My Good-looking Neighbor

My Good-looking Neighbor
Ch 18 : Keluarga Shinjo dan 'Dia'?


__ADS_3

Keesokan harinya di hari Minggu.


Hari ini masih cukup pagi. Gelombang dan partikel cahaya matahari terasa masih hangat. Begitupula suasana hati seorang pemuda bahagia kita tercinta, Ryuuji. Obrolan kemarin memiliki efek seperti itu. Moodnya sekarang sudah terkontrol. Apalagi pagi tadi Ryuuji dan Chizuru melakukan olahraga bersama rutinnya dengan lancar. Dan sekarang, Ryuuji sedang menunggu Chizuru turun dari unit apartemennya di bawah, duduk di sepeda motor.


Selain itu hari ini adalah harinya. Hari di mana Ryuuji akan berkunjung ke rumah sakit bersama dengan Chizuru. Entah kenapa ia merasa ada lonjakan besar dalam langkah percintaannya. Dan kenyataannya memang begitu. Hanya dengan modal mengobrol kemarin, sekarang ia akan berkenalan dengan keluarga Chizuru. Begitu pula Chizuru. Ryuuji akan mengenalkannya ke kakeknya.


Sesi perkenalan biasanya adalah sesi di mana sepasang kekasih berada di fase akan menikah. Tentu saja Ryuuji akan berpikir ini adalah lompatan besar. Tapi terserah, Ryuuji cukup senang dengan pengaturan ini.


Meskipun Ryuuji merasa senang, ia memastikan bahwa perasaan itu akan tetap di dalam hatinya. Karena memang begitulah Ryuuji. Sangat jarang mengeluarkan emosinya dengan mengekspresikannya. Jadi di wajahnya sekarang adalah ekspresi normal seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi untuk pengingat, Ryuuji bukanlah orang yang dingin.


"Senpai, maafkan aku karena agak telat." Teriak Chizuru dengan lembut sambil membuka pintu.


"Tenang saja, kita tidak terlambat." Jawab Ryuuji dengan teriakan yang lembut pula.


Ryuuji tidak akan protes jika Chizuru sedikit telat. Mempertimbangkan adanya make up dan memilih baju yang cocok, Ryuuji tentu saja akan mengerti. Seperti yang dia lihat sekarang, Chizuru terlihat cantik dengan tampilan kencannya. Tidak seperti biasanya ia menjadi pacar sewaan yang sering memakai rok, Chizuru sekarang memakai pegged pants coklat dengan atasan blouse putih yang ringan dan memakai sepatu putih di kakinya. Lagipula sekarang adalah musim panas jadi, pakaian ringan akan lebih cocok.


Dan juga Chizuru menyesuaikan dengan keadaan. Karena jika ia keluar dengan Ryuuji pasti dia akan menaiki sepeda motor, jadi Chizuru pasti memakai celana.


Omong-omong, tidak adil jika hanya me-reveal fashion Chizuru. Setidaknya fashion Ryuuji juga harus di-reveal. Jadi dia sekarang memakai atasan baju polo oversize coklat muda dan celana kargo hitam dengan sepatu sneaker hitam putih. Tak lupa ia memakai jam tangan di tangan kirinya.


Ryuuji melihat Chizuru yang sedang terburu-buru mengunci pintu. Jujur saja menurutnya, Chizuru terlihat imut. Begitu Chizuru sampai di depan Ryuuji, Ryuuji menyodorkan helm full facenya.


"Siap?" Tanya Ryuuji.


"Siap!" Jawab Chizuru dan mengambil helm.


...


Setelah beberapa menit berkendara, Ryuuji dan Chizuru sampai di rumah sakit. Begitu memasuki rumah sakit, banyak mata memandang ke arah mereka. Well, mereka cukup mengundang perhatian dengan penampilannya. Tapi lupakan itu.


Mereka segera berpisah setelah memasuki rumah sakit dan menuju kamar kakek dan neneknya masing-masing. Sebelum berpisah, mereka setuju untuk bertemu lagi di kantin.


Sekarang di kantin,


"Makanan di sini cukup enak." Kata Ryuuji sambil menyeruput ramennya.


"Setuju. Jujur saja aku tidak pernah ke kantin rumah sakit sebelumnya." Jawab Chizuru sambil memakan rice bowl miliknya.


Setelah selesai makan, akhirnya mereka mengobrol dengan lebih mudah dan santai.


"Jadi apa kau bertemu dengan neneknya atau keluarga Kinoshita tadi?" Tanya Ryuuji.


"Untungnya tidak. Jadi aku bisa menjelaskan situasinya dengan benar ke nenekku nanti. Tapi.." Chizuru berhenti di tengah kalimat.


Ryuuji bisa melihat raut wajah Chizuru yang agak terdistorsi. Ryuuji sedikit mengerti apa yang ia pikirkan.


"Mengingat nenekmu sedang sakit, apakah kau khawatir akan mengejutkannya?" Tanya Ryuuji lembut.


Chizuru menatap Ryuuji dan tersenyum lemas.


"Seperti biasa, kau sangat tajam senpai." Chizuru menghela napas. Sedangkan Ryuuji menunggu Chizuru melanjutkan perkataannya.


"Jujur saja aku khawatir karena itu. Apakah dengan jujur tentang pekerjaanku adalah pilihan yang bagus? Aku bimbang." Chizuru menunduk dan tersenyum tak berdaya.


Ryuuji hanya menghela napas dan tersenyum. Tapi sebenarnya dia juga merasa bersalah. Karena bisa dibilang Ryuuji mendorong Chizuru untuk membicarakan pekerjaannya dengan jujur kepada neneknya.


"Karena kau begitu khawatir bagaimana kalau menundanya?" Saran Ryuuji.


Chizuru terdiam sejenak dan berpikir.


"Tidak. Aku ingin jujur lebih awal. Sepertinya terdengar lebih baik daripada ketahuan berbohong dan menyembunyikan sesuatu di akhir." Jawab Chizuru dengan tekad di matanya.

__ADS_1


Ryuuji mengangguk, memberikan wajah datarnya dan mengacungkan jempolnya. Itu terlihat lucu bagi Chizuru, jadi ia tertawa kecil.


"Ahem. Jadi aku akan menemanimu saat kau berbicara dengan nenekmu?" Tanya Ryuuji.


"Tentu saja. Ah tapi sepertinya kita ke kakekmu dulu, Senpai. Aku ingin menyiapkan mentalku dulu." Jawab Chizuru.


"Begitukah? Oke. Lalu kita ke sana sekarang?" Kata Ryuuji.


"Oke, silahkan pimpin jalan, Senpai!" Jawab Chizuru.


Ryuuji dan Chizuru berjalan dengan Ryuuji yang memimpin jalan menuju kamar kakek Ryuuji, Naoki.


Dan setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di kamar Naoki. Ryuuji menengok ke arah Chizuru dan tersenyum tipis. Chizuru mengangguk sebagai respon dengan ekspresi serius terpampang di wajahnya. Itu imut, pikir Ryuuji.


Saat membuka pintu dan pintu akhirnya terbuka sepenuhnya, wajah Ryuuji agak kaku. Bukan hanya Naoki saja yang ada di kamarnya, tapi juga ada neneknya, Nozomi, dan ibunya, Ayaka. Mereka sedang duduk di sekitar Naoki. Ryuuji agak terkejut karena sebelum ia ke kantin, mereka tidak ada di sana.


"Oohhh, cucuku yang nakal sudah kembali!" Kata Naoki penuh semangat.


"Dan juga, hmm hmmm. Kau membawa seseorang." Tambah neneknya, Nozomi dengan wajah penasaran.


"Sepertinya aku tidak salah lihat, Ibu. Anakku membawa seorang gadis." Ibu Ryuuji, Ayaka tersenyum menggoda sambil meminum tehnya.


Ryuuji menutup wajahnya dengan tangan kanannya dan hanya berdiri diam.


'Aku memang sudah mengharapkan mereka datang di hari Minggu, tapi tidak sepagi ini.' Pikir Ryuuji.


Kemudian Ryuuji melirik Chizuru. Yap, Chizuru terlihat terkejut. Chizuru balik melirik Ryuuji seakan meminta konfirmasi. Ryuuji hanya menggelengkan kepala sebagai kode, ini berada di luar perkiraannya. Dan Chizuru sepertinya mengerti kodenya.


"Aku tidak menyangka kalian akan datang sepagi ini." Kata Ryuuji sambil berjalan ke arah kasur Naoki.


Chizuru menutup pintu dan mengikuti Ryuuji.


"Dan ya, aku memang membawa seseorang yang ingin ku kenalkan ke kakek, ya itu rencanaku sebelumnya. Tapi sekarang aku ingin mengenalkannya ke kalian." Kata Ryuuji.


"Ahem. Ini Ichinose Chizuru. Teman dekatku dan tetanggaku. Ichinose, ini kakekku, Shinjo Naoki, nenekku, Shinjo Nozomi, dan Ibuku Shinjo Ayaka." Ryuuji memperkenalkan Chizuru ke keluarganya dan sebaliknya.


Seakan kecewa, keluarga Shinjo menatap Ryuuji dengan tatapan sinis dan menghela napas dan kemudian tersenyum lagi. Kekompakan itu, menyebalkan bagi Ryuuji. Tapi sekali lagi Ryuuji sudah terbiasa.


"Sebelumnya mohon maaf kalau mungkin mengganggu, perkenalkan, saya Ichinose Chizuru. Saya adik tingkat Shinjo-Senpai, temannya dan tetangganya. Senang bertemu dengan kalian!" Cara membungkuk yang indah ditambah dengan senyuman yang melegakan hati. Seperti menantu idaman, sikap Chizuru sempurna.


Ryuuji agak terkejut dan terpesona dengan sikap Chizuru yang bahkan membuat ekspresinya berubah. Bukan hanya Ryuuji, keluarganya yang mempunyai frekuensi yang sama juga terpesona.


Nenek Ryuuji, Nozomi, adalah yang pertama sadar.


"Ryuuji! Apa yang kau lakukan diam saja begitu? Ambil kursi untuknya duduk!" Nozomi membentak ringan.


Ryuuji akhirnya tersadar.


"Eh? Iya!" Ryuuji berkedip beberapa kali dan segera mengambil kursi yang kebetulan pas tersisa dua untuk Chizuru dan dirinya sendiri.


Setelah mereka berdua duduk, Nozomi membuka percakapan terlebih dahulu.


"Seperti yang dikenalkan Ryuuji, aku neneknya Ryuuji, Nozomi. Kamu bisa memanggilku, Nenek, Nozomi-san atau Nozomi-chan!" Baiklah Nozomi, semangat muda adalah hal yang bagus.


"Ini putriku yang kedua sekaligus ibu Ryuuji, Ayaka." Nozomi memperkenalkan Ayaka.


"Aloha! Kamu bisa memanggilku Aya-chan atau ahem, ibu! Hoho! Senang berkenalan denganmu Chizuru-chan!" Kata Ayaka ceria sambil membuat tanda peace dengan jari tangan kanannya.


Chizuru terkesiap dan wajahnya berubah merah setelah mendengar bahwa ia boleh memanggil Ayaka, Ibu. Ryuuji hanya menatap ibunya dengan tajam. Ayaka sadar dengan tatapan anaknya dan hanya menjulurkan sedikit lidahnya.


"Dan ini suamiku sekaligus kakek Ryuuji, Naoki!" Kata Nozomi.

__ADS_1


"Ya kau mendengarnya, nak. Kau bisa memanggilku, Naoki-san, atau kakek. Dan aku sudah mendengar tentangmu dari Ryuuji. Aku juga mengatakan kepadanya kalau nama belakangmu sangat familiar. Kau cucunya Ichinose Sayuri dari kamar seberang kah?" Tanya Naoki.


"Ah, iya. Saya cucunya. Anda mengenalnya, Naoki-san?" Chizuru agak gugup tapi penampilan dan sikapnya masih sempurna.


"Hmmm, ya. Aku mengenalnya. Kami terkadang berada di jadwal yang sama untuk rehab. Juga, Naoki-san terdengar aneh, panggil aku kakek saja!" Kata Naoki.


"Baik, kakek!" Jawab Chizuru.


"Jadi kamu cucunya Sayuri-san ya? Bagaimana keadaannya?" Nozomi bertanya lagi sebagai konfirmasi.


"Syukurlah, nenek saya sudah baikan akhir-akhir ini." Jawab Chizuru sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu. Terakhir kali aku bertemu dengannya, kesehatannya agak menurun." Nozomi menghela napas lega.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan nenek saya." Chizuru agak membungkuk.


"Omong-omong, bagaimana kamu bertemu dengan Ryuuji?" Tanya Ayaka penasaran.


Mulai dari situ adalah pembicaraan perempuan. Chizuru, Nozomi dan Ayaka berbicara panjang lebar bagaimana bertemu dengan Ryuuji, menggosipkan Ryuuji, memuji bagaimana cantiknya Chizuru dan masih banyak lagi. Obrolan itu berlangsung cukup lama. Bahkan mereka tidak melibatkan Naoki dan Ryuuji di sini.


"Mereka cepat akrab." Kata Naoki.


"Ya. Itu melegakan." Jawab Ryuuji.


"Jadi begini ya caramu. Mengenalkannya dimulai dari teman." Naoki melirik Ryuuji dan menyeringai.


"Begitulah." Jawab Ryuuji sambil mengangkat bahu.


"Omong-omong dimana Miyuki?" Tanya Ryuuji ke kakeknya.


Miyuki adalah adik perempuan Ryuuji yang sekarang masih SMP kelas 2.


"Oh, kata ibumu dia sedang keluar dengan teman-temannya. Dan juga ada tugas kelompok. Karena itu, dia tidak ikut hari ini." Jawab Naoki.


"Jadi begitu." Kata Ryuuji.


Setelah mengetahui jawaban dari kakeknya, Ryuuji menatap 3 wanita yang sedang mengobrol asyik di depannya.


'Senang rasanya mereka bisa cepat akrab.' Pikir Ryuuji.


Ryuuji hanya bisa tersenyum pasrah melihat pemandangan obrolan perempuan itu.


Naoki tentu saja tidak akan melewatkan ekspresi langka cucunya. Dia hanya menyeringai. Kemudian seringaian itu hilang saat Ryuuji tiba-tiba mengubah ekspresi bahagianya dengan tatapan datar.


'Memikirkan dia ya?' Pikir Naoki.


...


Obrolan di kamar Naoki berlalu sekitar 30 menit. Chizuru tentunya tidak bisa berlama-lama lagi karena ia harus ke kamar neneknya.


Ryuuji berinisiatif berdiri terlebih dahulu.


"Sepertinya sudah cukup. Ichinose harus ke kamar neneknya." Kata Ryuuji.


Chizuru menengok ke arah Ryuuji yang berdiri.


"Ah benar juga. Kami terlalu terbawa." Kata Ayaka.


"Maafkan kami Chizuru-chan, karena menahanmu cukup lama." Tambah Nozomi.


"Tidak apa-apa, Aya-chan, nenek. Saya juga senang mengobrol dengan kalian." Kata Chizuru sambil melambaikan tangan kanannya.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan semuanya, Chizuru berdiri dan berjalan menuju pintu diikuti oleh Ryuuji dibelakangnya. Saat Chizuru hendak membuka pintu, Ryuuji menengok ke belakang.


"Di mana dia?" Tanya Ryuuji datar.


__ADS_2