My Good-looking Neighbor

My Good-looking Neighbor
Ch 6 : Mizuhara Chizuru


__ADS_3

Suasana canggung sedang bertiup di balkon Ryuuji dan Chizuru. Ryuuji saat ini sedang memutar pikirannya untuk mengganti topik.


"Mau makan ini bersama?"


Chizuru yang menatap kosong ke depan menoleh. Chizuru sebenarnya juga belum makan banyak malam ini. Jadi..


"Tentu saja."


Ryuuji tersenyum.


"Mau yakitori apa cheesecake?"


"Yakitori."


"Oke."


Ryuuji mengambil dua tusuk yakitorinya dan memberikannya kepada Chizuru.


"Mau kopi atau cokelat panas? Aku akan membuatkannya untukmu."


"Mm." Chizuru mengangguk.


Ryuuji segera masuk untuk menyeduh kopi dan cokelat panas. Kedua gelas yang dipakai cukup besar. Setelah selesai, ia membawa ke balkon dengan gula terpisah.


Sebelum Ryuuji sempat menawarkan untuk memilih antara kopi dan cokelat, Chizuru membuka mulutnya.


"Mau duduk di balkonku? Ada sofa dua orang dan meja kecil di sana."


"Itu lebih baik."


"Oke, aku akan membuka-"


"Ini bawa."


"Eh?"


Tanpa sadar Chizuru mengambil dua gelas yang disodorkan Ryuuji. Tangannya penuh dengan barang sekarang. Ryuuji mengambil kantong plastik dan memanjat tepi balkon.


"Senpai? Apa yang..." Chizuru terkejut.


"Tentu saja ke balkonmu."


Chizuru melihat Ryuuji berpindah ke balkonnya dengan gerakan aneh yang agak keren.


"Jangan-jangan kamu benar-benar Spiderman, senpai."


"Yah, bukankah tadi aku sudah bilang? Aku adalah tetanggamu yang baik, Spiderman."


Chizuru tertawa kecil. Ryuuji melihat tawanya yang indah. Rasa kemenangan muncul di hatinya.


'Yah, tidak buruk.'


Setelah itu mereka duduk. Chizuru memilih cokelat panas dengan gula yang standar. Dia tidak terlalu suka manis yang berlebihan.


"Omong-omong, suaramu tadi sangat menenangkan, senpai."


Ryuuji agak menarik kepalanya dengan ekspresi agak terkejut. Sebenarnya Ryuuji agak tidak mau mengakuinya, tapi dia malu. Dan raut wajahnya sedikit menggambarkan apa yang di rasakannya.


"Yah, terima kasih."


"Ehe, lihat ekspresimu itu. Kamu malu kan??"


Chizuru tersenyum dengan nada menggoda. Mendengar itu, Ryuuji segera sadar dan kembali ke dunianya. Ia memakan yakitorinya untuk menyembunyikannya.


"Ahem. Sedikit."


"Ehee, tapi suaramu benar-benar bagus, senpai. Apakah kamu punya rekaman atau cover yang kamu upload di YouTube?"


"Yah, aku punya channel, dan mengunggah beberapa di sana. Kebanyakan aku merekam audionya dan tidak aku unggah. Ada apa?"


"Bolehkah aku mengetahui nama channelmu atau meminta file audionya?"


"Kamu benar-benar tertarik?"


"Tentu saja!"


"Baiklah. Zero Gravity adalah nama channelku. Untuk file audio, apa e-mail mu?"


"Ah, ini, chizuruichinose194@gmail.com."


"Begini?" Ryuuji menuliskannya di ponsel dengan penulisan latin alphabet.


"Yup."


"Oke, aku akan mengirimnya nanti."


Chizuru tersenyum dan melanjutkan makannya. Mereka benar-benar menikmati suasana malam hanya untuk mereka berdua.


Setelah makan dan mengobrol cukup lama, Ryuuji melihat Chizuru mulai mengantuk dengan gerakan lemahnya. Ryuuji bisa saja membiarkannya tidur dan berakhir bersandar di pundaknya. Tapi ini sudah sangat larut, bukan waktu yang tepat.


"Hei, Ichinose! Bangun! Masuklah dan tidur di dalam."

__ADS_1


"Hm? Maafkan aku, aku benar-benar mengantuk."


"Iya, tidurlah di dalam. Aku akan membereskan semuanya di balkon."


Chizuru bangkit dengan perlahan dengan membawa gelas. Sepertinya dia tidak sadar.


"Kalau begitu, aku masuk dulu. Terima kasih, senpai. Selamat malam."


"Selamat malam."


Begitu pintu ditutup, Ryuuji segera membereskan balkon. Dan dia menyadari ada sesuatu yang hilang.


"Gelas. Sepertinya dia membawanya tanpa sadar."


...


Keesokan harinya di sore hari.


"Di mana Yoshio?" Tanya Ryuuji sambil meletakkan makanan dan minuman kemudian melepas tasnya dan duduk di bangku Keiji. Mereka sekarang berada di kantin.


"Dia sedang kencan dengan Mikazuki-chan."


"Begitu? Bagus untuknya."


"Ya memang bagus untuknya. Tapi begitu kau menyadari bahwa hanya dia yang sudah memiliki pacar di grup kita, sedangkan aku, kau dan Daito akan sendirian dalam waktu lama. Itu tidak bagus untuk kita."


Ryuuji menatap temannya dan senyuman licik tersungging di wajahnya.


"Kita? Kau saja! Aku baik-baik saja."


"Cih, kau bicara seolah kau sudah mendapatkan seorang gadis."


"Memang." Ryuuji membalas dengan santai sambil makan.


"Kalau begitu bagus untuk- ehh, kau mendapatkan seorang gadis???" Keiji langsung berhenti bermain dengan ponselnya.


"Ya."


"Katakan padaku bajingan! Apakah kau serius?"


Ryuuji menatap temannya yang energik. Mengingat Chizuru yang berdandan untuk pergi berkencan, ia menghela napas dan menghentikan makannya.


"Hanya saja dia sudah memiliki pacar. Aku menyapanya saat dia akan pergi berkencan."


Keiji menatapnya dengan penuh simpati.


"Turut berduka cita untuk hatimu nak."


"Yah begitulah."


"Yah, karena aku tidak patah hati. Aku hanya mengagumi sikap dan kecantikannya."


"Geh, dasar bajingan."


Keiji mulai bermain lagi dengan ponselnya.


"Omong-omong bagaimana kabarnya?" Tanya Ryuuji.


"Siapa? Daito?"


"Ya."


"Bocah itu sedang belajar untuk ujian akhir dan ujian masuk universitas."


"Oh, dia sudah kelas 3 sekarang?"


"Begitulah. Aku jadi teringat, kau dulu adalah kakak kelasku. Kau cukup menyeramkan dan membuatku dan Yoshio agak takut dulu. Bahkan Daito ketakutan saat pertama kali bertemu denganmu saat kau sudah lulus, sedangkan aku dan Yoshio kelas 3, dan Daito masih bocah baru masuk SMA."


"Karena kalian terlalu payah."


"Cih itu karena kau yang seperti preman sekolah, sialan."


Ryuuji berhenti merespons dan melanjutkan untuk makan. Kemudian ia melihat Keiji yang terlihat sedang menggulir UI sebuah aplikasi. Banyak foto gadis di situ.


"Kau mau kencan buta?"


"Heheh, ini adalah aplikasi sewa pacar. Aku melihat-lihat gadis area sekitar sini."


Ryuuji agak mengernyit. Dia tidak pernah mengetahui ada aplikasi seperti itu. Dia bukanlah tipe orang yang sering membuka AppStore untuk mengunduh game mobile atau meng update app. Update aplikasinya selalu otomatis selagi ada jaringan internet.


"Kau benar-benar akan menyewa salah satu dari mereka?"


"Mungkin saja? Aku hanya melihat-lihat untuk saat ini."


Saat Keiji menggulir dan merefresh UI nya, Ryuuji melihat daftar paling atas. Memiliki rate bintang 5 dengan foto profil sangat cantik. Saat dia menyadari siapa itu, ia hampir tersedak makanannya.


"Cough!! Cough!!!"


"Oi, Ryuuji!! Hati-hati, bajingan. Kau tidak apa-apa? Ada apa, kawan?"


Ryuuji segera minum.

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya terlalu terburu-buru."


"Sigh, Man, kau mengagetkanku."


Dia melanjutkan makan sambil tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia melihat foto di aplikasi itu dengan jelas.


'Ichinose?'


...


Setelah mengobrol riang dengan Keiji dan membantu beberapa tugasnya, Ryuuji pulang ke apartemen sambil membawa tiga porsi gyoza. Hari sudah senja, langit sudah berwarna jingga keunguan yang indah. Sesampainya di apartemen, Ryuuji bersandar di pagar pembatas di depan pintunya, menghisap podnya.


Ia teringat foto profil cantik berbintang lima di aplikasi sewa pacar.


'Apakah bekerja yang dimaksud Ichinose adalah pekerjaan di agensi sewa pacar?'


Memikirkan itu, Ryuuji bisa sedikit menyimpulkan kenapa dia marah saat terakhir kali Ryuuji memanggilnya. Yang mengetahui mode cantiknya hanyalah Ryuuji. Dan saat itu Ryuuji tiba-tiba memanggilnya bersama teman-temannya. Karena mode cantiknya berhubungan dengan pekerjaan, Chizuru dengan panik melihat Ryuuji dan lupa kalau Ryuuji tidak tahu pekerjaannya. Ia khawatir kalau Ryuuji akan berbicara sembarangan. Tapi sayangnya kekhawatiran itu terlalu berlebihan. Ryuuji menghela napas panjang.


Setelah sekitar 10 menit, dia mendengar langkah kaki menaiki tangga. Dia menengok, dan menemukan gadis cantik berambut panjang berjalan dengan anggun. Dia adalah Chizuru. Begitu tatapan mereka bertemu, Ryuuji mengangkat salah satu tangannya dengan asap keluar dari mulutnya.


"Kencan lagi?" Ryuuji bertanya dengan santai sambil memasukkan pod ke sakunya.


"Ya, begitulah. Kamu merokok?"


"Tidak, aku sudah berhenti dengan rokok tradisional, dan beralih ke vape dan pod."


"Itu bagus."


Ryuuji melihat Chizuru. Dia berniat bertanya tentang aplikasi sewa pacar. Tapi dia mengurungkan niatnya.


"Kamu mau?" Ryuuji menyodorkan kantong plastiknya.


"Hm?"


Chizuru menatap Ryuuji kemudian beralih ke kantong plastik berisi gyoza.


"Apa itu?"


"Gyoza. Ada tiga porsi di sana, ambil saja satu porsi atau dua, asalkan tidak semuanya."


Chizuru menatap Ryuuji dan tertawa kecil. Seperti biasa, wajah riangnya sungguh menyejukkan.


'Satu poin.'


"Menurutmu aku adalah orang yang rakus sepertimu?"


"Heh, tidak tahu. Mungkin saja."


"Kamu benar-benar menyebalkan."


Pipi Chizuru sedikit menggembung. Dia terlihat imut.


'Dua poin.'


"Jadi? Mau atau tidak?" Ryuuji menggoyangkan tangannya yang memegang kantong.


"Tentu saja aku mau."


"Kalau begitu ambillah."


"Oke."


Chizuru mengambil satu porsi, seperti yang diharapkan Ryuuji.


"Terima kasih."


"Jangan khawatirkan itu. Kalau begitu aku masuk dulu, ada meeting klien setelah ini. Ciao!"


"Ciao!"


Saat Ryuuji membuka pintu, ia berhenti dan menoleh ke arah Chizuru dengan senyuman singkat lalu menutup pintunya.


Chizuru yang sedang berdiri di luar memikirkan sesuatu.


'Apakah dia menungguku?'


Dia menatap bungkus styrofoam gyoza yang sudah dingin. Chizuru segera menghilangkan pikirannya.


'Tidak, tidak. Dia bahkan tidak tahu aku ada di rumah atau tidak.'


Chizuru bersandar di pagar pembatas dan melihat pintu Ryuuji. Pikirannya saat ini penuh dengan hal rumit. Setiap kali Ryuuji bertanya tentang kencannya, hatinya agak berat.


'Apakah aku harus mengatakannya atau tidak?'


Sekali lagi, dia melihat kotak styrofoam yang dipegangnya. Dia mengusapnya dengan kedua ibu jarinya dan mengigit bibirnya.


'Rasa bersalahku masih cukup memberatkan hatiku.'


Menyingkirkan pikiran rumitnya, Chizuru segera membuka kunci pintu apartemennya dan masuk ke kamarnya.


Di sisi lain, Ryuuji sedang membuka website Diamond di komputernya. Diamond adalah app sewa pacar yang sebelumnya Ryuuji lihat di ponsel Keiji. Karena ia malas mengunduhnya di ponsel, ia mencoba mencari dan membukanya di website. Dia mendaftar sebagai Watanabe Akira. Tentu saja ia juga tidak menggunakan wajah aslinya. Ia menggunakan hasil render dari 3d model realistik dari dirinya sendiri, namun dengan fitur wajah agak berbeda. Beberapa foto juga ditambahkan dalam akun.

__ADS_1


Begitu selesai ia segera mencari gadis yang ingin ia temukan di Diamond. Berada di pilihan pacar kelas pemula, ia melihat daftar paling atas dengan bintang 5. Gadis itu memiliki fitur yang sama dengan tetangganya. Karena mereka memang orang yang sama.


"Mizuhara Chizuru."


__ADS_2