak kecewa dengan jawaban Ryuuji, Yoshio menghela napas. Temannya yang satu ini belum pernah menyentuh masalah percintaan dalam waktu lama. Bahkan mungkin dari dia kecil, Ryuuji belum pernah memiliki seorang pacar atau sejenisnya. Dan sekarang di saat berusia 20an adalah waktu yang cukup ideal untuk mengeksplor dan mencari pengalaman untuk persiapan ke jenjang yang lebih serius.
Jadi, Yoshio sedikit mengharapkan setidaknya Ryuuji akan berkencan satu atau dua kali. Tapi nyatanya, sahabatnya terlalu dingin. Ryuuji adalah orang yang peka, tapi dia juga tidak terlalu peduli. Dia hanya akan bertingkah dan berbicara normal bahkan jika ia mengetahui kalau ada gadis yang menyukainya. Tapi tentu saja Ryuuji hanyalah manusia, tidak mungkin ia akan peka terhadap perasaan orang lain hanya dalam sekali lihat.
Yoshio yang diam-diam memikirkan banyak hal di kepalanya hanya menatap Ryuuji dan tersenyum pasrah.
"Saranku sedikit berhati-hatilah saat kencan bersama Nanami-chan. Dia terlalu populer. Mungkin akan ada yang menikammu dari belakang." Canda Yoshio.
"Sekarang bercandamu terlalu ekstrem, Yoshio." Jawab Ryuuji.
"Hmmmm, tapi itu mungkin setengah benar. Nanami-chan punya cukup banyak penggemar di kampus. Lagi pula dia imut." Tambah Keiji.
Ryuuji berpikir sejenak.
"Well, aku tidak akan menyangkal kalau dia adalah gadis yang imut." Ryuuji menyetujuinya.
"Baru kali ini kau memuji seorang gadis." Kata Yoshio.
"Itu benar. Kau menyukainya, kawan?" Tambah Keiji.
Ryuuji hanya melihat sahabatnya dengan tatapan kosong. Mereka mungkin sudah tau apa sinyal dari mata Ryuuji saat ini. Itu berkata tidak. Namun sepertinya mereka berdua akan tetap melakukan itu terus menerus hingga akan membuatnya kesal.
"Tidak. Itu hanya karena kalian jarang, hmm. Ralat. Itu hanya karena kalian tidak pernah membicarakan kehidupan asmaraku hingga saat ini. Dan aku berkata Nanami cantik, karena ya, memang itu kenyataannya. Bukan begitu?" Sanggah Ryuuji.
"Ya, itu masuk akal." Keiji dengan mudah setuju.
"Ya, aku juga setuju." Dukung Yoshio.
"Semudah itu kalian menyerah? Kukira kalian akan terus mencecarku."
"Ey kami tidak sejahat itu." Jawab Yoshio dan Keiji secara bersamaan.
Ryuuji merasa topik obrolan mereka sudah hampir habis.
"Omong-omong, Yoshio? Bagaimana kau dan Mikazuki?" Tanya Ryuuji untuk melanjutkan pembicaraan.
"Eh? Aku dan Aiko?"
"Ya. Kencan akhir pekan mungkin?"
"Hmmmm. Aku sudah mengajaknya untuk kencan besok. Tapi kau tahu sendiri bagaimana mahasiswa desain grafis. Terlalu banyak tugas." Jawab Keiji sambil memakan makanannya.
"Ya, relate." Ryuuji merespons dengan senyuman pasrah.
"Jadi dia berkata akan menyelesaikan tugas-tugasnya besok dan akan berkencan di hari Minggu." Kata Yoshio.
"Yah begitu lebih baik daripada kencan dengan beban deadline yang mencengkram."
Keiji hanya terdiam saat mereka membahas persoalan kencan.
__ADS_1
"Kencan kencan kencan!! Aaarghh!!! Aku wajari jika Yoshio membahas tentang kencan. Tapi....."
Tatapan Keiji jatuh ke arah Ryuuji.
"Oii? Ada apa dengan tatapan itu?" Tanya Ryuuji.
"Aku tidak akan menerima ini. Seorang Ryuuji kencan gadis cantik dan imut." Keluh Keiji.
"Apa yang salah dengan itu??" Ryuuji bertanya balik dengan nasa ringan.
"Cih, aku tahu kau tampan. Tapi aku tetap tidak bisa menerima ini. Kau adalah yang paling tidak berpengalaman di antara kami. Aku mempunyai 2 mantan kekasih. Tapi kenapa kau kencan duluan daripada aku yang sudah berpengalaman ini??" Respons Keiji.
"Heh, salahkan takdir." Ryuuji menggodanya dengan senyuman licik dan jahat.
"Aaaaaa!!!! Senyuman itu. Peduli setan, aku juga ingin kencan!!" Jawab Keiji kesal.
Keiji yang terus mengeluh akhirnya mengeluarkan ponselnya. Tentu saja akan ada alternatif lain untuk orang yang iri karena kencan dengan gadis cantik. Solusinya adalah Diamond.
Keiji melihat menu dan memilih aplikasi Diamond yang sudah terinstal beberapa bulan yang lalu. Ryuuji yang duduk di sampingnya, tepat di sampingnya, pasti akan dapat melihat layar Keiji yang sedang menggulir daftar pacar sewaan disana.
Dan saat itu, ada foto yang sangat familiar bagi Ryuuji. Yang membuatnya overthinking di waktu luangnya. Mizuhara Chizuru, seorang gadis dari aplikasi rental pacar yang ternyata adalah tetangganya.
Ekspresi yang biasanya santai di wajah Ryuuji berubah menjadi agak negatif. Tentu saja perubahannya cukup kecil karena Ryuuji adalah orang yang lumayan pandai menyembunyikan ekspresinya. Ya, mungkin pengecualian saat Chizuru marah dengannya tanpa alasan yang jelas. Dan saat mengetahui bahwa Chizuru mempunyai pacar.
Ironisnya itulah yang membuat perubahan kecilnya saat ini. Dan sialnya, sahabatnya adalah seorang yang dapat memahami orang dengan baik, apalagi sebagai sahabat dekatnya.
Yoshio yang sedang santai makan dan melihat interaksi lucu sahabatnya di depannya, sekilas dapat melihat perubahan ekspresi kecil yang dilakukan Ryuuji yang kemungkinan terjadi secara tidak sadar.
Saat itulah Yoshio menyadari ada yang tidak pada tempatnya. Sekali lagi, Ryuuji adalah yang pandai menyembunyikan ekspresinya, sehingga perubahan kecil yang langka sebelum ia menyembunyikannya, Yoshio dapat mengetahuinya.
"Ryuuji?" Yoshio memanggil.
Yoshio yang masih memperhatikan wajah Ryuuji langsung melihat perubahan lagi. Kali ini perubahan kecil sebelumnya hilang saat Ryuuji menoleh ke arahnya.
'Lagi-lagi disembunyikan dengan baik.' Pikir Yoshio.
Yoshio tersenyum dan menunjuk wajahnya sendiri sebagai kode. Ryuuji awalnya bingung. Dan setelah berpikir, ini pasti mengacu pada perubahan ekspresinya sendiri. Yang pada saat yang sama ia terpikirkan oleh sosok gadis yang mungkin disukainya atau dikaguminya, Chizuru.
"Kau memang cukup mengerikan Yoshio." Kata Ryuuji sambil tersenyum licik.
Yoshio hanya mengangkat bahu bersamaan dengan sendoknya.
"Aku hanya pembaca yang baik, hehe." Kata Yoshio.
"Terlalu baik. Aku akan menceritakannya nanti." Jawab Ryuuji sambil tersenyum ringan.
"Kapan?" Tanya Yoshio.
"Kalau saatnya sudah tiba. Aku masih melayang-layang saat ini." Ryuuji menjawab dan bersandar.
Keiji yang sedang asyik menggulir daftar gadis dan membaca review, menyadari pembicaraan aneh Ryuuji dam Yoshio.
"Ada apa ini?" Tanya Keiji.
Atas pertanyaan itu, Ryuuji menepuk pundak Keiji dengan ringan.
"Tentu saja aku juga akan menceritakannya kepadamu nanti." Kata Ryuuji, santai.
Kebingungan terlihat jelas di wajah Keiji saat ini. Tidak tahu apa yang dibacarakan dan tiba-tiba Ryuuji berkata sesuatu seperti itu.
"Hah?? Eh?? Apa??" Keiji bingung.
"Ei Keiji, sstt ssttt!! Lanjutkan saja dengan Diamond mu itu." Kata Yoshio.
"Apa sihhh????"
__ADS_1
***
Setelah mengobrol dengan kedua sahabatnya, Ryuuji pulang dan sekarang sudah berada di tempat parkir apartemen.
Lingkungan apartemen adalah neraka pikiran bagi Ryuuji sekarang, walaupun ia dapat dengan cepat mengalihkannya ke kesibukannya. Tapi tetap saja. Bagaimana tidak, Chizuru, gadis yang mengacaukan pikirannya karena kabar tak terduga adalah tetangganya. Meskipun rasa suka dan kagum Ryuuji masih sangat ditahap awal, tentu masih akan menimbulkan efek.
Baru sehari setelah Ryuuji mendapatkan kabar, dan ia ingin segera menanyakannya. Tapi apa? Dia hanyalah seorang tetangga. Dan mereka baru berkenalan selama beberapa minggu dan kebetulan cukup dekat. Hanya itu. Jadi Ryuuji ingin memendamnya sejenak sampai Chizuru bercerita. Setidaknya memendam pertanyaannya sampai 3 hari. Dan jika Chizuru tidak membuka suara, dengan berani Ryuuji harus bertanya lebih dahulu. Setidaknya itulah rencana Ryuuji.
Saat ini ia sangat ingin menghindari Chizuru. Ia agak khawatir ekspresinya akan terlihat.
Nasib sial biasanya selalu menimpa protagonis di saat ia menginginkan sesuatu. Tapi Ryuuji, yang menurutnya saat ini bukanlah protagonis mengalami nasib sial yang mempunyai timing menyebalkan.
Ryuuji yang sudah di lantai dua, melihat Chizuru sedang keluar dari unit apartemennya, terlihat seperti sedang mengunci pintu. Kemudian Chizuru memutar badan, bermaksud untuk berjalan ke koridor untuk menuruni tangga. Ia berdandan dengan cantik dengan pakaian yang terlihat sangat cocok di tubuhnya. Saat tatapan mereka bertemu, wajah Chizuru terlihat berseri-seri dan kemudian perlahan berubah menjadi terlihat agak, sedih?
"Berangkat kencan, Ichinose?"
Ryuuji bertanya sambil berjalan ke arah Chizuru. Tentu saja dengan senyum yang setengah dipalsukan.
Bukannya menjawab apa yang ditanyakan Ryuuji, Chizuru hanya terdiam menatap Ryuuji. Ryuuji juga ikut diam, menunggu responnya.
Dan akhirnya respons itu datang dengan senyuman yang terlihat agak dipaksakan.
"Emmm, iya. Seperti biasa." Jawab Chizuru.
"Kemana hari ini?" Tanya Ryuuji.
"Hari ini ke Akuarium."
"Yah, sepertinya akan pulang sedikit larut karena berangkat jam segini." Ryuuji merespons sambil melihat jam tangannya.
Anyway, sekedar informasi, sekarang adalah pukul 18.09 waktu senja.
"Ya, itu mungkin sudah pasti." Kata Chizuru.
"Kalau begitu, hati-hati. Dan semoga lancar dengan kencannya. Aku akan masuk dulu. Banyak pekerjaan."
Saat Ryuuji hendak melangkah satu langkah melewati Chizuru...
"A-Ano, Senpai!" Chizuru menghentikannya.
Ryuuji berhenti dan menatap Chizuru.
"Iya?"
"A-Apakah kamu kosong nanti malam atau besok? Aku ingin-"
"Mizuhara! Aku datang! Maaf agak terlambat, hufft!" Seru seorang yang baru datang.
Kalimat Chizuru terpotong dengan suara seorang laki-laki yang sumber suaranya memunggungi Ryuuji.
"Kazuya?" Respons terkejut Chizuru.
'Hm? Kazuya?' Pikir Ryuuji.
Ryuuji kemudian berbalik dan melihat seorang laki-laki berambut orange kecokelatan dengan tinggi mungkin sama dengan Yoshio. Dia terlihat terengah-engah, bisa dilihat ia berlari untuk sampai kesini.
Saat laki-laki itu, Kazuya menyadari ada pria yang tinggi dengan tampilan cukup mengintimidasi berada di depan Chizuru, ia dengan gugup berlari ke arah Chizuru dan melindunginya dengan cara berada di depan Chizuru.
"S-Siapa kau? A-A-Apa yang ingin kau lakukan terhadap Mizuhara?" Kazuya bertanya dengan tergagap.
Ryuuji terdiam sejenak atas tuduhan pria Kazuya ini. Ia menatap Kazuya dan akhirnya menjawab dengan suara dingin.
"Eeeeh~~ Apa yang ingin aku lakukan ya?"
Lagi-lagi, Ryuuji di hakimi dengan alasan yang tidak jelas. Ekspresi Ryuuji tiba-tiba berubah. Chizuru yang berada di belakang Kazuya berdigik dan membeku. Ia yang pernah mengalaminya pasti mengenali ekspresi itu.
__ADS_1